Stres Melanda, Jantung hingga Organ Reproduksi Terkena Efeknya

Liputan6.com, Jakarta Setiap manusia pasti pernah stres dalam beragam level. Mungkin ada yang beberapa jam kemudian sudah hilang tapi ada juga yang sampai berhari-hari.

Saat stres melanda, Anda perlu juga tahu apa yang terjadi pada tubuh. Dokter spesialis kesehatan jiwa Albert Maramis dari RS Mitra Keluarga memaparkan dampak stres pada organ tubuh yakni:

1. Otak dan saraf

Dimulai dari otak dan saraf, stres dapat menyebabkan sakit kepala, putus asa, kelelahan, sedih, cemas, marah, sulit konsentrasi, gangguan memori, gangguan tidur, dan gangguan jiwa (panik, depresi, dll). Jika stres sudah menganggu sebaiknya segera konsultasikan dengan ahlinya.

2. Jantung

Pada jantung, stres menyebabkan tekanan darah meningkat, berdebar, risiko kolesterol tinggi dan serangan jantung meningkat seperti disampaikan Albert dalam dalam talkshow gathering RS Mitra Keluarga pada Rabu, 10 Juli 2019 di Jakarta.

2 dari 3 halaman

3. Lambung

ilustrasi asam lambung (Sumber: istockphoto)

Mual, nyeri lambung, nyeri ulu hari, peningkatan berat badan, nafsu makan menurun atau meningkat adalah gejala yang disebabkan oleh stres berlebihan.

4. Pankreas

Stres yang berlangsung lama dapat menyebabkan risiko diabetes meningkat karena nafsu makan yang meningkat dan pola makan yang tidak sehat ketika stres.

5. Usus

Stres dapat mnyebabkan asalah diare, konstipasi, dan masalah pencernaan lain. Tak heran ya jika Anda sedang stres jadi kerap muncul masalah pencernaan. 

3 dari 3 halaman

6. Organ Reproduksi

Organ intim pria (Ilustrasi)

Pada perempuan, menstruasi menjadi tidak teratur dan nyeri serta gairah seksual menurun. Untuk pria stres jangka panjang bisa menyebabkan impotensi, produksi sperma menurun, dan gairah seksual menurun.

7. Penyakit lain

Jerawat dan masalah kulit lain, nyeri dan ketegangan otot, risiko massa tulang rendah, dan melemahnya sistem imun (sulit pulih dari penyakit).

Namun, tidak semua stres dapat berdampak buruk. “Stres ada yang baik juga, karena stres adalah penyesuaian diri kita terhadap suatu lingkungan. Kita perlu stres dalam keadaan tertentu. Kalau tidak, kita tidak ada dorongan,” tutur Albert.

Penulis: Febrianingsih Alamako