Mitos dan Fakta Kanker yang Sering Salah Kaprah (1)

Liputan6.com, Jakarta Mendengar kata kanker, setiap orang bisa berdoa untuk tidak mengalaminya. Hanya saja tidak ada yang tahu sel kanker ini akan mendatangi siapa sebab hingga kini para ahli masih mencari penyebab pastinya.

Untuk mendukung para penyintas kanker, setiap 4 Februari seluruh dunia memperingati hari kanker sedunia. Tema tahun ini adalah I am and I will yang berarti mengajak seluruh orang untuk segera bertindak dalam membuat komitmen yang akan mempengaruhi masa depannya.

Dalam perjalannya, kanker seperti penyakit seram namun kadang tak dibarengi dengan kesadaran hidup sehat. Sebut saja ada berapa banyak di antara kita yang masih merokok, mengonsumsi makanan tidak sehat atau kurang beraktivitas. Bahkan mereka yang sudah melakukan itu semua pun tak luput dari kanker.

Konsultan Radiologi Onkologi di United Hospital Limited, Dhaka, Dr Saumen Basu mengatakan masih ada mitos yang beredar soal kanker dan masih dipercaya hingga kini. Seperti dilansir laman Daily Star berikut ini:

1. Mitos: Jika tidak ada riwayat keluarga, Anda tidak perlu khawatir terkena kanker

Fakta: Genetika hanya menyumbang 5-10% dari semua kanker. Faktanya, Anda memiliki risiko terkena kanker jenis apa pun, terlepas dari riwayat keluarga.

Jika Anda memang memiliki riwayat keluarga kanker, pastikan untuk memberi tahu dokter yang dapat membantu menginformasikan diagnosis lebih awal dan perawatan yang efektif untuk mencegah kanker. 

Saksikan juga video berikut ini:

2 dari 2 halaman

Tak ada yang bisa dilakukan untuk cegah kanker

2. Mitos: Tidak ada yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kanker

Fakta: Meski kebanyakan kasus kanker tidak memiliki penyebab yang jelas, sekitar 42% diagnosis kanker dan 45% kematian akibat kanker bisa dicegah, menurut sebuah penelitian.

Diperkirakan bahwa lebih dari setengah dari semua kasus kanker dapat dihindari dengan langkah-langkah sederhana, seperti mengonsumsi makanan sehat, membatasi alkohol dan melakukan aktivitas sedang selama 150 menit (seperti jalan cepat), atau aktivitas cepat selama 75 menit dalam seminggu.

3. Mitos: Diet tidak ada hubungannya dengan mencegah kanker

Fakta: Meskipun benar bahwa tidak ada ‘makanan super’ untuk menjaga kita tetap sehat, penelitian telah menunjukkan bahwa diet nabati dapat mengurangi risiko kanker secara keseluruhan sebanyak 10 hingga 12%. 

4. Mitos: Tidur tidak mempengaruhi pencegahan kanker

Fakta: Sebaliknya. Pria di bawah usia 65 tahun yang hanya tidur tiga sampai lima jam per malam memiliki risiko 55% lebih besar meninggal akibat kanker prostat daripada pria yang tidur tujuh jam, menurut sebuah penelitian.

Buang Kebiasaan Melepas Alas Kaki di Pesawat

Liputan6.com, Jakarta Kalau kamu tipikal penumpang yang suka melepas alas kaki ketika berada di kabin pesawat, sepertinya harus membuang jauh-jauh kebiasaan tersebut. 

Memang terasa menyenangkan duduk dengan kaki tak beralas ketika di pesawat. Kaki terasa lebih nyaman, tapi siapa sangka ada bahaya yang mengintai. Apalagi jika sampai ke toilet pun tidak menggunakannya. 

Dikutip dari Reader Digest, toilet pesawat mungkin terlihat sangat bersih. Padahal, kondisi sebenarnya justru sangat berbeda dengan yang tampak, alias sangat tidak higienis.

Di sela-sela penerbangan, toilet pesawat tidak pernah dicuci. Kru pesawat hanya membersihkan toilet dengan semprotan disinfektan, lap, dan mengganti tisunya.

Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat tidak pernah mengatur tatakelola kebersihan di pesawat apalagi menjalankan inspeksi. Jadi, kebersihan pesat adalah tanggung jawab sepenuhnya maskapai.

Karena ukuran toilet sangat kecil, bakteri mudah menyebar. Jika di lantai terdapat cairan, jangan buru-buru menyimpulkan itu adalah air sehingga jangan pernah melepas sepatu.

2 dari 2 halaman

Hal Lain yang harus dihindari

Selain itu, hindari kontak langsung dengan tombol flush, dudukan toilet, atau pegangan pintu. Jika harus melakukannya, gunakan tisu untuk melapisi kulit.

Toilet pesawat bukan satu-satunya tempat yang perlu kamu datangi dengan memakai sepatu. Tidak ada jaminan seluruh karpet di lantai pesawat terhindar dari bakteri.

Ketika ada orang sakit di pesawat, petugas hanya akan membersihkan karpet di tempat orang itu duduk. Mereka tidak mungkin membersihkan seluruh lantai, padahal potensi bakteri menyebar sangat besar.

Jadi, jangan pernah lepas alas kakimu saat berada di pesawat. Karena bahaya besar sedang mengintai meski rasanya nyaman.

Penulis Ahmad Baiquni / Dream.co.id

Alternatif Sayuran untuk Penderita Diabetes

Liputan6.com, Jakarta Siapa sangka bila sayuran pahit seperti pare bisa membantu penderita diabetes. Sayuran ini bahkan dianggap lebih aman meskipun diabetesi sedang dalam mengonsumsi obat.

Dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Ethnopharmacology, para ahli mencatat, pare memiliki efek hipoglikemik yang disamakan dengan dosis 1.000 miligram obat Glucophage (metformin) per hari.

Ahli diet terdaftar Mascha Davis, R.D., MPH, mengatakan sayuran ini terkenal akan fitonutrien dan sumber vitamin C, A, dan E. Sayuran ini juga kaya akan vitamin B, termasuk folat dan B2. Selain itu, pare juga memiliki kalium, zat besi, magnesium, dan seng.

“Jika itu tidak cukup, sayuran ini juga mengandung antioksidan tingkat tinggi yang disebut fenol, flavonoid, isoflavon, terpena, antrakuinon, dan glukosinolat. Ini juga merupakan senyawa yang berkontribusi pada rasa pahit buah,” katanya.

Bagaimana pare membantu mengatasi diabetes & keseimbangan gula darah?

Seperti dilansir mindbodygreen, dalam pengobatan Tiongkok tradisional, pare sering digunakan untuk diabetes. Komponen utama pare yang dikaitkan dengan efek anti-diabetes disebut chantarin, polypeptide-p, dan vicine ketika dicerna, bahan kimia ini bertindak agak mirip dengan insulin: Mereka membantu tubuh menyerap gula darah ke dalam sel dan menyimpannya dalam otot dan lemak.

Meskipun peneliti kedokteran masih meneliti hal ini, namun pare diyakini memiliki sifat anti-inflamasi, anti-mutagen, atau penurun kolesterol. Buah, daun, batang, dan akar semuanya digunakan untuk membantu mengobati gangguan pencernaan, batu ginjal, penyakit hati, kanker, infeksi, psoriasis, masalah menstruasi, serta infeksi dan luka kulit.

Pare diyakini memiliki sifat antivirus, merangsang sistem pertahanan tubuh sendiri, dan mendukung melawan infeksi. Ini juga merupakan obat tradisional populer untuk malaria karena sifat antelmintik.

Hitam vs Merah, Mana Warna Lingerie yang Paling Bikin Pria Bergairah?

Liputan6.com, Jakarta Lingerie atau pakaian dalam yang dikenakan wanita bisa mendongkrak gairah pasangan saat bercinta. Rupanya, warna lingerie juga punya andil dalam meningkatkan gairah.

Selama ini, merah identik dengan warna yang bisa mendongkrak gairah pada pria. Nyatanya, tidak semua pria sepakat bahwa warna itu bisa membuat libidonya menyala.

Malah dari survei yang dilakukan laundrycare di Inggris, terungkap hampir 50 persen pria menyebut warna itu di posisi rendah dalam fungsinya menyalakan gairahnya.

Jika merah bukan warna yang bisa membuat libido pria meningkat, lalu apa?

“Rupanya, pria cenderung memilih hitam sebagai warna pakaian dalam wanita yang bisa mengoyak gairahnya. Lalu diikuti pakaian dalam warna putih,” kata pemimpin surveo Beckmann seperti dilansir laman Telegraph, Selasa (5/2/2019).

ilustrasi lingerie/copyright Shutterstock

2 dari 2 halaman

Wanita merasa seksi pakai warna merah

Model Elsa Hosk berpose di atas catwalk saat memperagakan koleksi lingerie Victoria’s Secret di Arena Mercedes-Benz di Shanghai, China, (20/11). (AP Photo / Andy Wong)

Masih berdasarkan studi yang sama, banyak wanita yang sengaja membeli lingerie merah agar terlihat lebih seksi saat di ranjang. Sekitar 60 persen wanita membeli pakaian dalam wanita agar gairah pasangan membara.

Sebenarnya, memilih pakaian dalam warna merah tidak salah juga. Menurut studi dalam European Journal of Social Psychology, seseorang wanita merasa lebih menarik ketika mengenakan pakaian merah.

“Kami menemukan bahwa orang bisa merasa lebih atraktif saat memakai baju merah,” kata peneliti utama Anne Berthold seperti dilansir Hello Giggles.

Saksikan juga video menarik berikut

Identik dengan Perayaan Imlek, Apa Makna Merah Menurut Psikologi Warna?

Liputan6.com, Jakarta Perayaan Imlek identik dengan warna merah. Masyarakat Tiongkok sangat percaya mengenai makna dari setiap warna, mereka menganggap warna merah adalah warna keberuntungan dan kegembiraan.

Pada saat perayaan Imlek, warna merah memiliki filosofi tersendiri. Dalam budaya Tiongkok, warna berhubungan dengan lima elemen utama, arah dan empat musim. Merah dikaitkan dengan api, selatan, dan musim panas. Namun bagaimana makna warna merah dalam kacamata psikologi?

Ahli teori warna terkemuka, Faber Birren, percaya bahwa warna sangat terkait dengan indera, bahasa, lingkungan, dan fitur pribadi kita. Warna dalam rentang spektrum merah (merah, oranye, dan kuning) umumnya disebut sebagai warna yang hangat dan aktif serta berkaitan dengan emosi yang kuat, mulai dari kegembiraan, kemarahan, dan kekerasan.

Dalam psikologi warna, merah merupakan warna yang hangat dan membuat pikiran kita memikirkan kebutuhan fisik dan keinginan kita untuk bertahan hidup. Warna merah juga berkaitan dengan energi, gairah, dan tindakan.

Dilansir dari colorpsychology, warna merah memiliki energi maskulin yang kuat dan seringkali dikaitkan dengan kekuatan. Warna ini dapat membantu membangkitkan emosi dan memotivasi seseorang untuk melakukan tindakan, menandakan semangat dan kualitas kepemimpinan, serta merepresentasikan ambisi dan tekad seseorang. 

Saksikan juga video berikut ini:

2 dari 2 halaman

Merah simbol kekuasaan dan kebahagiaan

Menurut The Book of Life, warna merah muda menandakan berjiwa petualang, jenaka, tidak keras kepala, lebih tertarik diikuti daripada menjadi pengikut.

Ketika Napoleon menjadi Kaisar Perancis pada 1804, ia mengenakan jubah beludru berwarna merah tua yang indah. Warna tersebut mencerminkan warna singgasana, kekuasaan, dan kemegahan.

