Terasa Sakit, Penis Pria Ini Mengeras Jadi Tulang

Liputan6.com, Jakarta Penis pria ini tiba-tiba mengeras. Bukan karena ereksi. Sebuah kondisi medis langka membuat organ intimnya berubah menjadi seperti tulang.

Dalam laporan yang diterbitkan di sebuah jurnal kedokteran ini, kejadian itu berawal ketika pria 63 tahun itu terjungkal. Tak lama kemudian, dia mengalami sakit lutut dan dibawa ke ruang gawat darurat.

Namun, pemeriksaan malah menemukan bahwa penisnya seakan mengeras seperti tulang.

“Kalsifikasi yang luas, seperti plak di sepanjang distribusi penis ditemukan,” tulis para tenaga medis dari Bronx’s Lincoln Medical and Mental Health Center dalam Urology Case Reports seperti dilansir dari New York Post pada Senin (12/8/2019).

2 dari 4 halaman

Kecurigaan Pembentukan Tulang

Ilustrasi Alat Kelamin Pria (iStockphoto)

Diketahui, pria yang tidak disebutkan namanya itu sudah berjalan dengan tongkat. Dia juga memiliki sejarah kecanduan alkohol. Kepada para dokter, dia mengaku pernah mengalami nyeri di daerah panggulnya tanpa ada gejala lain seperti bengkak.

Dokter mencatat para tenaga kesehatan sempat mencurigai osifikasi atau proses pembentukan penis di sepanjang batang alat kelamin. Sayangnya, tidak ada pemeriksaan laboratorium atau tindak lanjut lain yang dilakukan.

Para penulis laporan menyatakan bahwa kasus ini terbilang langka. Setidaknya, kurang dari 40 laporan fenomena ini yang pernah diterbitkan.

3 dari 4 halaman

Seluruh Bagian Mengalami Pengerasan

Ilustrasi Alat Kelamin Pria (iStockphoto)

Mereka mengatakan, dalam kasus yang jarang itu, pengerasan biasa hanya mempengaruhi bagian poros penis. Namun, dalam kasus ini, seluruh bagian memperlihatkan tanda-tanda pengerasan.

“Pasien kami mungkin mengalami fase akut penyakitnya karena adanya rasa sakit pada penis,” tulis laporan tersebut.

Osifikasi penis biasanya juga dikaitkan dengan kondisi Peyronie di mana jaringan parut berkembang dalam poros penis. Selain itu, sifilis, gonorea, dan trauma juga bisa membuat sel-sel tulang terbentuk.

Para dokter mencatat bahwa perawatan tergantung dari kondisi yang ditemukan. Biasanya, mereka akan memberikan obat penghilang rasa sakit, peregangan atau perangkat vakum, terapi gelombang kejut, atau operasi pengangkatan jaringan yang terkalsifikasi atau pengerasan.

4 dari 4 halaman

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini