Tinja Bisa Digunakan untuk Atasi Depresi?

Sebelum penelitian, diketahui otak dan usus saling mempengaruhi. Pada manusia, pasien dengan gangguan kejiwaan memiliki mikroba usus yang unik dalam tubuh mereka dibandingkan dengan mikroba pada individu yang sehat.

Dan untuk penelitian ini, tim ilmuwan menganalisis mikrobioma fekal tikus stres, tikus tangguh, kelompok kontrol yang tidak stres dan kelompok plasebo. Hasil menunjukkan, subjek hewan dengan masalah mental memiliki proporsi bakteri tertentu yang lebih tinggi, seperti Clostridia, daripada kelompok lain.

Kelompok yang stres kemudian mendapat transplantasi tinja dari tiga kelompok donor sehat yang tidak pernah mengalami stres. Para peneliti menemukan mikrobioma asing mengubah perilaku depresi pada penerima.