Seberapa Bahaya Produk Alternatif Pengganti Rokok?

Liputan6.com, Jakarta Sebagai produk produk alternatif pengganti rokok, JUUL diklaim aman dan mampu mengurangi risiko penyakit yang ditimbulkan akibat merokok konvensional. Pada rokok konvensional, paparan dari rokok, seperti asap rokok akan masuk ke saluran pernapasan, yang memicu terjadinya kanker dan infeksi lain.

Lantas bagaimana efek samping menggunakan JUUL? Seberapa besar bahaya JUUL bagi penggunanya? President APAC South JUUL Labs, Ken Bishop menjawab.

“Jika Anda perokok dan konsisten ingin berhenti merokok, yang mana memilih produk kami rasanya tidak ada efek samping. Penggunaan JUUL justru memberikan pengalaman baru,” ujar Ken dalam wawancara eksklusif di Four Seasons Hotel, Jakarta, ditulis Kamis (11/7/2019).

JUUL yang diproduksi JUUL Labs ini menawarkan transisi bagi perokok konvensional ke JUUL. Perlahan-lahan perokok dewasa akan beralih ke JUUL. Mereka akan berhenti merokok.

2 dari 4 halaman

Lama Waktu Beralih

Pendiri & Chief Product Officer Juul Labs James Monsees memaparkan perangkat Juul dan JuulPods, di Jakarta, Senin (10/7/2019). Juul Labs selaku produsen Electronic Nicotine Delivery Systems (ENDS) terkemuka Amerika Serikat menawarkan media alternatif bagi perokok dewasa. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Chief Product Officer JUUL Labs, James Monsees menambahkan, pengguna JUUL di Amerika Serikat tidak mengeluhkan efek samping selama menggunakan produk alternatif tersebut.

Lama waktu seorang perokok dewasa beralih ke JUUL bisa selang seminggu bahkan 90 hari

“Kalau di AS sendiri, kami melihat hasil orang yang menggunakan produk JUUL. Hasilnya setelah 90 hari banyak perokok dewasa yang menggunakan JUUL. Jumlahnya sudah 25.000 pengguna JUUL,” tambah James.

Mereka yang menggunakan JUUL perlahan-lahan bisa berhenti merokok konvensional.

“Kalau ditanya efek sampingnya ya ‘Anda akan berhenti merokok.’ Itu saja,” ujar James sambil tersenyum.

3 dari 4 halaman

Racun bagi Sel Tubuh

Kandungan nikotin tinggi. (iStockphoto)

Sebuah penelitian UC Riverside menemukan, produk alternatif JUUL mengandung kadar nikotin lebih tinggi dibanding produk rokok elektrik lain. Konsentrasi nikotin pada JUUL rata-rata 60,9 mg/mL.

“Konsentrasi nikotin dan beberapa bahan kimia rasa dalam JUUL cukup tinggi untuk menjadi perhatian. Hal ini harus dievaluasi lebih lanjut untuk mengetahui efeknya pada manusia,” kata peneliti Prue Talbot.

Jurnal berjudul High-Nicotine Electronic Cigarette Products: Toxicity of JUUL Fluids and Aerosols Correlates Strongly with Nicotine and Some Flavor Chemical Concentrations ini dipublikasikan di Chemical Research in Toxicology pada 21 Maret 2019.

Penelitian menunjukkan, beberapa varian rasa JUUL memiliki konsentrasi bahan kimia rasa yang cukup tinggi sehingga membuatnya menarik untuk penggunanya.

Konsentrasi nikotin dan beberapa bahan kimia varian rasa, misalnya, etil maltol cukup tinggi untuk menjadi sitotoksik–tingkat merusaknya suatu zat pada sel.

4 dari 4 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini: