Kabut Asap karena Kebakaran Hutan juga Berbahaya Bagi Mata

Liputan6.com, Jakarta – Tidak hanya bagi pernapasan, kabut asap yang timbul akibat kebakaran hutan bisa berbahaya bagi mata. Salah satu yang banyak dikeluhkan adalah terjadinya iritasi.

Menurut American Academy of Ophthalmology, dampak kabut asap akibat kebakaran hutan tidak hanya terasa bagi mereka yang tinggal di dekat sumber kejadian, tapi juga mereka yang tinggal jauh dari titik api.

Sebelum terjadi di beberapa hutan Indonesia dan hutan hujan Amazon, Brasil, kebakaran hutan besar sempat terjadi di California, Amerika Serikat tahun lalu. Saat itu, dokter mata menyebutkan bahwa banyak pasien yang merasakan sakit pada organ penglihatannya.

“Setiap pasien yang pernah saya lihat, hampir tanpa terkecuali, telah mengeluh pedih, terbakar, mata merah, dan mata saya merasakan hal yang sama,” kata John Bosetti, dokter mata di California di mana lokasi praktiknya sekitar 100 mil (160 kilometer) dari titik api seperti dikutip dari laman American Academy of Ophthalmology pada Senin (16/9/2019).

Selain itu, mereka yang sudah menderita masalah mata seperti mata kering, blefaritis, atau alergi konjungtivitis lebih berisiko mengalami perasaan terbakar dan menyengat pada mata akibat asap.

2 dari 3 halaman

Mencegah Masalah Mata Akibat Kabut Asap

Warga beraktivitas saat asap kebakaran lahan gambut menyelimuti alun-alun Kabupaten Siak, Riau, Kamis (12/9/2019). Asap pekat kebakaran lahan gambut tersebut selain mengganggu kesehatan serta mencemari udara sehingga kualitasnya turun ke status tidak sehat. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Bosetti sendiri merekomendasikan beberapa pertolongan sederhana untuk mengatasi masalah mata akibat asap.

1. Produk Tetes Mata

Cara pertama adalah dengan menggunakan tetes air mata buatan yang produknya sudah dijual bebas. Namun, Bosetti merekomendasikan untuk menerapkanya sedikit lebih banyak hingga masalah asap benar-benar berkurang.

2. Dinginkan Mata

Selain menggunakan tetes mata, Anda bisa berbaring dengan menaruh kompres dingin di atas mata.

3. Tetap dalam Ruangan

Jika Anda memiliki masalah kesehatan, khususnya yang membuat Anda menjadi lebih peka terhadap asap seperti mata kering, tetaplah dalam ruangan dan tutuplah jendela serta pintu.

4. Gunakan Kacamata

Beberapa kacamata dirancang khusus bagi Anda yang memiliki kepekaan mata. Selain itu, kacamata yang mampu menutupi mata paling tidak menghalangi atau memperlambat aliran udara ke mata.

5. Gunakan Penyaring

Jika Anda berada dalam ruangan, gunakan penyaring udara untuk membuat kualitas udara di ruangan tetap terjaga

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

VIDEO: Mata Anak Iritasi Terpapar Kabut Asap

Liputan6.com, Jakarta Seorang anak di Jambi mengalami iritasi dan terkena koningits pada atanya. gejala ini semakin parah dengan adanya kabut asap i Jambi. Fikri sang anak harus dirawat di RS karena penyakitnya semakin parah.

2 dari 2 halaman

VIDEO: Balita di Palembang Meninggal Diduga karena Kabut Asap

Kabut Asap Mengepung, Olahraga Sehat Bisa Dilakukan dengan Cara Ini

Liputan6.com, Jakarta – Walaupun kabut asap yang pekat mengepung, masyarakat tetap bisa berolahraga dengan sehat. Yang perlu menjadi pertimbangan, olahraga bukan dilakukan di luar ruang (outdoor), melainkan di dalam ruang (indoor).

Menurut dokter spesialis kedokteran olahraga Hario Tilarso, bila ingin tetap berolahraga di kala kabut asap yang terlihat pekat di luar ruang bisa dilakukan, tapi Anda berolahraga dalam ruangan.

“Kalau mau tetap olahraga bisa kok olahraga indoor, bukan di outdoor. Banyak sekali olahraga yang dilakukan, salah satunya nge-gym. Anda bisa memanfaatkan berbagai macam alat-alat olahraga di dalam gym. Cara ini tetap bisa membuat Anda sehat,” kata Hario kepada Health Liputan6.com melalui sambungan telepon, Senin (16/9/2019).

Aktivitas fisik yang sederhana, seperti push up dan sit up juga bisa dilakukan di dalam rumah. Hario tidak menganjurkan olahraga di luar ruang bila kondisi penuh kabut asap. Ini karena olahraga yang sehat harus dilakukan dalam udara yang bersih dan oksigen cukup.

“Saat olahraga kita butuh banyak oksigen (untuk membantu lancarkan aliran darah). Di lingkungan yang penuh kabut asap, udara beracun (yang lebih banyak kadar karbon dioksida) dan partikel berbahaya bisa terhirup. Sangat tidak efisien berolahraga di luar ruang meski pakai masker sekalipun. Karena olahraga tetap butuh oksigen,” lanjut Hario yang berprkatik di RS Premier Bintaro di Tangerang Selatan.

2 dari 3 halaman

Ruangan Indoor Ber-AC

Pastikan olahraga di indoor yang ber-AC. (iStock)

Hario menambahkan, ketika berolahraga di dalam ruang, pastikan ruangan tersebut dipasang AC. Cara ini membuat seseorang nyaman berolahraga. Udara juga lebih sejuk.

Melansir laman Livestrong, suhu ideal untuk berolahraga di dalam ruang antara 20 dan 22 derajat Celcius.

“Jika Anda berolahraga di dalam ruangan, usahakan suhu udara dalam kisaran 20 dan 22 derajat Celcius. Suhu tersebut termasuk suhu optimal bagi kebanyakan orang untuk olahraga indoor,” jelas ahli fisiologi olahraga dan direktur kebugaran Duke University Diet and Fitness Center, Gerald Endress.

Bahkan ada juga pusat kebugaran yang menggunakan kipas angin pribadi selama pengunjung berolahraga. Embusan angin dingin dari kipas angin dapat membantu sweater yang berat merasa nyaman dan sejuk digunakan di lingkungan bersuhu 20 derajat Celcius.

3 dari 3 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Seberapa Sering Pasutri Bahagia Berhubungan Seks?

Liputan6.com, Jakarta Seks kerap kali menjadi topik yang memicu pertanyaan, normalnya berapa sering pasangan melakukan hubungan seks dalam periode tertentu. Hal ini dikonfirmasi oleh terapis keluarga dan pernikahan berlisensi Paul Hokemeyer, PhD.

“Satu hal yang sering beredar di antara pasangan menikah terkait seks adalah, mereka kerap berpikir, pasangan lain melakukannya lebih sering dari mereka,” ujar Paul Hokemeyer.

Padahal, menurut Paul, frekuensi bercinta pasangan bervariasi, tergantung pada usia masing-masing individu serta jangka waktu pernikahan mereka.

Melansir laman Prevention, tak ada aturan pasti mengenai seberapa sering seharusnya pasangan suami istri berhubungan seks. “Semuanya tergantung pada kebutuhan atau libido masing-masing orang. Serta kemampuan mereka menegosiasikannya dengan yang lain,” ujar psikolog klinis yang mengambil spesialisasi masalah seksualitas David Ley, PhD.

Pasangan muda cenderung bercinta lebih sering dibandingkan pasangan yang telah berumur dan menjalani pernikahan selama beberapa dekade, ujar Hokemeyer. Pasangan tua tersebut memang lebih jarang berhubungan seks dan cenderung membangun bentuk keintiman yang berbeda untuk menjaga pernikahan mereka tetap harmonis.

“Bagi sebagian pasangan, mereka lebih mementingkan kualitas dibandingkan kuantitas,” ujar Jess O’Reilly, PhD, pengasuh kanal Podcast SexWithDrJess.

2 dari 4 halaman

Pasangan bisa mendefinisikan sendiri

Menurut O’Reilly, masing-masing pasangan bisa mendefinisikan sendiri versi kehidupan seks sehat mereka.

“Terserah pada Anda untuk memutuskan apa yang terbaik untuk Anda,” ucapnya.

Selanjutnya penting mengkomunikasikannya dengan pasangan.

Meski hubungan seks yang sehat pada pasutri sangat bervariasi, terapis dan edukator seks Debra Laino, DHS mengatakan, umumnya pasangan usia 26 hinggaa 55 berhubungan seks setidaknya sekali seminggu. Bahkan sebuah studi yang dipublikasikan dalam Social Psychology and Personality Science menemukan, dari 30 ribu pasangan yang diteliti, mereka yang berhubungan seks lebih dari sekali dalam seminggu tak lebih bahagia dibandingkan yang hanya bercinta seminggu sekali.

Sementara pasangan yang bercinta kurang dari sekali dalam seminggu menyatakan, merasa kurang puas dengan hubungan mereka.

3 dari 4 halaman

Bukan aturan baku

Ilustrasi pasangan dan seks (iStockphoto)

Namun, angka tersebut bukanlah aturan baku. “Terpenting dari situasi ideal adalah komunikasi dan masing-masing pihak setuju dengan kuantitas hubungan seks yang dilakukan,” kata Laino.

“Komunikasi mengenai harapan, kebutuhan, keinginan, serta hasrat sangatlah penting,” tandas Laino.

Bentuk keintiman itu tak hanya berupa seks penetrasi, kata edukator seks Logan Levkoff, PhD. “Berpegangan tangan, berciuman, serta saling menyentuh juga sama pentingnya.”

4 dari 4 halaman

Saksikan juga video berikut ini:

3 Tanda Dia Ingin Lebih dari Sekadar Teman

Liputan6.com, Jakarta Memiliki teman yang perhatian tentu bukan hal aneh. Namun, ada beberapa ciri perhatian yang teman berikan bukan sekadar untuk seorang teman.

“Ketika teman memiliki ketertarikan yang lebih dari teman-teman lainnya, mungkin dia ingin lebih dari sekadar teman dengan Anda,” kata pakar kencan Stef Safran.

Berikut tiga tanda yang paling sering diperlihatkan ketika seorang teman tertarik kepada Anda seperti dikutip Elite Daily, Senin (16/9/2019).

1. Sering menyentuh

Ketika dia sering menyentuh pundak atau punggung tangan Anda ketika berbicara, bisa jadi itu refleks bahwa dirinya tertarik lebih dari sekadar teman.

“Perhatikan gestur kecil seperti itu,” kata Safran.

Ketika merasa tidak nyaman dengan sentuhannya, tidak masalah untuk mengatakan hal itu langsung.

2 dari 3 halaman

2. Bertemu di tempat yang romantis

Ilustrasi teman (iStockphoto)

Sebagai seorang teman tentu sering pergi ke sebuah tempat untuk berkumpul bersama. Ketika dia mengajak ke tempat yang biasa jadi tempat orang kencan, bisa jadi itu tanda dia menyukai Anda.

“Misalnya dia mengajak ke tempat dan aktivitas mirip kencan seperti menonton film di bioskop. Apalagi mengajak di Sabtu malam. Itu sinyal kuat dia punya rasa terhadap Anda,” kata Safran.

3. Sering ajukan pertanyaan personal

Seorang teman pada umumnya memang senang mengobrol dan bertanya banyak hal. Namun, ketika dia bertanya lebih dari teman-teman yang lain dengan pertanyaan personal, bisa jadi tanda suka.

Jika Anda sudah melihat sinyal kuat bahwa dia ingin lebih dari sekadar teman, coba cek perasaan diri sendiri.

“Bila tidak merasa sama seperti yang ia rasakan hal terbaik yang dilakukan adalah berbicara jujur atau memperlihatkan lewat tindakan penolakan,” saran Safron.

3 dari 3 halaman

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini

Kisah Ibu Melewatkan Ultah Putra Tercinta karena Ulahnya Mengisap Rokok Elektrik

Liputan6.com, Jakarta Sherie Canada dari Abilene, Texas menyesal memiliki kebiasaan mengisap rokok elektrik. Kegiatan itu nyaris membunuhnya usai terserang penyakit paru-paru misterius.

Dalam unggahan media sosialnya, ibu tiga anak ini memperingatkan orang lain terhadap bahaya mengisap rokok elektrik.

“Anda tidak tahu betapa berharganya (paru-paru Anda) sampai mereka bukan milik Anda lagi dan mesin meminta mereka untuk mengembuskan napas,” tulisnya di Facebook, seperti dilansir dari New York Post pada Senin (16/9/2019).

Dia menceritakan dirinya mulai memiliki kebiasaan vaping sejak tiga tahun lalu. Saat itu, Sherie mengungkapkan ia merasa kecanduan karena rasanya.

Melewatkan Ulang Tahun Putranya

Rokok Elektrik
Ilustrasi Rokok Elektrik atau Vape (iStockphoto)

Hingga dua bulan lalu, Sherie mengalami penurunan berat badan, Napasnya terasa lebih sulit dan dia selalu terbatuk-batuk.

Sherie segera dilarikan ke ruang gawat darurat. Pemeriksaan menemukan bahwa cairan dan gumpalan darah ditemukan dalam paru-parunya. Kondisi itu membuatnya kesakitan dan nyaris menyerah.

“Saya sudah berjuang selama berhari-hari dan sangat lelah,” kata Sherie.

Dokter segera melakukan koma yang diinduksi pada Sherie. Selama 24 hari, ia dirawat di rumah sakit hingga diperbolehkan kembali ke rumah.

Sherie sendiri menyesal dengan kebiasaannya tersebut. Dia mengatakan hal itu sesungguhnya bisa dicegah sejak awal. Perasaan itu muncul usai dirinya tak bisa hadir di ulang tahun kedua putranya yang berusia 13 dan 15 tahun.

“Saya merasa sangat bersalah dan malu. Saya melakukan ini pada diri saya sendiri,” katanya.

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓

Saran Hasto Wardoyo untuk Pria: Minum Asam Folat Sebelum Menghamili Istri

Liputan6.com, Pangkalpinang – Stunting masih menjadi masalah kesehatan yang menghantui masyarakat Indonesia.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan bahwa permasalahan anak dengan tubuh kerdil akibat kekurangan gizi kronis ini sebenarnya bisa diatasi jika calon orangtua baru memerhatikan kesehatan reproduksinya sebelum merencanakan untuk menikah, hamil, lalu melahirkan.

“Sebelum hamil, yang perempuan sudah rajin minum asam folat. Suami juga. Kalau mau menghamili, harus sudah mengonsumsi asam folat. Itu baik untuk sperma, dan kelak anaknya jadi baik,” kata Hasto saat di Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung belum lama ini.

2 dari 3 halaman

Jangan Cuma Memikirkan Prewedding

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Saat berbincang dengan Liputan6.com di Gedung BKKBN, kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, di bulan Agustus 2019, Hasto yang mantan Bupati Kulonprogo DIY dan dokter kebidanan dan kandungan konsultan ini mengingatkan agar pasangan yang hendak menikah jangan cuma memikirkan pesta dan prewedding saja, tapi harus mulai memeriksa kesehatan keduanya.

“Pernikahan itu juga butuh dipersiapkan agar saat hamil nanti tidak mengalami gangguan kehamilan,” kata Hasto Wardoyo.

Oleh sebab itu, skrining kesehatan sebelum merencanakan kehamilan adalah hal yang penting.

“Lebih baik di-cek, skrining untuk menyiapkan kehamilan yang sehat dan terencana dengan baik,” katanya.

“Kadang-kadang pesta pernikahan habis ratusan juta tapi periksa lab yang beberapa juta tidak dikerjakan,” Hasto mengingatkan.

3 dari 3 halaman

Simak Video Menarik Terkait Hasto Wardoyo

Olahraga di Luar Rumah Saat Dikepung Kabut Asap, Efektifkah?

Liputan6.com, Jakarta Di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Riau tampak anak-anak bermain basket. Gambaran dari foto tersebut juga memperlihatkan anak-anak tetap asyik bermain basket. Padahal, kondisi lapangan masih terlihat kabut asap.

Basket memang menjadi olahraga menyenangkan. Lantas apakah kondisi kepungan kabut asap tetap membuat seseorang efektif mendapatkan manfaat dari berolahraga?

Dokter spesialis kedokteran olahraga Hario Tilarso mengatakan olahraga di luar rumah (luar ruang) sangat tidak dianjurkan saat lingkungan sedang didera kabut asap.

“Tentu saja, enggak dianjurkan olahraga dalam kondisi lingkungan yang penuh kabut asap. Kabut asap itu kan mengandung banyak sekali partikel berbahaya yang dapat terhirup. Partikel beracun sangat membahayakan,” ujar Hario kepada Health Liputan6.com melalui sambungan telepon, Senin (16/9/2019).

“Olahraga itu harus dilakukan dalam suasana udara yang bersih dan sehat serta oksigen yang cukup. Saat olahraga kita butuh oksigen yang cukup. Sementara itu, udara berbahaya, seperti karbon dioksida, yang lebih banyak terkandung pada kabut asap.”

2 dari 4 halaman

Olahraga Butuh Oksigen

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Riau pada Minggu (15/9/2019). (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Kebutuhan oksigen meningkat saat berolahraga mendorong laju pernapasan meningkat untuk membawa lebih banyak oksigen. Detak jantung kian kencang untuk memompa darah mengalir ke seluruh tubuh.

Olahraga, terutama olahraga aerobik meningkatkan efisiensi proses tersebut sehingga meningkatkan kapasitas paru.

Melansir laman Live Strong, semakin besar kapasitas paru-paru, semakin mudah pernapasan saat Anda olahraga. Ini juga melancarkan darah membawa lebih banyak oksigen.

“Kaitan olahraga dengan oksigen juga memengaruhi kemampuan tubuh. Tubuh jadi enggak mudah ngos-ngosan (lelah) saat berolahraga. Jadi, sangat penting sekali oksigen pada waktu kita olahraga,” Hario menerangkan.

3 dari 4 halaman

Tidak Efisien

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Riau pada Minggu (15/9/2019). (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Ketika nekat berolahraga di luar rumah meski pakai masker pun Hario tidak menganjurkan.

“Masker memang menjadi salah satu perlindungan dari paparan kabut asap dan polusi udara. Tapi tetap saja, kita olahraga itu butuh oksigen,” tegas dokter yang berpraktik di RS Premier Bintaro Tangerang Selatan.

Memakai masker saat berolahraga, misal lari dan jalan kaki di tengah lingkungan yang penuh kabut asap dinilai tidak efisien. Seseorang tidak mendapatkan manfaat sehat meski olahraga saat kabut asap.

4 dari 4 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Soal Kebakaran Hutan, Komisi IX DPR RI Minta Pemerintah Lakukan Tiga Hal Ini

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah diminta untuk bergerak cepat mengatasi masalah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Sumatera dan Kalimantan. Hal ini mengingat banyaknya warga yang menjadi korban kabut asap.

“Menyedihkan sekali (kejadian ini)” kata Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia Dede Yusuf Macan Effendi.

Dede mengatakan bahwa yang pertama harus dilakukan pemerintah adalah cepat melakukan pencegahan agar korban tidak bertambah.

“Karena kejadian ini berulang, maka tentu kita harus aware. Maka yang pertama harus dilakukan adalah bagaimana menyelamatkan masyarakat yang ada di sana,” kata Dede ditemui di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Senin (16/9/2019).

