Semua Orang Berisiko Kena Tuberkulosis

Liputan6.com, Jakarta Semua Orang Berisiko Kena TBIndonesia menempati ranking tiga sebagai negara dengan jumlah kasus tuberkulosis (TB) terbanyak di bawah India dan Cina. Mengingat mudahnya penularan dan banyaknya jumlah pasien TB, dokter spesialis paru dan pakar TB, Erlina Burhan mengatakan semua orang berisiko terkena penyakit ini.

“Mudah menular karena TB ditularkan melalui udara, ketika pasien TB batuk, bersin, berbicara atau meludah, mereka memercikkan kuman TB ke udara,” ujar kata Erlina di Jakarta beberapa waktu lalu.

Orang yang terinfeksi kuman TB umumnya menunjukan gejala seperti lemas, nafsu makan berkurang, berat badan turun, batuk berkepanjangan hingga tiga minggu, demam, berkeringat di malam hari, sesak dada, muntah darah atau batuk berdahak.

Proses pengobatan bagi pasien yang menderita penyakit TB dirancang berlangsung enam bulan. Pasien harus mengonsumsi obat setiap hari. Jika obat tersebut tidak diminum secara rutin, kuman TB akan menjadi lebih kuat sehingga penyakitnya akan berubah menjadi TB resistan.

“TB resistan ini sebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang mengalami kekebalan obat anti TB,” ucap dia.

Apabila pasien sudah menderita penyakit TB resistan, upaya penyembuhan akan semakin ekstra dengan menambah dosis, harus meminum obat dengan jumlah belasan hingga puluhan obat setiap hari dan obat suntik rutin lima hari.