Tanggapi Kasus Penembakan di Selandia Baru, Psikiater : Itu Sih Bukan Gangguan Jiwa Lagi

Seperti halnya yang terjadi di Sibolga. Ika, mengatakan, ibu mana yang tega ‘membunuh’ anak sendiri, kalau bukan seorang ibu yang memang tak dapat berpikir dengan akal sehat, dan hatinya sudah sangat tertutup.

“Mungkin orang itu, secara tanda kutip gangguan jiwa yang apa-apa istilahnya sudah enggak ada,” kata Ika.

“…tapi sudah hilang akal, dan nalarnya untuk berpikir pun sudah hilang,” Ika menekankan.

Tenaga medis seperti dirinya, lanjut Ika, sampai detik ini pun masih geleng-geleng kepala bila ada orang yang dicuci otaknya, dan berani melakukan hal keji lantaran dijanjikan surga saat mati.

“Kita ini berpikir normal, berpikir dengan nalar, dengan logika, dan emosi juga. Kok bisa ya (ada orang seperti itu?),” katnya.