Untuk hal ini, Dede mengatakan bahwa pemberian masker, distribusi tabung oksigen di puskesmas dan rumah sakit harus dilakukan dengan cepat. Kalau perlu didatangkan dari berbagai daerah.

Selain itu, hal lain yang harus jadi fokus lainnya adalah bagaimana upaya mematikan titik api yang merupakan penyebab kebakaran hutan.

“Kalau tidak, makin meluas,” ujar mantan wakil gubernur Jawa Barat ini.

2 dari 3 halaman

Sanksi bagi pelaku pembakaran hutan

Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia Dede Yusuf Macan Effendi. (Foto: Liputan6.com/Giovani Dio Prasasti)

Ketiga, Dede juga meminta agar pemerintah menjatuhkan sanksi kepada pelaku pembakaran hutan. Jika tidak, kejadian seperti ini dikhawatirkan akan berulang setiap tahun.

“Karena yang jelas, konon saya baca di media juga, informasi yang beredar, karhutla ini kan terjadi karena dibakar. Jadi bukan karena kebakaran, berarti kan ada pelakunya,” kata mantan aktor ini.

“Jika karena masyarakat diperintahkan karena dibayar, yang memerintahkan harus segera ditangkap.”

Di sisi lain, Dede juga mengapresiasi Presiden Joko Widodo yang berencana melakukan rapat kabinet di Riau.

“Saya salut. Jadi biar jajaran pemerintah merasakan bagaimana yang dirasakan saudara-saudara kita di sana.”

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video berikut ini:

Anak-Anak Diminta Libur Saat Kabut Asap, Komisi IX DPR RI Apresiasi Dinas Kesehatan

Liputan6.com, Jakarta Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengapresiasi keputusan dinas kesehatan di beberapa daerah yang meminta anak-anak meliburkan sekolah saat terjadi kebakaran hutan dan kabut asap.

“Saya pikir itu sudah bagus. Jangan dipaksa anak-anak sekolah dalam keadaan berbahaya,” kata Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta pada Senin (16/9/2019).

Selain itu, terkait penanganan warga yang terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kabut asap, Dede mendesak agar obat-obatan harus segera masuk ke wilayah terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan.

Untuk kemungkinan terburuk, Dede mengatakan pemerintah juga harus siap melakukan evakuasi masyarakat ke daerah yang belum terdampak kabut asap.

“Ini mungkin agak sulit, yaitu bagaimana menyiapkan yang terburuk adalah evakuasi dari wilayah tersebut,” kata mantan wakil gubernur Jawa Barat itu usai kegiatan Forum Merdeka Barat 9.

2 dari 3 halaman

Pemerintah Harus Fokus Padamkan Titik Api

Walau begitu, Dede mengatakan akan sia-sia jika melakukan evakuasi namun polusi udara akibat kebakaran hutan terus saja meluas. Sehingga yang terpenting, pemerintah diminta fokus juga pada upaya mematikan titik api.

“Kalau penyebarannya makin tinggi, mau tidak mau harus melokalisir penyebaran. Jadi ditutup. Bagaimana caranya? Silahkan pemerintah melakukan berbagai cara agar penyebaran dilokalisir ditutup. Titik asap itu harus segera diselesaikan,” kata Dede menegaskan.

Dede sendiri mendukung Kementerian Kesehatan RI dalam distribusi alat-alat kesehatan seperti masker dan tabung oksigen. Ia juga meminta agar bantuan tersebut bisa dengan cepat tersalurkan dan mencegah jatuhnya korban lebih banyak.

3 dari 3 halaman

Sanksi bagi Pelaku

Dede juga meminta agar pemerintah menjatuhkan sanksi kepada pelaku pembakaran hutan agar kejadian seperti ini tak berulang setiap tahun.

“Karena yang jelas, konon saya baca di media juga, informasi yang beredar karhutla ini kan terjadi karena dibakar. Jadi bukan karena kebakaran, berarti kan ada pelakunya,” kata pria yang terkenal sebagai aktor film laga ini.

“Jika karena masyarakat diperintahkan karena dibayar, yang memerintahkan harus segera ditangkap.”

Kabut Asap di Kalimantan Tengah, Langit Biru pun Berganti Kelabu

Liputan6.com, Kalimantan Tengah – Bencana kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti Kalimantan Tengah menyebabkan sejumlah sekolah harus diliburkan.

Dua orang Paskibraka Nasional 2019 dari Kalimantan Tengah terpaksa harus libur sekolah lagi karena kabut asap yang kian tebal.

Ivana Maria Suilyn Tangkere, misalkan. Iva, begitu gadis ini biasa disapa, terpaksa berdiam diri di rumah selama satu minggu.

Sekolah Iva, SMAS Taruna Jaya Sampit, meliburkan anak didiknya sampai Senin, 23 September 2019.

Namun, libur tidak lantas membuat dia bisa leyeh-leyeh. Selain pekerjaan rumah yang menumpuk, kondisi kediamannya di daerah Sampit, Kabupaten Kotim, juga tak luput dari ‘serangan’ asap.

“Asapnya masuk rumah, tidak sampai masuk ke dalam kamar. Jadinya masih bisa belajar,” kata Iva kepada Health Liputan6.com melalui aplikasi pesan singkat, Senin, 16 September 2019.

Entah sudah berapa lama Ivana tak dapat melihat sekumpulan awan putih dan langit biru dari luar rumahnya. Kabut asap membuat langit di daerah tempat tinggalnya berwarna kuning gelap.

“Kondisinya parah. Sebelum asap setebal sekarang, kalau siang benar-benar enggak ada asap. Kalau sekarang, siang kayak begini pun ada asap. Cukup tebal malah,” kata Ivana.

2 dari 4 halaman

Kualitas Udara Akibat Kabut Asap

Akibat kabut asap yang seperti ini, Ivana, Paskibraka Nasional 2019 harus libur sekolah lagi selama satu minggu (Foto: Ivana Maria Suilyn Tangkere, Paskibraka Nasional 2019)

Untuk beberapa hari, lanjut Iva, kualitas udara di sana berdasarkan Air Quality Index (AQI) tidak pernah di bawah 500 dan bahkan pernah sampai 1.000. Kondisi tersebut membuat kepalanya pusing dan terasa berat.

Iva bercerita bahwa pada Minggu, 15 September 2019, hal tak mengenakkan terjadi di dalam geraja.

Dia mula-mula berpikir bahwa berada di dalam gereja akan membuatnya aman. Ternyata tidak. Gereja tempat Iva beribadah ternyata penuh dengan asap juga.

“Karena berpikir di dalam gereja enggak apa-apa, Iva enggak pakai masker. Hidung jadinya perih, kepala pusing,” katanya.

“Pulang dari ibadah pun kepala berat sekali. Iva tidur, dan pas bangun malah tambah nyut-nyutan. Asapnya sudah berbahaya sekali. Pekat banget,” ujarnya.

Iva pun secara tak langsung jadi memikirkan kondisi kesehatan kedua orangtuanya. Terutama sang ayah, yang menurut Iva punya riwayat asma. “Papa juga kemarin sempat sesak napas,” ujarnya.

3 dari 4 halaman

Kabut Asap di Kabupaten Barito Utara

Seperti ini langit di Kalimantan Tengah, Kabupaten Barito Utara, Kota Muara Teweh, saat bencana kabut asap (Foto: Zaini Fahmi, Paskibraka Nasional 2019)

Nasib serupa juga dialami Paskibraka Zaini Fahmi. Pembentang bendera merah putih pada upacara di Istana Merdeka, 17 Agustus 2019 sore, harus menahan rindu suasana belajar di sekolah untuk tiga hari ke depan.

“Diliburkan sampai hari Rabu. Kalau semakin parah, sekolah diliburkan lagi,” kata Zaini.

Menurut siswa MAN Barito Utara bahwa kondisi kabut asap di wilayah tempat tinggalnya tidak separah di tempat Ivana.

“Di sini kurang tebal. Tebalan di tempat Ivana,” ujarnya.

Meski begitu tetap saja bencana kabut asap cukup mengganggunya saat beraktivitas.

4 dari 4 halaman

Kabut Asap Membuatnya Berdiam Diri di Rumah

Seperti ini langit di Kalimantan Tengah, Kabupaten Barito Utara, Kota Muara Teweh, saat bencana kabut asap (Foto: Zaini Fahmi, Paskibraka Nasional 2019)

Senin ini hari libur pertamanya. Sejauh ini, yang bisa Zaini lakukan di rumah guna mengisi waktu luang adalah dengan berolahraga.

Namun, saat hari-hari kemarin, Zaini sempat nekat keluar rumah untuk berolahraga basket untuk waktu yang sebentar.

“Keluar rumah pun juga harus pakai masker. Latihan juga pakai masker walaupun susah buat bernapas,” ujarnya.

Zaini pun berharap bencana kabut asap ini cepat berakhir. Harapan lainnya, Zaini ingin hutan di Kalimantan benar-benar dilindungi dan jangan lagi terjadi kebakaran.

“Hutan di Kalimantan ini kan dikenal sebagai paru-paru dunia karena hutannya yang lebat,” katanya.

Selain itu, seperti doa kebanyakan masyarakat di Kalimantan dan Pekanbaru, hujan yang lebat benar-benar turun di sana.

“Banyak orang yang enggak bisa beraktivitas seperti biasanya karena kabut asap yang semakin parah,” katanya.

Intip Proses Hujan Buatan agar Kebakaran Hutan Riau Tak Meluas

Liputan6.com, Pekanbaru Untuk antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Riau tidak makin meluas, teknologi modifikasi cuaca (TMC) atau yang dikenal dengan hujan buatan juga diterapkan.

Sebanyak tiga pesawat untuk memodifikasi cuaca sudah tersedia, yakni pesawat Cassa 212-200, pesawat CN 295, dan pesawat Hercules.

“Pesawat Cassa dengan kapasitas 1 ton (bahan semai yang digunakan proses hujan buatan) sudah beroperasi di Riau sejak 26 Februari 2019. Ada juga satu pesawat CN 295 dengan kapasitas 2.4 ton yang sudah berada di Pekanbaru. Satu lagi itu pesawat Hercules dengan kapasitas 5 ton yang direncanakan datang di Pekanbaru pada Senin (16/9/2019),” papar Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo, sebagaimana keterangan tertulis yang diterima Health Liputan6.com, ditulis Senin (16/9/2019).

Untuk melakukan proses hujan buatan perlu ada beberapa hal yang dipertimbangkan. Pertama, operasi modifikasi cuaca sangat tergantung dengan keberadaan awan potensial hujan.

Kedua, seluruh pesawat untuk melakukan proses hujan buatan dalam kondisi siaga . Jika ada potensi awan yang menurunkan hujan dari laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), maka pesawat akan segera terbang untuk menyemai awan agar menjadi hujan.

2 dari 4 halaman

Pertumbuhan Awan Hujan

Bahan semai yang dibawa pesawat untuk modifikasi cuaca (TMC) atau hujan buatan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau tidak makin meluas. (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Menurut Agus, BMKG sudah memperkirakan, pertumbuhan awan berasal dari wilayah utara, yakni sebagian wilayah Aceh dan Sumatera Utara yang mulai hujan.

Pada Minggu (15/9/2019), ada juga potensi awan sedang di wilayah Riau.

“Tim masih menunggu sampai pertumbuhan awan potensial hujan cukup banyak, yang baru kemudian dilakukan operasi modifikasi cuaca,” lanjutnya.

3 dari 4 halaman

Taburan Garam pada Awan

Bahan semai yang dibawa pesawat untuk modifikasi cuaca (TMC) atau hujan buatan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau tidak makin meluas. (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Di sisi lain, pesawat CN 295 termasuk pesawat terbang transpor militer taktis yang dilengkapi dua mesin turboprop dan diawaki dua personil. Pesawat ini dimanfaatkan mengangkut pasukan, evakuasi medis atau angkutan barang.

Untuk keperluan proses hujan buatan, pesawat CN 295 diatur mampu mengangkut bahan semai dengan kapasitas 2,4 ton.

Bagian perut pesawat dimodifikasi berupa dipasang rel untuk mengangkut 8×300 kg bahan semai dengan pipa untuk menabur bahan semai secara semi otomatis.

“Saat pesawat sampai di awan yang potensial hujan, maka petugas membuka kran yang berisi garam. Awan itu ditaburi garam. Bahan semai garam (NaCl) ini akan mengikat butiran-butiran air dalam awan, kemudian menggumpal menjadi berat dan akhirnya jatuh menjadi hujan,” Agus menerangkan.

4 dari 4 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Cegah Kebakaran Hutan, Kepala BNPB: Perilaku Manusia Harus Diubah

Liputan6.com, Pekanbaru Mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menekankan bahwa perilaku masyarakat harus diubah sejak dini.

Ke depan, upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan juga melalui pendekatan kesejahteraan masyarakat dengan pertanian produktif.

Di sela-sela kunjungan ke Riau untuk meninjau penanggulangan kebakaran hutan kemarin (15/9/2019), Doni mencontohkan, ada beberapa jenis tanaman produktif yang bisa menjadi alternatif untuk menumbuhkan perekonomian warga.

Artinya, pertanian tersebut tidak harus membuka lahan dengan cara dibakar. Sebut saja kopi liberica, lidah buaya, cabai dan sebagainya.

“Ini masalah cara pikir manusia. Harus diubah. Mulailah menanam tanaman produktif, seperti cabai, kopi liberica, lidah buaya atau bisa juga pisang,” ujar Doni melalui keterangan tertulis yang diterima Health Liputan6.com, ditulis Senin (16/9/2019).

2 dari 4 halaman

Kendala Pemadaman Kebakaran

Hingga Minggu pagi (15/9/2019) terdeteksi ada 27 titik api kategori tinggi di Provinsi Riau. (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Peninjauan kebakaran hutan di Riau dilakukan Doni bersama Panglima TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Sesampainya di lokasi kebakaran, Panglima TNI segera mengambil komando menggerakkan pasukan untuk melakukan analisa dan evaluasi terkait kendala dan kebutuhan pemadaman.

Panglima TNI juga mendapat laporan, perlu ada alat berat untuk membuka dan memperluas parit. Selain itu, pompa air dan selangnya juga harus ditambah sehingga mampu menjangkau titik api.

“Kami akan kirim eskavator untuk memperlebar parit. Kemudian juga pompa air beserta selangnya,” jelas Panglima Hadi.

3 dari 4 halaman

Alat Pantau Siaga Karhuta

Hingga Minggu pagi (15/9/2019) terdeteksi ada 27 titik api kategori tinggi di Provinsi Riau. (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Sebagai alat pantau siaga karhutla, TNI akan mengirimkan drone yang bisa terbang selama 24 jam, siang dan malam. Hal itu penting karena ada perbedaan data pada saat dan sesudah matahari terbenam.

“Drone ini akan diterbangkan 24 jam penuh untuk memantau. Api harus terus diamati karena siang dan malam beda. Kadang api padam saat siang, lalu malamnya menyala lagi,” Hadi menerangkan.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga akan memberi ‘reward and punishment’ bagi anggotanya. Tito meminta pasukan satgas karhutla lebih kompak dan menjaga solidaritas sehingga permasalahan kebakaran hutan dan lahan bisa diselesaikan dengan baik.

“Polda beserta jajarannya akan kami berikan ‘reward and punishment’,” tambah Tito.

4 dari 4 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Studi: Paparan Kabut Asap Kebakaran Hutan Bisa Berdampak Seumur Hidup

Liputan6.com, Jakarta Polusi udara berupa kabut asap berbahaya bagi kesehatan manusia. Beberapa penelitian menemukan bahwa efeknya bisa berlangsung lebih lama.

Sebuah studi dilakukan para peneliti Stanford University, California, Amerika Serikat menganlisis darah dari 36 anak yang terpapar kabut asap kebakaran hutan di California tahun 2015.

Mereka menemukan adanya perubahan dalam gen yang terlibat dalam pengembangan serta fungsi sel T, sebuah komponen penting dari sistem kekebalan tubuh. Jika ini berubah, anak-anak berisiko lebih besar terkena alergi atau infeksi.

“Sel regulator T bertindak sebagai penjaga perdamaian dalam sistem kekebalan tubuh Anda dan menjaga semuanya tetap seimbang,” kata pakar alergi sekaligus peneliti utama, Mary Prunicki dikutip dari Wired pada Senin (16/9/2019).

2 dari 4 halaman

Penelitian pada Primata Terpapar Asap

Gambar udara menunjukkan sebuah jembatan ketika kabut asap pekat menyelimuti Pekanbaru, Riau, Minggu (15/9/2019). Kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru makin pekat akibat kebakaran hutan dan lahan di Riau, Jambi, serta Sumatera Selatan. (ADEK BERRY/AFP)

Penelitian lain juga dilakukan oleh peneliti di University of California, Davis. Mereka mencoba mencari tahu efek paparan asap kebakaran hutan tahun 2008 pada primata monyet di California National Primate Research Center.

Para peneliti melihat 50 ekor monyet terpapar asap di usia tiga tahun yang dianggap usia remaja menurut perhitungan mereka.

Dibandingkan dengan yang tidak terpapar asap, monyet terpapar polusi menghasilkan lebih sedikit protein yang terkait kekebalan. Padahal, protein tersebut memicu peradangan untuk melawan patogen.

3 dari 4 halaman

Menetap Sepanjang Usia

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian meninjau kebakaran hutan (Foto: Humas BNPB)

Selain itu, pemeriksaan gen dari monyet-monyet tersebut menunjukkan adanya perubahan genetik terkait kekebalan.

“Racun dalam polusi udara memiliki efek permanen pada DNA sel kekebalan,” kata Lisa A. Miller, peneliti utama yang juga seorang ahli imunologi.

“Perubahan tersebut menetap dengan sel untuk sepanjang hidup,” tambahnya. Selain itu, perubahan paling signifikan terlihat pada mereka yang berusia muda.

Meski tak ada tanda-tanda risiko infeksi lebih besar pada monyet penelitian, namun mereka yang terpapar asap memperlihatkan perubahan besar dalam struktur paru-paru serta membuat fungsi organ tubuh itu berkurang.

4 dari 4 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Tak Ingin Sampah Plastik Bertambah, Industri Makanan Dirikan Pusat Penelitian Kemasan

Liputan6.com, Jakarta Tak ingin satu pun kemasannya berakhir sebagai sampah, brand industri pangan Nestle membangun sebuah pusat penelitian, Institute of Packaging Sciences. Pusat penelitian yang diresmikan pada 12 September 2019 itu hadir untuk menjawab tantangan global terkait sampah plastik serta membantu Nestle menemukan solusi kemasan makanan yang fungsional, aman, dan ramah lingkungan.

“Kami memperkenalkan solusi-solusi kemasan yang dapat digunakan kembali dan menjadi pelopor bahan kemasan yang ramah lingkungan. Di samping itu, kami juga mendukung pengembangan infrastruktur daur ulang dan skema deposit untuk membantu mewujudkan dunia yang bebas sampah,” ujar CEO Nestle Mark Schneider dalam acara peresmian.

Menurut Mark, Nestle Institute of Packaging Sciences memungkinkan industri makanan tersebut mewujudkan solusi-solusi kemasan makanan yang berkelanjutan untuk produk-produk Nestle di seluruh dunia.

Pusat penelitian itu berfokus pada sejumlah bidang ilmu pengetahuan dan teknologi seperti kemasan yang bisa diisi ulang atau digunakan kembali, bahan kemasan yang disederhanakan, bahan kemasan yang dapat didaur ulang, kemasan kertas yang aman dan juga bahan kemasan bio. Mengenai bahan kemasan bio, bahan tersebut nantinya bisa dibuat kompos dan hancur secara alami (biodegradable).

2 dari 2 halaman

Komitmen gunakan 100 perse kemasan daur ulang pada 2025

Pusat penelitian Nestle ini berlokasi di Nestle Research Centre di Lausanne, Swiss. Chief Technology Officer Nestle Stefan Palzer mengatakan, Institute of Packaging juga memanfaatkan kemampuan para peneliti yang dimiliki dalam bidang keamanan pangan, analisis, serta teknologi pangan. Insitut ini pun menjadi pusat penelitian kemasan pertama yang digagas oleh industri makanan, mengutip rilis yang diterima Liputan6.com.

Berkomitmen mengurangi sampah plastik, Nestle tercatat sebagai salah satu perusahaan pertama yang menandatangani New Plastics Economy Gobal Commitment. Nestle juga telah berkomitmen untuk menggunakan 100 persen kemasan yang bisa didaur ulang atau digunakan kembali pada 2025. Saat ini para ahli kemasan Nestle dan para pemasok telah mengembangkan kemasan produk makanan berbahan dasar kertas yang bisa didaur ulang pada beberapa produknya. Kemasan produk berbahan kertas itu dikembangkan dalam waktu kurang dari 12 bulan.

Penyebab Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan Berbahaya bagi Kesehatan

Liputan6.com, Jakarta Polusi udara akibat terkait kebakaran hutan dan lahan di Indonesia sudah masuk dalam kategori bencana kabut asap. Masalah ini jelas membahayakan masyarakat.

Bencana kabut asap sendiri tahun ini seakan menjadi sorotan dunia. Tidak hanya di hutan Indonesia, beberapa waktu lalu, kebakaran besar juga melanda paru-paru dunia lainnya yaitu hutan hujan Amazon.

Laman University Family Medicine Center (UFMC) menyatakan bahwa asap terdiri campuran kompleks gas dan partikel halus yang dihasilkan ketika kayu serta bahan organik lainnya terbakar.

“Partikel-partikel mikroskopis ini dapat menembus jauh ke dalam paru-paru Anda,” tulis para dokter seperti dikutip dari ufmcpueblo.com pada Senin (16/9/2019).

Partikel-partikel halus itulah yang sesungguhnya paling mengancam kesehatan manusia.

2 dari 3 halaman

Bisa Masuk Hingga Aliran Darah

Wisatawan mengambil gambar dari Kuala Lumpur Tower saat kabut asap pekat menyelimuti Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (13/9/2019). Kabut asap membuat kualitas udara memburuk. (AP Photo/Vincent Thian)

Dikutip dari laman US Environmental Protection Agency, airnow.gov, partikel yang masuk ke dalam tubuh bisa menimbulkan masalah kesehatan. Beberapa diantaranya adalah mata terasa panas, pilek, hingga penyakit jantung, dan paru-paru kronis.

“Paparan partikel polusi bahkan dikaitkan dengan kematian dini,” tulis laman tersebut.

Mengutip Live Science, Dr. Antonio Rodriguez, kepala divisi pulmonologi di Nicklaus Children’s Hospital Miami, AS mengatakan bahwa asap semacam ini bisa lebih berbahaya jika api telah membakar material lain seperti yang ada dalam rumah. Gas dan uap beracun bisa dilepaskan.

Senyawa tersebut bisa menetap dalam permukaan partikel dan jika masuk ke paru-paru, bisa menyebabkan kerusakan sel serta penumpukan cairan di daerah sekitar jaringan paru-paru. Bahkan, Rodriguez menegaskan partikel kecil itu juga bisa memasuki aliran darah.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Kualitas Udara di Pekanbaru Memburuk, Bagaimana Hadapi Paparan Kabut Asap?

Liputan6.com, Jakarta Pagi ini, kualitas udara di Palangkaraya, Kalimantan Tengah berada pada tingkat sangat tidak sehat atau berbahaya. Data itu didapat dari Air Visual.

Berdasarkan US Air Quality Index (AQI), kualitas udara di Palangkaraya ada pukul 00.00 WIB tercatat di angka 553 kategori berbahaya dengan parameter PM2,5 konsenstrasi 581 µg/m³. Kondisi udara yang tidak sehat ini disebabkan oleh kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah tersebut.

Sementara, kualitas udara buruk juga terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat. Berdasarkan AQI, kualitas udara di Pontianak pada Senin (16/5) pukul 06.00 WIB berada di angka 154 kategori tidak sehat dengan parameter PM2,5 konsentrasi 61 µg/m³.

Kabut asap karena karhutla terdiri dari campuran gas dan partikel-partikel sangat kecil yang muncul ketika kayu serta benda organik lainnya terbakar. Partikel-partikel kecil serta gas itu bisa berbahaya bagi kesehatan Anda.

Mengutip laman Health milik pemerintah California, dampak jangka pendek paparan asap karhutla bagi kesehatan adalah hidung berair, tenggorokan gatal, sakit kepala, serta batuk. Kondisi itu merupakan respons tubuh melindungi diri dari asap, yakni dengan memproduksi lebih banyak air mata serta mukus.

Beberapa penyakit yang dikaitkan dengan dampak kabut asap akibat karhutla diantaranya asma dan cardio obstructive pulmonary disease (COPD), bronkhitis, pneumonia, serta masalah jantung.

2 dari 3 halaman

Cara hadapi paparan asap

Gambar udara menunjukkan sebuah jembatan ketika kabut asap pekat menyelimuti Pekanbaru, Riau, Minggu (15/9/2019). Kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru makin pekat akibat kebakaran hutan dan lahan di Riau, Jambi, serta Sumatera Selatan. (ADEK BERRY/AFP)

Apa yang bisa dilakukan bila Anda menghadapi kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan?

Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan, dikutip dari laman Health.gov.on.ca.

– Bila Anda merasa napas terganggu atau tidak nyaman akibat kabut asap, segeralah mengungsi ke daerah yang tidak terlalu terpapar asap. Misalnya dengan berada di dalam rumah, atau ke area terbuka dengan sirkulasi udara yang baik.

– Bila Anda mengungsi ke dalam rumah, pastikan suhu di dalam rumah tidak memberi masalah lain bagi Anda. Nyalakan AC jika memungkinkan dan minum banyak air.

– Bila kabut asap begitu tebal di luar, sebaiknya hindari beraktivitas di luar ruangan. Tinggallah di rumah dengan jendela tertutup.

– Bila Anda memiliki perangkat pembersih udara yang mampu mengurangi partikel berbahaya di dalam ruangan, gunakan untuk membersihkan udara di ruangan tempat Anda berada.

– Hindari menggunakan alat yang bisa menghasilkan asap seperti kompor kayu atau lilin.

– Jangan merokok di dalam ruangan. Merokok bisa menambah beban pada paru-paru Anda dan orang sekitar.

– Bila Anda memiliki asma atau gangguan pernapasan lainnya, sebisa mungkin hindari paparan asap dan bawa selalu obat-obatan yang diperlukan. Konsultasikan pada dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video berikut ini:

Hari Ozon Sedunia, 11 Hal yang Bisa Dilakukan agar Lapisannya Tak Semakin Tipis

Liputan6.com, Jakarta Hari Ozon Sedunia diperingati setiap 16 September. Tanggal tersebut ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)sejak 19 Desember 1994, setelah berbagai negara sepakat menandatangani Protokol Montreal mengenai zat yang merusak lapisan ozon.

Meski berbahaya bila terhirup langsung, ozon berperan penting bagi kelangsungan hidup kita. Terletak di antara 20 hingga 30 km di atas permukaan Bumi, tepatnya di lapisan stratosfer, ozon bertindak sebagai pelindung yang menyerap radiasi ultraviolet matahari. Mengutip laman Climatescience.org Australia, sekitar 97 hingga 99 persen sinar UVB dan UVC diserap oleh ozon dan oksigen.

Mengutip laman Unep.org, zat-zat kimia buatan manusia yang mengandung halogen (chlorine dan bromine) seperti telah membuat lapisan ozon menipis. Zat-zat tersebut secara umum disebut ozone-depleting substances (ODSs). Namun yang perlu diwaspadai adalah chlorofluorocarbon (CFC) yang digunakan pada pendingin ruangan (AC), kulkas, serta kaleng aerosol. Sementara senyawa lain seperti hydrochlorofluorocarbon (HCFC), halons, dan methyl bromide juga bisa membuat lapisan ozon menipis.

Sebagian besar komputer serta alat elektronik di rumah serta kantor dibersihkan dengan larutan yang bisa memengaruhi lapisan ozon. Lantas apa saja yang bisa kita lakukan secara mandiri untuk menjaga lapisan ozon?

2 dari 2 halaman

Apa yang bisa dilakukan?

Menurut Program Lingkungan PBB, kita perlu bijak menggunakan peralatan rumah tangga seperti kulkas, AC, dan lainnya agar tak membuat lapisan ozon semakin tipis.

– Ketika membeli kulkas baru, sebaiknya singkirkan kulkas lama pada ahlinya yang memiliki kualifikasi mengolah limbah tersebut. Kulkas atau freezer mengandung bahan pendingin yang harus dilepas dan diperbaiki sebelum bagian lainnya didaur ulang.

– Selalu periksa kemungkinan kebocoran pada mobil, AC, atau kulkas. Sebaiknya bagian yang bocor diperbaiki lebih dulu sebelum diisi ulang.

– Pilih teknisi dengan kualifikasi baik ketika akan menservis perangkat Anda.

– Bia menggunakan AC, tutup dinding, pintu atau jendela dengan baik agar tidak energi tidak terbuang percuma sehingga masa guna peralatan bisa lebih lama.

– Letakkan kulkas di tempat yang agak tinggi dan tak terlalu menempel pada tembok agar sirkulasi udara di sekitarnya baik. Jangan letakkan freezer kulkas sejajar dengan oven atau tempat cuci piring.

– Rutin bersihkan bagian belakang kulkas dan cairkan es di freezer.

– Hindari menyetel suhu kulkas di paling rendah dan matikan saat tidak digunakan.

– Jangan simpan makanan terlalu lama di kulkas. Hanya letakkan bahan makanan yang penting saja.

– Letakkan kondenser AC di tempat yang teduh. Jika perlu gunakan penutup bila kondenser terlalu terpapar sinar matahari. Bersihkan kondenser dan evaporator secara rutin.

– Dinginkan ruangan di malam hari dengan ventilasi yang baik.

– Matikan AC mobil setelah berkendara lama, tukar dengan udara alami melalui kaca jendela mobil dan parkir kendaraan di bawah rimbun pohon.

Korban Terdampak Kabut Asap Karhutla Bisa Manfaatkan Pos Kesehatan

Liputan6.com, Jakarta Sekretaris Jenderal Kemenkes drg. Oscar Primadi, MPH mengimbau masyarakat di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau untuk memanfaatkan pos kesehatan bila merasa sesak. 

“Pos kesehatan telah disediakan di mana-mana, segera datangi pos kesehatan kalau merasa ada yang tidak beres dengan pernapasan. Begitupun dengan gejala penyakit lain segera konsultasikan ke pos kesehatan, Puskesmas, dan rumah sakit,” katanya, Minggu (15/9).

Banyak warga yang terserang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat kabut asap karhutla melanda Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Barat, dan Selatan dalam beberapa minggu terakhir. 

Data Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes pada Minggu (15/9) menunjukkan, penderita ISPA di Riau pada 1-15 September 2019 mencapai 15.346 orang. Sementara penderita ISPA di Jambi selama Juli-Agustus mencapai 15.047 orang. Untuk wilayah Sumatera Selatan, jumlah tertinggi orang yang mengalami ISPA sejak Maret-September ada di Palembang, 76.236 orang.

Sementara di Kalimantan Barat data terakhir penderita ISPA pada Juli berjumlah 15.468 orang. Jumlah penderita ISPA tertinggi untuk Kalimantan Tengah periode Mei – September ada di Palangkaraya dengan jumlah 11.758 orang. Sementara di Kalimantan Selatan, data Juni-Agustus, kasus ISPA tertinggi ada di Banjarbaru sebanyak 10.364 orang.

2 dari 2 halaman

Pos kesehatan di masing-masing wilayah

Guna menangani kondisi tersebut, telah tersedia pos kesehatan di masing-masing wilayah. Untuk sementara, catatan jumlah pos kesehatan yang diterima Kemenkes diantaranya 15 pos di Palangkaraya, 39 pos di Jambi dan menyiagakan 168 Puskesmas, 16 pos di Kalimantan Selatan.

Di Riau, seluruh RS diimbau mendirikan pos kesehatan, dan seluruh Puskesmas disiagakan.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat drg. Widyawati mengatakan Kemenkes telah mendistribusikan logistik kesehatan ke Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Jambi, dan Kalimantan Tengah.

“Kemarin BTKLPP (Balai Teknis Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit) Batam membagikan masker ke empat kabupaten di Riau, Siak, Pelalawan, Inhu, dan Inhil) serta Kabupaten Muaro Jambi dan kota Tanjung Pinang,” kata drg. Widyawati melalui siaran pers yang diterima Liputan6.com.

Selain itu, Tim dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Pekanbaru juga membagikan masker kepada petugas bandara dan penumpang. Drg Widyawati mengharapkan masalah Karhutla ini semoga cepat teratasi dan segera turun hujan.

“Kepada masyarakat di wilayah terdampak semoga bisa sabar dan kita terus berharap turun hujan secepatnya,” katanya.

Usai Punya 10 Anak Laki-Laki, Ibu Ini Akhirnya Lahirkan Anak Perempuan

Liputan6.com, Jakarta Alexis Brett sudah memiliki 10 anak laki-laki. Namun, belum punya anak perempuan membuat hidupnya dan sang suami David terasa kurang.

Hingga Agustus lalu, wanita asal Aberdeen, Skotlandia ini akhirnya melahirkan anak perempuan yang diberi nama Cameron.

Mengutip Yahoo Lifestyle pada Minggu (15/9/2019), Alexis dan David awalnya mengira mereka akan punya anak laki-laki lagi untuk kesebelas kalinya. Namun, ibu 39 tahun itu begitu bahagia ketika mendengar hasil pemeriksaan jenis kelamin bayinya.

“Saya terkejut, tapi senang. Sekarang dia di sini bersama kami. Itu perasaan yang fantastis,” kata Alexis yang merupakan seorang instruktur fitness paruh waktu itu.

Kedatangan perempuan kedua dalam keluarga mereka juga disambut bahagia oleh para kakak laki-laki di rumah itu. Campbell (17), Harrison (16), Corey (14), Lachlan (11), Brodie (9), Brahn (8), Hunter (6), Mack (5), Blake (3), dan Rothagaidh (2) juga bahagia dengan kehadiran adik bungsu mereka.

“Mereka umumnya berperilaku lebih baik di sekelilingnya, berusaha tetap diam agar tidak membangunkannya,” kata David yang berusia 44 tahun.

2 dari 3 halaman

Jadi Anak yang Terakhir

Alexis Brett akhirnya memiliki seorang putri setelah selama ini memiliki 10 anak laki-laki (Tangkapan Layar The Sun)

Alexis sendiri menyatakan bahwa Cameron akan menjadi buah hatinya yang terakhir. Dia juga tak menyangka bahwa keluarganya akan jadi sebesar itu.

“Tidak akan ada lagi. Saya sempat mengatakan itu dulu, tapi kali ini saya benar-benar bersungguh-sungguh,” ujarnya seperti dikutip dari The Sun.

Dia menambahkan, selama ini dirinya ‘kebal’ dari berbagai alat kontrasepsi. Sehingga, Alexis sedang mempertimbangkan rencana sterilisasi.

Pasangan suami istri itu mengakui bahwa memang merepotkan memiliki banyak anak. Mulai dari cucian yang menumpuk hingga sulitnya menentukan saat untuk berlibur.

“David dan saya terkadang saling memandang lalu berkata ‘apa yang telah kita lakukan?’ tetapi ketika anak-anak itu membuat sesuatu yang lucu dan membuat kami tertawa, itu membuat semuanya berharga,” kata Alexis.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Tertawa Terbahak-bahak, Mulut Wanita di Tiongkok Tak Bisa Menutup

Liputan6.com, Jakarta Kejadian tertawa hingga mulut tak bisa menutup ternyata benar adanya. Kasus itu dialami oleh seorang wanita di Tiongkok.

Wanita itu diketahui sedang berada di sebuah kereta yang mengarah ke sebuah stasiun di selatan Guangzhou, Tiongkok. Saat itu, dia tertawa terbahak-bahak hingga mulutnya ternganga dan tak bisa menutup.

Dilansir dari Live Science pada Senin (14/9/2019), seorang dokter yang kebetulan berada dalam kereta itu segera dipanggil. Usai diperiksa perempuan itu mengalami lepas rahang dari tengkoraknya.

“Saya sedang beristirahat ketika mendengar pengumuman apakah ada dokter. Saya bergegas dan menemukan penumpang itu tidak dapat berbicara atau menutup mulutnya,” kata kata dokter bernama Luo Wensheng tersebut kepada media setempat, Guancha.

“Saya awalnya mengira dia mengalami stroke,” kata Wensheng seperti dikutip dari LAD Bible.

2 dari 3 halaman

Masih Jauh dari Stasiun

Seorang wanita di Tiongkok tertawa hingga rahangnya tak bisa menutup. Padahal dia sedang berada di kereta (iStock)

Wensheng sempat memeriksa tekanan darah pasien dan mencoba memeriksa kondisi wanita itu. Dia tahu bahwa rahangnya mengalami dislokasi.

Dokter yang bertugas di Wensheng of Liwan Hospital, Guangzhou Medical University itu awalnya ragu untuk mencoba melakukan prosedur darurat pada pasien karena merasa bukan ahlinya. Namun, dia tetap mencoba menutup mulut pasien.

“Pasien sangat gugup dan otot-otot wajahnya sangat tegang sehingga gagal di upaya pertama,” kata Wensheng.

Dia sempat meminta agar pasien pergi ke rumah sakit jika nanti kereta berhenti. Namun, petugas di kereta mengatakan mereka baru akan tiba hingga satu jam lagi.

“Penumpang sangat gelisah dan ingin rahangnya segera dikembalikan, jadi saya setuju untuk mencoba lagi.” Wensheng akhirnya berhasil menutup mulut perempuan itu.

Teman penumpang itu mengatakan bahwa pasien sempat mengalami masalah yang sama ketika dirinya muntah. Usai mendapat pertolongan pertama, wanita tersebut segera diminta untuk mencari bantuan di rumah sakit.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

VIDEO: Tips Mudah Hilangkan Kulit Kaki yang Pecah-pecah

Liputan6.com, Jakarta Kulit kaki yang kering bahkan pecah-pecah biasanya disebabkan oleh iritasi dan alergi. Masalah ini dapat diatasi di rumah dengan cara-cara berikut ini.   

2 dari 2 halaman

VIDEO: Kerja Seharian Depan Layar, Lakukan Tips Ini

Dengan atau Tanpa Susu dan Gula? Selera Minum Kopi di Pagi Hari Bisa Ungkap Kepribadianmu

Liputan6.com, Jakarta Segelas kopi hangat di pagi hari kerap kali ampuh membuat tubuh lebih terjaga. Menghirup aromanya saja terkadang sudah mampu membangkitkan semangat untuk memulai hari.

