Tanpa Drama, Begini Aksi Pasien Gangguan Jiwa Nyoblos di RSJ

Liputan6.com, Sleman Segilintir orang deg-degan atau khawatir bila nyoblos pada Pemilu 2019 bersama orang dengan gangguan jiwa. Nyatanya, pada Pemilu 2019 yang dilakukan di RS Jiwa Grhasia Yogyakarta para pasien gangguan jiwa mencoblos tanpa drama.

Ada lima pasien dengan gangguan jiwa RS Grhasia yang secara medis boleh mencoblos pada Pemilu 2019. Namun, hanya empat yang terverifikasi bisa mencoblos. Mereka mulai menyoblos sekitar pukul 09 pagi.

Didampingi para perawat mereka diantar dari kamar menuju Pendopo Keasistenan yang terletak di tengah-tengah RSJ Grhasia.

Langkah para pasien gangguan jiwa laki-laki itu tenang dan pasti. Tak terlihat ada yang mengamuk atau berteriak-teriak seperti yang orang takutkan.

Saat diminta untuk mengantre, mereka pun mengikuti permintaan petugas dan perawat. Bahkan, sesekali ketika duduk untuk antre mencoblos mereka tampak mengobrol layaknya orang sehat jiwa. Saat di bilik suara rata-rata hanya menghabiskan waktu 2-3 menit.

“Tadi, lihat tho, pasien tenang, kan seperti orang normal,” kata Direktur RSJ Grhasia Yogyakarta, dokter Akhmad Akhadi saat ditemui usai pencoblosan di rumah sakit yang terletak di Jalan Kaliurang Km 17 ini.

Akhmad menjelaskan memang empat orang ini secara medis sudah diukur kapasitas mentalnya. Mereka tahu apa yang akan mereka lakukan. Sehingga, para pasien gangguan jiwa ini tenang-tenang saja ketika bertemu banyak orang di TPS 23 Pakembinangun.

“Yang pasti mereka senang sekali sih kalau bisa keluar dari kamar,” kata Akhmad sembari tersenyum.