“Warna merah meningkatkan denyut nadi dan detak jantung dan meningkatkan tekanan darah seseorang. Warna merah adalah warna yang populer di restoran, karena dapat meningkatkan metablolisme tubuh sehingga nafsu makan seseorang akan meningkat juga,” kata Hayden dalam bukunya A High Porch Picnic.

Eva Heller dalam bukunya Psychologie de la couleur, mengatakan merah merupakan warna darah, secara historis dikaitkan dengan pengorbanan, bahaya, dan keberanian. Survei modern di Eropa dan Amerika Serikat menunjukkan merah juga merupakan warna yang paling sering dikaitkan dengan panas, gairah, seksualitas, kemarahan, cinta, dan kegembiraan. Di Tiongkok, India, dan banyak negara Asia lainnya, merah adalah warna yang melambangkan kebahagiaan dan keberuntungan.  

Ditulis oleh: Siti Nurhaifa

Nyamuk DBD Bisa Terbang 200 Meter dari Rumah Tetangga

Menambahkan pernyataan Menkes, Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Anung Sugihantono, menjelaskan, itu disebabkan nyamuk pembawa DBD bisa terbang sejauh 200 meter. 

“Kayak kemarin Pak JK memberitahukan bahwa cucunya saja kena. Bukan berarti rumahnya Pak JK enggak bagus dan enggak bersih barangkali, tapi kita harus mengetahui bahwa nyamuk bisa terbang sekitar 200-an meter,” kata Anung kepada Health Liputan6.com pada kesempatan tersebut. 

Itu mengapa kita harus memiliki kepedulian terhadap kebersihan rumah sendiri dan para tetangga. Secara umum ada kemungkinan kita bisa tertular kalau tergigit nyamuk yang bisa membawa virus demam berdarah.

Alasan Perlu Lebih Waspada di Hari Senin Saat Musim DBD

Liputan6.com, Jakarta Dari laporan yang diterima Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada Minggu, 3 Februari 2019 sore, demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi di seluruh provinsi di Indonesia menelan banyak korban usia anak.

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Anung Sugihantono, mengatakan bahwa hampir 90 persen korban DBD anak terjadi pada usia di bawah 15. 

“Kita membagi di atas 15 tahun dan di bawah 15 tahun. Sampai dengan kemarin (Minggu) hampir 90 persen terjadi pada anak di bawah 15 tahun. Komposisi terbanyak anak usia 5 sampai 9,” kata Anung di Gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, HR Rasuna Said, Kuningan pada Senin, 4 Februari 2019.

Pada kesempatan itu, Anung membagikan tips untuk para orangtua guna mencegah terjadinya DBD di lingkungan sekitar. Menurut Anung, perilaku hidup bersih dan sehat tetap yang paling utama. Selain tentu saja, memastikan ada tidak ada jentik nyamuk di lingkungan rumah.

“Harus menghindari gigitan nyamuk dengan berbagai upaya, tidur dengan kelambu adalah salah satu upayanya. Kemudian, mengusir nyamuk dengan tanaman tradisional. Paling penting adalah tetap menjaga anak,” kata Anung.

2 dari 2 halaman

Waspadai perubahan jentik menjadi nyamuk di Senin

Ilustrasi nyamuk Aedes aegypti (iStockphoto)

Anung juga mengingatkan agar orangtua memastikan lingkungan di sekitar tempat tinggal dan sekolah bebas jentik nyamuk. Serta pada hari Senin menghindari tempat-tempat yang tidak digunakan pada Sabtu dan Minggu. 

Berhubung tidak ada aktivitas, banyak genangan air di tempat-tempat tersebut yang bisa menjadi tempat hidup jentik-jentik nyamuk. Ketika Sabtu-Minggu masih berupa jentik, di Senin sudah berubah menjadi nyamuk dewasa. 

“Itu harus hati-hati. Karena pada dasarnya di situ seringkali nyamuk bisa kita temukan dalam jumlah banyak,” ujarnya.

“Termasuk jentik-jentiknya yang sudah cukup banyak, yang bisa berubah dewasa,” kata Anung menekankan. 

Konsumsi Obat Penghilang Nyeri, Pemicu Sunarti Jadi Obesitas?

Liputan6.com, Bandung Saat berat badan wanita asal Karawang Jawa Barat, Sunarti, mulai di atas bobot normal, ia mulai mengonsumsi obat penghilang nyeri di warung.  Kemungkinan ia mengonsumsi obat tersebut untuk menghilangkan rasa pegal yang ketika berat badannya terus bertambah.

Menurut Kepala IGD RSHS Bandung Dodi Tavianto, rasa pegal yang dialami oleh Sunarti kemungkinan besar karena otot-ototnya lelah untuk menahan berat badan yang kian hari bertambah.

Dodi memperkirakan Sunarti tidak mengetahui efek samping usai mengonsumsi obat penghilang rasa pegal.

“Dari hasil analisis kami, dia sudah mengonsumsi obat-obatan untuk nyeri tulang sejak enam bulan yang lalu,” kata Dodi pada Senin (4/2/2019).

Dodi menuturkan sebenarnya obat-obatan penghilang rasa pegal tersebut seharusnya tidak boleh dijual bebas di pasaran. Jika dikonsumsi, harus berdasarkan resep dokter. Akibatnya, lanjut Dodi, efek samping yang terjadi tidak bisa dihindarkan seperti bertambahnya nafsu makan.

2 dari 2 halaman

Menu makan dibantu ahli gizi

Sunarti, pasien penderita obesitas dirawat di ruang fresia RSHS Bandung. (Huyogo Simbolon)

Dodi berharap dengan dipindahkanya ruangan perawatan Sunarti dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) ke ruang rawat inap Fresia 2 RSHS, asupan makan pasien obesitas itu terkontrol dibantu ahli gizi

“Nanti masalah itu dilakukan di ruangan, dikonsultasikan dengan ahli gizi. Menunya, karbohidrat, protein, lemak dan lain sebagainya ahli gizi yang menentukan setelah pasien di ruangan,” tutur Dodi.

Pasien perempuan Sunarti yang mengalami kegemukan (obesitas) datang ke IGD RSHS tanggal 31 Januari 2019 pukul 20.42 WIB dengan keluhan sesak napas rujukan dari RSUD Karawang.

Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung memindahkan perawatan pasien perempuan Sunarti, yang mengalami kegemukan (obesitas) dari ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) ke ruang rawat inap Fresia 2. Pemindahan ruangan itu dilakukan, usai dilakukan perawatan selama satu hari di IGD pada hari Jumat (01/02/2019) pukul 18.00 WIB.

Saksikan juga video menarik berikut

Kanker Telan Biaya Negara, Ayo Kita Cegah

Liputan6.com, Jakarta Penyakit kanker di Indonesia sudah membebani pembiayaan negara. Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Farid Moeloek, mengatakan, BPJS Kesehatan sudah menanggung Rp2,7 triliun untuk biaya pengobatan kanker.

“Sekali lagi, ayo kita sama-sama memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk berperilaku (hidup) sehat. Kalau kita lihat, 43 persen kanker dapat dicegah,” kata Menkes di Hari Kanker Dunia di Gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, HR Rasuna Said, Kuningan pada Senin, 4 Februari 2019.

Memang agak sulit akan mencegah kanker jenis yang mana, karena variasi kanker yang begitu banyak. Dan setiap sel di dalam organ manusia bisa berubah jadi kanker. Namun, tak ada salahnya jika kita sadar untuk melakukan pencegahan.

Misalnya saja kanker serviks dan kanker payudara yang paling banyak diidap kaum hawa. Kedua jenis kanker ini bisa dicegah dengan melakukan pap smear atau SaDARI.

“Saya perlu ingatkan bahwa bukan seumur hidup satu kali kita melakukan (pap smear), tapi memang kita harus melakukan tes itu lagi karena ini adalah skrining,” ujarnya.

RS Hasan Sadikin Putuskan Rawat Inap Pasien Obesitas Asal Karawang Sunarti

Liputan6.com, Jakarta Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung Jawa Barat memindahkan perawatan pasien perempuan Sunarti, yang mengalami obesitas rujukan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang dari ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) ke ruang rawat inap Fresia 2.

Pemindahan ruangan itu dilakukan, usai dilakukan perawatan selama satu hari di IGD pada hari Jumat, 1 Februari 2018.

Menurut Kepala IGD RSHS Bandung Dodi Tavianto, hal itu dilakukan agar tahapan pemeriksaan medis dapat dilakukan lebih detail dan berkelanjutan. Karena jelas Dodi, penanganan tindakan medis IGD terhadap pasien berbobot 148 kilogram dengan tinggi badan 150 centimeter dari Desa Cibalongsari, Kecamatan Klari hanya bersifat pertolongan pertama.

“Kan kalau di ruangan (rawat inap) kita bisa konsultasi dengan bagian gizi dan lain sebagainya bersama bidang – bidang yang terkait, bagaimana penanganan medisnya disamping keluhan utamanya sesak tadi. Kita pasti akan menggali lebih dalam lagi kalau di IGD, pemeriksaan hanya boleh dikatakan seadanya. Kita hanya mengacu ke keluhan utamanya, tapi kalau sudah diruangan kita bisa periksa lebih banyak lagi,” kata Dodi di IGD RSHS Bandung.

Dodi menjelaskan saat di IGD, Sunarti diperiksa contoh darah untuk menganalisa kadar gas darah dan pemeriksaan echocardiografi. Fungsi ginjal, darah, gas darah seperti karbondioksida dan oksigen dianggap tidak ada gangguan berarti.

Sunarti saat di RS Hasan Sadikin Bandung (Foto: Arie Nugraha)

Dalam pemeriksaan echocardeografi, Dodi mengatakan diketahui terdapat hipertensi hadysis (HHD) yaitu gangguan pada organ jantung yang disebabkan tekanan darah tinggi. Gangguan organ jantung tersebut ungkap Dodi adalah penebalan dinding jantung yang diakibatkan kegemukan (obesitas).

“Tapi tidak akan sampai menyebabkan satu gangguan medis yang bermakna kalau melihat hasil echo cardeografinya,” ujar Dodi.

Untuk penanganan sesak nafas dan pengganti makanan saat perawatan di IGD, petugas medis memasang alat bantu pernapasan untuk menyalurkan oksigen dan pemberian infus. Kondisi terakhir pasien sebelum dipindahkan ke ruang rawat inap dianggap baik dan masih bisa diajak berbincang.

Namun untuk urusan asupan makanan, tidak bisa diberikan menu khusus karena fasilitas tersebut tidak ada di IGD dan harus dikonsultasikan sebelumnya dengan ahli gizi. Untuk mengantisipasinya jelas Dodi, keluarga pasien diberikan panduan saat menyajikan makanan.

“Nanti masalah itu dilakukan di ruangan dikonsultasikan dengan ahli gizi. Menunya, karbohidrat, protein, lemak dan lain sebagainya ahli gizi yang menentukan setelah pasien di ruangan,” tutur Dodi.

Pasien perempuan Sunarti yang mengalami obesitas datang ke IGD RSHS tanggal 31 Januari 2019 pukul 20.42 WIB dengan keluhan sesak napas rujukan dari RSUD Karawang. 

Manfaat Makan Jeruk, Buah yang Selalu Ada Saat Perayaan Imlek

Liputan6.com, Jakarta Jeruk selalu ada di rumah-rumah orang yang merayakan Imlek. Kehadirannya identik dengan keberuntungan.

Selain itu, warna buah tersebut juga memiliki makna yang baik. Warna oranye pada buah jeruk yang ada di suguhan perayaan Imlek dianggap menunjukkan akan kemakmuran.

Bentuk buah yang bundar pas dengan kepercayaan Tionghoa. Bundar adalah tanda kesempurnaan.