Bicara mengenai kopi, rupanya selera seseorang dalam meminum kopi bisa memberi petunjuk mengenai kepribadiannya. Hal itu terungkap oleh sebuah survei yang dilakukan oleh OnePoll untuk Dutch Bros–sebuah merk minuman.

OnePoll melakukan survei terhadap 2.000 orang Amerika untuk mempelajari kepribadian mereka berdasarkan pilihan kopi: hitam, dengan gula, dengan susu (atau pengganti susu), dan dengan susu serta gula.

Hasilnya, orang ambivert (yang memiliki kepribadian seimbang, antara introvert dan ekstrovert) cenderung menyukai kopi yang dicampur susu dan gula. Sementara individu yang menyukai kopi hitam cenderung memilih musim dingin sebagai musim favorit. Sedangkan orang yang senang memberi tambahan rasa pada kopi mereka lebih menyukai musim panas.

2 dari 3 halaman

Kopi dan zodiak

Lebih jauh, hasil survei itu pun bisa digunakan untuk mengklasifikasikan pilihan kopi dengan zodiak. Orang berzodiak Taurus lebih suka kopi hitam dengan atau tanpa gula. Sementara Aries memilih kopi mereka dicampur susu. Orang dengan zodiak Leo menyukai kopi mereka diberi tambahan susu dan gula. Begitu pula dengan Libra.

“Secara umum, pesanan kopi dan minuman, sangatlah personal,” ujar barista Dutch Bros Coffee, Bryce Schneider. “Kami memiliki lebih dari 100 ribu kombinasi minuman dan pelanggan tetap punya cara sendiri untuk meracik kopi mereka, begitulah cara mereka mengekspresikan diri.”

Melansir laman New York Post, diketahui bahwa kopi bisa memengaruhi pola tidur seseorang. Kandungan kafein dalam kopi dapat membuat beberapa orang terjaga. Sekitar 48 persen peminum kopi hitam mendeskripsikan diri sebagai orang yang selalu tepat waktu. sementara 4 dari 10 orang peminum kopi dengan gula mengatakan mereka sering tepat waktu. Sementara orang yang menambahkan susu di kopi mereka adalah orang yang sering telat.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut

Kulit Penis Pria Terbelah, Dokter Obati dengan Madu

Liputan6.com, Jakarta Seorang pria di Denmark datang ke layanan kesehatan setelah kulup penisnya mengetat hingga tak bisa ditarik. Dokter mengira dia mengalami peradangan.

Namun, pemeriksaan pada pasien 55 tahun itu memperlihatkan bahwa dia mengalami tumor non-kanker di bagian bawah, batang, dan ujung organ intimnya tersebut. Ini membuat penisnya terinfeksi.

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan di International Journal of Surgery Case Reports, para dokter mencatat bahwa pria ini mengalami denudasi penis yang membuat kulit alat kelaminnya mulai membelah.

Melansir The Sun pada Minggu (15/9/2019), dokter akhirnya mengangkat tumor dan berupaya merekonstruksinya dengan cangkok kulit dari paha pasien. Namun usaha pemulihan itu sia-sia.

2 dari 4 halaman

Gunakan Madu untuk Penyembuhan

Ilustrasi Alat Kelamin Pria (iStockphoto)

Tak dilanda putus asa, tim medis segera mencoba memberikan madu Manuka yang terkenal anti-bakteri, anti-inflamasi, dan bermanfaat untuk menyembuhkan pada organ intim pria yang tak disunat itu.

Dr. Amalie Sylvester-Hvid, yang menjadi ketua tim dokter mengatakan bahwa hasilnya tak disangka sangat positif. Dua minggu setelahnya, jaringan yang sehat mulai menutup luka yang terlihat membelah penis pria itu.

Pembalut juga dilepas setiap hari tanpa komplikasi, infeksi, atau rasa sakit yang berulang. Hingga 52 hari kemudian, pria itu benar-benar sembuh termasuk fungsi seksualnya.

3 dari 4 halaman

Berharap Bisa Menjadi Obat di Masa Depan

Cara Mencerahkan Wajah Kusam dengan madu (sumber: istockphoto)

Dalam laporan tersebut, pengobatan ini diharapkan bisa jadi alternatif yang sederhana, murah, serta efektif, untuk antibiotik di tengah banyaknya resistensi yang muncul.

“Tantangan semakin meningkat dan resistensi bakteri terhadap antibiotik telah mengarah pada pengembangan beberapa pilihan perawatan luka konservatif,” tulis para dokter.

“Tidak satu pun dari mereka yang menunjukkan kombinasi penyembuhan luka seperti ditemukan dalam madu untuk medis.”

Para dokter juga berharap agar nantinya madu yang mereka gunakan itu, bisa diteliti dan mendapatkan tempat sebagai produk perawatan luka yang digunakan oleh para dokter.

4 dari 4 halaman

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini

Dikira Menopause, Wanita Ini Malah Melahirkan Bayi Lucu

Liputan6.com, Jakarta Monica Thompson terkejut bahwa dia masih bisa melahirkan di usianya yang sudah 40 tahun. Bahkan, dia sendiri tak sadar dirinya sedang mengalami kehamilan.

Wanita asal Las Vegas, Amerika Serikat ini awalnya pergi ke dokter dengan keluhan kram perut dan mual. Namun, dokter memberitahunya bahwa ia sedang mengalami kehamilan yang tak disadarinya selama tujuh setengah bulan.

Hal tersebut membuat Thompson tidak percaya. Dia dan tunangannya, Jason bahkan sempat mengira bahwa dokter sedang bercanda.

“Tidak mungkin. Saya terlalu tua untuk punya anak. Mungkin saya sedang melewati menopause,” katanya seperti dilansir dari Prevention pada Minggu (15/9/2019).

2 dari 3 halaman

Melahirkan Tak Lama Setelah Tahu Hamil

Ilustrasi Bayi (iStockphoto)

Akhirnya, Thompson segera menjalani tes kehamilan dan tahun bahwa dirinya ternyata sedang hamil. Namun ini tidak dia sadari karena baru-baru ini, wanita itu sempat kehilangan berat badan.

Kejadian tersebut belum selesai. Keesokan harinya, Thompson segera dilarikan ke rumah sakit. Para dokter segera melakukan operasi sesar darurat dan bayi yang bernama Jayden itupun lahir dengan berat sekitar 1 kilogram.

Setelah dirawat sesaat di rumah sakit, keduanya diperbolehkan pulang. Saat ini, Jayden sudah berusia 11 bulan.

Thompson sendiri sesungguhnya sudah sempat menikah selama 16 tahun sebelum suami pertamanya meninggal di 2016. Namun, dia belum dikaruniai seorang buah hati.

Karena itu, apa yang dialaminya saat ini merupakan sebuah keajaiban.

“Saya berpikir, saya seorang ibu. Rasanya sangat baik. Saya merasa lengkap,” kata Thompson.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Tarot Minggu Ini: Saatnya Bangkit, Hasil Baik Menanti

Liputan6.com, Jakarta Kartu Transfiguration muncul dalam Tarot Minggu Ini periode 15 – 21 September 2019. Berikut pesan yang disampaikan

Transfiguration 

Saatnya bangkit. Kamu memiliki energi untuk lebih baik dari saat ini. Jangan membiarkan dirimu terpuruk terlalu lama. 

Bisnis dan Keuangan

Bangkitlah dari rasa putus asamu! Semua akan kembali baik. Kamu masih punya kekuatan untuk melangkah. 

2 dari 3 halaman

Pekerjaan

Cukup bersemangat untuk melakukan pekerjaan di minggu ini. Hasilnya juga memuaskan. 

3 dari 3 halaman

Kesehatan

Tubuh yang sehat juga dipengaruhi oleh pikiran positif. Kelola hati dan pikiran supaya tidak menjadi stress yang akan memicu sakit fisik. Kamu cukup sehat dan berenergi untuk beraktivitas. 

Konsultasi pribadi Dewi Tarot: 082242056585

5 Jenis Olahraga yang Aman Bagi Penderita Asma

Liputan6.com, Jakarta Asma merupakan gangguan yang terjadi pada saluran pernapasan. Orang dengan kondisi ini akan merasakan sesak napas disertai bunyi akibat penyempitan dan peradangan pada saluran napas.

Dilansir dari laman resmi WHO, gejala penyakit ini dapat terjadi berulang kali dalam sehari dan bahkan bisa menjadi lebih buruk ketika melaksanakan aktivitas fisik atau di malam hari. Namun, beberapa ahli tetap menyarankan untuk melakukan olahraga.

Bagi pasien penyakit asma namun masih tetap ingin berolahraga hendaknya memastikan asma tetap terkontrol dengan baik serta memilih beragam aktivitas dengan hati- hati.

Lantas olahraga apa saja yang dianjurkan bagi penderita asma? Berikut ini ulasannya seperti yang dikutip dari laman Health, Sabtu (14/9/2019).

1. Berjalan kaki

Terdapat sebuah penelitian menyatakan bahwa orang dewasa yang berjalan kaki tiga kali seminggu selama 12 minggu dapat mengontrol terjadinya serangan asma. Di sisi lain kebugaran tubuhnya meningkat. 

“Jalan dengan kecepatan sedang hingga cepat merupakan cara terbaik untuk aktivitas olahraga bagi penderita asam,” jelas Lisa M. Schwiebert, PhD seorang profesor biologi dari University Of Alabama, Birmingham, Inggris.

2. Yoga

Aktivitas fisik lainnya yang dapat dilakukan oleh penderita asam yaitu dengan melakukan serangkaian gerakan Yoga. Aktivitas fisik ini berfokus pada gerakan tubuh yang berguna untuk memperkuat otot dan juga pernapasan sehingga membantu penderita asma.

“Saya pikir ii adalah pengendalian napas. Latihan pernapasan dapat mengaktifkan lebih banyak area paru- paru,” kata Robert Graham, MD, seorang dokter spesialis penyakit dalam dan integratif di Lenox Hill Hospital, New York City.

Menurutnya mereka yang berlatih yoga selama 10 minggu dapat membantu mengurangi asam mereka. Ia juga menambahkan tidak hanya melakukan olahraga Yoga, manfaat yang sama juga ditawarkan dari Tai Chi, seni bela diri yang juga menekankan kepada sistem pernafasan.

2 dari 3 halaman

3. Renang

Ilustrasi berenang/copyright shutterstock

Renang merupakan salah satu jenis olahraga yang direkomendasikan bagi penderita asma. Olahraga ini dapat membantu penderita asam untuk berlatih pernafasan.

“Olahraga ideal untuk penderita asma adalah berenang karena Anda menghirup udara yang sangat lembap dan hangat,” jelas ahli alergi yang berbasis di Indianapolis, Mark Holbreich.

Namun, penderita asma harus tetap berhati-hati dengan kandungan kaporit, jika terpapar secara berlebihan dapat memicu serangan asma. Guna memastikannya Anda bisa mencium terlebih dahulu air kolam renang, jika terlalu berbau maka itu mengandung banyak gas klorin.

4. Tenis dan bulu tangkis

Olahraga raket seperti bermain tenis dan bulu tangkis dapat membantu untuk mengeluarkan energi di lapangan dengan mengontrol kecepatan permainan. Sumber aktivitas permainan Anda bahkan bisa lebih tidak intens jika melakukan olahraga ini secara ganda dengan pasangan.

5. Voli

Voli merupakan olahraga yang tidak melibatkan banyak gerakan karena merupakan olahraga tim. Sehingga, energi dari penderita asma tidak terlalu diforsir. Oleh sebab itu olahraga ini cukup aman bagi penderita asma.

 

Penulis : Eflien Anggelien

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut ini:

Usai Punya Anak Kembar, Pasangan Lansia India Ini Dirawat di Rumah Sakit

Liputan6.com, Jakarta Jika Anda ingat, beberapa waktu yang lalu, seorang lansia 74 tahun di India dilaporkan melahirkan bayi untuk pertama kalinya. Bahkan ternyata, wanita itu memiliki bayi kembar perempuan.

Namun, berita terbaru menyebutkan bahwa kedua lansia yang menjadi orangtua bayi kembar itu harus mendapatkan perawatan intensif usai dikaruniai buah hati. Sang ayah, Raja Rao (78) terkena serangan jantung sehari setelah dirinya memberikan pernyataan pada media.

“Kami adalah pasangan paling bahagia di dunia hari ini,” kata Rao pada saat itu seperti dilansir dari New York Post pada Minggu (15/9/2019).

Sementara sang ibu yang bernama Erramatti Mangayamma, belum keluar dari perawatan intensif semenjak dirinya melahirkan. Pasangan yang disebut sebagai orangtua tertua di dunia itu berada dalam perawatan di Ahalya Nursing Home in Guntur, Adhra Pradesh.

2 dari 3 halaman

Dibohongi Keluarga

Ilustrasi Bayi (iStockphoto)

Diketahui Erramatti memiliki anak lewat program bayi tabung. Meskipun begitu, sebuah laporan dari Times of India menyebutkan adanya kecurangan yang dilakukan oleh pihak keluarga dalam proses kehamilan lewat bayi tabung.

Dokter Sanakkayala Umashankar yang menangani kehamilan tersebut, mengungkapkan bahwa dirinya sempat dibohongi agar percaya sang ibu masih berusia 60-an.

“Itu terungkap secara kebetulan. Setelah dia mengandung, suaminya secara tidak sengaja memberitahu salah seorang perawat tentang usia sebenarnya,” kata Umashankar.

Kondisi kedua bayi yang dilahirkan Erramatti sendiri berada dalam keadaan yang sehat. Lakshmi Bhia, keponakan dari pasangan lansia itu mengatakan bahwa dua anak kembar ini sudah mengalami kenaikan berat badan.

Bhia juga mengatakan jika dua orangtua anak-anak itu tak sanggup membesarkan keduanya, anggota keluarga lain siap turun tangan.

3 dari 3 halaman

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini

Tekan Konsumsi Gula Berlebih, Thailand Naikkan Pajak Minuman Manis 2 Kali Lipat

Liputan6.com, Jakarta – Usai mengeluarkan aturan kemasan rokok polos, Thailand mengumumkan bahwa minuman manis mengandung gula akan dikenakan pajak tinggi pada 1 Oktober 2019. Cara ini bertujuan untuk menekan konsumsi di masyarakat.

Nattakorn Utensut, juru bicara Departemen Pajak Thailand mengatakan bahwa minuman manis yang mengandung gula 10 hingga 14 gram ke atas, akan dikenakan pajak hingga dua kali lipat dari sebelumnya.

Keputusan ini nantinya akan membuat biaya produksi lebih tinggi. Namun pajak tersebut tidak akan dibebankan kepada konsumen.

Mengutip Chiang Rai Times pada Sabtu (14/9/2019), pajak tersebut juga akan naik setiap dua tahun. Sehingga, apabila di 1 Oktober 2021 produk itu dikenai pajak 3 baht (sekitar 1.300 rupiah) per 100 ml, nantinya pajak akan naik hingga 5 baht (sekitar 2.200 rupiah) di 2023.

Cara Produsen Mengakali Pajak

Minuman Ini Tidak Baik Dikonsumsi Saat Sahur
Minuman manis di Thailand akan dikenakan pajak tinggi (iStockphoto)

Utensut mengungkapkan bahwa saat ini, sebagian besar produsen minuman manis tidak mengurangi kadar gula hingga batas yang ditentukan karena takut kehilangan pelanggan. Alih-alih, mereka mengeluarkan versi baru yang kurang manis tapi tetap mengandung gula tinggi.

Karena itu, peningkatan tarif pajak progresif itu diharapkan mampu memaksa produsen mengurangi jumlah gula dalam produknya.

Bangkok Post melaporkan, pajak minuman manis sendiri sudah ada sejak 2017. Pemerintah juga mengklasifikasikan kandungan gula menjadi enam tingkat berdasarkan standar 100 mililiter: di bawah 6 gram, 6 sampai 8 gram, 8 sampai 10 gram, 10 sampai 14 gram, 14 sampai 18 gram, dan lebih dari 18 gram.

Bagi minuman dengan kadar gula di bawah 6 gram tidak akan dikenakan pajak. Sementara, produk dengan kategori di bawah 10 gram gula tidak akan terkena kenaikan cukai.

Masyarakat Masih Tak Sadar Risiko Konsumsi Gula

20160823-Minuman Soda
Minuman manis di Thailand akan dikenakan pajak tinggi (iStockphoto)

Dikutip dari Asia One Nattakorn menambahkan, masih banyak masyarakat, khususnya di usia produktif, yang tidak sadar risiko kesehatan dari konsumsi gula berlebihan. Hanya mereka yang berusia di bawah 30 dan di atas 60 yang mulai berhati-hati akan kebiasaan tersebut.

Lebih lanjut, para produsen juga diminta lebih merinci kadar gula serta bahan-bahan lain dalam label produk mereka. Jika sebelumnya hanya 60 sampai 70 item, rincian tersebut akan bertambah hingga 200 sampai 300 item.

Selain itu, cara ini diklaim mampu meningkatkan pendapatan pajak negara hingga 4,5 miliar baht per tahun.

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓

Akupunktur Sebabkan Paru Wanita Ini Kolaps

Liputan6.com, Jakarta Seorang ahli akupunktur Selandia Baru secara tidak sengaja menusuk paru pasien ketika memasukkan jarum akupunktur. Hal tersebut menyebabkan organ paru pasien terganggu.

Pasien berusia 33 tahun ini pergi ke klinik akupunktur pada Maret lalu. Dia mengalami cedera lengan dan pergelangan tangan yang menyebabkan rasa sakit pada pundaknya.

Setelah mendengar keluhan pasien, ahli akupunktur tersebut memasukkan dua jarum dengan teknik Jian Jing atau Gallbladder 21 (GB21), yang titiknya terletak di dekat bagian atas bahu.

Berdasarkan laporan dari New Zealand’s Health and Disability Commissioner, ketika jarum dimasukkan, pasien merasakan nyeri dan tusukan yang sangat dalam.

Ahli akupuntur yang bersangkutan membiarkan jarum selama 30 menit sebelum melepaskannya. Tiba-tiba pasien merasakan nyeri pada sebelah kanan dada dan sesak napas seperti dilansir Live Science.

Pasien juga mengatakan bahwa ia merasakan sensasi ‘pengap’ 10 menit kemudian. Ahli akupunktur mengangkat semua jarum yang tersisa dan memberikan perawatan tambahan.

Setelah efek tidak nyaman yang ditimbulkan, pasien pulang dengan instruksi untuk beristirahat dan memperhatikan pernapasan.

2 dari 2 halaman

Sesampai di Rumah

Akupunktur (Studio 72/Shutterstock)

Pasien merasakan nyeri yang tak kunjung hilang di sisi sebelah kiri dadanya dan mati rasa di sisi kanan. Akhirnya sang pasien didiagnosis dengan pneumotoraks, yang artinya kedua parumengalami kerusakan.

Pneumotoraks tersebut disebabkan saat jarum akupunktur masuk membuat gas dilepaskan ke rongga dadanya. Meskipun jarang terjadi, ahli akupunktur terkadang menembus paru pasien karena menggunakan teknik Jian Jing.

Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2010, sekitar 30 persen kasus pneumotoraks disebabkan oleh akupunktur yang menyisipkan jarum ke tempat tertentu.

