Perjuangan RS di Pedalaman Papua Raih Akreditasi

Mendapat suntikan semangat, segera saja Nathaniel membangun komitmen dengan seluruh petugas rumah sakit dan pemerintah daerah setempat. Pada 17 Agustus 2018, kick off akreditasi RSUD Tiom pun dimulai, ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama untuk menuju akreditasi.

Tak lama berselang, Nathaniel sibuk mengirimkan timnya untuk mengikuti berbagai pelatihan terkait akreditasi. Mereka melakukan belajar dari berbagai rumah sakit dari Sumatera sampai Papua.

“Kami juga minta pendampingan dari RS Tadjuddin Chalid Makassar yang sudah lebih dulu terakreditasi paripurna. Tak lupa kami minta bimbingan Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) agar tak salah menempuh jalan menuju akreditasi,” tuturnya.

Lalu, ia juga mengirim orang ke RS Boven Digoel untuk melakukan studi banding. Jarak yang jauh mau tak mau harus naik pesawat untuk mencapai tempat tersebut.  

“Kami harus bolak balik ganti pesawat untuk mencapai sana. Segala sesuatu kalau ada niat tidak ada yang susah. Yang penting punya niat untuk maju, sisanya biar Tuhan yang mengatur,” kata Nathaniel.

Menurutnya, proses akreditasi memerlukan sinergi yang baik dengan berbagai pihak. Ia mengaku banyak berkonsultasi dengan beberapa rumah sakit yang sudah lebih dulu menyandang akreditasi.

“Jangan malu meminta bantuan kepada rumah sakit lain. Kami juga dapat dukungan dari RS lain, seperti RS Wamena. Kami bersyukur mereka juga terakreditasi dan sekarang dapat bintang empat, sedikit lagi paripurna,” tuturnya.