KAI evaluasi iklan rokok setelah kontrak berakhir

Jakarta (ANTARA News) – Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Agus Komaruddin mengatakan pihaknya akan mengevaluasi keberatan terhadap pemasangan iklan rokok di stasiun setelah kontrak dengan pihak pemasang berakhir. 

“Keluhan dari YLKI tentu kita terima sebagai bahan masukan, dan evaluasi pasti dilakukan setelah kontrak iklan berakhir,” sebut Agus saat dihubungi Antara di Jakarta, Jumat. 

Ia mengatakan, PT KAI harus tunduk terhadap kontrak, mengingat ada konsekuensi hukum yang akan diterima pihaknya, jika isi perjanjian tidak dijalankan sesuai kesepakatan.

“Aduan iklan rokok ini sudah lama sebetulnya, tetapi kita (PT KAI) masih terikat kontrak, dan itu terkait masalah hukum. Namun kami berkomitmen untuk mengevaluasi pemasangan iklan rokok di stasiun,” jelas Agus. 

Kepala humas itu menerangkan, pihaknya memiliki aturan tersendiri soal pemasangan iklan di kawasan stasiun. Aturan tersebut tidak hanya diurus oleh pihak komersial PT KAI, tetapi juga mengacu pada izin dari pemerintah daerah. 

“Walaupun YLKI berpendapat pemasangan iklan rokok di stasiun tidak terkait dengan izin dari pemerintah daerah, tetapi PT KAI tetap meminta izin dari pemda sesuai dengan lokasi stasiunnya,” tutur Agus. 

Ia lanjut mengusulkan perlu ada definisi jelas terkait area publik, diantaranya termasuk stasiun kereta api.

“Jika pelarangan (iklan rokok) di stasiun kereta api didasari pada statusnya sebagai area publik, maka idealnya, kebijakan serupa harus diterapkan secara seragam di kawasan publik lain,” jelas Agus. 

YLKI menyoroti setidaknya masih banyak iklan rokok berukuran besar yang terpasang di lima lokasi, diantaranya Stasiun Tugu Yogyakarta, Stasiun Lempuyang Yogyakarta, Stasiun Tawang Semarang, Stasiun Pasar Turi Surabaya, dan Stasiun Gubeng Surabaya.

Pemasangan iklan rokok itu, menurut Tulus, melanggar Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan. 

Namun, Agus mengklarifikasi bahwa iklan rokok tidak lagi terpasang di Stasiun Lempuyang, dan iklan rokok di Stasiun Tugu Yogyakarta sudah ditutupi oleh kain batik. 

“Untuk iklan rokok di Yogya kami tutup dengan kain batik, karena belum keluar izinnya,” jelas Agus. 

Baca juga: KAI setengah hati respon pencopotan iklan rokok di stasiun
Baca juga: PT KAI didesak copot iklan rokok di tujuh stasiun
Baca juga: LSM: tanpa iklan rokok, PT KAI tidak merugi

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Presiden Jokowi hadiri pembukaan KTT ke-33 Asean

Singapura (ANTARA News) – Presiden Joko Widodo menghadiri pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-33 Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) pada Selasa sore di Pusat Konvensi Suntec.

Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Jokowi tiba di ruang pertemuan pada sekitar pukul 17:35 waktu setempat (1 jam lebih dulu dari WIB).

Kepala Negara mengenakan kemeja putih dibalut jas hitam dan berdasi merah, sementara Iriana mengenakan kebaya putih dengan selendang batik cokelat.
  .
Kedatangan Presiden dan Ibu Negara disambut oleh Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Long dan istri Ho Ching.

Kendaraan Presiden Jokowi tiba setelah iringan kendaraan Vietnam Nguyen Xuan Phuc dan disusul oleh kendaraan Sultan Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah.

Dalam acara pembukaan, para kepala negara dan pemerintahan negara ASEAN disajikan lantunan paduan suara yang menyanyikan mars ASEAN, dan lagu berjudul “You Raise Me Up” yang pernah dinyanyikan Josh Groban.

Usai pembukaan, para pimpinan negara akan menghadiri Jamuan Makan Malam Resmi KTT Ke-33 ASEAN yang dijamu oleh PM Lee.

Selanjutnya, para kepala negara dan kepala pemerintahan akan mengikuti Rapat Pleno ASEAN pada pukul 19:45 waktu setempat. 

Baca juga: Ini agenda Presiden Jokowi di Singapura
Baca juga: Presiden tiba di Singapura

Pewarta: Bayu Prasetyo
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Menristekdikti: Terjadi ketimpangan jumlah dokter

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan terjadi ketimpangan jumlah dokter yang ada di Indonesia bagian barat, tengah dan timur.

“Jumlah dokter baik dokter umum maupun dokter spesialis, masih terkonsentrasi di wilayah Indonesia bagian barat,” ujar Menristekdikti saat rembuk nasional alumni Universitas Brawijaya di Jakarta, Sabtu.

Nasir menjelaskan jumlah dokter di bagian barat sebanyak 92.471 dokter umum dan 25.256 dokter spesialis. Untuk bagian tengah, jumlah dokter umum sebanyak 15.968 dokter umum dan 4.293 dokter spesialis. Selanjutnya, untuk wilayah bagian timur sebanyak 1.472 dokter umum dan 227 dokter spesialis.

Selain itu, distribusi dokter juga lebih banyak berada di perkotaan dibandingkan wilayah terpencil.

“Jadi yang menjadi masalah adalah distribusi,” kata dia.

