Selamatkan Anak Anjing, Wanita Norwegia Meninggal Kena Rabies

Ketika kembali ke Norwegia, Kallestad mulai mengalami masalah kesehatan. Dia harus keluar masuk ruang gawat darurat selama beberapa kali. Dokter kesulitan mendiagnosis penyakitnya karena waktu sudah cukup lama berlalu setelah dia mengunjungi Filipina.

Fox News memberitakan bahwa pejabat kesehatan mengonfirmasi bahwa Kallestad terkena rabies pada Sabtu, 4 Mei lalu. Dia dinyatakan meninggal dunia dua hari setelah pengumuman tersebut. BBC melaporkan, ini adalah kematian karena rabies pertama di Norwegia setelah lebih dari 200 tahun.

“Birgitte kami penyayang binatang… ketakutan kami adalah ini akan terjadi pada orang lain yang memiliki perasaan hangat seperti dirinya,” kata keluarga Kallestad dalam sebuah pernyataan.

Anjing memang menjadi salah satu hewan yang paling rentan menularkan rabies lewat gigitan. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan, beberapa pertanda awal penyakit ini rasa lelah, demam, sakit kepala, kecemasan, kebingungan, halusinasi, dan insomnia.

Vaksin untuk rabies pada manusia sudah tersedia. Namun, imunisasi harus diberikan sebelum gejala muncul. CDC mengatakan, ketika seseorang sudah mengalami gejala-gejalanya, tidak ada pengobatan yang efektif dan bisa berakibat fatal.