Dalam kasus pada laporan ini, ahli akupunturs seharusnya menjabarkan risiko pada pasien sebelum jarum dimasukkan pada kulit mereka. Tetapi, ahli akupuntur di sini gagal melakukannya.

Pasien juga tidak menandatangani formulir persetujuan yang diperlukan untuk melakukan pengobatan akupunktur ini.

“Seharusnya ahli akupunktur menerima pelatihan tambahan dan pemerintah mengecek apakah pasien telah menerima informasi dan menandatangani formulir persetujuan sebelum tindakan,” tulis media online New Zealand Herald.

Penulis: Diviya Agatha

Kala BJ Habibie Berbicara tentang Ibu Bekerja

Liputan6.com, Jakarta Almarhum BJ Habibie menilai bahwa tak seharusnya seorang ibu meninggalkan anaknya untuk bekerja jauh tanpa diasuh secara langsung sama sekali. Hal itu diungkapkannya dalam sebuah wawancara di 2016.

“Saya tidak benarkan ibu menjadi pembantu rumah tangga di mana saja kalau dia punya anak,” kata BJ Habibie dalam program Shout Out: Let’s Share! seperti diunggah oleh Fimela Media di sebuah situs berbagi video, dikutip Sabtu (13/6/2019).

Hal itu tidak hanya untuk keluarga yang berpenghasilan rendah saja. Tanpa pandang buluh, seorang ibu dinilai tidak seharusnya meninggalkan buah hati hanya untuk bekerja mencari uang lalu mengirimkannya dari jarak yang jauh.

“Di sini, kita harus tahu peranan wanita dan ibu di Indonesia tidak membenarkan, menurut pendapat seorang Habibie, bahwa ibu-ibu itu tinggalkan anaknya di kampung di mana pun dan dia pergi ke mana saja di dalam dan luar negeri mencari duit dan dia transfer dia serahkan orang lain untuk mendidik. Itu tidak benar,” kata pria yang meninggal di usia 83 tahun itu.

2 dari 3 halaman

Dua Ibu dalam Hidup Habibie

Presiden RI ke-3 BJ Habibie dan Ainun | Via: istimewa

Habibie sendiri, sebagai seorang pria, mengatakan bahwa dia memiliki dua wanita yang paling berperan dalam hidupnya.

“Keberhasilan saya ada pada dua orang. Ibu yang melahirkan saya dan ibu yang mendampingi,” kata pria yang sempat menempuh pendidikan di Jerman itu.

Meski begitu, bukan berarti wanita tidak bisa berkembang. Habibie tetap mengatakan bahwa seorang ibu masih bisa sukses meski memiliki tanggung jawab sebagai wanita. Di sini, yang dibutuhkan adalah kesetaraan baik bagi pria dan wanita. Dia memberikan contoh dari Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“Keberhasilan ibu Sri Mulyani juga pada dua orang. Ibu yang melahirkan Sri Mulyani dan bapak yang mendampingi. Begitu kan, ya kita tidak bedakan,” ujarnya.

Di sini, kesatuan antara suami istrilah yang dianggap Habibie mampu membentuk sebuah keluarga sejahtera.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga Video Menarik Berikut Ini

Terdampak Kabut Asap, Rumah Sakit dan Puskesmas di Riau Sediakan Ruang Evakuasi

Liputan6.com, Jakarta Seluruh puskesmas di Provinsi Riau diminta untuk buka 24 jam dan melayani masyrakat yang terpapar kabut asap. Layanan itu pun tidak dikenakan biaya. Kebijakan tersebut diambil oleh Gubernur Riau Syamsuar daam menyikapi serbuan kabut asap di wilayahnya akibat karhutla dalam beberapa waktu belakangan.

Wakil Gubernur Edy Natar mengatakan, Syamsuar telah mengimbau kepala 15 kabupaten/kota di Riau melakukan kesiapsiagaan kesehatan di wilayah masing-masing terkait kabut asap. Rapat koordinasi kabarnya dilakukan pada Sabtu (14/9/2019).

Tersedia pula 3 unit ambulans yang disiagakan 24 jam pada Sabtu (14/9). “Bahkan hari ini Satgas Kesehatan mengoperasikan tiga ambulans yang siap sewaktu-waktu ditelepon, nomernya 119, selama 24 jam,” Edy menegaskan, mengutip siaran pers yang diterima Health-Liputan6.com.

Instruksi untuk menangani warga yang terdampak kabut asap tak hanya untuk puskesmas saja, meainkan juga berlaku untuk rumah sakit-rumah sakit milik pemerintah dan swasta.

2 dari 3 halaman

Penyediaan ruang evakuasi

Rumah sakit harus menyediakan ruangan evakuasi yang aman jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Ruang evakuasi ini juga tersedia di seluruh Puskesmas yang sudah disiagakan selama 24 jam.

Mengadapi serangan asap, Dinas Kesehatan Riau pun telah membagikan lebih dari 700 ribu masker kepada masyarakat yang membutuhkan melalui DInas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Puskesmas.

Pembagian masker secara juga dilakukan di 8 titik di Pekanbaru, yakni depan kantor gubernur, simpang harapan raya, rumbai, kubang, patimura dan lain-lainnya. Masker juga dibagikan langsung melalui organisasi profesi, dan komunitas peduli kesehatan masyarakat.

Edukasi masyrakat mengenai pencegahan dampak kesehataan akibat asap karhutla juga dilakukan oleh Dinas Kesehatan. Hingga 11 September 2019, Dinkes Riau mencatat 9.931 kunjungan terkait ISPA ke fasilitas kesehatan.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video berikut ini:

Kabut Asap, Lebih dari Sejuta Masker Didistribusikan

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia mendistribusikan lebih dari satu juta masker untuk mencegah masalah kesehatan terkait kabut asap di Riau.

Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan Sehat Negeriku, ada 1.269.320 masker dari Kemenkes. Selain itu, 644.450 masker juga didistribusikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Riau dan 20 ribu Dinkes Provinsi Sumatera Selatan.

Sementara, 544 ribu masker, 10.450 masker jenis N95, seribu vial ventolin nebu (obat untuk penyakit saluran pernapasan), 500 ribu amoxilin, dan tiga tabung oksigen didistribusikan di Kalimantan Tengah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir telah meminta masyarakat untuk menggunakan masker demi mencegah dampak kesehatan dari kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan kabut asap.

“Jika harus keluar ruangan harus pakai masker. Dan untuk menghindari iritasi mata, gunakan kacamata. Cegah iritasi kulit pakai baju lengan panjang,” kata Mimi.

2 dari 3 halaman

Warga Terkena ISPA

Pengendara motor menembus kabut asap pekat yang menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (10/9/2019). Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebut menurunkan jarak pandang dan kualitas udara turun ke status tidak sehat. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Berdasarkan data yang dirilis Kemenkes pada Sabtu, 14 September 2019, per 13 September 2019, kabut asap membuat 9.512 warga terkena ISPA di Pekanbaru dan 64.146 orang terkena ISPA di Kota Jambi.

Sementara penderita ISPA di Palembang mencapai 106.550 orang dan di Palangkaraya pasien mencapai 23.324 orang.

Widyawati, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes menyatakan bahwa mereka telah melakukan mobilisasi sumber daya manusia dari kementerian untuk mendampingi Dinkes di provinsi-provinsi terdampak.

“BBTKL (Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan) telah melakukan pengurukan kualitas udara di wilayah terdampak Karhutla. Selain itu promosi kesehatan terus dilakukan melalui website dan media sosial, dan monilisasi medis kegawatdaruratan,” kata Widyawati pada Sabtu kemarin.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga Video Menarik Berikut Ini

Upaya Turunkan Konsumsi, Cukai Rokok Resmi Naik Tahun Depan

Liputan6.com, Jakarta Bagi Anda para perokok tampaknya harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli rokok di tahun depan. Pasalnya, pemerintah sepakat menaikkan cukai produk tersebut.

Kenaikan ini berpengaruh pada harga jual rokok eceran yang ikut melambung hingga 35 persen.

Dikuti dari laman Sekretariat Kabinet Republik Indonesia setkab.go.id pada Minggu (15/9/2019), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa cara ini dilakukan salah satunya guna menekan konsumsi rokok, khususnya pada perempuan dan anak-anak remaja.

“Kenaikan rata-rata secara total 23 persen untuk tarif cukai dan 35 persen dari harga jual akan kami tuangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang akan diberlakukan mulai 1 Januari 2020,” kata Sri Mulyani usai rapat internal bersama Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat lalu.

Sri Mulyani sendiri menambahkan, upaya tersebut juga dinilai mampu membantu penerimaan cukai yang dalam RUU APBN Tahun Anggaran 2020, ditargetkan sebesar 179,2 triliun rupiah.

2 dari 3 halaman

Wacana Kenaikan Cukai Rokok Didukung Peneliti

Ilustrasi Foto Kemasan Rokok (iStockphoto)

Rencana kenaikan cukai rokok sendiri sebelumnya telah disambut positif oleh para peneliti di Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI). Wacana tersebut dianggap bisa menjadi salah satu bukti bahwa pemerintah serius menciptakan Sumber Daya Manusia yang unggul, melalui upaya pengendalian konsumsi rokok terutama pada kalangan remaja dan masyarakat miskin.

PKJS-UI mengungkapkan, untuk saat ini harga jual rokok rata-rata di Indonesia masih terbilang murah yaitu 17 ribu rupiah.

Dalam rilis yang diterima Health Liputan6.com beberapa waktu lalu, PKJS-UI menyatakan bahwa kenaikan cukai rokok haruslah signifikan agar membuat harga rokok menjadi mahal.

“Hasil penelitian PKJS-UI terhadap seribu orang responden, 88 persen masyarakat mendukung harga rokok naik, bahkan 80,45 persen perokok setuju jika harga rokok naik,” kata Ketua PKJS-UI Aryana Satrya.

“Namun sebagian besar perokok mengaku akan berhenti merokok apabila harga mencapai 60 ribu sampai 70 ribu per bungkus,” kata Aryana.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi merokok remaja usia 10 sampai 18 tahun meningkat dari tahun 2013 (7,2 persen) menjadi 9,1 persen. Harga rokok murah serta maraknya penjualan produk secara eceran, dinilai menjadi salah satu pemicu tingginya konsumsi rokok pada kalangan remaja.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Selain Program KB, Cegah Stunting juga Melalui Bina Keluarga Balita

Liputan6.com, Jakarta Selain dengan program Keluarga Berencana (KB), pencegahan stunting juga bisa dilakukan melalui Bina Keluarga Balita (BKB). Jika program KB sebagai upaya pengaturan jarak kehamilan, BKB lebih menyasar pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan mengasuh anak.

Dalam sebuah acara di Tangerang, Banten, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menerangkan, BKB untuk mencegah stunting juga terkait dengan cara membina tumbuh kembang anak.

“Upaya yang saat ini dilakukan BKKBN untuk mencegah stunting, diantaranya Bina Keluarga Balita dan Keluarga Berencana sebagai upaya untuk pengaturan jarak kehamilan,” terang Hasto, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Health Liputan6.com, ditulis Jumat (13/9/2019).

Bina Keluarga Balita (BKB) bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orangtua untuk mengasuh serta membina tumbuh kembang anak. Upaya tersebut melalui kegiatan stimulasi fisik, mental, intelektual, emosional, spiritual, sosial dan moral.

2 dari 3 halaman

Terintegrasi dengan Posyandu dan PAUD

Petugas menimbang bayi saat pemeriksaan rutin kesehatan di Posyandu Ria Balita, Cipinang, Jakarta, Selasa (16/7/2019). Presiden Joko Widodo berencana memperkuat kebijakan sumber daya manusia (SDM). (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Pelaksanaan layanan Bina Keluarga Balita saat ini sudah terintegrasi dengan layanan Posyandu dan PAUD yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Program ini sesuai arah kebijakan BKKBN yang tertuang dalam Renstra BKKBN 2015-2019, yakni kebijakan peningkatan pembangunan keluarga tentang pemahaman orangtua mengenai pentingnya keluarga dalam pengasuhan tumbuh kembang balita dan anak.

Pelaksanaan layanan BKB yang sudah terintegrasi dengan layanan Posyandu dan PAUD biasa dikenal dengan sebutan BKB Holistik Integratif (BKB HI). Layanan tersebut sudah menawarkan aspek kesehatan, gizi, pengasuhan dan perlindungan.

Adanya program BKB juga untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), yang diharapkan mampu mencetak generasi masa depan yang sehat dan punya gizi yang cukup.

“Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional melalui Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM, mengurangi kemiskinan, dan mencapai kebahagiaan. Caranya menjaga kesehatan reproduksi ibu, meningkatkan gizi, dan pendidikan anak,” pungkas Hasto.

3 dari 3 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Menkes Nila: Masker Penutup Hidung Jangan Hanya Warna Hijau Saja

Liputan6.com, Jakarta Masker penutup hidung warna hijau biasa digunakan mengatasi polusi udara. Dalam kasus kebakaran hutan maupun polusi asap kendaraan, masyarakat pun terlihat menggunakan masker warna hijau.

Menyoal masker penutup hidung warna hijau, Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek memberikan ide terkait inovasi masker tersebut.

“Masker yang dipakai itu jangan hanya warna hijau saja. Saya melihat anak-anak muda berpakaian stylish dengan memakai masker. Saya pikir, kenapa tidak, masker yang dibuat disesuaikan dengan fashion,” tutur Menkes Nila dalam acara “The 1st Technofarmalkes 2019:Indonesian Health Tech Innovation” di Hotel Sultan, Jakarta, ditulis Jumat (13/9/2019).

“Bisa saja maskernya warna-warna lain, seperti pink. Kemudian bisa juga bergambar (motif) bunga, Micky Mouse.”

2 dari 3 halaman

Ajak Anak Mau Pakai Masker

Pengendara menggunakan masker saat meintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (12/3). Rata-rata harian kualitas udara di Jakarta dengan indikator PM 2.5 pada 2018 adalah 45,3 mikrogram per meter kubik udara. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Adanya ide inovasi soal masker yang punya variasi warna dan motif dinilai bisa menggugah hati anak-anak untuk memakai masker, terutama saat keluar rumah. Ketika didera flu pun anak jadi sadar memakai masker.

“Misalnya, kalau anak lagi batuk, dia mau memakai masker. Masker warna hijau identik dipakai dokter di kamar operasi. Nanti melihat masker hijau itu anak bisa dikiranya mau disuntik,” Menkes Nila menambahkan.

“Kalau maskernya dibuat lucu dengan gambar binatang lucu, anak-anak juga senang memakainya.”

3 dari 3 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Bos Bappenas Imbau BKKBN Ubah Jargon Dua Anak Cukup Agar Stunting Berkurang

Liputan6.com, Pangkalpinang – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro mengimbau agar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengubah jargon ‘Dua Anak Cukup’ dengan ‘Dua Anak Ideal’.

Dalam Sarasehan Nasional Pembangunan Berwawasan Kependudukan di The Gale-Gale Ballroom, Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Jumat, 13 September 2019, di hadapan Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, Bambang mengatakan bahwa BKKBN harus mulai menyusun strategi.

Sehingga, tidak lagi sebatas dua anak cukup, tetapi harus dipastikan juga bahwa anak-anak yang dilahirkan itu bisa menjadi sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

“Ya, ini hanya bukan urusan BKKBN saja sebenarnya, tapi banyak pihak,” kata bos Bappenas ini.

2 dari 3 halaman

Arti dari Jargon Dua Anak Ideal dari Bos Bappenas

Di hadapan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, Menteri Bambang Brodjonegoro mengimbau agar BKKBN mengubah jargon Dua Anak Cukup dengan Dua Anak Ideal. (Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Menurut Bambang, jargon ‘Dua Anak Ideal’ memiliki arti supaya masyarakat Indonesia tetap memiliki keinginan menikah dan memiliki anak. Dan, bila berkeinginan memiliki anak lebih dari satu boleh-boleh saja, asal jangan lebih dari dua.

“Anaknya kalau mau lebih dari satu, ya dua. Tetapi kalau bisa jangan lebih dari dua,” Menteri Bambang mengingatkan.

Orang dulu ingin memiliki anak lebih dari satu lantaran mempercayai pepatah ‘banyak anak banyak rezeki’. Disinggung soal itu, Menteri Bambang mengatakan,”Kalau kita lihat dari TFR (total fertility rate), itu sudah tidak (berlaku) lagi.”

Bambang tidak memungkiri bahwa kondisi itu masih terjadi di beberapa tempat di Indonesia. Tetapi Bappenas melihat, di tempat yang angka TFR-nya masih tinggi, jumlah anak semakin memperbesar risiko terjadinya stunting.

“Stuntingnya juga tinggi ternyata,” ujarnya.

3 dari 3 halaman

Jumlah Anak Memperbesar Risiko Stunting

Menurut Menteri Bambang Brodjonegoro, banyak anak semakin memperbesar risiko terjadinya stunting. Anak tidak mengalami pertumbuhan yang optimal, malah akan bertubuh kerdil (Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Kalau stunting sampai terjadi, lanjut Bambang, akibatnya hanya bisa dikurangi tetapi tidak akan membuat generasi yang produktif dan berprestasi tinggi.

Oleh sebab itu, pencegahan dari kondisi ini harus segera dilakukan sejak pasangan suami istri merencanakan membina biduk rumah tangga, dan melahirkan buah hati tercinta.

“Kita perlu memberikan penyadaran bahwa jumlah anak tetap harus dikendalikan supaya stunting bisa diturunkan,” kata Bambang menekankan.

Kepala BKKBN Rinci Sederet Tantangan Dalam Menyongsong Bonus Demografi

Liputan6.com, Pangkalpinang – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo mengungkap tantangan dalam menghadapi bonus demografi.

Menurut Hasto, tantangan pertama yang dihadapi berkaitan dengan pendidikan. Pria berkacamata ini mengatakan bahwa masih banyak usia produktif yang pendidikannya rata-rata hanya 8,6 tahun.

“Repot toh? Menurut BPS tahun 2015, 58 persen masih SD. Itu kan tantangan,” kata Hasto Wardoyo di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung pada Jumat, 13 September 2019.

Hasto jadi teringat sewaktu masih menjadi Bupati Kulon Progo. Dia sering ‘menangkapi’ anak-anak SD, SMP, dan anak jalanan yang putus sekolah untuk dimasukkan ke asrama selama satu bulan guna dibekali dengan pendidikan.

“Pendidikan itu harus kita paksakan sedikit,” ujar Hasto Wardoyo.

Baca juga: Kepala BKKBN Hasto Wardoyo Promosikan Pemuda Ini, Calon Suami yang Baik

2 dari 4 halaman

Kesehatan Tantangan Bonus Demografi

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo saat menghadari Sarasehan Nasional di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung pada Jumat, 13 September 2019 (Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Tantangan berikutnya dalam menghadapi bonus demografi adalah masalah kesehatan. Tidak lain mengenai angka kematian bayi dan angka kematian ibu.

Hasto yang juga berprofesi sebagai dokter spesialis kebidanan dan kandungan, mengatakan, angka kematian ibu harus segera diturunkan dengan cara membagi habis ibu hamil di tingkat bidan.

Baca juga: Jungkir Balik Hasto Wardoyo Bisa Menolong Persalinan 64.900 Kali

Kalau ibu hamil dibagi habis di tingkat bidan, angka kematian ibu pun akan turun.

“Saya di Kulon Progo itu turun. Satu bidan saya minta mengawal 26 sampai 30 ibu hamil,” kata Hasto Wardoyo.

