Rokok Elektrik Jadi Solusi Seseorang Berhenti Merokok?

Ada juga temuan dari studi peer-review yang dilakukan oleh Centre for Substance Use Research (CSUR). 

Bahwa total rokok yang dikonsumsi oleh peserta penelitian mengalami penurunan sebanyak 73 persen dalam jangka waktu tiga bulan setelah mereka mulai menggunakan rokok elektrik, menurut jurnal yang dipublikasikan dalam Journal of Pulmonary and Respiratory Medicine pada Februari 2019. 

Studi lain yang juga meneliti efektivitas rokok elektrik telah ditinjau oleh Harvard Health Publishing pada Februari 2019.

Studi tersebut menunjukkan, rokok elektrik bisa jadi tidak hanya dapat membantu perokok berhenti, tetapi juga secara signifikan mengurangi dampak buruk kesehatan dari tembakau misal batuk dan dahak.  

Sayangnya, penerimaan rokok elektrik di Indonesia masih menghadapi tantangan.

“Layaknya inovasi teknologi lainnya, penerimaan publik terhadap inovasi ini (rokok elektrik) masih menghadapi banyak tantangan. Apalagi kebiasaan masyarakat dengan konsumsi tembakau konvensional dan tidak memahami perbedaan antara rokok konvensional dengan produk alternatif,” jelas Eman.