Kemenristekdikti, kata dia, berusaha mencarikan solusinya dengan organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Salah satu upayanya adalah meningkatkan pendidikan kedokteran di wilayah itu.

Dia juga meminta para dosen di fakultas kedokteran untuk melakukan afirmasi bagi mahasiswa kedokteran yang berasal dari Papua.

“Memang biasanya sulit (dalam membimbing), tapi ini kan demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” cetus dia.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga perguruan tinggi untuk mengajarkan tentang empat pilar kebangsaan. Jika ini dibiarkan akan memicu munculnya paham radikalisme di kalangan mahasiswa.

“Saya prihatin melihat kondisi mahasiswa di PTN dan PTS. Mereka tidak tahu apa itu empat pilar SBOBET kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika,” kata dia lagi.

Ia menyebut lebih dari 50 persen perguruan tinggi tidak mengajarkan tentang empat pilar kebangsaan. Akibatnya mahasiswanya tidak tahu nilai-nilai luhur yang terkandung dalam empat pilar tersebut.

Selain itu telah ditetapkan peraturan menteri (Permenristekdikti) Nomor 55/2018, tentang Pembinaan Ideologi Bangsa. Dengan adanya Permenristekdikti tersebut, kini Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) antara lain Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), hingga Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) diperbolehkan masuk kampus.

Jenazah korban JT 610 dipulangkan dengan pesawat komersil

Jakarta, (ANTARA News) – Perwakilan komunikasi perusahaan penerbangan Lion Air Ramaditya Handoko mengatakan pemulangan jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air PK-LPQ JT 160 rencananya akan menggunakan pesawat komersil. 

“Pemulangan jenazah menggunakan pesawat komersil Lion Air Group, yaitu Lion Air, Batik Air, dan Wings Air,” kata Ramaditya saat ditemui di lobi Hotel Ibis Cawang, Jakarta, Kamis. 

Sementara itu, untuk titik pemulangan, Ramaditya menjelaskan, jenazah dapat diberangkatkan melalui Bandara Soekarno Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma, tergantung daerah tujuan. 

“Pemulangan tergantung rute tujuannya. Untuk hari ini misalnya, jenazah Jannatun Chintya Dewi dipulangkan dari Bandara Halim Perdanakusuma dengan pesawat komersil Batik Air tujuan Surabaya,” sebut Ramaditya. 

Pada prinsipnya, Ramaditya menegaskan, pihak perusahaan akan menyesuaikan jadwal keberangkatan tercepat untuk memulangkan jenazah korban bersama keluarga yang mendampingi. 

Pihak Rumah Sakit Polri Kramat Jati dan Lion Air Group telah menyerahkan satu jenazah yang berhasil teridentifikasi, Jannatun Chintya Dewi ke keluarganya, Rabu malam. 

Prosesi penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Direktur Layanan Bandara Lion Air Group Kapten Wisnu Wijayanto di areal RS Polri Kramat Jati. 

Dalam prosesi itu, keluarga menerima surat kematian dari pihak RS Polri untuk keperluan pemakaman, berikut uang tunggu senilai Rp5 juta, uang kedukaan Rp25 juta, dan uang santunan meninggal dunia dari pihak Lion Air. 

Pasca diterima oleh pihak keluarga, jenazah Jannatun pun dipulangkan dengan pesawat komersil Batik Air pada pukul 05.00 WIB, Kamis, dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya. ***1***

Baca juga: DVI sudah ambil 152 sampel antemortem korban Lion Air
Baca juga: Lion Air berikan uang tunggu Rp5 juta ke keluarga korban JT 610
Baca juga: Black box Lion Air JT 610 ditemukan

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Peneliti: inovasi material dukung pembangunan ramah lingkungan

Kuta, Bali  (ANTARA News) – Para peneliti dan akademisi yang tergabung dalam Masyarakat Riset Material (MRS) mendorong pengembangan inovasi teknologi dan material untuk mendukung pembangunan berkelanjutan yang mengutamakan aspek ramah lingkungan.

“Kami berdiskusi untuk teknologi masa depan yakni industri 4.0,” kata Presiden MRS Indonesia Prof Evvy Kartini ditemui dalam Konferensi Internasional Asia ke-19 Perhimpunan MRS Internasional di Kuta, Bali, Rabu.

Menurut peneliti di Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) itu salah satu inovasi ramah lingkungan yang berpotensi besar dikembangkan di Indonesia yakni kendaraan elektrik dengan energi baru terbarukan berupa energi matahari.

Material yang digunakan, kata dia, menggunakan baterai litium yang diteliti dengan karakterisasi atau pengukuran menggunakan teknologi nuklir.

Kendaraan elektrik itu memanfaatkan daya dari energi matahari yang tersimpan di dalam “solar rod” dan dapat diisi ketika kendaraan sedang berjalan.

“Beberapa negara yang memiliki itu baru tahun ini di China dan kenapa tidak di Indonesia?  Indonesia juga bisa memulai riset itu dan bisa jadi `pioneer` di antara negara Asia lainnya,” ucapnya.

Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Djarot S Wisnubroto mengatakan pihaknya sudah mengembangkan beberapa teknologi baru berbasis aplikasi nuklir, salah satunya “smart magnet” yang bisa diaplikasikan untuk TNI Angkatan Laut.

Dengan teknologi magnet pintar itu, kapal TNI AL tidak bisa terdeteksi radar dan saat ini teknologi itu siap diproduksi secara massal.

