Tips Pakar agar Atlet Tetap Bisa Latihan Selama Berpuasa Ramadan

Liputan6.com, Jakarta Bagi beberapa pekerja fisik seperti atlet, bulan Ramadan bisa menjadi saat-saat yang cukup berat. Terutama, karena meski berpuasa, mereka tetap harus melakukan kegiatan fisik.

Namun, bukan berarti atlet atau olahragawan tidak bisa berpuasa di bulan Ramadan. Dikutip dari jurnal Aspetar pada Selasa (14/5/2019), ada beberapa tips bagi para pakar dari Qatar agar atlet untuk tetap bisa sehat dan menjalankan latihan meski berpuasa di bulan Ramadan.

Dalam artikel berjudul “Ramadan and Football” yang ditulis oleh Fuad AlMudahka M.Sc., Christopher P. Herrera Ph.D., dan Abdulaziz Farooq M.P.H., ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika seorang atlet berpuasa.

1. Diet

Atlet dituntut untuk menjaga pola makan sehat agar kinerja tetap optimal. Yang paling tepat adalah makan tiga kali sehari. Namun, ini tidak mungkin dilakukan selama Ramadan. Frekuensi makan selama puasa hanya saat sahur dan berbuka.

Karena itu, saat mengonsumsi makanan besar saat buka puasa, atlet disarankan mengonsumsi makanan yang bervariasi dan kaya profil makronutrien seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Ditambah nutrisi yang tinggi untuk kinerja dan pemulihan optimal.

“Sebisa mungkin, makanan harus berukuran sedang dan dikonsumsi secara berkala untuk memaksimalkan penyerapan nutrisi,” kata para ahli.

Makan sebelum dan sesudah latihan dengan porsi kecil juga bisa membantu meningkatkan asupan kalori, mempertahankan kinerja, serta membantu pemulihan tubuh.