Tanda Bahaya Kehamilan yang Jarang Diketahui Calon Ibu, Perlu Diwaspadai

1. Aktivitas Janin Menurun Signifikan

Ketika janin bayi yang aktif tiba-tiba menunjukkan aktivitas yang tak biasa, maka perlu diwaspadai karena merupakan salah satu dari tanda bahaya kehamilan. Ibu dianjurkan untuk mencoba melakukan sesuatu yang membuat bayi di dalam kandungan bergerak. Ini bisa dilakukan dengan minum atau makan sesuatu yang dingin dan kemudian berbaring di samping. Akan lebih baik apabila melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan untuk menjawab semua keraguan dan kekhawatiran.

2. Keluar air

Jika tiba-tiba mendapatan tanda bahaya kehamilan seperti keluar air pada area kewanitaan tanpa sengaja, maka ada dua kemunkinan; air seni atau air ketuban. Kebocoran air seni dapat disebabkan oleh tekanan yang diberikan oleh rahim pada kandung kemih. Ibu yang mengalaminya, pergilah ke toilet dan bekemihlah. Apabila setelah berkemih air tetap mengalir, maka kemungkinan besar penyebabnya adalah kebocoran air ketuban dan ini merupakan salah satu tanda bahaya kehamilan.

3. Kontraksi dan Lendir-lendir

Kelahiran yang terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu dianggap sebagai persalinan prematur. Tanda bahaya kehamilan ini berupa kram perut atau kontraksi yang menyebar ke sekitar punggung, semakin kuat dan mendesak yang diikuti dengan keluarnya lendir-lendir bercampur darah. Jika gejalanya disadari dan ditangani sejak awal, maka persalinan prematur dapat dihindari.

4. Haus berlebihan, sering buang air kecil

Gestational diabetes atau diabetes dalam kehamilan adalah tanda bahaya kehamilan yang terjadi selama trimester kedua kehamilan yang terjadi akibat ketidakmampuan ibu untuk memproduksi insulin yang cukup. Gejala utamanya berupa rasa haus atau lapar yang ekstrem, sering buang air kecil dan kelelahan. Tak ada langkah tepat selain segera memeriksakan diri ketika mengalami gejala di atas selama berhari-hari, karena gestational diabetes berpotensi menyebabkan bahaya pada kehamilan dan persalinan.

5. Gejala flu

Pada musim flu, ibu hamil biasanya akan dengan mudah tertular flu dibandingkan dengan mereka yang tidak hamil. Itu disebabkan kehamilan memberi stres tambahan terhadap sistem kekebalan tubuh. Sebagai tambahan, ibu hamil berisiko tinggi untuk terkena komplikasi serius dari flu. Gejala flu termasuk demam, batuk-batuk, tenggorokan nyeri, hidung berlendir, bersin-bersin, mual, muntah, dan diare. Mungkin terdengar sepele tapi jika disepelekan dan terus berkembang, hal ini justru akan membahayakan janin.