Selain sarat makna, mengonsumsi buah jeruk pun kaya manfaat. Setelah mengonsumsi makanan enak, mengakhirinya dengan mengupas jeruk tentu menyegarkan. Makan satu buah jeruk saja, sudah meningkatkan kesehatan mata Anda.

Dari penelitian yang dipublikasikan American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa makan satu jeruk dapat mengurangi risiko terkena degenerasi makula yang merupakan penyebab utama kebutaan akibat usia seperti dilansir laman Bustle, Selasa (5/2/2019).

Bukti lain soal manfaat jeruk untuk kesehatan mata adalah yang dilakukan Westmead Institute for Medical Research. Mereka mengungkapkan data bahwa lebih dari 2.856 peserta berusia 49 tahun ke atas yang makan satu jeruk setiap hari terbukti dapat mengurangi risiko terkena degenerasi makula dibandingkan dengan mereka yang tidak makan buah jeruk setiap harinya.

Jeruk kimkit atau jeruk Imlek menjadi buah yang penting di Hari Raya Imlek.

Menurut, Bamini Gopinath dari University of Sydney mengatakan, sebelumnya ia telah meneliti manfaat vitamin A, C, dan E untuk kesehatan mata, namun ia baru meneliti kandungan flavonoid pada jeruk dapat membantu mencegah degenerasi makula.

“Pada dasarnya kami menemukan bahwa orang yang makan setidaknya satu buah jeruk setiap harinya memiliki risiko lebih rendah terkena degenerasi makula dibandingkan dengan orang yang tidak pernah makan buah jeruk. Makan jeruk bisa melindungi mata karena adanya kandungan flavonoid yang tinggi pada buah ini,” kata Gopinath.

Tidak hanya itu, dilansir dari Live Science, jeruk memiliki kandungan vitamin C yang tinggi. Kandungan ini dapat menetralkan tubuh dari radikal bebas. Sehingga, risiko terkena penyakit seperti kanker dan jantung menurun seperti ditulis dalam Medical Journal Pharmacognosy.Tidak hanya dapat mengurangi risiko tersebut, jeruk juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh seseorang ketika berhadapan dengan virus dan infeksi.

(Penulis: Siti Nurhaifa)

Saksikan juga video menarik berikut

Makan Enak Saat Imlek, Jangan Lupa Batasi Garam dan Lemak

Liputan6.com, Jakarta Perayaan Tahun Baru China atau Imlek biasanya diisi mendoakan leluhur lalu berkumpul bersama keluarga. Ketika keluarga besar sudah berkumpul, biasanya dilanjutkan dengan makan-makan enak.

Di masyarakat kita makan enak didefinisikan dengan mengonsumsi makanan dengan lauk pauk berlimpah, tinggi lemak, dengan cita rasa gurih-gurih tinggi garam dan penyedap. Namun, ada bahaya mengintai lho bila tidak membatasi asupan makan.

“Kondisi makan dengan tinggi lemak, tinggi kolesterol dan tinggi purin serta asin-asin jelas merupakan makanan yang tidak sehat khususnya bagi masyarakat yang sudah mempunyai masalah berupa kolesterol tinggi, kadar asam urat yang tinggi, obesitas, hipertensi, penyakit diabetes melitus,” kata dokter spesialis penyakit dalam Ari Fahrial Syam dalam pesan singkat yang diterima Health-Liputan6.com, Selasa (5/2/2019).

2 dari 2 halaman

Jangan lupa makan buah dan sayur

Mengonsumsi banyak sayuran dapat membantu diet dan memiliki manfaat kesehatan lainnya. (iStock)

Agar usai Imlek tetap sehat, Ari menyarankan agar tetap memperhatikan asupan makan yang masuk ke tubuh. Pastikan tidak hanya mengonsumsi makanan enak yang kaya lemak tapi juga serat seperti yang terdapat dalam buah dan sayur.

“Tetap perhatikan makan, konsumsi sayur mayur dan buah-buahan, buah dan sayur mayur akan membuat lambung kita cepat penuh dan cenderung kita tidak akan menambah makan lagi,” kata pria yang juga dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Serat yang terdapat dalam buah dan sayur, kata Ari, akan mengurangi asupan gula dan kolesterol yang ada usus halus. Selain itu, kehadiran serat juga memperlancar buang air besar.”Jangan lupa juga banyak minum dan tetap berolahraga,” pesannya.

Ketika tubuh sehat, tentu akan membuat kehidupan jadi lebih menyenangkan. Pertemuan dengan keluarga jadi lebih berarti ketika tubuh sehat.

“Pesta juga tidak selalu penuh dengan makan enak, karena makna pesta adalah berkumpul dan saling bertemu,” katanya.

Saksikan juga video menarik berikut

Tidak Boleh Sembarangan, Ini Aturan Fogging Nyamuk DBD yang Benar

Liputan6.com, Jakarta Penyakit demam berdarah banyak ditemukan di daerah tropis dan sub-tropis, termasuk di Indonesia. Demam berdarah masih menjadi salah satu masalah utama kesehatan yang dihadapi masyarakat Indonesia. Penyakit yang disebarkan oleh virus dengue ini pernah menjadi masalah kesehatan dengan kasus tertinggi di Indonesia dalam rentan waktu 1968 hingga 2009. 

Hingga kini pun pemerintah Indonesia masih memerangi demam berdarah yang menyebar saat memasuki musim penghujan. Salah satu cara pencegahan yang dilakukan untuk mencegah penyakit demam berdarah adalah dengan melakukan fogging atau pengasapan.

Namun, proses pelaksanaan fogging tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Perlu adanya koordinasi dengan kelurahan, kecamatan dan puskesmas setempat. Fogging yang tidak dilakukan sesuai aturan akan memberikan hasil yang sia-sia dan bahkan bisa membahayakan kesehatan.

2 dari 4 halaman

Koordinasi dengan Puskesmas dan Pemerintah Setempat

Ilustrasi fogging (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

DI Jakarta, ada Perda nomor 6/2007 yang mengatur tentang Pengendalian Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Di dalam perda itu foggging harus dilakukan sesuai dengan aturan.

Salah satunya, fogging harus berkoordinasi dengan kelurahan, kecamatan dan kemudian disampaikan ke puskesmas sehingga semua terkoordinasi.

3 dari 4 halaman

Waktu yang tepat.

Fogging harus dilakukan pada waktu yang tepat. Nyamuk Aedes Aegypti aktif pada pukul 08.00-11.00 dan sekitar pukul 14.00-17.00. Sehingga, pada waktu aktif itulah nyamuk beraksi mengigit manusia. Jika melakukan fogging maka harus sebelum masa gigit tersebut. . Atau di antara waktu aktif dia mengigit.  Pada masa itu diperkirakan nyamuk istirahat. 

Karena jika tidak sesuai dengan aturan-aturan yang ada, dikhawatirkan fogging tidak tepat waktunya, sehingga berdampak nyamuk justru menjadi kuat (kebal) dan hasilnya akan sia-sia.

4 dari 4 halaman

Dilakukan Setelah Adanya Kasus Positif

Ilustrasi Foto Nyamuk (iStockphoto)

Fogging sebagai bentuk kegiatan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) dapat dilakukan ketika sudah ditemukan kasus DBD positif. Fogging hanya dapat memberantas nyamuk dewasa. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan 3M plus.

Penyelidikan epidemilogi hanya bisa dilakukan oleh puskesmas untuk mencari kasus yang diterima dari masyarakat setempat. Fogging dapat dilakukan seminggu setelah adanya kasus. Jadi, tidak sembarangan melakukan fogging. 

Takut Gemuk Saat Imlek, Jangan Duduk Dekat Meja Makan

Liputan6.com, Jakarta Berkumpul dengan keluarga sambil membagikan angpau kepada mereka yang belum menikah adalah ciri khas dari perayaan Imlek. Selain itu, yang paling ditunggu juga adalah momen saat menyantap makanan khas Imlek. 

Bagi yang sedang diet, beberapa di antaranya memilih untuk tidak menyantapnya karena takut berat badan naik. Sebenarnya, ada lho cara mudah agar tak gampang gemuk meski menyantap makanan khas Imlek yang beragam.

Mulai bakkwa (dendeng babi), yusheng (salad ikan), kue keranjang, dan berbagai hidangan khas Imlek mungkin sudah menanti di meja makan. Hmm, membayangkannya saja sudah bikin senang!

Namun, hindarilah menyantap semuanya sekaligus. Ada baiknya Anda makan dalam porsi yang kecil supaya Anda bisa mencoba seluruh suguhan yang ada tanpa takut berat badan melonjak. Batasi juga konsumsi camilan khas Imlek yang tinggi kalori, seperti kue keranjang, kue nastar, kue semprong, dan sebagainya.

2 dari 4 halaman

Menjauh dari Meja Makan

Jangan duduk atau berdiri terlalu dekat dengan makanan

Anda tak ingin berat badan melonjak usai perayaan Imlek? Salah satu kiatnya adalah hindari duduk atau berdiri terlalu dekat dengan makanan.

Sering kali tanpa disadari ketika Anda duduk di dekat meja makan sambil mengobrol dengan sepupu, satu stoples kue nastar sudah kosong melompong gara-gara Anda habiskan sendirian. Jadi, agar tidak makan secara berlebihan, jangan duduk atau berdiri terlalu dekat dengan makanan.

Hindari pergi dengan perut kosong

Tradisi makan bersama keluarga sering kali dilakukan di restoran atau rumah kerabat. Salah satu “kesalahan” yang sering dilakukan orang adalah, keluar rumah dengan perut kosong karena membayangkan akan menikmati berbagai santapan khas Imlek di tempat tujuan. Padahal, pergi dengan perut kosong bisa membuat Anda kalap saat makan di tempat tujuan nanti.

Jadi lebih baik sebelum pergi, makanlah dulu sedikit di rumah. Misalnya jika Anda pergi di pagi hari, ada baiknya sarapan terlebih dahulu di rumah dengan menu yang sehat. Anda dapat memilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks dan kaya serat seperti roti gandum atau oatmeal. Lalu jika pergi di malam hari, Anda bisa makan buah atau salad dulu. Mengonsumsi makanan yang tinggi serat akan membuat Anda kenyang lebih lama dan terhindar dari kalap nantinya.

3 dari 4 halaman

Piring Kecil

Gunakan piring kecil

Menurut penelitian yang dimuat di International Journal of Obesity tahun 2010, makan dengan piring makan standar dapat meningkatkan porsi makan Anda ketimbang makan dengan piring kecil.

Semakin besar piring Anda, semakin besar juga makanan yang Anda letakkan di piring. Untuk itu, ketika makan gunakanlah piring kecil seperti yang biasa Anda gunakan ketika mengambil buah atau salad.

4 dari 4 halaman

Olahraga

Olahraga

Saat liburan hari raya, bukan berarti Anda juga libur berolahraga. Tetaplah berolahraga, apalagi jika makanan yang Anda konsumsi mengandung kalori yang tinggi. Usahakan untuk berolahraga minimal 30 menit setiap harinya. Anda tidak perlu melakukan olahraga intensitas tinggi, yang terpenting adalah Anda tetap aktif bergerak.

Penulis : Nadia Octavia / Klik Dokter

6 Makna Terdalam dari Perayaan Tahun Baru Imlek

Liputan6.com, Jakarta Tidak jauh berbeda dari Hari Raya Idul Fitri, Imlek pun identik dengan bagi-bagi angpao dan sajian makanan manis yaitu kue keranjang. Tak hanya itu, lilin besar berwarna merah, barongsai, dan ikan mas juga dengan mudahnya kita temui saat Tahun Baru Cina berlangsung. 

Namun, rasa-rasanya sedikit orang yang tahu makna dari Imlek itu sendiri. Termasuk apa saja yang harus ada ketika perayaan Imlek itu berlangsung. 