Sementara itu Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sri Adiningsih yang membuka konferensi itu mengharapkan forum tersebut dapat menghasilkan rencana kerja dan aksi konkrit untuk membantu merealisasikan pembangunan berkesinambungan yang ramah lingkungan.

Pemerintah, kata dia, sudah memiliki komitmen mengurangi gas emisi kaca sebesar 29 persen pada tahun 2030 sesuai dengan Kesepakatan Paris.

Implementasinya, lanjut dia, juga didukung oleh dunia usaha dengan adanya audit kepedulian terhadap lingkungan seperti pemanfaatan energi baru terbarukan, pengurangan plastik dan inovasi ramah lingkungan lainnya.

“Saya berharap bagaimana `green` teknologi itu bisa dihasilkan dari seminar ini yang bisa menjadi komitmen masyarakat material sains agar mendukung pembagunan berkelanjutan dan ikut mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengurangi kerusakan lingkungan,” katanya.

Indonesia menjadi tuan rumah konferensi internasional ke-19 yang dihadiri 200 partisipan dan 40 pembicara dari 20 negara yang berlangsung selama sehari. Para pembicara itu merupakan para ahli dari berbagai bidang di antaranya energi, kesehatan, lingkungan dan aplikasi nuklir. 

Baca juga: Industri kendaraan ramah lingkungan China berkembang cepat
Baca juga: Nyepi tanpa radio-televisi wujud industri ramah lingkungan

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Kisah Saleh dan Edi yang memulai dari lingkungannya

Jakarta (ANTARA News) – Tersebab dirinya prihatin melihat anak-anak harus berjalan kaki sejauh delapan kilometer untuk ke sekolah, Brigadir Polisi Muhamad Saleh (33) lalu membangun sekolah.

Ia harus merogoh uang dari sakunya sendiri untuk membangun sekolah yang diberi nama Sekolah Dasar Swasta (SDS) Anak Soleh di Desa Tunas Baru, Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.

Lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai Babinsa Kamtibnas itu mengaku tak kuasa melihat perjuangan anak-anak yang menempuh perjalanan jauh. “Melintasi hutan, pematang sawah dan juga tambak untuk menuju sekolah ke desa tetangga. Perjuangan mereka cukup berat,” ujar Saleh.

Anak-anak juga harus berangkat subuh ke sekolah, karena jarak dari rumah ke sekolah memakan waktu hingga 1,5 jam. Para orang tua terpaksa menemani anak-anaknya ke sekolah.

Pada mulanya, sekolah yang dibangun pada 2015 itu menggunakan rumah milik warga yang kebetulan pada saat itu pergi merantau. Delapan bulan kemudian, sang pemilik kembali menempati rumah tersebut. Namun pada akhirnya dengan bantuan sumbangan dari warga terbentuklah sekolah dengan tiga kelas yaitu kelas satu, dua, dan tiga.

Awalnya, yang menjadi guru hanya Saleh dan istrinya, yang memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Tapi pada akhirnya, Saleh mendapatkan tiga guru yang bisa mengajar di masing-maising kelas. Lagi-lagi gaji para itu berasal dari uang miliknya. Saleh mengaku ikhlas, asalkan anak-anak tak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk sekolah. “Waktu yang digunakan dalam perjalanan menuju ke sekolah di desa sebelah, bisa digunakan untuk belajar lebih lama di sekolah ini.”

Kini sekolah tersebut memiliki tiga ruang kelas dan dihuni sekitar 35 murid. Semua perjuangan Saleh kini tak sia-sia, berkat kerja kerasnya ia diganjar penghargaan Frans Seda Award 2018 untuk kategori bidang pendidikan. “Saya berharap tidak hanya bisa membuat sekolah dasar saja, tetapi juga Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA),” harap Saleh.

Ilustrasi – Sejumlah murid kelas 6 SD Negeri Kasunyatan 1, Kasemen, Serang, Banten, Senin (6/5), bermain di jendela sekolah yang bolong sebelum berlangsungnya Ujian Nasional (UN). (FOTO ANTARA/Asep Fathulrahman)

Sanggar Tratama

Lain lagi cerita Edi Syahputra (26), yang mendapatkan penghargaann SBOBET Indonesia Frans Seda Award 2018 untuk kategori bidang kemanusiaan.

Anak pertama dari empat bersaudara itu mendirikan sanggar Tratama. Semuanya berawal dari keprihatinannya akan lingkungan di tempat tinggalnya di Desa Sabak Lama, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang mana generasi muda banyak mendapatkan hiburan yang tidak mendidik dan dikelilingi bahaya narkoba.

“Saya percaya, kalau kita terlahir di lingkungan yang baik maka hasilnya juga akan baik. Saya mikirnya seperti itu, apalagi saya punya adik, saya punya keluarga. Kalau bahaya narkoba dan hiburan tidak jelas merasuk, maka hasilnya kurang bagus. Dari situ, saya terinspirasi untuk membuat sanggar,” kata Edi.

Jika sanggar biasanya identik dengan tarian, tidak begitu dengan sanggar Tratama. Ada empat program di sanggar itu yakni pengembangan diri, seni budaya, keagamaan dan kewirausahaan. Tarian yang diajarkan mulai tari Melayu, Jawa hingga Batak. Ia bersama seorang adik dan tiga orang temannya mendirikan sanggar pada 2010.

Putra dari seorang buruh bangunan itu mengaku tidak punya tempat tetap untuk kegiatan sanggarnya. Biasanya ia menggunakan halaman rumahnya hingga lapangan dekat rumahnya. Namun kini, ia menggunakan sebagian rumahnya untuk kegiatan sanggar.
Ilustrasi – Malam Apresiasi Seni Melayu Para penampil mementaskan Tari Lilin pada Malam Apresiasi Seni Melayu Jambi Tahun 2016 di Gedung Pertemuan Taman Budaya Jambi, Rabu (6/1) malam. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/pd/16.)

Edi juga menciptakan pola pendidikan dengan metode Creative, Innovative dan Sinergy (CIS) melalui sanggar yang didirikannya. Sanggar itu juga memberikan pendidikan dan pola berpikir kreatif kepada anak-anak desa untuk menempuh pendidikan yang lebih baik, serta menjadi generasi produktif, bukan konsumtif menuju peradaban yang lebih baik.

Awalnya Edi tak menyangka sanggar seni tari dan musik yang didirikan mendapat apresiasi dari remaja setempat. Kini, sejumlah undangan berdatangan ke sanggarnya. Bahkan anak didiknya rutin menjadi pengisi acara setiap Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Langkat. “Kami juga membuatkan zona kreatif, agar anak-anak bisa berpikir kreatif.”

Untuk biaya pelaksanaan, Edi juga merelakan sebagian keuntungan dari bisnis percetakannya digunakan untuk operasional kegiatan. Bisnis percetakannya sudah dibangun sejak dia duduk di bangku kelas dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Kini sanggar, maupun bisnis tersebut dikelola bersama teman-temannya semasa kuliah. Setiap hari, sekitar 40 anak memadati rumahnya selepas pulang sekolah.

Apa yang dilakukannya tersebut, kata Edi berasal dari ayahnya, Ngalimin. Meski hanya seorang buruh bangunan dengan penghasilan pas-pasan, tapi memiliki perhatian besar pada pendidikan anak-anaknya.

Baik Saleh maupun Edi sadar betul, bahwa Indonesia terlalu besar jika hanya diurus oleh pemerintah seorang. Perlu adanya partisipasi para pemuda dalam membangun bangsa ini agar sesuai dengan apa yang dicita-citakan.

Edi dan Saleh mewujudkan sumpah yang diucapkan para pemuda dalam Sumpah Pemuda, tepat sembilan puluh tahun yang lalu. Semangat Sumpah Pemuda itu pula yang membuat Saleh dan Edi, tak hanya tinggal diam menikmati kemerdekaan tapi juga mengisinya.*

Baca juga: Pemuda diminta merawat persatuan bangsa

Baca juga: Ketika pemuda memilih jadi relawan

Oleh Indriani
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

BNPB sudah catat 1.999 bencana dalam tahun 2018

Jakarta (ANTARA News) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 1.999 kejadian bencana sejak awal tahun hingga 22 Oktober 2018.

“Puting beliung, banjir dan kebakaran hutan dan lahan masih tetap mendominasi,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Sabtu.

Meskipun ada tahun dengan jumlah bencana yang lebih banyak, menurut BNPB jumlah korban yang meninggal dunia dan hilang akibat bencana-bencana yang terjadi pada 2018 merupakan yang terbanyak dalam 10 tahun terakhir.

Dalam 1.999 bencana yang terjadi sejak awal tahun hingga 22 Oktober, jumlah korban yang meninggal dunia dan hilang mencapai 4.157 orang dan selain itu ada 15.001 orang yang terluka.

“Jumlah itu kemungkinan akan terus bertambah hingga akhir 2018,” kata Sutopo.

Sutopo mengatakan bencana yang terjadi dalam tahun ini juga telah memaksa 3,18 juta orang mengungsi serta menyebabkan 339.969 rumah rusak berat, 7.810 rumah rusak sedang, dan 20.608 rumah rusak ringan, serta mengakibatkan kerusakan 1.789 fasilitas pendidikan, 129 fasilitas kesehatan dan 1.348 fasilitas ibadah.

Dampak ekonomi kejadian-kejadian bencana tahun ini menurut Sutopo sangat besar.

Gempa di Lombok dan Sumbawa saja menimbulkan kerusakan dan kerugian senilai Rp17,13 triliun dan gempa serta tsunami di Sulawesi Tengah menyebabkan kerugian dan kerusakan dengan nilai lebih dari Rp15,29 triliun.

“Angka tersebut diperkirakan juga masih akan bertambah,” katanya.

Baca juga:
BNPB perkirakan kerusakan-kerugian akibat bencana Sulteng capai Rp15,29 triliun
BNPB: kerugian akibat gempa Lombok capai Rp5 triliun lebih

 

Pewarta:
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Ratusan pengungsi Timur Tengah demonstrasi di Kantor IOM

Kupang, NTT (ANTARA News) – Sebanyak 288 pengungsi Timur Tengah berdemonstrasi di depan Kantor Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), di Kupang, Jumat siang.

Pengungsi berkewarganegaraan Afganistan, Ali Faqiri, di sela-sela demonstrasi itu mengatakan, kedatangan mereka ke IOM adalah meminta kepastian kapan mereka dipindahkan ke daerah yang mempunyai rumah komunitas.

“Saya sudah lima tahun tinggal di Kupang ini. Namun, hingga saat ini belum ada juga rumah komunitas yang bisa menampung kami dan anak-anak kami,” katanya.

Rumah komunitas adalah rumah penampungan dengan konsep baru untuk pencari suaka dan pengungsi dari Timur Tengah dan Asia.

