Remaja Cenderung Ikut-ikutan, KPAI Imbau Orangtua Cegah Anak Ikut Aksi Massa

Liputan6.com, Jakarta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyayangkan ada anak usia belasan tahun yang menjadi korban dalam bentrokan pada aksi massa 22 Mei. Komisi ini berharap peran orangtua mencegah anak terlibat aksi massa seperti yang terjadi kemarin.

Menurut Wakil Ketua KPAI, Rita Pranawati, remaja merupakan usia pencarian diri dan senang menerima tantangan. Sehingga cenderung ingin ikut-ikutan melakukan meski sebenarnya tidak memahami inti permasalahan yang ada seperti dikutip Antara, Kamis (23/5/2019).

Daripada ikut aksi massa, kata Rita, lebih anak-anak berada di rumah. Orangtua juga jangan ajak anak ikut aksi demonstrasi. Orangtua wajib menjelaskan bahwa kerumunan tersebut bisa membahayakannya.

“Orangtua perlu mengajarkan anak-anak tentang proses demokrasi yang sebenarnya melalui jalan yang tidak membahayakan anak,” katanya.

Berdasarkan data RSUD Tarakan, Jakarta, dari bentrokan pada aksi masa, ada 140 korban dengan usia termuda 15 tahun dan ada satu yang meninggal berusia 17.