Pasien RS Jiwa Grogol Tidak Ikut Nyoblos Pemilu 2019

Liputan6.com, Jakarta Pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di RS Jiwa Dr Soeharto Heerdjan tidak ikut serta dalam pencoblosan Pemilu 2019 hari ini, 17 April 2019. Dalam hal ini, ODGJ yang tengah dirawat tidak memberikan suaranya.

Direktur Utama RS Jiwa Dr Soeharto Heerdjan, Laurentius Panggabean menyampaikan, kondisi pasien ODGJ yang dirawat di rumah sakit tersebut dinilai dalam kondisi tidak stabil sehingga tidak memungkinkan untuk mencoblos.

“Status pasien yang dirawat di sini dalam kondisi masih tidak stabil. Jadi, kami tidak menyediakan Tempat Pemungutan Suara (TPS) maupun TPS Keliling di sini,” ungkap Laurentius saat dikonfirmasi Health Liputan6.com melalui sambungan telepon, Selasa (16/4/2019).

Ketidaktersediaan TPS di RS Jiwa Grogol bukan berarti sengaja menghilangkan hak pasien, melainkan kondisi pasien yang memang belum stabil.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Eka Viora pernah mengatakan, ODGJ yang bisa mencoblos didasarkan pada kapasitasnya untuk memahami tujuan pemilu, alasan berpartisipasi, dan pemilihan calon. Kondisi ODGJ harus stabil dan bisa nyambung saat diajak mengobrol.