Melalui rumah komunitas itu, anak-anak para pengungsi bisa bersekolah dan mendapatkan pelajaran, baik pelajaran sekolah maupun agama, seperti anak-anak Indonesia pada umumnya.

Menurut Faqiri, sudah seharusnya dia dan beberapa pengungsi lainnya dipindahkan ke negara ketiga, baik itu Australia, Amerika, maupun negara lainnya jika tidak ada rumah komunitas.

“Kami sudah datang, tetapi pihak IOM tidak ada satu orang pun yang keluar. Kami akan tunggu terus sampai ada yang keluar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, mereka yang berdemonstrasi itu terdiri atas warga Afganistan, Pakistan, Ethiopia, dan Sri Lanka.

Beberapa waktu lalu, kata dia, ada sekitar 27 temannya yang sudah dipindahkan ke Kalimantan yang ada rumah komunitasnya.
Oleh karena itu, dia berharap hal tersebut dapat terjadi juga pada dirinya.

Hal yang sama juga diakui Shafur, pengungsi dari Afganistan juga yang sudah berada di Kupang selama kurang lebih tiga tahun.

“Anak saya tahun depan seharusnya sudah sekolah. Tidak adanya rumah komunitas saya kebingungan bagaimana menyekolahkan anak saya,” ujarnya.

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Laptop-printer bekas pertemuan IMF dihibahkan ke Bali, NTB, Banyuwangi

Denpasar (ANTARA News) – Kementerian Keuangan menghibahkan 500 laptop dan 300 printer yang sebelumnya digunakan untuk pertemuan IMF-World Bank untuk institusi pendidikan di Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Kabupaten Banyuwangi.

Lima ratus laptop senilai Rp8 miliar dan 300 printer senilai Rp672 juta yang dibeli menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2018 itu sebelumnya digunakan dalam pertemuan tahunan IMF-World Bank di Bali selama 8-14 Oktober.

“Hibah ini merupakan misi sosial bagi kami untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan juga kegiatan sosial, sejalan dengan keinginan untuk membuat pertemuan IMF-WB, memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Indonesia,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menyampaikan sambutan pada acara penyerahan hibah di Gedung Keuangan Negara, Denpasar, Kamis.

Pemerintah Provinsi Bali menerima hibah 200 laptop (senilai Rp3,2 miliar) dan 125 printer (senilai Rp280 juta), Nusa Tenggara Barat menerima hibah 200 laptop dan 125 printer, serta Kabupaten Banyuwangi menerima 100 laptop (senilai Rp1,6 miliar) dan 50 printer (Rp112 juta).

“Ini adalah komitmen dari panitia nasional bahwa barang-barang yang sudah tidak terpakai namun masih sangat terjaga kondisinya dapat dihibahkan bagi masyarakat,” katanya.

Hibah diberikan kepada Bali selaku tuan rumah penyelenggaraan pertemuan IMF-World Bank serta NTB dan Banyuwangi sebagai daerah pendukung dan tujuan wisata para delegasi.

Pemerintah berharap perangkat elektronik dengan spesifikasi tinggi itu bisa mendukung kegiatan lembaga pendidikan di daerah penerima hibah.

“Saya memimpikan dari 500 unit laptop ini akan menghasilkan para programmer atau mereka-mereka yang akan membuat komik mengenai Bali atau Indonesia yang bisa mengalahkan komik dari Jepang,” ujar Sri Mulyani.

Keputusan untuk menghibahkan perangkat elektronik tersebut sebelumnya telah dikomunikasikan dengan Inspektur Jenderal Kemenkeu dan Badan Pemeriksa Keuangan guna memastikan mekanisme penghibahan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan ditangani secara transparan oleh pemerintah.

Kementerian akan melakukan pemantauan hingga enam bulan ke depan untuk memastikan pemanfaatan hibah sesuai sasaran.

“Saya berharap hibah barang-barang ini akan berguna bagi institusi pendidikan di tiga daerah ini yang akan bisa melahirkan orang-orang kreatif, siapa tahu dari 500 unit laptop akan keluar Jack Ma-nya Indonesia,” ucapnya.

Acara serah terima barang hibah tersebut dihadiri oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi NTB, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso dan Sekjen Kemenkeu Hadiyanto, Sekda Bali Dewa Made Indra serta undangan lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali Tjokorda Istri Agung (TIA) Kusuma Wardhani mengatakan bantuan perangkat teknologi informasi tersebut akan mendukung program kelas maya yang sudah diterapkan di SMA/SMK di Pulau Dewata.

“Kami harapkan dengan penyerahan laptop dan printer ini memberikan manfaat yang lebih kepada sekolah-sekolah yang ada di Bali. Bantuan akan kami fokuskan pada kabupaten atau sekolah-sekolah menyimpan masyarakat miskin yang terkonsentrasi di empat kabupaten, ada Bangli, Karangasem, Jembrana dan Buleleng,” katanya.

Ia merinci Kabupaten Bangli akan mendapatkan 45 laptop dan 21 printer, Kabupaten Buleleng akan menerima 65 laptop dan 45 printer, Kabupaten Jembrana mendapat 25 laptop dan 9 printer, dan Karangasem dapat 65 laptop dan 50 printer.

Sementara Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan laptop dan printer hibah tersebut akan diberikan ke sejumlah perguruan tinggi negeri, sekolah menengah kejuruan dan pesantren di wilayahnya.