“Akhirnya, dari 5.300 persalinan, yang mati karena melahirkan dan proses kehamilan, hanya satu,” ujarnya.

3 dari 4 halaman

Stunting dan Bonus Demografi

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo saat menghadari Sarasehan Nasional di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung pada Jumat, 13 September 2019 (Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Stunting sebenarnya masuk ke dalam tantangan dalam menghadapi bonus demografi beberapa tahun mendatang.

Namun, kata Hasto, menangani stunting butuh waktu yang lebih lama. Tidak bisa hanya satu atau dua tahun. Setidaknya, lima tahun.

“Karena kalau anak yang didiagnosis stunting, maka dia kesempatannya sudah lewat. Kalau kita mau membuat angka stunting turun, ya sekarang,” katanya.

Ada pun caranya, seorang wanita yang berencana untuk hamil harus sudah rajin minum asam folat.

Begitu juga suaminya. Hasto, mengatakan, kalau ingin menghamili istrinya harus juga mengonsumsi asam folat.

“Spermanya jadi baik, anaknya pun jadi baik,” katanya.

Tak lupa, pemerintah pun harus bekerja keras dalam mengelola sumber daya manusia (SDM), terutama individu berusia tua dan pensiunan.

“Jadi, purna tugas itu disiapkan biar dia tidak jadi beban anak cucunya,” kata Hasto Wardoyo menekankan.

4 dari 4 halaman

Simak Video Menarik Terkait Kepala BKKBN Hasto Wardoyo

6 Orang Meninggal Karena Rokok Elektrik, Presiden AS Donald Trump Turun Tangan

Liputan6.com, Jakarta Satu lagi warga Amerika Serikat (AS) menjadi korban meninggal dari penyakit paru terkait rokok elektrik. Kasus keenam itu terjadi di Kansas. Diketahui, pasien itu juga telah memiliki penyakit yang mendasarinya.

Kasus yang memakan korban seorang warga berusia 50 tahun ini membuat pejabat kesehatan setempat meminta masyarakat untuk berhenti mengisap rokok elektrik.

“Jika Anda atau orang yang dicintai mengisap vape, tolong berhenti,” kata Lee Norman dalam pernyataannya seperti dikutip dari Aljazeera pada Jumat (13/9/2019).

Bertambahnya korban akibat kebiasaan vaping pun membuat Presiden AS Donald Trump ikut turun tangan. Pada Rabu lalu, dia bersama dengan US Food and Drug Administration akan mengeluarkan rekomendasi tegas untuk penggunaan rokok elektrik yang diberi perasa.

2 dari 3 halaman

Presiden AS Turun Tangan

Ilustrasi Rokok Elektrik atau Vape (iStockphoto)

Alex Azar, Sekretaris Layanan Kesehatan dan Masyarakat yang ikut rapat bersama dengan Trump menyatakan bahwa nantinya, perusahaan rokok elektrik harus menarik produk mereka dari pasar. Namun, masih ada pengecualian.

“Pada saat itu, semua rokok elektrik beraroma selain rasa tembakau, harus dikeluarkan dari pasar,” kata Azar seperti dikutip dari CNN.

Para peneliti sendiri masih melakukan penyelidikan terhadap penyebab penyakit paru yang disebabkan oleh rokok elektrik itu sendiri. Beberapa mencurigai adanya campuran ganja serta vitamin E asetat, minyak yang berasal dari vitamin E dan berbahaya jika terhirup.

Kejadian tersebut juga membuat Gubernur New York, Andrew Cuomo mewajibkan semua toko rokok elektrik memasang tanda peringatan bahaya vaping. Dia juga mengutip advokat kesehatan yang menyatakan bahwa perasa dalam rokok elektrik, mendorong penggunaan produk tersebut di kalangan anak muda.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Tarot Cinta: Pertahankan Keteguhan Hatimu Memegang Prinsip

Liputan6.com, Jakarta Kartu Queen of Swords muncul dalam Tarot Cinta edisi 14 – 20 September 2019. Apa pesannya? Simak selengkapnya berikut ini.

Queen of Swords

Kekerasan dan keteguhan hatimu dalam memegang prinsip hidupmu cukup bagus. Pertahankan, jangan sampai goyah. Inilah yang jadi kelebihanmu. Jangan biarkan orang lain memandangmu rendah. Orang lain akan bertekuk lutut karena pesonamu.

Jomblo

Memegang kuat keyakinan diri dan prinsip hidup sangatlah penting. Janganlah mau diombang ambingkan oleh pendapat orang lain. Jadilah dirimu sendiri.

PDKT

Lembutkan hatimu. Jangan terlalu galak dan keras kepala. Jika tidak mau atau merasa tidak nyaman, katakan saja. Dia bisa memahami.

2 dari 3 halaman

Pacaran dan Menikah

Pacaran

Berkomunikasilah yang baik hingga tercipta pemahaman bersama.

Menikah

Kekerasan hati tidak akan menyelesaikan masalah. Rendahkan hatimu. Mulailah berkomunikasi dengan pasangan. Hati boleh panas, tapi kepala harus tetap dingin.

3 dari 3 halaman

Saran Cinta

Kartu Tarot Page of Wands

Page of Wands

Lakukan hal yang menurutmu benar. Tidak perlu ragu. Tanggung jawab besar menantimu. Mantapkan hatimu. Semua permasalahan cintamu dalam minggu ini dapat berakhir dengan baik jika kamu tidak emosional. Tunjukkan saja niat dan kehendak baikmu.

Konsultasi pribadi Dewi Tarot: 082242056585

Harga Rokok Murah Bisa Berujung Anak Stunting

Liputan6.com, Jakarta Harga rokok yang murah ternyata bisa memengaruhi anak mengalami stunting. Di Indonesia, harga rokok saat ini masih tergolong murah. Rata-rata rokok dijual Rp17.000 per bungkus. Bahkan praktik penjualan rokok dalam bentuk eceran masih dilakukan di berbagai tempat. 

Kondisi gagal pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi kronis, yang dipengaruhi harga rokok murah, khususnya dialami anak dari keluarga miskin. Temuan tersebut sesuai hasil studi Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI).

“Kami menemukan, konsumsi rokok berhubungan secara signifikan dengan kemiskinan, stunting pada balita, dan tingkat kecerdasan anak yang rendah,” kata Ketua Tim Peneliti PKJS-UI Teguh Dartanto, sebagaimana keterangan tertulis yang diterima Health Liputan6.com, Jumat (13/9/2019).

Teguh dan tim melakukan studi kasus terhadap keluarga dengan balita stunting di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Terbukti, keluarga tidak bisa memenuhi kebutuhan makanan bernutrisi karena orangtua memilih menggunakan uang untuk membeli rokok.  

“Studi kasus yang dilakukan di Demak membuktikan adanya shifting kebutuhan penting untuk belanja rokok sehingga anak mengalami stunting. Bahwa perilaku merokok dapat menghambat pembangunan sumber daya manusia (SDM) dari berbagai aspek seperti kesehatan, pendidikan, dan sosio-ekonomi pada generasi selanjutnya,” tambah Manajer Program Pengendalian Tembakau PKJS-UI Renny Nurhasana.

Studi harga rokok murah dan stunting dilakukan oleh Teguh dan tim pada tahun 2018 dengan mengeksplorasi data Indonesia Family Life Survey (IFLS).

Perilaku Keluarga Miskin

Bungkus Rokok atau Kemasan Rokok
Keluarga miskin banyak beli rokok. (iStockphoto)

Menurut studi PKJS-UI pada 2019 terhadap perilaku merokok pada keluarga miskin penerima dana bantuan sosial (bansos), konsumsi rokok (nilai dan kuantitas) pada keluarga dalam kategori tersebut lebih besar dibandingkan bukan penerima bansos. 

“Keluarga penerima Program Keluarga Harapan atau PKH membelanjakan Rp3.660 per kapita per minggu dan 3,5 batang (rokok) per kapita per minggu lebih tinggi dibandingkan keluarga yang bukan penerima PKH. Pada dasarnya bansos itu program dengan tujuan yang bagus tapi kurang efektif akibat perilaku merokok keluarga penerima program,” lanjut Teguh yang juga Ketua Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI ini.

Padahal, program bansos berupaya mengentaskan kemiskinan dan bantuan pendidikan serta kesehatan Ironisnya, perilaku merokok banyak ditemukan pada keluarga penerima dana bansos. 

Habiskan Pendapatan dengan Belanja Rokok

Ilustrasi Industri Rokok
Keluarga miskin habiskan pendapatan dengan beli rokok. Ilustrasi Industri Rokok

Berdasarkan wawancara mendalam kepada keluarga penerima bansos di Kota Malang dan Kabupaten Kediri, Jawa Timur, rata-rata dalam kondisi ekonomi pas-pasan. Walaupun begitu, mereka tetap menghabiskan sebagian besar pendapatan untuk belanja rokok.

“Mereka bisa belanja rokok hingga dua bungkus per hari. Sementara itu, keluarga penerima dana bantuan sosial masih belum mampu memenuhi kebutuhan pangan dan tempat tinggal yang layak karena mengabiskan anggaran buat belanja rokok,” Teguh menambahkan.

Mereka menghabiskan hampir setengah dari kebutuhan sehari-hari. Artinya, pembelian kebutuhan pangan yang bergizi untuk anak kurang maksimal. Pada akhirnya, anak bisa stunting.

Adanya penelitian harga rokok dan stunting membuktikan harga rokok masih terjangkau bagi kelompok masyarakat miskin. Rokok, lanjut Teguh, memang harus mahal jika ingin kesejahteraan masyarakat meningkat. 

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Konsumsi Rokok Bisa Menurun jika Harganya Mahal

Liputan6.com, Jakarta Semakin mahal harga rokok maka menurun pula jumlah konsumsi rokok. Kesimpulan tersebut didukung hasil studi Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI). 

“Hasil penelitian PKJS-UI terhadap 1.000 responden, sekitar 88 persen masyarakat mendukung harga rokok naik. Bahkan 80,45 persen perokok setuju jika harga rokok naik. Semakin tinggi harga rokok, jumlah konsumsi rokok akan semakin turun,” tegas Ketua PKJS-UI Aryana Satrya, sebagaimana keterangan tertulis yang diterima Health Liputan6.com, Sabtu (14/9/2019).

“Namun, sebagian besar perokok mengaku akan berhenti merokok apabila harga mencapai Rp60.000 sampai Rp70.000 per bungkus. Artinya, kenaikan cukai rokok harus signifikan (tinggi) membuat harga rokok menjadi lebih mahal.” 

Harga rokok di Indonesia sendiri masih tergolong murah. Rata-rata harga jual rokok Rp17.000 per bungkus. Belum lagi, praktik penjualan rokok dalam bentuk eceran masih dilakukan di berbagai tempat. 

Harga rokok yang murah pun membuat remaja mampu menjangkau rokok dengan mudah. Apalagi jika mereka membeli secara patungan. Berdasarkan laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan RI, prevalensi merokok remaja usia 10-18 tahun meningkat dari 7,2 persen pada 2013 menjadi 9,1 persen pada 2018.

2 dari 4 halaman

Rokok Harus Mahal

Rokok harus mahal. (iStockphoto)

Studi PKJS-UI pada 2018 berhasil mewawancarai secara mendalam keluarga penerima bantuan sosial (bansos) di Kota Malang dan Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Kategori responden dalam kondisi ekonomi yang sangat pas-pasan. 

Walaupun begitu mereka tetap menghabiskan sebagian pendapatan untuk belanja rokok hingga dua bungkus per hari. Padahal, keluarga penerima dana bansos masih belum mampu memenuhi kebutuhan pangan dan tempat tinggal yang layak.

“Karena anggaran untuk belanja rokok menghabiskan hampir setengah dari kebutuhan sehari-hari. Sekali lagi ini membuktikan, harga rokok masih terjangkau bagi kelompok masyarakat miskin. Rokok memang harus mahal jika ingin kesejahteraan masyarakat meningkat. Masyarakat sendiri banyak yang mendukung harga rokok naik,” tambah Ketua Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI Teguh Dartanto.

3 dari 4 halaman

Penyeragaman Cukai Rokok

Sejumlah batang rokok ilegal diperlihatkan petugas saat rilis rokok ilegal di Kantor Direktorat Jenderal Bea Cukai, Jakarta, Jumat (30/9). Rokok ilegal ini diproduksi oleh mesin dengan total produksi 1500 batang per menit. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Di sisi lain, masyarakat miskin dan anak di bawah umur masih punya pilihan merek rokok dengan harga lebih murah bila harga merek rokok yang biasa dikonsumsi naik. Kondisi ini terjadi akibat variasi harga rokok di Indonesia yang masih memungkinkan seseorang berpeluang untuk tetap merokok. 

“Oleh karena itu, cukai rokok juga perlu diberlakukan agar variasi harga rokok berkurang sehingga konsumsi rokok dapat dikendalikan,” lanjut Aryana.

Berdasarkan studi yang dilakukan Ketua Program Studi Magister Perencanaan Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI Vid Adrison, cukai rokok di Indonesia akan berdampak pada harga rokok yang lebih tinggi. Ini dapat menciptakan kehadiran merek baru rokok berkurang.

Peneliti juga menambahkan jika penyeragaman tarif cukai rokok dilakukan, upaya pengendalian konsumsi rokok akan lebih efektif. 

Namun, penyeragaman cukai yang tidak optimal membuat penurunan konsumsi merokok akan berjalan lambat. Kenaikan cukai rokok yang ideal semestinya meningkatkan harga rokok secara signifikan agar tidak mudah dijangkau masyarakat. Kenaikan cukai rokok juga perlu diberlakukan untuk memperkecil peluang pilihan harga rokok yang lebih murah. 

Upaya-upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang hebat serta mempercepat pembangunan SDM Indonesia yang berkualitas. 

4 dari 4 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Galang Cinta untuk Sulthan Kalahkan Tumor Ganas di Otak

Liputan6.com, Jakarta Sejak setahun lalu, tumor ganas bersemayam di otak Muhammad Sultansyah Fiqzar (14). Remaja ini mengeluhkan pusing selama tiga hari pada Juni 2018. Lalu, mata kiri Sulthan tiba-tiba mendadak juling.

Khawatir dengan kondisinya, ibunda Sulthan Meizar Nurdiana memeriksakannya ke dokter spesialis mata di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat. Hasil CT Scan menunjukkan kondisi juling yang dialami Sulthan disebabkan oleh tekanan berlebih dari tumor di kepala yang posisinya berada di dekat saraf mata Sulthan.

Remaja itu pun menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON). Tindakan pemeriksaan mulai dari MRI hingga empat kali biopsi.

Sulthan mengalami kejang-kejang pada 2 Juli 2019. Dokter pun memutuskan melakukan operasi pengangkatan tumor keesokan harinya. Namun dari operasi tersebut diketahui bahwa tumor germinoma–jenis tumor langka dan ganas–bersembunyi di pusat otak Sulthan. Operasi tersebut mengakibatkan saraf bicara Sulthan terganggu sehingga dia tak bisa berkomunikasi saat ini.

2 dari 2 halaman

Sebagian tumor masih bersarang di otak

Saat ini sebagian tumor ganas itu masih berada di otak Sulthan. (Foto: Kitabisa.com)

Lokasi tumor otak yang berada di pusat otak itu membuatnya riskan untuk diangkat secara seluruhnya. Maka saat ini sebagian tumor ganas itu masih berada di otak Sulthan. Dokter mengatakan, sisa tumor itu bisa hilang melalui radioterapi di RS Kanker Dharmais. Tapi langkah pengobatan ini juga berisiko. Sinar radioterapi memang dapat menghancurkan sel kanker, juga berisiko merusak sel-sel yang masih baik dan sehat.

Sementara ini, Sulthan menjalani terapi alternatif di sebuah klinik di kawasan Ragunan melalui pengobatan herbal. Biayanya cukup besar. Namun tentunya pengobatan ini tak ditanggung oleh BPJS. Ibunda Sulthan adalah orangtua tunggal yang berprofesi sebagai guru SD dengan dua putra.

Sahabat Liputan6.com yang memiliki kelapangan rezeki dan ingin membantu meringankan beban Ibu Meizar dalam membiayai pengobatan Sulthan dapat menyalurkan bantuan melalui Kitabisa.com di link berikut ini: https://kitabisa.com/campaign/senyumuntuksulthan.

Selain Saluran Napas, Kabut Asap Riau Bisa Picu Iritasi Mata

Liputan6.com, Jakarta Kabut asap pekat kembali melingkupi Pekanbaru, Riau pekan ini. Pada Jumat, 13 September 2019 kualitas udara di Pekanbaru berwarna ungu alias kategori berbahaya seperti dilihat di laman resmi BMKG.

Kabut asap yang pekat tentu berdampak pada kesehatan. Selain mengganggu saluran pernapasan juga berdampak ke mata seperti disampaikan dokter spesialis mata Surya Utama.

“Iritasi itu pasti, artinya membuat peradangan ringan, bisa juga berat pada mata,” kata Surya saat dihubungi Liputan6.com.

Guna meminimalisasi efek kabut asap pada mata, dokter subspesialis vitreoretina yang sehari-hari praktik di Eka Hospital Pekanbaru ini menyarankan kepada warga yang terdampak untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Jika mesti berada di luar ruangan pastikan menggunakan pelindung mata.

“Kalau berada di luar, pakai kacamata pelindung atau safety goggle untuk melindungi mata,” sarannya.

2 dari 3 halaman

Pertolongan Pertama

mata teriritasi (sumber: iStockphoto)

Bila kabut asap sampai membuat mata iritasi, pertolongan pertama yang dilakukan bisa dengan meneteskan obat tetes mata yang dijual bebas.

“Kalau sudah diberikan mata tetap merah, meradang, atau banyak keluar kotoran, penglihatan kabur, segera saja ke dokter mata,” pesannya. 

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut

Kabut Asap Melanda, Gubernur Riau Minta Puskesmas Beroperasi 24 Jam

Liputan6.com, Jakarta Masyarakat Riau yang terpapar kabut asap dapat menjalani pemeriksaan kesehatan di seluruh puskesmas tanpa dikenakan biaya. Puskesmas-puskesmas pun bakal beroperasi selama 24 jam.

Kebijakan tersebut diambil oleh Gubernur Provinsi Riau, Syamsuar, terkait kabut asap yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu belakangan.

“Satgas (satuan petugas) kesehatan juga telah melaksanakan tugasnya. Seluruh puskesmas sekarang adalah posko. Tempat mengadu seluruh masyarakat Riau yang terkena ISPA,” kata Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution di Kantor Gubernur Riau, Jumat (13/9/2019).

Edy menyatakan Syamsuar juga telah mengimbau kepala 15 kabupaten/kota di Provinsi Riau untuk melakukan kesiapsiagaan kesehatan di wilayah masing-masing. Untuk memastikan hal itu, Syamsuar memimpin rapat koordinasi pada Sabtu (14/9/2019).

“Hari ini Satgas Kesehatan mengoperasikan tiga ambulans yang siap sewaktu-waktu ditelepon nomernya 119 selama 24 jam,” tegas Edy seperti dikutip rilis dari Kementerian Kesehatan RI. 

Pengendara motor menembus kabut asap pekat yang menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Instruksi kewajiban menangani warga yang terdampak asap akibat karhutla tak hanya ditujukan bagi puskesmas saja. Dinas Kesehatan Riau juga mewajibkan rumah sakit milik pemerintah daerah dan swasta di Pekanbaru untuk melayani masyarakat terdampak karhutla. 

