Pelaku Perundungan Masuk Kategori Gangguan Kejiwaan

Liputan6.com, Bandung Perilaku perundungan atau bullying dalam bentuk apapun termasuk dalam kategori gangguan kejiwaan (destructive behavior disorder). Destructive behavior disorder adalah gangguan tingkah laku serta tingkah menentang.

Menurut Kepala Kelompok Staf Medis (KSM) Ilmu Kedokteran Jiwa RSHS Bandung, Veranita Pandia, gangguan kejiwaan itu timbul karena adanya figur otoritas. Contohnya untuk kelompok anak, kata Veranita, sering kali tidak menyukai adanya aturan disiplin di sekolah maupun di rumah.

“Kenapa itu terjadi? Karena biasanya secara pola asuh itu inkonsisten. Bahkan ada orangtua yang tidak memiliki aturan pada anak-anaknya. Sehingga anak itu bingung ketika suatu saat dia ditegur, padahal enggak ada aturannya nih. Nah ada juga yang aturannya ada, tapi orangtuanya kadang menerapkan aturan itu, kadang tidak menerapkan aturannya. Memang betul dari segi kejiwaan, segala sesuatu yang terjadi gangguan jiwa tidak bisa berdiri sendiri. Enggak hanya pola asuh saja,” kata Veranita, Bandung, Jumat, 12 April 2019.

Veranita mengatakan, faktor lain yang memengaruhi gangguan kejiwaan pelaku perundungan yaitu biologis, psikologis, dan sosial.

Faktor biologis dipengaruhi oleh kerentanan genetik dari orangtua diduga pengguna napza, memiliki kepribadian ambang, anti-sosial atau psikopat. Hal tersebut merupakan faktor risiko terjadinya gangguan destructive behavior disorder.

Selain melakukan penentangan, pelaku perundungan memiliki gangguan tingkah laku.

“Prinsipnya anak-anak atau remaja tersebut tidak suka dengan norma-norma atau aturan-aturan dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat, bahkan melanggar. Jadi mereka ini cenderung tidak peduli dengan norma-norma yang berlaku,” ujar Veranita.