Baca juga: Menkeu nilai peserta beri kesan positif pertemuan IMF-WB

Pewarta:
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

PT KAI akan evaluasi iklan rokok di stasiun

Jakarta (ANTARA News) – Kepala Hubungan Masyarakat PT Kereta Api Indonesia (KAI) Agus Komarudin mengatakan pihaknya akan mengevaluasi iklan-iklan rokok yang ada di stasiun-stasiun kereta api.

“Kami akan evaluasi sepanjang kontrak yang berlaku dengan mitra yang memasang iklan,” kata Agus, saat dihubungi dari Jakarta, Rabu.

Agus mengatakan PT KAI hanya menyediakan tempat bagi mitra untuk memasang iklan, dengan persyaratan perizinan ke pemerintah daerah diurus sendiri oleh mitra tersebut.

Perizinan dari pemerintah daerah tersebut, harus dilampirkan di dalam kontrak. Bila ada izin dari pemerintah daerah, maka iklan bisa dipasang di stasiun.

“Sejauh ini, stasiun yang ada iklan rokok hanya di  Yogyakarta dan Surakarta. Di Surakarta memang ada izin dari pemerintah daerah, sedangkan di Yogyakarta, kami cek tidak ada,” jelasnya.

Karena itu, Agus mengatakan iklan rokok yang ada di stasiun di Yogyakarta akan segera diturunkan.

Sebelumnya, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai iklan rokok yang terpasang di sejumlah stasiun-stasiun kereta api merupakan sebuah kemunduran yang dilakukan PT KAI.

“Iklan rokok di area stasiun jelas kemunduran serius. Di era Direktur Utama Ignasius Jonan, hal itu sudah dihapus,” kata Tulus.

Baca juga: YLKI: iklan rokok di stasiun sebuah kemunduran
Baca juga: Komnas PT: Iklan rokok jangan dibuat menggiurkan

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2018

30 Perguruan Tinggi Muhammadiyah gandeng Universitas Brunei

Jakarta, (ANTARA News) – Sebanyak 30 Perguruan Tinggi Muhammadiyah menjalin kerja sama dengan Universitas Islam Sultan Sharif Ali (Unissa) Brunei Darussalam.
 
Siaran pers PP Muhammadiyah, yang dikirim ke Jakarta, Selasa pagi, menyebut penandatanganan naskah kerja sama dilakukan  oleh Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Lincoln Arsyad PhD dengan Rektor Unissa Dr Haji Norarfan bin Haji Zaenal di Brunei Darussalam, Senin (22/10).
   
Prof Lincolin Arsyad  PhD mengatakan, kerja sama tersebut terkait pengelolaan universitas dan proses menjadikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dikenal bukan saja di Indonesia tapi juga di luar negeri (internasionalisasi), apalagi Unissa memiliki ratusan mahasiswa asing dan puluhan dosen asing.
   
“Bentuk konkretnya antara lain ‘joint research‘ (kerja sama riset), ‘joint lecture‘ (kerja sama perkuliahan), ‘joint conference‘ (kerja sama konferensi) dan studi lanjut lainnya yang melibatkan Unissa dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah,” kata Prof Lincolin.
   
Lincolin mengatakan, tugas dan kewajiban seluruh pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) adalah segera merealisasikan aktivitas akademik sebagai kelanjutan dari penandatanganan MoU dengan Unissa Brunei Darussalam itu.
   
Sementara itu, Rektor Unissa Brunei, Dr Haji Norarfan dalam sambutannya mengatakan, merasa senang PTM dan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dapat menjalin kerja sama dengan Unissa sekalipun Unissa baru berdiri 11 tahun silam (2007). 
   
Ia berharap kerja sama tersebut dapat menguntungkan kedua belah pihak.
   
Penandatanganan kesepakatan kerja sama dengan PP Muhammadiyah   tersebut kemudian diikuti oleh penandatanganan masing-masing 30 rektor PTM secara bergantian yang disaksikan oleh Wakil Ketua Majelis Diktilitbang, Prof Dr  Edy Suandi Hamid.
     
Salah satu dari 30 perguruan tinggi Muhammadiyah yang menandatangani kerja sama tersebut adalah Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) Jakarta. 
   
Rektor Uhamka Prof Dr Suyatno usai menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Rektor Unissa mengatakan, sebelumnya Uhamka juga telah menandatangani kerja sama dengan universitas asing dari berbagai negara, seperti Malaysia.
   
“Kami berharap kerja sama dengan perguruan tinggi asing akan mempercepat proses internasionalisasi Uhamka, selain tentu saja meningkatkan  kualitas pendidikan di Uhamka,” kata Suyatno.

Selain Uhamka, hadir pula UMJ Jakarta, STIE Ahmad Dahlan Jakarta,  Unmuha Aceh, UM Tapanuli Selatan, UM Semarang, UMSU Medan, Unismuh Makassar, UM Purwokerto, UM Purworejo, UM Jember, UM Magelang, UM Gresik, UM Sidoarjo, UM Surabaya, Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Unismuh Maluku Utara, UM Cirebon, UM Kendari, UM Buton, STKIP M Bulukumba, STISIP M Rappang, STIKes PKU Surakarta, STIKes M Sidrap, STIKes M Kudus, STIKes M Gombong, STIEM Tanjung Redeb, dan UM Kupang.

Baca juga: Menristekdikti: Universitas asing tidak lemahkan PTS
Baca juga: Himpunan ilmuwan Muhammadiyah inventarisasi pakar

 

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Sokongan masyarakat Internasional untuk pemulihan Sulawesi Tengah oleh Azis Kurmala

 Jakarta (ANTARA News) – Masa tanggap darurat bencana gempabumi dan tsunami di Sulawesi Tengah akan berakhir pada Jumat (26/10) sehingga upaya pemulihan dampak bencana terus ditingkatkan.