Pada sebuah kesempatan, tim Health Liputan6.com bertemu dan membahas banyak hal perihal Imlek bersama Pakar Psycocybernatic, Suhu Naga. Mulai dari pengertian dari Imlek itu sendiri, sampai apa saja yang tidak boleh sampai dilupakan selama perayaan Imlek. 

Menurut Suhu Naga, Imlek merupakan satu akar budaya. Saat perayaan itu berlangsung, seluruh keluarga berkumpul dan bersama-sama secara khusyuk mengenang leluhurnya.

“Di saat kumpul keluarga itu juga, semuanya saling berbagi. Kita saling berbagi rezeki, semangat baru, dan hal-hal baik lainnya,” kata Suhu Naga.

Meski tak sedikit masyarakat yang merayakan Imlek dengan segala `aturan` budayanya, tapi ada beberapa hal yang tidak boleh dilupakan dan harus ada selama perayaan Imlek berlangsung. Apa saja?

2 dari 7 halaman

1. Lilin Besar

Lilin besar berwarna merah harus ada di tiap perayaan Imlek. Dikatakan Suhu Naga, lilin merah tersebut melambangkan cahaya dan terang. Untuk prinsip dari lilin besar itu sendiri adalah menebarkan kebaikan, meskipun diri sendiri harus berkorban banyak hal.

3 dari 7 halaman

2. Barongsai

Barongsai merupakan salah satu kebudayaan Cina yang sangat identik dengan perayaan Imlek. Menurut Suhu Naga, barongsai merupakan atribut kerajaan untuk mengusir kekuatan jahat dan demi menghadapi perubahan masa, dan apa saja yang akan terjadi di kehidupan yang akan datang.

4 dari 7 halaman

3. Ikan Mas

Di zaman dulu, kata Suhu Naga, hanya ada ikan mas dan ikan bandeng yang hidup dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat pada saat itu.

Untuk itu, ikan mas melambangkan sebuah rezeki yang datang dari alam dan berikan Tuhan untuk umat-Nya. Maka itu, di tiap perayaan Imlek, ikan mas harus tetap ada.

5 dari 7 halaman

4. Kue Keranjang

Kue keranjang yang bercita rasa sangat manis, dianggap sebagai kenikmatan yang tidak akan pernah habis. Rasa manisnya, merupakan simbol manusia agar selalu sejahtera dalam mengarungi kehidupannya.

6 dari 7 halaman

5. Angpau

Suhu Naga mengatakan bahwa angpau merupakan simbol agar manusia belajar berbagi. Berbagi kepada keluarga dan orang lain.

“Sebenarnya angpau itu ada standar baku dari sananya. Yang belum nikah, tidak boleh kasih angpau walaupun sudah sukses,” kata Suhu Naga.

Alasan mengapa seseorang yang belum menikah tidak boleh memberikan angpau, karena angpau dianggap lambang bagi yang sudah berkeluarga membagi kepada si kecil. Dengan kata lain, bagi yang masih sendiri dianggap masih kecil.

“Angpau itu seperti orangtua ngasih ke anaknya. Maka itu, kurang pantas yang belum menikah memberikan angpau. Angpau bukan diukur dari kesuksesaannya, tapi lebih kepada kekeluargaannya,” kata Suhu Naga lagi.

7 dari 7 halaman

6. Dilarang Bersih

Menjelang Imlek, dilarang keras membereskan rumah. Menurut Suhu Naga, simbol ini lebih kepada jangan melakukan hal-hal yang tidak penting.

Sebab, pentingnya dari perayaan Imlek itu sendiri adalah kebersamaan dan membuang sejenak pekerjaan membosankan yang telah dilakukan selama setahun ke belakang.

Makna Warna Merah dalam Perayaan Imlek

Liputan6.com, Jakarta Saat perayaan Imlek warna merah ada dimana-mana. Mulai dari dekorasi hingga pakaian yang dikenakan. Lalu, apa makna warna merah dalam perayaan Imlek?

Bagi masyarakat Tionghoa, merah menjadi warna keberuntungan. Kesukaan masyarakat menggunakan warna merah bisa dilacak sampai keturunan Kaisar Yan yang memuja api.

Dalam buku Chinese Auspicious Culture terbitan Elex Media Komputindo dijelaskan bahwa api adalah pembawa cahaya, nasib baik dan sumber hidup bagi manusia. Karena warna api itu merah, orang suci yang menciptakan batu api dan menghasilkan api dinamakan Kaisar Panas. Karena warna merah juga dikenal dengan chi, orang suci ini juga dikenal sebagai Kaisar Merah.

Selain itu, bangsa China Kuno menganggap api sebagai inkarnasi Dewa Api dan Dewa Matahari. Maka mereka memuja warna merah.

Seorang dalang memainkan wayang potehi di salah satu mall di Jakarta, Jumat (1/2). Pementasan wayang potehi sebagai upaya untuk memperkenalkan kebudayaan Tionghoa kepada pengunjung mal. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Ada juga kepercayaan lain bahwa asal warna merah sebagai warna keberuntungan karena legenda Nian, hewan buas dalam mitologi China yang muncul di akhir tahun dan mengganggu keselamatan. Dan hal itu diketahui Langit, dewa yang dikirim ke dunia fana untuk selamatkan rakyat.

Langit memerintahkan masyarakat memakai pakaian merah dan menyalakan petasan merah, karena Nian takut dengan warna merah. Hal ini berhasil dan menjadi tradisi sampai saat ini. Masyarakat China menghias rumahnya dengan warna merah untuk menghindari roh jahat dan bernasib baik.

Hiasan berwarna merah tak hanya muncul saat perayaan Imlek saja, tetapi juga dalam acara ulang tahun maupun pernikahan. Hiasan-hiasan itu seperti lampion merah, angpao merah, dan pakaian serta pernak-pernik merah.

Tak hanya merah, kuning juga identik saat perayaan Imlek. Kuning dianggap sebagai warna tanah.

(Penulis:  Fellyanda Suci Agiesta/Merdeka.com)

Saksikan juga video menarik berikut

Ada Bahaya di Balik Kenikmatan Ikan Asin

Liputan6.com, Jakarta Makan dengan nasi hangat, sayur asam, ditambah ikan asin plus sambal terasa nikmat sekali. Namun, jika Anda terlalu sering menyantap ikan asin ada bahaya mengintai yakni kanker tenggorokan.

Seperti dituliskan dokter Resthie Rachmanta Putri dari Klikdokter, dugaan bahwa ikan asin dapat memicu kanker tenggorokan bermula pada tahun 1970-an. Saat itu ditemukan angka kejadian kanker tenggorokan yang sangat tinggi di Tiongkok Selatan. Penduduk setempat memiliki kebiasaan yang unik, yaitu mengonsumsi ikan asin setiap hari.

Di Tiongkok, konsumsi ikan asin sudah dimulai sejak anak-anak dan berlanjut hingga usia tua. Atas dasar kejadian tersebut, di berbagai negara di Asia akhirnya dilakukan berbagai penelitian untuk mengetahui apakah ikan asin bisa mencetuskan kanker tenggorokan.

Selama dua dekade terakhir, studi di Tiongkok, Hongkong, Jepang dan Malaysia menunjukkan bahwa konsumsi ikan asin ternyata memang bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kanker tenggorokan.

Semakin banyak ikan asin yang dikonsumsi, semakin besar risiko seseorang untuk terkena kanker di kemudian hari. Orang yang memiliki kebiasaan makan ikan asin sejak kecil lebih rentan mengalami kanker tenggorokan.

2 dari 2 halaman

Kandungan berbahaya

Hal yang bisa membuat ikan asin memicu kanker tenggorokan adalah kandungan zat kimia bernama nitrosamin di dalamnya. Zat ini terbentuk saat pembuatan ikan asin, yaitu pada proses penggaraman dan pengeringan ikan di bawah sinar matahari.

Tak hanya itu, nitrosamin juga bisa terbentuk di dalam lambung saat ikan asin dikonsumsi dan ”berinteraksi” dengan asam di lambung.

Nitrosamin dan kandungan garam yang tinggi pada ikan asin diduga dapat merusak salah satu komponen DNA manusia, dan menyebabkan sel-sel tubuh, khususnya di daerah tenggorokan berkembang biak terus menerus secara tak terkendali.

Selain itu, zat tersebut juga menyebabkan seseorang lebih mudah terinfeksi Epstein-barr Virus (EBV), yakni virus yang menjadi penyebab utama kanker tenggorokan. Oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), nitrosamin dikategorikan sebagai salah satu zat karsinogenik (zat pemicu kanker) yang berbahaya.

Sebetulnya tak semua jenis ikan asin mengandung banyak nitrosamin. Tingginya kadar nitrosamin di dalam ikan asin pun tergantung jenis ikan, garam yang dipakai, banyaknya paparan sinar matahari, dan cara penyimpanan ikan asinnya.

Namun demikian, hingga kini belum ada cara sederhana mengukur kadar nitrosamin di dalam ikan asin untuk mengetahui apakah ikan tersebut berbahaya untuk dikonsumsi. Oleh karena itu, untuk menjauhkan diri dari risiko kanker tenggorokan, cara yang paling aman adalah dengan membatasi konsumsi ikan asin.

Saksikan juga video menarik berikut

Kapan Waktu Terbaik Minum Vitamin?

Liputan6.com, Jakarta Bagi orang yang ingin menambah daya tahan tubuh usai sakit atau merasa tidak enak badan, biasanya akan minum vitamin tambahan. Namun masyarakat awam masih bingung kapan sebenarnya waktu terbaik seseorang mengonsumsi vitamin. Apakah malam atau pagi hari?

Menurut ahli gizi Rachel Olsen waktu terbaik mengonsumsi vitamin yaitu waktu yang paling Anda ingat. Jadi, bisa pagi, siang atau malam hari. 

“Namun, biasanya akan lebih mudah diingat di pagi hari,” kata Rachel saat berkunjung ke kantor redaksi Liputan6.com ditulis Senin (4/2/2019).

Selain itu, ia juga mengingatkan ada beberapa vitamin yang bakal lebih baik dikonsumsi dengan memperhatikan asupan makanan. 

“Saat mengkonsumsi multivitamin yang mengandung vitamin A, D, E, dan K, yang larut dalam tubuh, itu sebaiknya diminum setelah makan supaya bisa terserap tubuh. Kalau vitamin kompleks seperti vitamin B dan C yang yang larut di dalam air, itu waktu minumnya boleh kapan saja,” ujar Rachel.

2 dari 2 halaman

Minum vitamin sesuai kebutuhan

Menurut dokter Karin Wiradarma dari Klikdokter, pada dasarnya, vitamin aman untuk dikonsumsi selama masih dalam dosis yang dianjurkan dan sesuai dengan kebutuhan tubuh sehari-hari. Namun, memang dokter biasanya menganjurkan pemberian vitamin untuk mereka diantaranya:

– sedang sakit

– dalam masa penyembuhan

– anak sulit makan

– anak/remaja dalam masa pertumbuhan

– sulit/kurang makan

– kurang gizi

(Penulis: Siti Nurhaifa)

Saksikan juga video menarik berikut

Jangan Remehkan Manfaat Anak Bermain Boneka

Liputan6.com, Jakarta Bagi anak perempuan, boneka bisa jadi mainan kesayangannya. Boneka tersebut bahkan diberi nama serta baju khusus oleh anak. Olehnya mainan kesayangannya ini diperlakukan seperti makhluk hidup.

Ketika anak bermain dengan boneka, kemungkinan besar ia akan mengajak bonekanya bicara. Siapa sangka hal ini juga bisa jadi ajang anak belajar emosi lho.

“Saat bermain boneka, anak seperti menciptakan skenario di pikirannya pada kehidupan nyata. Hal ini akan sangat melibatkan kemampuan kognitif dan emosinya. Anak mungkin mempraktikkan empati ketika menjadi dokter-dokteran yang merawat sesosok binatang yang terluka,” kata Stephanie Brown, seorang terapis anak, seperti dikutip dari VeryWell.

