Terpesona Dongeng Little Mermaid, Pramugara Ini Terobsesi Jadi Duyung

Liputan6.com, Jakarta Separuh manusia dan separuh ikan, putri duyung jadi salah satu makhluk dongeng yang begitu menarik perhatian. Tak hanya wanita yang mengidolai sosok fantasi ini, pria pun demikian. Salah seorang pria yang bermukim di New York, AS ini buktinya.

Ariel si duyung berambut merah dari kisah dongeng Disney The Little Mermaid rupanya begitu memesona John Rodriguez cilik. Sosok Ariel begitu melekat di benaknya. Sampai-sampai John yang kini dewasa dan bekerja sebagai pramugara itu memutuskan ingin hidup seperti Ariel.

Ketika tak bertugas, pria 29 tahun itu menikmati berenang-renang dengan kostum duyung di pantai. Impiannya, ingin berenang di perairan di seluruh dunia.

“Aku ingat The Little Mermaid adalah film pertama yang kutonton semasa kecil di Colombia. Dan aku terpesona serta jatuh cinta pada gagasan hidup di dalam laut,” buka John.

“Itu seperti panggilan bagiku, begitu juga dengan kecintaanku pada air. Setiap kali aku berenang, aku selalu menggunakan kedua kakiku. Jadi aku sudah menguasai teknik hentakan duyung meski belum memiliki ekor,” lanjutnya.

Menurut John, dia selalu merasakan kekebasan yang tak pernah dirasakan sebelumnya setiap kali berada di bawah air. Dia juga begitu menikmati berbaring di pantai, merasakan tekstur pasir serta bermandikan sinar matahari.

Demi menghidupkan mimpinya, John pun merogoh kocek sebesar 500 poundsterling atau setara Rp9,2 juta untuk mendapatkan baju ekor duyung. Kostum ini kerap dipakainya setiap kali berkunjung ke pantai.

“Aku pergi ke Miami untuk melakukan pengukuran tubuh demi mendapatkan ekor pertamaku. Mereka hanya punya ukuran standar, sementara aku ingin ekor yang dijahit khusus untuk tubuhku. Itu adalah pengalaman yang luar biasa,” cerita John, melansir laman Daily Star,¬†Jumat, (17/5/2019).

Ekor pertama John jadi dua minggu setelah dipesan. Dia pun kembali ke Miami untuk mengambilnya. Saat itulah dia memutuskan untuk selalu membawa serta pakaian duyungnya setiap kali akan mendarat di wilayah atau kota berpantai.

Uniknya, sejak ‘memiliki ekor’, John merasa aneh jika berenang tanpa mengenakan ekornya.

“Ketika berenang sebagai manusia biasa, aku merasa aneh. Aku menyukai pantai yang airnya bening. Sejauh ini aku menyukai Isla Majeures di Cancun, Meksiko. Pantai terbaik yang pernah kurenangi adalah Bonaire,” ucapnya.

Satu kendala yang dirasakan John Rodriguez dalam menjalani hidup impiannya adalah membagi waktu antara pekerjaan dan passion. Dua hal tersebut saling bertolak belakang.

“Satu-satunya masalah yang harus kuhadapi adalah merawat telingaku dan menyelaraskan kedua passion-ku: sebagai pramugara dan sebagai duyung dalam waktu yang bersamaan,” curhatnya.

Sebagai pramugara, John harus menjaga sinusnya. Dia tak boleh terbang dalam kondisi telinga tersumbat atau pilek. “Dan aku tak boleh melakukan olahraga ekstrem seperti scuba-diving sebelum atau sesudah terbang.”