Penyakit Kelenjar Getah Bening, Penyebab, dan Cara Mengobatinya dengan Radiasi Hingga Kemoterapi

Penyakit kelenjar getah bening ini terdiri dari dua jenis yang utama, yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin. Gejala dari keduany aserupa, yaitu adanya pembesaran kelenjar getah bening berupa benjolan di bawah kulit, demam yang berkepanjangan, banyak keringat di malam hari, penurunan berat badan, atau mudah mengalamai infeksi.

Yang menjadi pembeda dari jenis keduanya adalah jenis sel di dalam kelenjar getah bening yang menjadi ganas. Perlu dilakukannya biopsi untuk melihat jenis limfoma yang dialami, untuk melihat sel apa yang muncul. Pasalnya kedua jenis penyakit kelenjar getah bening ini disebabkan oleh hal yang berbeda.

Di antara kedua jenis penyakit kelenjar getah bening tersebut, limfoma non-Hodgkin adalah jenis kanker yang lebih sering terjadi. Studi telah menemukan bahwa jenis limfoma ini terjadi karena adanya mutasi gen yang dikenal dengan nama onkogen BCL-2. Namun hingga saat ini masih belum diketahui apa yang menyebabkan seseorang bisa mengalami mutasi gen tersebut.

Selain penyebab mutasi gen, limfoma non-Hodgkin lebih rentan terjadi pada orang-orang yang mengalamii gangguan kekebalan tubuh seperti:

– Daya tahan tubuh yang rendah misalnya penderita HIV, orang yang baru saja menjalani transplantasi organ, atau orang yang harus mengonsumsi obat jenis imunnosupresan.

– Penderita penyakit autoimun.

– Orang yang mengalami infeksi kronis seperti infeksi bakteri Helicobacter pylori yang menyebabkan gejala infeksi hepatitis C.

Sedangkan untuk limfoma Hodgkin disebabkan oleh hal yang agak berbeda. Penyebab utama dari jenis ini adalah infeksi virus Epstein-Barr yang menyebabkan penyakit bernama mononucleosis infeksiosa. Penyakit ini biasanya menular dari air liur dan menyebabkan gejala berupa demam, sakit tenggorokan, pembesaran kelenjar getah bening, nyeri otot, dan kemerahan di kulit.

Studi menemukan bahwa orang yang pernah mengalami infeksi virus Epstein-Barr lebih rentang mengalami limfoma Hodgkin dibandingkan dengan orang yang tak pernah terinfeksi virus tersebut. Selain itu, oenyakit kelenjar bening jenis ini juga lebih rentang terjadi pada orang yang memiliki saudara atau teman dekat dengan riwayat lomfoma Hodgkin atau riwayat infeksi virus Epstein-Barr.

Namun tak menutup kemungkinan saat Anda mengalami daya tahan tubuh lemah seperti pada jenis penyakit kelenjar getah bening sebelumnya, juga bisa rentan mengalami jenis limfoma ini.