Tidak heran jika terapis anak sering menggunakan boneka ketika melakukan terapi. Duduk dan melihat anak bermain akan membuat kita tahu apa emosi yang sedang dirasakan, bagaimana imajinasi dan pemikirannya berkembang.

Selain psikologi, boneka dan figur memungkinkan anak untuk menciptakan dunia apa pun yang diinginkannya saat itu.

2 dari 2 halaman

Jangan pakai baterai

Anak bermain boneka (Ilustrasi)

Sebaiknya pilih boneka yang tidak berbaterai. Lalu, bermainlah bersama anak dan biarkan ia mengatur semuanya.

“Boneka dan figur juga membantu balita, baik lelaki maupun wanita, keterampilan memecahkan masalah dan kehidupan nyata dengan cara yang aman dan menyenangkan. Terutama jika orangtua ikut bermain dengannya,” kata Brown.

Sedih, senang, marah, kesal dan berbagai emosi bisa diperlihatkan melalui permainan boneka. Dengan begitu anak terbiasa menyampaikan emosinya dengan baik. Jadi, ikutlah bermain boneka bersama buah hati.

Penulis: Mutia Nugraheni/Dream.co.id

Saksikan juga video menarik berikut

Berapa Lama Masa Pakai Botol Susu?

Liputan6.com, Jakarta Masa pakai benda tentu memiliki tenggat waktunya masing-masing. Begitu pula dengan alat makan bayi, salah satunya botol susu. Sebagian besar orangtua tak menyadari bahwa botol susu juga punya masa kedaluwarsa pemakaian. Berikut pengalaman Mommy Desi Wijaya dari Babyologist.

Jadi aku pernah diberi tahu oleh orangtua kalau botol susu masih bagus dan masih layak dipakai, maka tidak masalah kalau tidak diganti (alasannya sayang, masih bagus, dan lain-lain).

Tapi ternyata pernyataan di atas salah besar ya Moms. Botol susu pasti akan mengalami kerusakan karena dipakai terus, dicuci terus, dan disteril terus. Apalagi kebanyakan botol susu tersebut terbuat dari plastik.

Idealnya pemakaian botol susu itu berapa lama?

Kalau aku 3-6 bulan, tapi tergantung juga dengan kondisi botol, kalau memang botol susu sudah terlihat berubah warna, dot sudah rusak, maka itu pasti aku ganti.

Sampai pernah suatu hari aku lagi mudik aku baru sadar dot botol susu anakku itu sudah berjamur. Dan tipe dot botol berjamur itu sangat mirip dengan kerak susu. Bedanya, pas disikat, dikorek, tidak akan bisa bersih.

Kenapa bisa berjamur?

  • Dot terlalu lama masa pemakaiannya
  • Pencucian dan pengeringan sering tidak sempurna
  • Lembap

Jadi memang kalau botol susu Zoey aku jarang cuci biasa aku minta tolong pekerja rumah yang cucikan. Tapi sejak pernah kena jamur mulut, aku jadi lebih takut, dan memang jamur mulut hampir selalu dari dot/empeng.

Ada juga botol susu yang tipe PPSU. Pernah dengar ya pasti, selalu diklaim bisa dipakai lebih lama daripada botol susu, bisa up to 2 tahun dan tidak perlu ganti-ganti botol dan dot (kalau tidak rusak), tapi harganya juga pasti lebih mahal.

Risiko jika tidak mengganti botol susu:

  • Masalah pencernaan
  • Masalah kesehatan

Misalkan seperti goresan di botol, goresan ini bisa menjadi celah tumbuhnya bakteri. Maka dari itu, kita harus mengganti botol susu secara berkala.

Semoga bermanfaat.

HEADLINE: Gelombang Serangan Aedes Aegypti, Kapan Indonesia Bebas DBD?

Liputan6.com, Jakarta Eskalasi kasus demam berdarah dengue (DBD) membuat jumlah pasien Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Hasan Sadikin Bandung Jawa Barat menjadi dua-tiga kali lipat dari biasanya. Sampai-sampai, banyak pasien yang harus dirawat di lorong IGD rumah sakit ini.

“Dalam dua bulan terakhir kami mengalami peningkatan volume yang sangat signifikan. Ini kan lagi musim demam berdarah, sehingga banyak pasien yang masuk ke IGD kami dengan diagnosis demam berdarah. Sementara kapasitas ruangan terbatas,” kata Kepala IGD RS Hasan Sadikin Bandung Dodi Tavianto pada Senin 4 Februari 2019.

Ternyata tidak saja di RS Hasan Sadikin, beberapa pusat layanan kesehatan di Indonesia juga diisi dengan pasien yang terinfeksi virus dengue yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegpty. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI dari Januari sampai 3 Februari 2019, totalnya ada 13.692 kasus DBD di seluruh Indonesia dengan jumlah kematian hingga 169 jiwa.

Lima provinsi teratas kasus DBD yakni Jawa Timur 3.074 kasus, Jawa Barat 2.204 kasus, Nusa Tenggara Timur (NTT) 1.364 kasus, Jawa Tengah 1.333 kasus, dan Lampung 1.157 kasus.

Di Jawa Timur, 2 kasus DBD terbanyak ada di Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Kediri. Tingginya angka DBD di dua kabupaten tersebut karena masih banyak ditemukan tempat perindukan nyamuk seperti disampaikan Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi.

“Kita lihat angka bebas jentik di Kabupaten Ponorogo maupun Kediri itu hanya 60 persen, sehingga otomatis masih ada tantangan untuk mengendalikan DBD,” kata wanita yang akrab disapa Nadia saat dihubungi Senin 4 Februari 2019.

Jumlah juru pemantau jentik (jumantik) yang terbatas di kedua kabupaten itu, ditambah kesadaran masyarakat yang rendah, menjadi dua faktor utama masih tingginya angka DBD di sana.

“Kami menemukan ada banyak tempurung kelapa di bawah rumah, di halaman, yang dibiarkan terbuka sehingga bisa menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti,” lanjut Nadia.

Kejadian Luar Biasa

Walau kasus DBD terus meningkat, pemerintah belum menyatakan kondisi ini sebagai kejadian luar biasa (KLB) nasional apalagi wabah karena angkanya relatif rendah. 

Lebih lanjut, Nadia menjelaskan bahwa KLB ditetapkan secara berjenjang dari daerah, tidak langsung level pusat.

“KLB itu ditetapkan secara bertingkat. Pertama, ditetapkan oleh kabupaten/kota. Dan kabupaten/kota untuk menentukan KLB itu enggak gampang,” kata Nadia. 

Untuk menentukan KLB atau tidak, suatu kabupaten atau kota akan melihat dari tiga faktor yakni peningkatan jumlah kasus, penambahan jumlah kasus yang sangat cepat, dan luas wilayah yang masyarakatnya terkena DBD.

“Sementara, kalau wabah itu lebih tinggi lagi dari KLB. Menteri Kesehatan harus mengusulkan ke DPR, kemudian ditetapkan oleh DPR terjadi wabah. Konsekuensi dari penetapan wabah, negara menjadi terisolir, tidak ada orang yang bisa keluar-masuk dari negara kita. Penerbangan pun disetop ketika (negara) dinyatakan (mengalami) wabah,” papar Nadia. 

2 dari 7 halaman

Kasus DBD Meningkat Sejak Akhir 2018

Tren peningkatan kasus DBD ‘memanas’ sejak akhir 2018. Pada November sampai Desember 2018, laporan peningkatan DBD terjadi di Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah dan Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Di Kabupaten Kapuas terdapat 199 kasus  DBD, menurut data Subdit Surveilans Kementerian Kesehatan. Pada Oktober 2018, ada 46 kasus DBD dengan 45 pasien menjalani rawat inap di RSUD Kabupaten Kapuas.

Sementara, di Kabupaten Manggarai Barat pada 2018 tercatat, 672 kasus DBD. Hingga Januari 2019, kasus kematian akibat DBD di wilayah tersebut dilaporkan ada 8 orang.

Adanya peningkatan kasus DBD di beberapa wilayah membuat pemerintah daerah setempat menetapkan status KLB. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono  mengungkap daerah-daerah yang berstatus KLB.

“Daerah-daerah yang menyatakan KLB meliputi Kabupaten Kapuas, Kota Kupang, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Ponorogo, dan Provinsi Sulawesi Utara. Tapi Kabupaten Kapuas sudah menarik status KLB,” kata Anung kepada Health Liputan6.com melalui pesan singkat, Senin, 4 Februari 2019.

Jumlah kasus DBD di Provinsi Sulawesi Utara saat ini mencapai 1.114 kasus dengan 15 kasus kematian. Jumlah ini meningkat dari data sebelumnya per 29 Januari 2019, yakni 980 kasus DBD dengan 13 kasus kematian. Sulawesi Utara menjadi satu-satunya provinsi yang menetapkan KLB DBD.

Anung mengatakan, 403 kabupaten/kota dari 34 provinsi melaporkan adanya kasus DBD. Namun, peningkatan kasus DBD hanya dialami oleh 259 kabupaten/kota. 

3 dari 7 halaman

Cuaca dan Peningkatan Kasus DBD

Peningkatan jumlah kasus DBD di Indonesia antara lain dipengaruhi iklim. Curah hujan dan kelembapan yang tinggi membuat nyamuk Aedes aegypti, si pembawa virus DBD mudah berkembang biak. 

Contoh kasus yang terjadi seperti di Provinsi DKI Jakarta dengan jumlah 813 kasus DBD, tanpa angka kematian (per 3 Februari 2019). Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, tiga wilayah di Jakarta (Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat) menduduki jumlah kasus DBD terbanyak.

Selain itu, adanya area lahan kosong seperti di Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan menjadi tempat favorit nyamuk Aedes aegypti berkembang biak. Begitu pula dengan genangan-genangan air dalam wadah yang tak terjamah.

Tak hanya faktor iklim saja, jumlah kasus DBD yang bertambah juga disebut-sebut dipengaruhi adanya siklus lima tahunan DBD. Nadia menyebut puncak siklus demam berdarah dengue (DBD) memang terjadi setiap lima tahun sekali, tapi itu terjadi sebelum era tahun 2000-an.

Kondisi cuaca saat ini mengalami perubahan. Tidak seperti tahun 2018 pada bulan yang sama (Januari-Februari), curah hujan tahun 2019 ini sangat tinggi. Pada 2018 justru Indonesia mengalami musim kemarau yang berkepanjangan. Data Kementerian Kesehatan melaporkan, jumlah penderita DBD tahun 2018 sebanyak 53.075 dengan 344 kasus kematian.

“Kalau kita lihat, puncaknya tahun 2012. Lalu tahun 2016 muncul lagi. Kita tidak tahu, apakah 2019 ini merupakan siklus puncak atau hanya peningkatan (jumlah kasus DBD) biasa,” jawab Nadia dalam konferensi pers DBD di Kementerian Kesehatan, Jakarta, ditulis 4 Februari 2019.

4 dari 7 halaman

Surat Edaran dan Sistem Pantau DBD

Sebelum jumlah kasus DBD meningkat, sebenarnya Menteri Kesehatan RI Nila Farid Moeloek sudah mengirimkan surat kepada semua Gubernur tentang kesiapsiagaan peningkatan kasus demam berdarah dengue. Surat dengan nomor PV.02.01/Menkes/721/2018 22 November 2018.

“Kami juga melakukan komunikasi kepala dinas kesehatan provinsi, kabupaten/kota, kabid P2P dan penanggungjawab program pencegahan dan pemberantasan penyakit dinas kesehatan provinsi, kabupaten/kota,” kata Anung pada Rabu (16/1/2019).