“Masyarakat yang terdampak dengan karhutla wajib rumah sakit tangani tanpa memungut biaya satu rupiah pun juga,” tegas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir, Jumat (13/9/2019) di di Posko Kesehatan Dinas Kesehatan Riau.

Hasto Wardoyo Ingatkan Pentingnya Rajin Membaca

Liputan6.com, Pangkalpinang – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, mengimbau ratusan mahasiswa baru STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung untuk rajin membaca.

Hasto mengatakan bahwa bonus demografi tidak ada artinya kalau individu muda seperti para mahasiswa di kampus tersebut tidak penuh dengan keterampilan dan ilmu.

“Dan, yang paling malas itu, (disuruh membaca). Maunya langsung bisa praktik, tapi disuruh membaca saja, berat,” kata Hasto Wardoyo saat memberikan kuliah umum di ruang serba guna STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung pada Kamis malam, 12 September 2019.

Padahal, lanjut Hasto, membaca itu hukumnya adalah wajib. Sambil bercanda, Hasto kemudian membuka sebuah lembaran yang berisi dua buah foto seekor monyet yang sedang beraksi sebagai topeng monyet.

“Orang yang tidak mau membaca, temannya ini,” kata Hasto Wardoyo sambil menunjuk gambar monyet. Mendengar pernyataan tersebut, seisi aula pun tertawa terbahak-bahak.

2 dari 4 halaman

Hasto Wardoyo Mengingatkan Pentingnya Membaca

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo Memberikan Kuliah Umum di STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung pada Kamis Malam, 12 September 2019.(Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

Menurut Hasto, monyet yang dipekerjakan sebagai topeng monyet bisa seperti itu karena berlatih setiap hari.

“Dia berlatih, tidak membaca. Dia cukup mengikuti saja. Dia pintar, skill-nya bagus, tapi tidak membaca,” kata Hasto.

“Maka ada larangannya. Monkey see, monkey do. Monyet melihat, monyet menirukan,” Hasto Wardoyo melanjutkan.

Namun, Hasto menekankan bahwa membaca saja tidak cukup. Setelah membaca, para mahasiswa pun harus kompeten. Untuk menjadi orang yang kompetensi, harus mengulang-ulang materi yang sudah dipahami.

“Baru setelah itu menjadi profisien. Mengerjakan sesuatu dengan efisien atau waktu yang cepat,” katanya.

3 dari 4 halaman

Membaca Hukumnya Wajib

Menjawab pertanyaan tersebut, Hasto mengatakan bahwa usia ideal untuk menikah dan melahirkan adalah 20 sampai 35. Anak yang lahir akan terhindar dari risiko stunting dan kekurangan gizi (Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Oleh sebab itu, Hasto Wardoyo mengingatkan lagi pentingnya membaca. Apalagi para mahasiswa yang datang ke kuliah umum tersebut mayoritas berasal dari program studi pendidikan guru.

“Dilarang kalau ingin belajar sesuatu tanpa membaca,” kata Hasto.

“Adik-adik kalau ingin ceramah yang sukses, harus membaca. Membaca membuat komunikasi menjadi bagus. Kan ada yang bilang bahwa kesuksesan seseorang bagaimana dia pandai berkomunikasi. Untuk itu, baca,” ujarnya.

4 dari 4 halaman

Video Menarik Terkait Kepala BKKBN Hasto Wardoyo

Jungkir Balik Hasto Wardoyo Bisa Menolong Persalinan 64.900 Kali

Liputan6.com, Pangkalpinang – Sebelum mengemban tugas sebagai Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo merupakan seorang Bupati Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta yang juga berprofesi sebagai dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Hasto, mengatakan, kalau dihitung-hitung sejak 1995 sampai 2019, dirinya sudah menolong persalinan sebanyak 64.900 kali.

Mendengar angka sebesar itu, ratusan mahasiswa dan mahasiswi baru STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung yang hadir dalam kuliah umum dengan tema Peran Generasi Milenial Memanfaatkan Peluang Bonus Demografi pada Kamis, 12 September 2019, memberikan tepuk tangan meriah kepada pria berkacamata itu.

Namun, siapa sangka jika Hasto harus melewati banyak ‘rintangan’ sampai akhirnya bisa melakukan pekerjaan tersebut dengan baik. Siapa yang mengira bahwa seorang Hasto Wardoyo muda harus melawan rasa takut dan juga cemas.

“Saya waktu jadi dokter kebidanan itu, pertama kali menolong persalinan, jahit, jalan lahir digunting lalu jahit lagi bisa setengah jam. Lama sekali,” kata Hasto.

“Sampai-sampai darahnya itu sudah kering, saya belum selesai juga. Ditambah pula keringat saya sejagung-jagung keluar semua,” Hasto Wardoyo menambahkan.

Bahkan, saat pasien teriak kesakitan, Hasto pun refleks ikut menjerit saking takut dan panik.

2 dari 4 halaman

Proses Pembelajaran Seorang Hasto Wardoyo

Sebelum menjadi Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo masih aktif menjadi dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Total lebih dari 64.000 kali persalinan sudah dia kerjakan (Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Pelan-pelan Hasto menyadari bahwa itu merupakan proses pembelajaran. Dan, untuk melewati tahap demi tahap tersebut membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

“Adik-adik, kalau belajar itu harus dimulai dari aquisisi, baru kemudian kompeten. Namun, kompeten saja tidak cukup, meski ada orang yang bilang ‘Jadilah orang yang kompeten’,” kata Hasto.

Menurut pria kelahiran Kulonnprogo 30 Juli 1964 ini, kompeten bagi seorang dokter tidak cukup. Orang-orang yang berprofesi seperti dirinya harus juga profisien.

“Profisien itu beda dengan kompeten,” katanya.

“Kalau kompeten bisa melakukan sesuai protap (prosedur tetap). Tetapi profisien, bisa melakukan sesuai protap tetapi juga cepat,” ujar Hasto menambahkan.

Seperti itu tahapan penguasaan ilmu dan keterampilan yang selalu dipegang Hasto Wardoyo, yaitu aquisisi (membaca), kompetensi (berlatih), dan profisiensi (berulang-ulang mengerjakan sesuatu).

3 dari 4 halaman

Cerita Hasto Wardoyo Saat Menjadi Bupati Kulonprogo

Hasto Wardoyo mengatakan bahwa mahasiswa tidak boleh malas membaca. Selain itu, jangan lupa pula untuk berlatih dan mengulang-ulang yang telah dipelajari itu (Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Lebih lanjut Hasto menceritakan pengalamannya menjadi Bupati Kulonprogo. Enam bulan pertama menyandang status bupati, Hasto mengaku bisa melakukan semua pekerjaan sesuai protap seperti membuat rancangan peraturan daerah (perda), membuat rancangan peraturan gubernur (pergub), kemudian sidang paripurna. Akan tetapi Hasto masih lambat dalam mengerjakan semua itu.

“Karena baru enam bulan. Saya menganggap diri saya baru kompeten, tapi belum profisien,” ujarnya.

Namun, ketika pekerjaan itu dilakukan berulang-ulang, Hasto merasa berada di titik profisien. “Itu pun setelah dua sampai tiga tahun menjadi bupati,” katanya.

Pun ketika Hasto sedang menjadi dokter yang siap menolong nyawa orang lain. Dia harus melewati semua proses itu, sampai akhirnya dia bisa mengerjakan semuanya ‘sambil tutup mata’.

“Jadi, kalau saya jahit, sekarang meram saja bisa. Artinya, karena itu hal biasa, bukan karena saya hebat,” katanya.

“Oleh karena itu, kalau kalian belajar, harus melalui tahapan ini. Aquisisi dulu, kompetensi, baru profisiensi,” Hasto Wardoyo menekankan.

4 dari 4 halaman

Simak Video Menarik Terkait Kepala BKKBN Hasto Wardoyo

Diabetes dan 4 Faktor Lain yang Tingkatkan Risiko Kena Glaukoma

Liputan6.com, Jakarta Kakak Thareq Kemal Habibie, Ilham Habibie mengungkapkan alasan sang adik menggunakan penutup mata sebelah karena glaukoma. Penyakit ini menyerang mata tepatnya bagian retina karena riwayat penyakit gula yang diderita Thareq sebelumnya.

Diabetes atau lazim disebut masyarakat dengan penyakit gula memang bisa berdampak ke mata. Salah satunya menyebabkan orang itu terkena glaukoma, juga katarak dan retinopati seperti mengutip WebMD.

Namun, diabetes bukan faktor risiko melainkan faktor pemberat seseorang terkena glaukoma seperti disampaikan dokter spesialis mata konsultan Astrianda Suryono.

“Kalau dia punya diabetes, bersama dengan faktor risiko lain, risikonya (terkena glaukoma) lebih tinggi,” kata dokter yang karib disapa Tria kepada Liputan6.com beberapa waktu silam.

Selain diabetes, berikut beberapa faktor yang bisa meningkatkan seseorang terkena glaukoma:

1. Genetik

Faktor genetik memiliki peran dalam glaukoma primer. Tria mengatakan jika ada keluarga yang pernah buta karena glaukoma, ada kemungkinan mereka mewariskan gen tersebut pada keturunannya.

“Keturunannya mesti hati-hati,” kata Tria.

2. Usia

Pada glaukoma primer, faktor usia juga menyebabkan hal tersebut. Maka dari itu, Tria menyarankan masyarakat untuk melakukan skrining atau pemeriksaan glaukoma secara teratur. Khususnya, jika sudah memasuki usia 60-an.

“Literatur terbaru mengatakan bahwa sebaiknya dari usia 40 sudah diskrining apabila keluarganya ada yang terkena glaukoma.”

2 dari 3 halaman

Memakai Kacamata

Glaukoma adalah salah satu penyebab utama kebutaan di dunia. (Foto: Pixabay)

3. Pemakaian kacamata

Dokter yang sehari-hari praktik di RS Cipto Mangunkusumo Kirana ini mengatakan, mereka yang memiliki kondisi mata miopi atau hipermetropi tinggi diminta untuk berhati-hati. Apalagi jika dia sudah menggunakan kacamata yang ukurannya sangat tinggi.

4. Obat-obatan tertentu

Penggunaan obat-obatan tertentu juga dianggap bisa menambah faktor risiko terkena glaukoma. Khususnya glaukoma sekunder. Selain itu, trauma tertentu juga bisa meningkatkan risiko terkena kondisi mata tersebut.

3 dari 3 halaman

Saksikan Juga Video Menarik Berikut

Mengenal Glaukoma, Kondisi yang Membuat Thareq Habibie Kenakan Penutup Mata

Liputan6.com, Jakarta Glaukoma disebut sebagai penyebab putra kedua BJ Habibie mengenakan penutup mata sebelah kanan. Hal itu dikonfirmasi oleh kakak kandung Thareq Habibie, Ilham, mengutip laman Antara.

“Penyakitnya retina, kalau kornea bukan penyakitnya Thareq, kalau kita pakai bahasa kekinian itu adalah hoaks, tidak mungkin (menyembuhkan kerusakan retina dengan cara donor), mngkin dengan cara yang lain, dan itu belum ditemukan,” kata Ilham sekaligus menepis kabar almarhum ayahnya mendonorkan kornea bagi sang adik.

Menurut Ilham, glaukoma yang dialami Thareq Habibie akibat diabetes yang ditanggungnya sejak bertahun-tahun.

Glaukoma disebut sebagai penyebab kebutaan nomor dua di dunia setelah katarak. Ini karena pasien glaukoma mengalami kerusakan pusat saraf optik. Kondisi tersebut secara perlahan mengurangi daya indera penglihatan hingga akhirnya membuat seseorang mengalami kebutaan.

2 dari 2 halaman

Dua jenis glaukoma

Mengutip laman WebMD, glaukoma kerap dikaitkan dengan meningkatnya tekanan di dalam mata. Sementara menurut dr Karunia Ramadhan dari Klikdokter, meningkatnya tekanan di dalam bola mata ini disebabkan oleh ketidakseimbangan antara produksi dan pembuangan cairan dalam bola mata. Sehingga merusak jaringan-jaringan saraf halus di retina dan di belakang bola mata.

Dia melanjutkan, gejala glaukoma terbagi atas glaukoma sudut terbuka dan glaukoma sudut tertutup. Pada penderita glaukoma akut akan merasakan gejala seperti terlihat pandangan seperti pelangi, pandangan menurun mendadak, sakit kepala, mual, dan muntah.

Ramadhan menambahkan, salah satu penyebab glaukoma bisa karena faktor genetik. “Seseorang dengan riwayat keluarga memiliki glaukoma, cenderung memiliki risiko menderita penyakit ini lebih besar dibandingkan orang yang tidak memiliki riwayat glaukoma dalam keluarga.”

Faktor lainnya adalah semakin senja usia. Ia melanjutkan, usia 40 ke atas dan penderita yang berkacamata baik miopia atau hipermetropia juga berisiko. Begitu pula mereka yang memiliki riwayat penyakit diabetes melitus, hipertensi, sering migrain, pernah mengalami kecelakaan pada kepala dan operasi mata. Juga mengonsumsi obat-obatan steroid dalam waktu lama.

Glaukoma, Penyebab Kebutaan Kedua di Dunia

Liputan6.com, Jakarta Teka-teki penyebab Thareq Kemal Habibie menggunakan penutup mata sebelah terungkap. Putra kedua alhmarhum BJ Habibie ini mengenakan penutup mata karena penyakit glaukoma.

Menurut penuturan kakak, Ilham Habibie, sang adik terkena penyakit glaukoma yang merusak retina mata. Kondisi ini terjadi karena diabetes bertahun-tahun sebelumnya. Hingga saat ini belum ada pengobatan untuk kasus ini.

“Itu tidak bisa digantikan, dengan teknologi hari ini tidak bisa, sekali rusak selalu rusak, belum ada metode pengobatannya,” kata Ilham di Jakarta, Jumat (3/9/2019) seperti dilansir Antara.

Apa itu glaukoma?

Glaukoma adalah penyakit pada mata berupa penurunan lapang pandang karena ada peningkatkan tekanan pada bola mata. Kondisi ini menyebabkan kerusakan pada saraf mata dan mengakibatkan kebutaan seperti disampaikan dokter Karunia Ramadhan dari Klikdokter.

Peningkatan tekanan di dalam bola mata terjadi karena ketidakseimbangan antara produksi dan pembuangan cairan di bola mata. Sehingga merusak jaringan-jaringan saraf halus yang ada di retina dan belakang bola mata.

2 dari 3 halaman

Glaukoma Penyebab Kebutaan Kedua di Dunia

Penyakit Mata Glaukoma (sumber: iStockphoto)

Menurut laman resmi WHO, glaukoma merupakan penyebab kebutaan kedua di dunia sesudah katarak.

Ketika sudah terkena glaukoma memang tidak bisa disembuhkan seperti disampaikan dokter spesialis mata Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Kirana, Astrianda Suryono.

Kebutaan akibat katarak bisa dioperasi selama tidak ada kelainan saraf. Sementara, glaukoma merusak saraf mata sehingga kebutaan akibat masalah tersebut tidak bisa disembuhkan.

“Kecuali suatu hari kita bisa mengubah gen-nya atau terapi genetika sehingga gen-nya hilang sehingga bisa mengobati kerusakan pada saraf mata, maka itu mungkin bisa. Sekarang belum ada arah ke situ,” kata Tria kepada Liputan6.com beberapa waktu lalu.

3 dari 3 halaman

Pencegahan

Kondisi glaukoma bisa terjadi secara genetik atau karena obat-obatan tertentu. Maka dari itu, pencegahan dengan mengetahui faktor risiko dan skrining haruslah dilakukan.

Menurut Tria, ada kondisi-kondisi tertentu seperti glaukoma kongenital yang sulit untuk dicegah. Walaupun begitu, pada orang dewasa, dengan mengetahui faktor risiko seperti riwayat keluarga bisa sangat membantu mencegah glaukoma primer.

“Mengetahui kalau misalnya ada riwayat keluarga, kakek nenek atau yang berhubungan darah memiliki glaukoma bisa dicegah dengan pemeriksaan rutin kalau umur sudah di atas 40,” kata Tria.

Tria merekomendasikan seseorang untuk memeriksakan mata dua tahun sekali jika berusia lebih muda. Sementara, di usia yang sudah semakin tua, pemeriksaan bisa dilakukan satu tahun sekali. Hal ini untuk memastikan apakah kita memiliki faktor risiko glaukoma atau tidak meskipun ada keluarga yang terkena kondisi tersebut.

5 Macam Penyakit Retina Seperti yang Dialami Thareq Habibie

Liputan6.com, Jakarta Tampil dengan mengenakan penutup mata atau eyepatch sebelah kanan, Thareq Habibie mencuri perhatian kala mengumumkan ayahnya, BJ Habibie, berpulang, pada Rabu, 11 September 2019. Selama beberapa hari warganet bertanya-tanya apa yang menyebabkan Thareq memakai eyepatch seperti tokoh Nick Fury di film Avengers.

Rasa penasaran warganet terjawab ketika kakak Thareq, Ilham Habibie, menjelaskan bahwa adiknya itu menderita penyakit retina mata yang disebut dengan glaukoma.

Melansir laman Mayoclinic, penyakit retina mata atau retinal disease sangatlah bervariasi. Namun, sebagian besar menyebabkan simtom visual.

Penyakit retina bisa memengaruhi bagian mana pun dari retina, jaringan selaput tipis di dalam dinding belakang mata. Retina mengandung jutaan sel yang sensitif terhadap cahaya serta sel saraf lain yang menerima dan mengatur informasi visual. Retina mengirim informasi ini ke otak melalui saraf optik yang membuat seseorang mampu melihat.

Sebagian besar dari penyakit retina mata memiliki tanda atau gejala yang sama, seperti:

  • Melihat bintik atau gambaran serupa sarang laba-laba yang mengambang
  • Penglihatan kabur atau distorsi (garis lurus tampak bergelombang)
  • Kelemahan pada daya lihat samping
  • Kehilangan penglihatan
2 dari 2 halaman

5 Penyakit Retina

Ilustrasi mata. Sumber foto: pixabay.com/CC0 Creative Commons.

Mengutip laman icarespecialists, ada lima penyakit retina yang cukup serius yang bisa dialami seseorang, yakni:

Floaters

Bila Anda merasakan ada titik-titik mengambang di penglihatan maka artinya mengalami floaters. Kondisi ini bisa disebabkan oeh usia lanjut. Tapi hal itu juga bisa dialami oleh mereka yang menderita rabun dekat yang cukup parah.

Floaters juga bisa disebabkan oleh retina yang sobek. Bila sobekannya tak diperbaiki, hal itu bisa menyebabkan lepasnya retina. Ini karena cairan yang berkumpul di belakang retina, menyebabkannya terlepas dari mata.

Degenerasi makular

Degenerasi makular merupakan kondisi terkait usia lanjut yang menyebabkan hilangnya penglihatan. Kondisi ini umum dialami mereka yang berusia 55 tahun ke atas.

Penyakit mata akibat diabetes

Mereka yang memiliki diabetes lebih rentan mengalami kerusakan retina. Tandanya berupa penglihatan kabur, penglihatan ganda, floaters atau titik hitam, sensasi tekanan atau nyeri pada salah satu atau kedua mata. Selain itu, diabetesi juga mengembangkan risiko terkena glaukoma dan katarak.