Upaya rehabilitasi dan rekonstruksi di Palu dan wilayah sekitarnya dikhususkan pada pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, pelayanan medis, perbaikan infrastruktur dasar, dan normalisasi kehidupan masyarakat.

Pemerintah Indonesia menyiapkan dana sebesar Rp1,06 triliun untuk penanganan darurat bencana di Sulawesi Tengah.

Dana tersebut untuk membantu keselamatan, kesehatan, pengungsian, serta stok bahan makanan bagi para masyarakat yang terkena dampak musibah itu.

Dalam menangani percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di Sulawesi Tengah, Indonesia mendapat sokongan dari dunia internasional. Tercatat 20 negara telah membantu Pemerintah Indonesai selama penanganan darurat pascagempa Sulawesi Tengah (Sulteng). 

Negara tersebut antara lain Amerika Serikat, Australia, India, Inggris, Jepang, Jerman, Kanada, Korea, Malaysia, Perancis, Qatar, RRT, Rusia, Spanyol, Selandia Baru, Singapura, Swiss, Turkei, dan Ukraina. Selain itu, Pemerintah Indonesia juga mendapatkan dukungan bantuan dari ASEAN Coordinating Centre For Humanitarian Assistance (AHA Centre) dan Badan PBB.

Melalui USAID/OFDA, pemerintah Amerika Serikat memberikan tiga juta dolar AS dana tambahan untuk mendukung upaya bantuan tanggap bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Dana tambahan ini meningkatkan total sumbangan AS untuk pemulihan pascabencana Sulawesi Tengah menjadi 6,7 juta dolar AS, di luar biaya operasional Departemen Pertahanan AS.

Tiga pesawat Hercules C-130 AS dan personnel Angkatan Udara AS pendukung dari Satuan Contingency Response Group ke-36 di Guam juga telah memperpanjang masa operasi penerbangan udara untuk menghubungkan Balikpapan dan Palu hingga 25 Oktober 2018.

Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr mengatakan pemerintah AS akan terus mendukung Indonesia dalam upaya bantuan. “Inilah yang kami maksudkan ketika kami mengatakan bahwa kami adalah mitra Indonesia,” ujar dia.

Dana tambahan tiga juta dollar AS dari USAID/OFDA akan terdiri dari 2,4 juta dolar AS untuk program tanggap darurat multisektor bagi keluarga yang terkena dampak bencana, termasuk untuk meningkatkan akses langsung ke air bersih, sanitasi, dan kebersihan.

Selain itu, dana tersebut digunakan untuk tempat penampungan dan pemukiman, ruang perlindungan dan kegiatan untuk anak-anak yang terkena dampak, pemulihan ekonomi dan sistem pasar untuk membantu masyarakat pulih secara lebih cepat, serta memberi mereka pilihan yang bermartabat dalam memprioritaskan kebutuhan mereka yang paling mendesak.

Kemudian bantuan teknis senilai 300 ribu dolar AS kepada pemerintah Indonesia melalui dukungan kepada koordinasi Shelter Sub-Cluster guna memperkuat penampungan darurat dan jangka panjang bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal.

Sementara 300 ribu dolar AS lainnya digunakan untuk bantuan teknis kepada pemerintah Indonesia melalui dukungan kepada Camp Coordination dan Camp Management Sub-Cluster guna memperkuat seleksi, rancangan, koordinasi, dan pengelolaan area transisi bagi para IDP untuk jangka panjang dan pengumpulan data untuk memonitor demografi IDP dan pola pergerakan sehingga tanggap bencana dan pemulihan sesuai sasaran dan efektif.

Kemudian, China, melalui Palang Merah Tiongkok, menggelontorkan dana bantuan berjumlah 200 ribu dolar AS atau Rp 3 miliar untuk korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Bantuan tersebut disalurkan melalui Palang Merah Indonesia.

Selain itu, China mengirimkan lima pesawat pembawa bantuan untuk penanggulangan bencana di Sulawesi Tengah.

Pemerintah Tiongkok memberikan bantuan berupa tenda, sistem pembersih air, fogging, generator listrik, dan lainnya kepada Pemerintah Indonesia. 

Sementara itu, Pemerintah Rusia mengirimkan lebih dari 24 ton bantuan kemanusiaan kepada korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah dengan pesawat khusus Emercom.

Kargo berisi generator elektrik, sistem pembersih air, tenda dan selimut.

Di samping itu, pemerintah dan masyarakat Uni Eropa(UE) menyalurkan bantuan senilai 18 juta Euro atau sekitar 22 juta Dolar Amerika Serikat selama masa tanggap darurat penanganan bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah.

Dalam kunjungan ke Palu, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunai Darrusalam, Vincent Guerend mengatakan bahwa masyarakat Uni Eropa sangat sedih dengan bencana alam ini, karena itu masyarakat UE berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan bantuan sesuai dengan permintaan Pemerintah Republik Indonesia.

Selama kunjungan di Palu, Vincent Guerend didampingi tujuh dubes negara-negara Eropa yakni dari Prancis, Inggris, Jerman, Denmark, Spanyol, Austria dan Slovakia serta sejumlah anggota tim European Civil Protection.

Ia mengatakan ada tiga jenis bantuan untuk para korban bencana alam ini yang menjadi perhatian masyarakat UE yakni tenda-tenda untuk pengungsi dan sekolah darurat, tempat-tempat hunian sementara serta penyediaan air bersih.

Bantuan-bantuan tersebut, lanjut dia, disalurkan sesuai dengan permintaan pemerintah Indonesia dan kebutuhan mendesak para korban, terutama yang berada di tempat-tempat pengungsian sementara.

Ia mengatakan pemerintah dan masyarakat UE akan terus memberikan perhatian dan bantuan ke Sulawesi Tengah.

Enam Pesawat Asing

Sebanyak enam pesawat asing mengangkut bantuan seberat 103 ton dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaimandi Balikpapan menuju Bandar Udara Mutiara Al-Jufri di Kota Palu, Sulteng pada Rabu (17/10). 

Enam pesawat tersebut merupakan dukungan transportasi dari Pemerintah Amerika Serikat, Australia, Kanada, Korea, Jepang, dan Singapura, ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. 

Sutopo mengatakan sebanyak 64 sorti penerbangan dengan menggunakan pesawat angkut militer membawa bantuan dari Balikpapan sebagai pintu masuk menuju Palu. 

Pesawat yang rata-rata menggunakan jenis C-130 Hercules tersebut mengangkut bantuan dari dalam dan luar negeri berupa bantuan pangan dan non pangan. 

Bantuan pangan yang dibongkarmuat tersebut berupa air mineral, mie instan, biskuit, makanan gizi bayi, minyak goreng dan beras, sedangkan non pangan didominasi tenda. Selain itu, pesawat juga menurunkan 1 unit “forklift” yang digunakan untuk mengangkut barang yang diturunkan dari pesawat. 

BNPB melaporkan bantuan yang belum terkirim per Rabu (17/10/) terdiri dari 32 unit genset dari Cina sebanyak 32 unit (3,46 ton) dan tenda Alpinter dari UNICEF sebanyak 42 set (14,49 ton). Bantuan ini akan diangkut dan dikirim ke Palu dengan pesawat Angkatan Udara Amerika Serikat dan Jepang pada hari ini. 

Total bantuan internasional yang telah diterima oleh Pemerintah Indonesia seberat 980 ton dengan kategori pangan dan non pangan. 

Sementara itu, tenda yang dikirimkan lebih dikhususkan untuk pemenuhan kebutuhan tenda sekolah. Sebanyak 13 palet kemasan tenda sekolah bantuan UNICEF dikirimkan melalui dua sorti oleh pesawat Angkatan Udara Amerika Serikat. 

Berdasarkan data per Selasa (16/10) pukul 20.00 Wita Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Sulteng, total sekolah, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, MI dan MTs, terdampak berjumlah 1.185 unit. 

Kerusakan terbesar teridentifikasi di Kabupaten Donggala (499 unit), Kota Palu (359), Kabupaten Sigi (234) dan Kabupaten Parigi Moutong (93). Dari total jumlah tersebut, kerusakan ruang kelas dengan kategori rusak berat dan rusak sedang mencapai 4.722 unit. Sampai dengan hari ini, ribuan tenda untuk kelas darurat masih dibutuhkan di wilayah terdampak.    

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan beberapa fasilitas publik seperti listrik dan komunikasi sebagian besar sudah pulih kembali di daerah terdampak bencana. 

Pemulihan BTS untuk komunikasi di Sulawesi Tengah dari total 3.519 BTS, mencapai 96,1 persen. Jaringan Telkomsel telah pulih 100 persen, berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

Begitu juga dengan pasokan listrik. Tujuh gardu induk, 2.086 gardu distribusi dan 45 unit penyulang serta 70 dari 77 unit genset telah dioperasikan. 

Sebanyak 25 SPBU telah beroperasi di Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi dan Parigi Moutong, yang dibantu dengan 13 unit mobil tangki dengan dispenser, distribusi melalu 40 truk tangki BBM dengan mengerahkan 132 relawan operator SPBU. Kondisi perekonomian berangsur-angsur normal kembali. 

Kemudian, sebanyak 25 pasar daerah, 3 pasar tradisional, 3 pasar swalayan, dan 17 perbangkan telah kembali beroperasi. Sekolah darurat telah dijalankan meski masih ada kekurangan tenda darurat dan sarana prasarana pendidikan dan belum semua siswa masuk sekolah.

Hingga Sabtu (20/10), dampak bencana di Sulawesi Tengah tercatat 2.113 orang meninggal dunia, sebanyak 1.309 orang hilang, 4.612 orang luka-luka dan sebanyak 223.751 orang mengungsi di 122 titik.

Mendekati musim penghujan kebutuhan huntara dan tenda yang layak untuk pengungsi menjadi kebutuhan mendesak, ujar Sutopo.

Kebutuhan mendesak untuk pemenuhan kebutuhan pengungsi dan masyarakat terdampak masih diperlukan hingga saat ini. Kebutuhan mendesak antara lain beras, gula, makanan bayi, susu anak, susu ibu hamil, kantong plastic, tenda, selimut (bayi, anak-anak, dewasa), minyak kayu putih, sabun mandi, pasta gigi, minyak goreng, seragam anak sekolah, buku dan peralatan sekolah, air bersih, MCK, penerangan di pengungsian, sanitasi, dan kebutuhan dasar lainnya.

Baca juga: Komitmen bantuan asing untuk Sulteng mencapai Rp220 miliar
Baca juga: Lima bantuan internasional untuk gempa Sulteng

Pewarta: Azis Kurmala
Editor: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2018