Nadia juga menambahkan, distribusi alat pengendali vektor berupa insektisida, larvasida, Rapid Diagnostic Test (RDT), media Komunikasi Informasi Edukasi (KIE), dan jumantik juga dilakukan.

Larvasida termasuk insektisida untuk membunuh nyamuk. Larvasida yang umum digunakan saat ini berbahan dasar kimia sintetis, yaitu bubuk abate yang mengandung insektisida temefos.

RDT adalah tes untuk menemukan dan menentukan secara cepat, apakah penyakit memang DBD atau bukan. Tes ini bisa dilakukan di fasilitas kesehatan primer. Ketika terjadi DBD, maka penanganan bisa langsung dilakukan.

Ada juga alat deteksi dini virus DBD buatan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Deteksi virus DBD bisa dilakukan oleh masyarakat sendiri, tanpa harus memeriksakan darah ke laboratorium fasilitas kesehatan. Kit diagnostik ini berbentuk mirip test pack

Alat kit deteksi dini demam berdarah dengue (DBD) yang dilaunching Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). (Dokumentasi BPPT)

Cara menggunakannya cukup dengan meneteskan darah pada kit diagnostik. Lalu partikel protein NS 1 yang ada pada darah akan bereaksi dengan antibodi yang ada. Hasil tes langsung bisa diketahui dalam 2 sampai 10 menit. 

Sedangkan untuk memantau peningkatan kasus DBD, Kementerian Kesehatan menggunakan sistem bernama Public Health Emergency Operation Center (PHEOC). PHEOC mampu memantau kasus DBD di 34 provinsi di Indonesia secara real time.

Berkat adanya PHEOC, tim Kementerian Kesehatan bisa memverifikasi langsung dan melakukan feedback tentang kecenderungan peningkatan kasus DBD yang cukup signifikan. Apakah di lokasi yang terdeteksi memang benar ada laporan kasus DBD atau tidak.

“Saat ini, kami punya posko kewaspadaan demam berdarah, yakni melalui PHEOC. Pantauan dilakukan 24 jam,” ungkap Nadia.

Kinerja sistem PHEOC mirip dengan milik Sistem Berbasis Web (daring) Surveilans milik Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Laporan kasus DBD dari puskesmas dan rumah sakit di Jakarta akan tercatat masuk sistem berbasis web. Di dalam sistem ini terekam jumlah kasus dan tempat tinggal pasien yang terjangkit DBD.

“Mengacu pada informasi pasien. Tim kami di lapangan bisa diterjunkan langsung ke lokasi tempat tinggal pasien yang terjangkit DBD. Ini untuk memastikan, lokasi itu apakah ada warga lain, yang punya gejala berisiko DBD, seperti demam. Sekaligus melihat, di lingkungan tempat tinggal, apakah ada jentik-jentik nyamuk,” papar Widyastuti, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta .

5 dari 7 halaman

PSN, Aksi Sederhana Efektif Tekan DBD

Pemberantasan sarang nyamuk atau PSN dinilai lebih efektif mencegah DBD dibanding pengasapan atau Fogging. (Foto: Liputan6.com/Humas Pemkab Banyumas/Muhamad Ridlo)

Strategi lain yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi kasus DBD yang terus meningkat yakni dengan menggiatkan aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Plus serta Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik. 

PSN dilakukan dengan menggunakan larvasida. Di DKI Jakarta, larvasida massal sudah dilakukan di daerah Kecamatan Kalideres dan Cengkareng. PSN menyasar pemukiman warga, sekolah, serta sarana umum. Dalam pelaksanaannya Pemda DKI berkoordinasi juga dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

Selain itu, masyarakat juga perlu menerapkan 3M (Menguras, Menutup, Mendaur ulang). Menguras yakni membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampuangan air, misal bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, dan penampungan air lemari es.

Menutup rapat-rapat sejumlah tempat penampuangan air, contohnya drum, kendi, toren air, dan lain-lain dapat mencegah nyamuk Aedes aegypti berkembangbiak. Mengubur dan mendaur ulang barang bekas yang tak terpakai bisa dilakukan.

Upaya menekan angka kasus juga dilakukan dengan fogging (pengasapan). Sasaran fogging adalah nyamuk dewasa. Fogging khusus dilakukan pada daerah-daerah dengan laporan kasus DBD terbanyak.

Namun, ada juga anggapan yang beredar di masyarakat, fogging tidak mempan untuk mencegah penularan virus DBD, bahkan membuat nyamuk menjadi resisten—tahan  terhadap bahan kimia fogging. Menanggapi hal itu, Nadia menekankan, fogging tetap efektif dilakukan, tapi harus didukung dengan PSN dan larvasida.

“Bukan tidak efektif, tapi ya harus didukung juga dengan PSN dan larvasida untuk membunuh jentik-jentik nyamuk. Karena kalau fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa, tidak menyasar ke jentik-jentik nyamuknya. Semuanya harus dilakukan bersamaan,” terang Nadia.

6 dari 7 halaman

Cara Aedes aegypti ‘Menyerang’

Ilustrasi Foto Nyamuk (iStockphoto)

Aedes aegypti, si nyamuk pembawa virus DBD jenis betina yang menyebarluaskan virus dengue. Dari jurnal “Laporan Akhir Penelitian, Identifikasi Serotipe Virus Dengue pada Nyamuk Aedes aegypti dan Aedes alpobictus di Kota Salatiga dengan Metode RT-PCR”, yang dipublikasikan Litbang Kementerian Kesehatan tahun 2012, virus dengue tersebut termasuk dalam Family Flaviviridae dan genus Flavivirus.

Virus ini mempunyai empat serotipe yang dikenal dengan DEN-I, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. Infeksi virus dengue berbeda-beda dialami penderita, tergantung dari serotype virus dengue yang menyerang. Vektor utama penular penyakit DBD adalah nyamuk Ae. aegypti, sedangkan Ae. albopictus sebagai vektor sekunder. Tapi yang paling berperan dalam penularan virus DBD, yakni nyamuk Ae. Aegypti karena perilakunya senang hidup di dalam dan sekitar rumah.

Sementara itu, Ae.albopictus lebih senang beraktivitas di luar rumah, seperti di kebun-kebun sehingga jarang bersentuhan dengan manusia. Kedua jenis nyamuk ini tersebar di seluruh pelosok Indonesia.

“Ciri-ciri nyamuknya berwarna hitam dan belang-belang (loreng) pada seluruh tubuhnya. Mereka suka berkembangbiak di tempat penampungan air dan barang-barang yang memungkinkan air tergenang. Bisa juga berkembangbiak di selokan atau kolam air yang langsung berhubungan dengan tanah,” ungkap Nadia.

Nyamuk loreng-loreng hitam putih ini mampu terbang sejauh 100 meter dan biasanya menggigit (mengisap darah) pada pagi dan sore hari. Tepatnya sekitarpukul 09.00 – 10.00 dan sore pukul 15.00 – 16.00.

Infografis Kasus DBD Terus Berulang. (Liputan6.com/Triyasni)

7 dari 7 halaman

Bisakah Indonesia bebas DBD?

Perawat melakukan pemeriksaan kepada anak-anak pasien DBD di RSUD Depok, Selasa (9/2/2016). Pasien DBD di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok terus meningkat sejak Desember 2015. (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Berbicara mengenai bebas kasus DBD di Indonesia, rasa-rasanya sulit. Ada dua alasan kuat terkait hal itu.

“Kalau bebas agak sulit karena kita (Indonesia) adalah negara tropis dengan dua musim dimana memang ada virus dengue di sini dan ada nyamuk sebagai pembawa vektornya yang ada di sekitar kita. Nyamuk Aedes aegypti ini ada di negara tropis kita” kata Nadia.

Namun, bila seluruh masyarakat mau bersama-sama mengendalikan lingkungan, bukan tidak mungkin angka kasus DBD di Indonesia rendah seperti disampaikan Nadia.

“Nah, dengan menjaga lingkungan, itu kuncinya supaya kita tidak terinfeksi demam berdarah atau jika pun terinfeksi tidak banyaklah,” tekan Nadia.

Harapan untuk bebas dari DBD bakal terwujud bila sudah ditemukan vaksin DBD yang manjur. 

“Saat ini sudah ada, tapi untuk usia 9 tahun ke atas dan untuk yang sudah terinfeksi demam berdarah. Vaksinnya sangat efektif pada orang yang sudah terinfeksi demam berdarah,” kata Nadia. 

Ejakulasi Cegah Pria Kena Kanker Prostat

Liputan6.com, Jakarta Laporan studi pada tahun 2003 dan 2004 menyebut, pria yang aktif ejakulasi akan terlindungi dari risiko kanker prostat. Penelitian itu merupakan tindaklanjut dari studi Harvard’s Health Professionals Follow-up Study pada tahun 2009.

Sebanyak 29.342 pria antara usia 46 dan 81 melaporkan, rata-rata ejakulasi saat mereka masih berusia dewasa muda (usia 20-29 tahun), usia paruh baya (40 sampai 49 tahun).

Dari data yang dihimpun setiap dua tahun sejak 1992 hingga 2000 tersebut, sebanyak 33 persen risiko kanker prostat lebih rendah pada pria yang sering ejakulasi dibandingkan dengan pria yang empat hingga tujuh ejakulasi sebulan selama masa hidup mereka.

Editor in Chief of the Harvard Medical School’s Annual Report on Prostate Diseases, Marc Garnick mengatakan, ada juga studi terhadap 2.338 pria di Australia. Secara keseluruhan, pria rata-rata 4,6 kali ejakulasi dalam seminggu.

“Hasilnya, 36 persen pria lebih rendah kemungkinan didiagnosis dengan kanker prostat dibandingkan pria yang rata-rata kurang dari 2,3 kali seminggu ejakulasi,” kata Marc, dikutip dari Harvard Medical School, Senin, 4 Februari 2019.

Saksikan video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Kanker prostat dan jumlah pasangan seks

Tidak ada hubungan kanker prostat dengan jumlah pasangan seks. (iStockphoto)

Studi juga menemukan, tidak ada hubungan antara kanker prostat dan jumlah pasangan seks. Namun, sebuah penelitian pernah mengungkap, pria yang berhubungan seks dengan 30 wanita lebih cenderung mengembangkan kanker prostat daripada pria dengan hanya satu pasangan.

Urolog Adam Ramin dari Urology Cancer Specialists di Los Angeles, Amerika Serikat menjelaskan, ada cara mendeteksi risiko kanker prostat dengan tes PSA. PSA adalah singkatan dari antigen khusus-prostat (prostate-specific antigen).

Ini adalah protein yang diproduksi kelenjar prostat yang dapat menjadi indikator kanker prostat. Namun, tes PSA sebenarnya bukan tes kanker. Ada beberapa kondisi yang dapat mengakibatkan peningkatan level PSA pada pria. Misal, peradangan hingga infeksi.

“Tes ini bukan detektor kanker prostat yang pasti. Sebaliknya, tes PSA bisa menjadi langkah awal dalam mengevaluasi lebih lanjut potensi masalah. Jika seorang dokter prihatin dengan kadar PSA pria dan mencurigai kanker prostat. Maka, tindak lanjut bisa mengarah ke langkah-langkah diagnostik yang lebih pasti, termasuk biopsi prostat,” jelas Adam, dilansir dari U.S News.

5 Fakta tentang Seks yang Patut Wanita Tahu

Liputan6.com, Jakarta Kehidupan seks di kehidupan nyata jauh lebih rumit dari apa yang ada di novel atau film. Nyatanya, saat menjalani kehidupan pernikahan, banyak pasangan yang mengalami trial and error saat bercinta. 

Bagi Anda wanita yang akan menikah dalam waktu dekat, tak ada salahnya memperkaya informasi mengenai fakta seputar kehidupan seks. Para pakar mengungkapkan beberapa fakta yang sebaiknya diketahui oleh wanita seperti dilansir laman Health, Senin (4/2/2019).