Terlepasnya retina

Seperti telah disebut sebelumnya, terlepasnya retina bisa terjadi ketika terlalu banyak cairan berkumpul di belakang retina. Risiko ini semakin meningkat pada individu yang mengalami hal berikut:

– Rabun dekat ekstrem

– Pernah mengalami retina lepas di salah satu mata

– Faktor keturunan

– Pernah menjalani operasi katarak

– Adanya gangguan mata lain

– Cedera mata

Retinitis pigmentosa

Ini adalah kondisi genetika yang menyebabkan penurunan kemampuan retina. Kehilangan penglihatan secaraa bertahap terjadi karena matinya saraf mata. Sindrom Usher, sindrom Bardet-Biedel, penyakit Refsum, dan penyakit rod-cone adalah beberapa contoh yang bisa diklasifikasikan daam retinitis pigmentosa.

Jadi, sebaiknya segera periksakan ke dokter ketika Anda merasakan perubahan pada indera penglihatan. Pemeriksaan sedini mungkin bisa mencegah masalah mata berkembang menjadi penyakit serius.

Glaukoma Jadi Penyebab Thareq Kemal Habibie Menggunakan Penutup Mata

Liputan6.com, Jakarta Thareq Kemal Habibie mendadak jadi sorotan publik karena penampilannya. Ia memakai penutup mata saat memberikan pernyataan resmi usai sang ayah, Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie, meninggal dunia.

Beragam kabar pun berembus, termasuk pesan berantai yang menyebutkan BJ Habibie mendonorkan kornea mata untuk putra bungsunya itu. Namun kabar tersebut langsung dibantah putra pertama BJ Habibie, Ilham Habibie. Dia menegaskan, informasi itu hoaks.

“Penyakitnya retina, kalau kornea bukan penyakitnya Thareq, kalau kita pakai bahasa kekinian itu adalah hoaks, tidak mungkin (menyembuhkan kerusakan retina mata dengan cara donor), mungkin dengan cara yang lain, dan itu belum ditemukan,” kata Ilham Habibie di Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Seperti dilansir Antara, penyakit yang diderita Thareq Kemal Habibie bernama glaukoma, yakni penyakit yang merusak bagian retina mata. Menurut Ilham, belum ada teknologi yang mampu memulihkan mata adiknya.

2 dari 3 halaman

Belum Bisa Disembuhkan

Menurut Ilham, apa yang dialami adiknya belum bisa disembuhkan secara medis. “Itu tidak bisa digantikan, dengan teknologi hari ini tidak bisa, sekali rusak selalu rusak, belum ada metode pengobatannya.”

Ilham menambahkan, penyakit yang diderita Thareq Kemal Habibie berbeda dengan kerusakan mata di bagian kornea. Kerusakan mata pada kornea masih mungkin disembuhkan dengan metode pengobatan saat ini.

Sementara Thareq menderita glaukoma akibat penyakit gula yang sudah ditanggung selama bertahun-tahun.

“Biarpun ya ceritanya indah didengar tapi secara teknis itu tidak bisa dan tidak pernah terjadi kalau kita pakai bahasa, mungkin tidak bisa ditolong,” ujarnya.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

FOTO: Kepala BKKBN Hasto Wardoyo Imbau Mahasiswa untuk Gemar Membaca

2 dari 7 halaman

Berbagi Pengalaman Sebelum Menjabat Sebagai Kepala BKKBN

Hasto Wardoyo berbagi cerita serta pengalamannya sebelum akhirnya menjabat sebagai Kepala BKKBN. Sebelumnya, Hasto adalah seorang Bupati Kulon Progo, dan juga seorang dokter spesialis kebidanan dan kandungan (Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

3 dari 7 halaman

Menyinggung Soal Bonus Demografi 2035

Tak lupa, Hasto pun mengingatkan perihal bonus demografi yang terjadi pada 2035. Dia berharap, bonus demografi menciptakan SDM berkualitas baik. (Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

4 dari 7 halaman

Antusiasme Mahasiswa dan Mahasiswi Baru STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung

Meski malam sudah larut, mahasiswa dan mahasiswi baru STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung terlihat sangat antusias mengikuti kuliah umum Kepala BKKBN Hasto Wardoyo (Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

5 dari 7 halaman

Hasto Mengingatkan Pentingnya Menumbuhkan Kebiasaan Membaca

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengimbau mahasiswa STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung menumbuhkan kebiasaan membaca. Dan menyeimbangkan antara soft-skills dan hard-skills (Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

6 dari 7 halaman

Mahasiswa Bertanya tentang Bahaya Melahirkan di Usia Dini

Iqbal Setiawan, Mahasiswa Baru Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung disebut Hasto sebagai calon suami yang baik karena berani bertanya soal bahaya melahirkan di usia terlalu muda (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

7 dari 7 halaman

Usia Ideal untuk Menikah

Menjawab pertanyaan tersebut, Hasto mengatakan bahwa usia ideal untuk menikah dan melahirkan adalah 20 sampai 35. Anak yang lahir akan terhindar dari risiko stunting dan kekurangan gizi (Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Jelang Bonus Demografi, Saatnya Pemerintah Cari Cara Kurangi Angka Pengangguran

Liputan6.com, Pangkalpinang – Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Hadi Prabowo, mengatakan, dengan adanya prediksi bonus demografi secara otomatis pemerintah harus menjadikannya peluang mencari cara mengurangi angka pengangguran di Indonesia.

“Otomatis pemerintah harus juga menciptakan kesempatan kerja seluas-luasnya, meningkatkan kualitas tenaga kerja, meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja, dan peningkatan investasi, serta peningkatan sistem informal,” kata Hadi.

Tidak lupa pula meningkatkan penguatan keluarga guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mempunyai daya saing yang tinggi.

“Jadi, ada sinkronisasi dan sinergitas di dalam pembangunan per sektor,” katanya melanjutkan.

Dalam Sarahsehan Nasional Pembangunan Berwawasan Kependudukan di The Gale-Gale Ballroom, Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Jumat, 13 September 2019, Hadi menyinggung perihal angka kemiskinan dan pengangguran yang mengalami penurunan.

“Kalau kita lihat di dalam empat periode di pemerintah yang lalu, kemiskinan di 2018 telah turun dibanding 2017,” kata Hadi.

“Pada 2017, angka kemiskinan masih ada di angka 10,12 persen. Di 2018, telah turun satu digit menjadi 9,16 persen,” Hadi melanjutkan.

2 dari 2 halaman

Pertumbuhan Sisi Ekonomi

Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Hadi Prabowo menggantikan Mendagri Tjahjo Kumolo menghadiri Sarahsehan Nasional Pembangunan Berwawasan Kependudukan di The Gale-Gale Ballroom, Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat, 13 September 2019 (Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Demikian pula dari sisi pertumbuhan ekonomi. Menurut dia, ini juga menunjukkan kestabilan, baik di dalam konsumsi rumah tangga, maupun konsumsi pemerintah, dan juga peningkatan investasi sehingga pada 2017 mencapai angka 5,07 persen, sementara di 2018 mencapai 5,17 persen.

Begitu pun pola angka pengangguran. Bila pada 2017 masih di angka 5,70 persen, di 2018 turun di kisaran 5,34 persen atau menurut Hadi setara dengan 25,67 juta masih kekurangan tenaga kerja atau lapangan kerja.

“Dari bulan Februari di 2018, pengangguran ada kurang lebih 5,13 persen. Dan Februari 2019 menjadi 5,01,” katanya.

Glukoma Jadi Penyebab Thareq Kemal Habibie Menggunakan Penutup Mata

Liputan6.com, Jakarta Thareq Kemal Habibie mendadak jadi sorotan publik karena penampilannya. Ia memakai penutup mata saat memberikan pernyataan resmi usai sang ayah, Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie, meninggal dunia.

Beragam kabar pun berembus, termasuk pesan berantai yang menyebutkan BJ Habibie mendonorkan kornea mata untuk putra bungsunya itu. Namun kabar tersebut langsung dibantah putra pertama BJ Habibie, Ilham Habibie. Dia menegaskan, informasi itu hoaks.

“Penyakitnya retina, kalau kornea bukan penyakitnya Thareq, kalau kita pakai bahasa kekinian itu adalah hoaks, tidak mungkin (menyembuhkan kerusakan retina mata dengan cara donor), mungkin dengan cara yang lain, dan itu belum di temukan,” kata Ilham Habibie di Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Seperti dilansir Antara, penyakit yang diderita Thareq Kemal Habibie bernama glaukoma, yakni penyakit yang merusak bagian retina mata. Menurut Ilham, belum ada teknologi yang mampu memulihkan mata adiknya.

2 dari 3 halaman

Belum Bisa Disembuhkan

Menurut Ilham, apa yang dialami adiknya belum bisa disembuhkan secara medis. “Itu tidak bisa digantikan, dengan teknologi hari ini tidak bisa, sekali rusak selalu rusak, belum ada metode pengobatannya.”

Ilham menambahkan, penyakit yang diderita Thareq Kemal Habibie berbeda dengan kerusakan mata di bagian kornea. Kerusakan mata pada kornea masih mungkin disembuhkan dengan metode pengobatan saat ini.

Sementara Thareq menderita glaukoma akibat penyakit gula yang sudah ditanggung selama bertahun-tahun.

“Biarpun ya ceritanya indah didengar tapi secara teknis itu tidak bisa dan tidak pernah terjadi kalau kita pakai bahasa, mungkin tidak bisa ditolong,” ujarnya.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Bonus Demografi Bagi Gubernur Bangka Belitung Sebuah Tantangan

Liputan6.com, Pangkalpinang – Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, tidak mau terbuai dengan bonus demografi yang belum tentu bisa didapatkan.

Menurut Erzal, kalau penduduk Bangka Belitung sudah merasakan mendapatkan bonus demografi padahal belum tentu, itu bisa berbahaya.

“Pola pikir kita sudah beranggapan ini bonus. Jangan. Jangan menganggap bonus itu sudah kita dapatkan,” kata Erzal di acara Sarasehan Nasional Pembangunan Berawasan Kependudukan di Gale-Gale Ballroom, Pangkalpinang pada Jumat, 13 September 2019.

Bonus demografi selama ini selalu dianggap menguntungkan karena besarnya jumlah penduduk Indonesia dengan usia produktif. Namun, bagi Erzal ini justru merupakan sebuah tantangan.

“Bonus demografi di mana jumlah penduduk aktif kita besar. Itu harus kita manfaatkan mendapatkan bonus. Kalau tidak kita dapatkan, bencana malah. Hati-hati,” ujarnya.

2 dari 2 halaman

Pembangunan Berfokus pada Keluarga

Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, pembangunan jangan hanya berfokus pada infrastruktur semata, tapi orang yang memanfaatkan hasil dari pembangunan ini juga harus dibangun (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

Pada Sarasehan yang merupakan kerjasama antara pemerintah provinsi Bangka Belitung dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Erzal berharap agar pembangunan atau rencana penganggaran di negara ini berfokus juga pada keluarga.

Erzal mengatakan bahwa keluarga merupakan suatu kekuatan yang sangat mendasar. Kalau keluarga kuat, negara pun akan kuat.

“Kalau sekarang masih setengah-setengah. Masih terlalu berpikir kepada anggaran misalnya pada kebendaan seperti jalan, infrastruktur,” katanya.

“Sebetulnya, orang yang memanfaatkan hasil dari pembangunan ini juga harus dibangun. Apalah artinya pembangunan, tetapi masyarakatnya tidak merasa terbangunkan,” ujarnya.

Ukuran Dildo Idaman Wanita

Liputan6.com, Jakarta Menurut survei terbaru yang dilakukan oleh penyedia mainan seks daring Lovehoney, ukuran dildo yang disukai wanita adalah 15,24 cm, sedikit di atas ukuran penis rata-rata 13,2 cm. Survei juga menunjukkan, pengguna dildo merasa tidak puas dengan dildo yang kurang dari 12,7 cm.

Yang paling menarik, dildo berukuran lebih besar menjadi idaman wanita. Lebih dari 15 persen konsumen memilih dildo berukuran lebih dari 25,4 cm.

“Secara mengejutkan 61,2 persen pelanggan Lovehoney laki-laki yang membeli dildo. Lalu 10 persen dildo dibeli wanita. Meski begitu. kami tidak yakin, apakah dildo untuk digunakan sendiri atau untuk pasangan mereka,” tulis pihak Lovehoney dalam laporan survei, dilansir Men’s Health, Jumat (13/9/2019).

Ada fitur terpenting yang dilihat konsumen dalam memilih dildo. Jajak pendapat menemukan, 36,9 persen responden mencari dildo dari sisi ketebalan, 32,5 persen melihat ukuran panjang dildo.

2 dari 3 halaman

Fungsi Kendali Jarak Jauh

Mainan seks dengan fungsi kendali jarak jauh.

Konsumen yang memilih dildo pun melihat teknologi canggih yang ditawarkan. Sebanyak 22,8 persen konsumen cerdas melihat dari aspek teknologi.

“Mereka lebih memilih dildo dengan fungsi kendali jarak jauh,” tulis laporan survei Lovehoney.

Dildo, yang merupakan mainan seks menjadi pelengkap menyenangkan beraktivitas seksual. 

Dari Penelitian berjudul A cross-sectional survey of sex toy use, characteristics of sex toy use hygiene behaviours, and vulvovaginal health outcomes in Canada, yang diterbitkan University of Toronto Press pada 3 Desember 2017, sebanyak 52,3 persen wanita menggunakan mainan seks seumur hidup mereka.

Di antara persentase tersebut, wanita menggunakan mainan seks (24,7 persen) sekali seminggu. Kemudian sekitar seperempat dari sampel menggunakan mainan seks sekali sebulan, lebih atau kurang dari sekali sebulan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Dipotong Istri, Penis Pria Ini Dibawa Petugas Medis dengan Es

Liputan6.com, Jakarta Penis James Frabutt putus setelah dipotong oleh istrinya, Victoria. Kejadian itu membuat kepolisian di North Carolina, Amerika Serikat menangkap perempuan 65 tahun tersebut.

Ketika para petugas datang ke rumah mereka pada Selasa lalu, polisi segera menangkap wanita itu dan mencoba menyelamatkan James. Pria 65 tahun itu segera dibawa ke Vidant Medical Center.

Dikutip dari Washington Post pada Jumat (13/9/2019) ketika para petugas medis menemukan potongan penis James, mereka segera meletakannya di dalam es dan berharap bagian itu bisa disambung kembali.

Tidak jelas, motif Victoria memotong penis suaminya sendiri. Namun, WITN melaporkan hal itu dikarenakan adanya kemungkinan perselingkuhan.

“Itu akan menjadi bagian dari pesan karena telah berdosa dengan melawan Tuhan dan pencabulan,” kata wanita itu dalam sebuah panggilan darurat pada 911.

Bisakah Disambung Lagi?

Penis
Ilustrasi penis (iStockphoto)

Richard Redett, profesor bedah plastik dan rekonstruksi di Johns Hopkins Amerika Serikat mengatakan bahwa ketika penis pria dilepas dalam kondisi non-medis, waktu menjadi sangat penting.

“Semakin cepat Anda mendapatkannya kembali dan membangun kembali suplai darah, semakin baik,” kata Redett.

Setidaknya, waktu maksimal sebuah organ akan mati adalah enam hingga 12 jam. Jay Sandlow, urologis dari Medical College of Wisconsin Health Network mengatakan bahwa sesungguhnya cara terbaik untuk mengawetkan penis terbaik bukanlah dengan memasukkan dengan es. Hal tersebut hanya membuat organ menjadi dingin dan memperlambat proses pembusukan.

“Bungkus organ dalam kasa yang dibasahi air asin,” kata Sandlow.

Menurutnya garam bisa membentuk jaringan tetap lembab.

Belum diketahui bagaimana kondisi lanjutan dari James. Namun, jika penisnya tak bisa disatukan kembali, ada beberapa prosedur untuk menggantikan alat kelaminnya.

Redett mengatakan, beberapa cara itu adalah dengan membentuk saluran untuk buang air kecil atau rekonstruksi penis yang kompleks namun dengan beberapa fungsi yang taka akan sama dengan organ asli.

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓

Cinta Sejati Akan Hadir Ketika Berhenti Mencari, Benar Begitu?

Liputan6.com, Jakarta Ada orang yang mudah menemukan cinta tapi tidak sedikit yang perlu perjuangan bertahun-tahun. Namun, ketika sudah tidak lagi mencari malah banyak yang bertemu dengan cinta sejatinya. Lalu, perlukah berhenti mencari cinta sejati?

Sayangnya, mengandalkan keberuntungan dari semesta mungkin bukan cara yang paling efektif untuk mencapai tujuan apa pun dalam hidup, termasuk bertemu seseorang yang dicinta. Jika Anda ingin menemukan cinta, tidak mencarinya malah bisa menjadi masalah.

“Saya tidak mengatakan bahwa menemukan cinta dengan cara ini tidak bisa terjadi. Tetapi jika kamu berharap mendapatkan pekerjaan, apakah kamu berhenti mencarinya? Dan berharap itu akan datang dengan sendirinya?” ucap pakar hubungan dan kencan, Anita Chlipala seperti dikutip Elite Daily, Jumat (13/9/2019).

Jika Anda berkencan untuk tujuan yang lebih serius atau menikah, Chlipala menyarankan untuk sangat berhati-hati dan fokus terhadap hal tersebut. Pernikahan adalah salah satu keputusan paling penting dalam hidup Anda.

Pakar hubungan asal New York, Susan Winter, juga setuju bahwa perlu usaha untuk bertemu dia yang dicinta. Namun, perlu digarisbawahi adalah untuk bisa bertemu seseorang yang dicintai tidak perlu terlalu panik, putus asa atau begitu membutuhkan kasih sayang. 

“Pada saat-saat ketika kita menjadi diri sendiri, nyaman dengan diri kita, dan menjalankan kesibukan kita sehari-hari, kita menjadi lebih alami dan apa adanya. Dan itu adalah saat orang yang tepat untuk muncul,” ucap Winter.

2 dari 3 halaman

Penting untuk Terbuka dan Terobsesi

ilustrasi jatu cinta/Photo by Hean Prinsloo on Unsplash

Ketika seseorang begitu terobsesi mencari cinta sejati, energinya hanya disibukkan oleh itu saja. Namun, ketika fokus pada pengembangan diri, dia akan menjadi sosok yang terbuka.

“Orang yang berhenti mencari cinta karena berfokus pada pertumbuhan pribadi bisa lebih produktif dibandingkan dengan orang yang sibuk mencari pasangan untuk melengkapi dirinya,” ucap Trina Leckie, penyiar podcast hubungan, BOOST.

Saat fokus pada diri sendiri inilah biasanya akan diketahui sosok seperti apa yang sebenarnya dicari. “Meluangkan waktu untuk merenungkan apa yang benar-benar Anda inginkan dari seseorang atau dalam suatu hubungan, dan fokus pada perkembangan diri Anda adalah ide yang baik,” ucap Leckie.

Pada akhirnya, menemukan pasangan yang baik tidak selalu terjadi tepat ketika menginginkan. Bagi Anda yang merasa lelah dengan percintaan, tidak ada salahnya meluangkan waktu untuk diri sendiri. Sambil mengingat bahwa bersikap santai, terbuka, dan apa adanya adalah cara terbaik untuk mencari pasangan yang tepat.

Penulis: Diviya Agatha

3 dari 3 halaman

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini