Penciuman Anjing 97 Persen Akurat Deteksi Kanker

Sebelumnya, temuan semacam ini juga pernah diungkap oleh seorang dokter di Indonesia. Tahun lalu, spesialis paru dr. Achmad Hudoyo mengatakan bahwa anjing bisa dilatih untuk mendeteksi kanker paru-paru.

“Dengan mengendus hembusan napas seseorang, dia bisa tahu orang tersebut mengidap penyakit kanker paru-paru atau tidak. Kalau duduk, ya berarti orang tersebut divonis kanker. Kalau jalan, ya berarti orang tersebut negatif kanker paru-paru,” kata Achmad pada Rabu (10/1/2018).

Tidak hanya kanker, sebuah studi di Gambia, Afrika Barat menemukan bahwa anjing juga berpotensi mendeteksi penyakit malaria lewat bau.

“Orang dengan parasit malaria menghasilkan bau yang berbeda pada kulit mereka. Penelitian kami menemukan, anjing yang memiliki indera penciuman sensitif, dapat dilatih untuk mendeteksi bau ini, bahkan hanya dari sobekan pakaian orang yang terinfeksi,” ujar peneliti utama studi ini Steven Lindsay, entomolog dari Durham University, Inggris.