1. Seks seharusnya tak menyakitkan

Hubungan seks itu tidak menyakitkan. Namun, beberapa wanita mengalami seks yang terasa menyakitkan. Bisa jadi karena kurang foreplay atau faktor lain jadi penyebabnya.

“Seks seharusnya tidak menyakitkan, jika mengalami hal itu perlu diatasi. Segera kunjungi dokter untuk berkonsultasi akan hal ini,” kata terapis yang mendalami kesehatan pelvis, Uchenna Ossai.

2. Orgasme palsu tak menguntungkan siapapun

Ya, orgasme itu memang membuat pasangan puas. Namun, tak perlu wanita sampai memalsukan agar dia bahagia seperti disampaikan seksolog Emily Morse. 

2 dari 2 halaman

3. Nikmati dan bersenang-senanglah

Ilustrasi seks (Foto: iStockphoto)

“Ada pandangan dari banyak wanita mudah, mereka masih mempercayai bahwa kesenangan seksual hanya mengarah pada kepuasan pasangan mereka,” kata Morse.

Namun, Morse menekankan bukan hanya pasangan yang berhak puas dan senang dengan aktivitas seksual tersebut. 

“Seks adalah jalan dua arah, Anda dan pasangan harus memiliki kesempatan untuk mencapai tujuan itu,” lanjut Morse. 

Paling penting, kata Morse, ingatlah bahwa wanita 100 persen pantas merasa puas dan menikmati setiap detik kala berhubungan seks.

4. Seputar masturbasi

Luangkan waktu, atur suasana hati, untuk mengetahui apa yang disukai tubuh Anda lewat masturbasi atau seks solo seperti disampaikan seks terapis Rena McDaniel. 

“Bisa dengan menggunakan sedikit pelumas untuk membantu meningkatkan kepeaan indera Anda. Lalu, bermain dengan tekanan, tempo dan cara menyentuh,” katanya. 

5. Jangan terlalu fokus pada orgasme

Berhubungan seks itu bukan saja sekedar untuk mencapai orgasme tapi menikmati setiap momen dari awal sampai akhir. Sehingga, tak perlu terburu-buru dan mengedepankan ego.

“Seks lebih dari sekadar penetrasi dan mencapai orgasme,” tekan Ossai.

Saksikan juga video menarik berikut

Masturbasi Picu Munculnya Jerawat?

Liputan6.com, Jakarta Masturbasi maupun berhubungan seks dengan pasangan pada umumnya tidak dapat memicu munculnya jerawat di wajah. Dokter spesialis kulit Tsippora Shainhouse menjelaskan, hormon pada tubuh, khususnya testosteron dan progesteron dapat meningkatkan produksi minyak.

Hormon itu juga dapat meningkatkan respons peradangan. Itulah sebabnya jerawat sering lebih banyak muncul dan makin memburuk di minggu-minggu menjelang menstruasi. Karena saat itulah tubuh Anda memproduksi lebih banyak progesteron dan testosteron.

“Hormon yang tidak seimbang selama masa remaja dan pubertas bisa menimbulkan jerawat,” kata Shainhouse, dikutip dari Women’s Health Magazine, Senin (4/2/2019).

Pubertas juga bisa menjadi waktu eksplorasi diri dan mungkin masturbasi. Sehingga ada ‘rasa takut’ muncul, masturbasi mungkin yang menyebabkan munculnya jerawat.

Jerawat disebabkan kombinasi dari produksi minyak berlebih dan hiperkeratinisasi pori-pori (penyumbatan pori-pori dengan keratin atau sel kulit mati).

Saksikan video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Kulit kembali normal

Kulit kembali normal setelah orgasme. (iStockphoto)

Shainhouse menambahkan, untuk sementara ini, masturbasi dan berhubungan seks memang meningkatkan kadar testosteron. Tapi itu hampir tidak cukup berdampak pada kesehatan kulit jangka panjang, terutama jika dikaitkan sebagai penyebab jerawat.

“Karena saat masturbasi (yang mengarah pada orgasme), kulit akan menyusut kembali normal dalam beberapa menit,” tambahnya.

Beberapa penelitian telah menunjukkan, kadar adrenalin meningkat dalam darah selama orgasme. Hal ini berujung membuat kulit justru lebih bercahaya.

Pasien DBD di RS Hasan Sadikin Membludak

Liputan6.com, Bandung Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Bandung, Jawa Barat meningkat. Bahkan, terjadi penumpukan jumlah pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Menurut Kepala IGD RSHS Bandung Dodi Tavianto peningkatan itu terjadi sejak dua bulan terakhir sebanyak dua sampai tiga kali lipat dari jumlah hari normal. Dodi menjelaskan pada hari normal, jumlah pasien dalam satu hari hanya dikisaran 80-120 orang.

“Itu dengan asumsi bahwa yang masuk ruangan (inap) itu seimbang dengan yang datang ke IGD. Nah ini dalam dua bulan terakhir kita mengalami peningkatan volume yang sangat-sangat signifikan ya. Ya itu juga tidak bisa lepas dari demam berdarah. Ini kan lagi musim demam berdarah, sehingga banyak pasien-pasien ke IGD kita dengan diagnosis DBD,” kata Dodi, Bandung, Senin, 4 Februari 2019.

Dodi mengatakan kelebihan jumlah pasien di IGD , dipicu juga penuhnya ruangan rawat inap. Akibatnya, banyak pasien yang dirawat bukan diruangan tindakan medis melainkan ditempatkan di lorong IGD.

Dodi mengupayakan kelebihan jumlah pasien yang hendak dirawat, tidak sampai ditempatkan di lobi IGD. Jika hal itu terjadi ujar Dodi, maka akan terkendala dengan mengakomodasi para petugas medis.

“Jangan sampai ke lobi ya. Jadi memang disini bukan cuman tanggung jawab IGD ya, tapi tanggung jawab lintas instalasi. Dalam kata lain, kita harus segera berkoordinasi dengan kepala ruang rawat inap, kepala ruang rawat intensif, kepala instalasi ruang operasi agar tidak terjadi penumpukan di IGD. Kita minta difasilitasi supaya pasien-pasien segera cepat pindah ke ruangan atau ke rawat intensif atau naik ke meja operasi karena mengingat pasien yang datang ke iGD itu terus-terusan,” ujar Dodi.

2 dari 2 halaman

Tetap bisa dilayani baik

Namun dengan kondisi saat ini, diakui pelayanan medis sejauh ini di IGD masih dapat ditangani dengan baik. Meski tutur Dodi, petugas medis harus bekerja sangat keras.

Jumlah pasien yang masuk ke IGD RSHS usai merebaknya penyakit demam berdarah setiap harinya dikisaran 160 – 200 orang. Sebagian pasien itu dipulangkan karena telah sembuh dan sebagian lagi masuk ke ruangan rawat inap.

“Yang banyak itu pasien anak – anak datang dengan diagnosa demam berdarah. Jadi setiap hari itu pasti ada sisa pasien anak – anak yang belum bisa kita alihkan ke ruangan,” jelas Dodi.

Sebelum masuk musim hujan, IGD RSHS disebutkan Dodi minim kedatangan pasien dengan diagnosis demam berdarah. Bahkan cenderung tidak ada. Hanya saja dalam kurun waktu dua bulan terakhir, jumlah pasien dengan diagnosa demam berdarah meningkat tajam.

Gampang Marah Saat Lapar, Normalkah?

Liputan6.com, Jakarta Saat lapar alias keroncongan, emosi bisa tak terkendali. Hal sederhana pun bisa membuat seseorang jadi marah.

Menurut profesor di bidang psikologi dari Reed College Amerika Serikat, Paul Currie, ketika seseorang melewatkan makan, bisa menimbulkan emosi bergejolak. Terlebih jika mendengar suara perut yang lapar, maka akan terjadi sebuah hal tertentu dalam pikiran seseorang. Hal itu pada akhirnya meningkatkan emosi, rasa cemas, dan stres.

“Kita mungkin berpikir bahwa kita makan karena hal itu menyenangkan. Tetapi ketika kita benar-benar lapar dan melihat orang lain makan, rasanya pasti sedikit marah bukan? Semakin lapar, semakin tinggi emosi kita,” tambah Currie.

Selain itu, otak dan perut memiliki hubungan erat. Contohnya hormon pengendali nafsu makan yang diproduksi di dalam perut tetapi reseptor terletak di seluruh tubuh, termasuk otak. Jadi ketika ada rangsangan perasaan lapar, hormon juga memproduksi respon cemas dalam diri seseorang.

“Namun jangan khawatir, mudah marah saat lapar itu normal. Makanya jangan melewatkan makan agar tidak kelaparan,” saran Currie.

2 dari 2 halaman

Faktor hormon

Penelitian lain juga pernah menyebutkan kalau hormon serotonin punya peran penting dalam mengendalikan emosi dan rasa lapar. Jadi tak heran jika seseorang mudah marah saat kelaparan.

Jadi ketika lain kali kamu merasa lapar, cepatlah isi perutmu agar kamu tak mudah terhasut dan termakan oleh emosi. 

(Penulis: Rizky Wahyu Perdana/Merdeka.com)

Di Jawa Timur, Jentik Nyamuk DBD Hinggap di Pagar Rumah

Liputan6.com, Jakarta Jawa Timur masih menduduki jumlah terbanyak, baik kasus maupun individu yang meninggal dunia karena demam berdarah dengue (DBD). Salah satunya di Kediri, Jawa Timur.

Demikian kata Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Anung Sugihantono di Gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta pada Senin, 4 Februari 2019.

Anung, mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sampai pada Minggu, 3 Februari 2019 sore, 34 provinsi melaporkan adanya kasus DBD.

“Dari 415 Kabupaten/Kota, sebanyak 395 Kabupaten/Kota melaporkan kejadian demam berdarah pada periode Januari sampai Minggu sore kita closed,” kata Anung.

“Jumlah penderita masih di kisaran 8.900-an sekian karena angka ini dinamis,” kata Anung melanjutkan.

Sementara itu, tercatat sebanyak 169 orang di semua Kabupaten/Kota menjadi korban meninggal. Sementara di Jawa Timur, jumlah pasien DBD yang meninggal diperkirakan lebih dari 47 orang.

Berdasarkan laporan terbaru yang diterima Kemenkes dari Kepala Dinas Provinsi dan Bupati Kediri yang melihat langsung situasi dan kondisi di lapangan, ditemukan bahwa jentik nyamuk DBD ada di pagar-pagar rumah warga.

“Karena di sebagian rumah desa, pagar-pagar itu menggunakan bambu. Ternyata jentik-jentiknya ada di sana,” kata Anung.

Anung kembali mengingatkan masyarakat  untuk menggerakkan 3M plus agar terhindar dari DBD.

Penyebab Stroke Ringan dan Cara Mengatasinya, Kamu Wajib Tahu

Liputan6.com, Jakarta Penyakit stroke sudah menjadi penyakit yang banyak diderita orang saat ini. Menurut Kementerian Kesehatan, Indonesia adalah negara dengan jumlah penderita stroke terbesar di Asia. Mirisnya, satu dari tujuh orang meninggal karena stroke di negara ini.

Gaya hidup tidak sehat, kurang olahraga, dan banyak mengonsumsi makanan berkolesterol tinggi akan menimbulkan stroke ringan. Banyak orang yang mengabaikan penyebab stroke ringan dan baru menyadarinya ketika mereka atau orang yang disayangi sudah terserang stroke. Sebebarnya Penyebab stroke ringan dapat dikenali dan dapat dihindari sedini mungkin.

Berikut penjelasan mengenai penyebab stroke ringan dan cara mengatasinya yang berhasil liputan6.com rangkum dari Klikdokter, Senin (4/2/2019).

