WHO Larang Perusahaan Tembakau Beriklan dan Sponsori Ajang Balap Mobil

Dalam pasal 13 Konvensi Kerangka Kerja WHO tentang Pengendalian Tembakau sendiri mewajibkan para pihak penyelenggara untuk menerapkan larangan atau pembatasan, yang komprehensif terhadap iklan, promosi, dan pemberian sponsor tembakau. WHO juga menambahkan, definisi “iklan dan promosi tembakau” serta “sponsor tembakau” yang dimaksud adalah luas dan mencakup segala kegiatan dengan efek atau kemungkinan efek promosi tembakau atau penggunaan tembakau baik secara langsung maupun tidak langsung.

“WHO mendesak pemerintah untuk menerapkan undang-undang domestik mereka yang melarang iklan, promosi, dan pemberian sponsor tembakau dengan cara sekuat mungkin,” tambah mereka.

Menanggapi hal tersebut, pihak Federation Internationale de l’Automobile (FIA) dan F1 menyatakan bahwa mereka telah melarang perusahaan-perusahaan tembakau menjadi sponsor tim, bahkan jika mereka tidak mempromosikan produk. Namun, baik presiden FIA Jean Todt dan CEO F1 Chase Carey, tidak berencana membuat aturan yang melawan perusahaan yang saat ini melakukannya.

“Selama bertahun-tahun iklan tembakau telah dilarang,” kata Todt.

“Jadi kami sepenuhnya mendukung posisi WHO. Hanya sedikit yang bisa kami katakan. Kami menjalin relasi sangat dekat dengan WHO dan selaras dengan posisi mereka,” tambahnya.

Meski begitu, Todt mengatakan bahwa mereka punya regulasinya sendiri. Mereka juga tidak akan melanggar aturan kemitraan yang sudah dibuat.

“Kami bekerja dengan tim dan sponsor untuk menghormati aturan yang ada.”

Di sisi lain, Ferrari telah menghapus logo “Mission Winnow” dan McLaren telah menghilangkan slogan “A Better Tomorrow” yang keduanya diciptakan oleh dua perusahaan tembakau. Mengutip Guardian, ini karena keduanya dianggap melanggar undang-undang periklanan tembakau di Australia.