2 dari 5 halaman

Penyebab Stroke Ringan

Penyebab stroke ringan adalah tersumbatnya suplai darah pada otak yang dapat menyebabkan perubahan pada kemampuan kontrol motorik tubuh.

Penyebab stroke ringan bisa terjadi akibat sumbatan atau pecahnya pembuluh darah menuju otak yang menyebabkan kerusakan sel-sel otak sehingga kehilangan fungsinya.

Berdasarkan letak pembuluh darah otak yang terkena, gejala khas yang umum ditemukan adalah keluhan lemahnya sisi tubuh dan bicara pelo yang berlangsung selama lebih dari 24 jam.

Kebanyakan kasus stroke ringan gagal mendapatkan pengobatan yang tepat sehingga kelumpuhan total terjadi sangat cepat. Hal ini disebabkan individu yang tak sadar Penyebab stroke ringan dan mengabaikan tanda serta gejala dari stroke. Bahkan dalam sebuah penelitian terhadap 1.000 pasien stroke di Inggris, mereka tidak menyadari kalau sebelumnya sudah pernah mengalami serangan stroke ringan atau transient ischemic attack (TIA).

TIA atau stroke ringan berlangsung hanya dalam beberapa menit. Meski Penyebab stroke ringan tidak berupa gangguan yang parah, tetapi sekitar 70 persen pasien mengaku tidak mengalami gejala dan tanda. Inilah yang membuat mereka tidak segera mendapat penanganan dalam waktu tiga jam.

Alhasil, menurut stroke specialist Larry B. Goldstein, MD, penanganan yang terlambat menyebabkan TIA berlanjut pada stroke berat dalam waktu sepuluh hari.

3 dari 5 halaman

Gejala Stroke Ringan

Pada keadaan stroke ringan, seorang akan mengalami gejala yang tidak menyerupai keluhan klasik dari stroke.

Berikut ini beberapa gejala stroke ringan dari pernyataan dr. Alvin Nursalim, SpPD dikutip dari Klikdokter oleh liputan6.com, Senin(4/2/2019).

Kesulitan berbicara

Stroke ringan dapat menyerang bagian otak tertentu. Salah satunya adalah bagian otak yang berkaitan dengan saraf lidah untuk bicara.

Karena kelumpuhan saraf lidah, maka lidah dapat tertarik ke salah satu sisi dan menyebabkan kesulitan dalam mengucapkan kata-kata. Seorang dengan gangguan ini akan menunjukkan gejala gangguan berbicara.

Pandangan kabur

Apabila kerusakan saraf terjadi pada bagian otak yang bertugas untuk penglihatan, maka penderita akan merasa pandangan menjadi kabur. Keluhan atau gejala ini biasanya terjadi secara tiba-tiba dan dapat bersifat permanen atau sementara.

Sakit kepala

Sakit kepala dapat menjadi tanda awal dari penyakit stroke. Pecahnya pembuluh darah akan menyebabkan peningkatan volume otak dan akhirnya menyebabkan peningkatan tekanan di dalam tengkorak.

Kesemutan

Penyumbatan pembuluh darah pada stroke dapat menyebabkan kerusakan pada bagian otak manapun dan menyebabkan gejala yang bervariasi. Salah satu gejala yang dapat dikeluhkan adalah kesemutan.

Karena itu, jangan anggap sepele keluhan kesemutan atau mati rasa, khususnya pada pasien diabetes dan tekanan darah tinggi.

Jika seseorang terkena stroke, maka tingkat kerusakan yang dialami oleh otak bergantung pada kecepatan penanganan terhadap stroke. Semakin cepat stroke dikenali dan ditangani, maka kerusakan otak yang terjadi dapat dibatasi.

4 dari 5 halaman

Cara lain mengenali gejala stroke

Ada cara lain yang mudah untuk mengenali gejala stroke. Ingatlah kata FAST, masing-masing terdiri dari singkatan gejalanya:

F atau Face (wajah)

Mintalah orang tersebut untuk tersenyum. Apakah ada sisi sebelah wajah yang tertinggal? Apakah wajah atau matanya terlihat jereng atau tidak simetris? Jika ya, orang tersebut mungkin saja sedang mengalami stroke.

A atau Arms (tangan)

Mintalah orang tersebut untuk mengangkat kedua tangan. Apakah ia mengalami kesulitan untuk mengangkat salah satu atau kedua tangannya? Apakah salah satu atau kedua tangannya dapat ditekuk?

S atau Speech (perkataan)

Mintalah orang tersebut untuk berbicara atau mengulangi suatu kalimat. Apakah bicaranya terdengar tidak jelas atau pelo? Apakah ia kesulitan atau tidak berbicara? Apakah ia memiliki kesulitan untuk memahami yang Anda katakan?

T atau Time (waktu)

Jika ia memiliki seluruh gejala yang disebutkan di atas, orang tersebut mungkin mengalami stroke. Selalu ingatlah bahwa stroke merupakan kasus yang darurat. Anda harus segera membawa orang tersebut ke rumah sakit. Ingatlah juga untuk mencatat waktu kapan orang tersebut mengalami gejala-gejala itu. Untuk membantu dokter dalam menentukan terapi.

Kenali juga gejala stroke lainnya seperti:

· Pingsan

· Kehilangan kesadaran

· Kelumpuhan tiba-tiba wajah, tangan atau kaki, terutama pada sisi sebelah tubuh

· Kesulitan melihat dengan salah satu atau kedua mata

· Kesulitan berjalan

· Gangguan koordinasi atau keseimbangan

5 dari 5 halaman

Cara mengatasi Stroke Ringan

Gangguan fungsi dan keterampilan yang ditimbulkan akibat stroke ringan masih dapat dipulihkan dengan proses rehabilitasi seperti terapi. Terapi ini terdiri dari:

Terapi fisik

Belajar berjalan, duduk, berbaring, perubahan dari satu gerak ke gerak lain.

Terapi okupasi – belajar makan, minum, menelan, berpakaian, mandi, membaca, menulis, buang air.

Terapi wicara

Belajar keterampilan bahasa dan komunikasi. Komunikasi non verbal dengan bahasa tubuh dapat diterapkan sebelum dapat menggunakan komunikasi verbal (berbicara).

Terapi psikologis/psikiatrik

Untuk membantu meringankan stres mental dan emosional (seperti depresi) yang umumnya menyertai penderita stroke. Keadaan ini bisa timbul baik sebagai akibat lokasi kerusakan otaknya atau sebagai bentuk reaksi penderita terhadap stroke.

Waspadai Demam Berdarah Dengue Tahap Ini

Liputan6.com, Jakarta Demam berdarah dengue (DBD) memiliki tahapan diagnosis yang berbeda-beda. Dalam sebuah kesempatan, Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Anung Sugihantono menjelaskan mengenai hal tersebut.

“Sebenarnya, demam berdarah itu ada yang di tahapan klinis, panas, ada sedikit-sedikit tanda pendarahan, kemudian trombosit menurun, dan hematokrit meningkat,” kata Anung saat melaporkan kasus dan jumlah orang yang meninggal karena DBD di Gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, HR Rasuna Said, Kuningan, pada Senin, 4 Februari 2019.

Pada Senin, 28 Januari 2019, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Dr Adi Laksono melaporkan, dari 12 nyawa yang melayang karena DBD, beberapa diantaranya didiagnosis dengan DSS (dengue shock syndrome).

Menurut Adi, DSS merupakan demam berdarah kategori ‘mengerikan’ karena telat penanganan yang bisa berujung kematian.

Menanggapi hal tersebut, Anung mengatakan bahwa DSS itu merupakan kondisi dari demam berdarah yang sudah masuk ke dalam tahapan syok.

“Tapi kalau sudah sampai syok itu berarti ada gangguan dari sirkulasi atau homeostatis dari dalam tubuh pasien,” katanya kepada Health Liputan6.com di kesempatan yang sama.

Meskipun Kepala Dinas Kediri melaporkan adanya kasus DSS di sana, tapi sejauh ini menurut Anung untuk kasus DSS yang masuk ke rumah sakit tidak lebih dari 10 persen.

“Ini yang kita jaga. Karena kalau sudah DSS, angka kemungkinan hidupnya rendah,” katanya. 

Saksikan juga video berikut ini:

Ingin Langsing? Sering-seringlah Naik Kendaraan Umum

Liputan6.com, Jakarta Bagi yang biasa menggunakan transportasi publik, Anda punya kesempatan lebih untuk langsing dibanding yang naik kendaraan pribadi. Studi dari Amerika Serikat membuktikan hal itu.

Dilansir dari New York Post, sebuah penelitian dari University of Illinois at Urbana-Champaign dan Georgia Tech menemukan manfaat menyehatkan dari menggunakan transportasi umum ini. Kebiasaan ini diketahui dapat menurunkan tingkat obesitas atau kegemukan seseorang.

Hasil penelitian ini dipublikasikan pada jurnal Transportation Research Part A: Policy and Practice. Kesimpulan tersebut didapat berdasar data dari tahun 2001 hingga 2009 dari 227 desa di 45 negara bagian Amerika Serikat.

Berdasarkan data tersebut didapat hasil mengejutkan yang menghubungkan antara transportasi massal dengan tingkat obesitas. Diketahui bahwa ketika terdapat peningkatan 1 persen pada jumlah orang yang menggunakan kendaraan umum, terdapat penurunan sebesar 0,5 persen pada tingkat obesitas.

Kendati transportasi umum kerap kali berada dalam kondisi jorok dan tak ideal, ternyata hal itu tak berpengaruh. Hal ini ternyata tak berpengaruh dalam menurunnya tingkat obesitas ini.

Sheldon H. Jacobson, profesor ilmu komputer di University of Illinois sekaligus peneliti dari riset ini menyebut bahwa belum ada hubungan gamblang yang bisa didapat dari hasil temuan tersebut.

“Tidak secara gamblang ditunjukkan bahwa seseorang bakal cenderung tak gendut jika mereka menggunakan kendaraan umum secara rutin,” jelas Jacobson.

2 dari 2 halaman

Kesempatan bergerak lebih banyak

Pejalan kaki melintasi jembatan penyeberangan orang (JPO) Dukuh Atas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (4/1). Revitalisasi JPO Dukuh Atas sudah rampung. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Jacobson percaya bahwa menggunakan kendaraan umum menimbulkan lebih banyak kesempatan untuk berolahraga. Jarak berjalan jika menggunakan kendaraan umum tentu bakal lebih jauh dibanding ketika kamu terbiasa naik mobil atau sepeda motor pribadi.

“Tak banyak orang yang menggunakan transportasi umum dapat berhenti tepat di depan rumah mereka,” terang Jacobson.

“Mereka harus berjalan dari dan menuju ke tempat pemberhentian. Jumlah kalori yang terbakar ini mungkin cukup kecil, tapi tetap lebih besar,” tandasnya.

(Penulis: Rizky Wahyu Permana/Merdeka.com)

Ini Cara Mudah Deteksi Dini Kanker pada Anak, Orang Tua Wajib Tahu

Liputan6.com, Jakarta Hari Kanker Sedunia diperingati tiap 4 Februari. Peringatan hari kanker ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit yang telah banyak merenggut nyawa manusia ini. Apalagi, kanker adalah penyakit yang tak pandang usia. Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga berpotensi mengidap penyakit ini. 

Menurut dr. Edi Setiawan Tehuteru, Sp.A(K), MHA yang dikutip Liputan6.com Senin (4/2/2019) dari Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan Edisi Semester I Tahun 2015, salah satu perbedaan antara kanker pada anak dan orang dewasa adalah bahwa kanker pada anak tidak dapat dicegah.

Hal ini berbeda dengan kanker pada orang dewasa. Jadi tidak ada istilah pencegahan kanker pada anak, melainkan mewaspadai gejala kanker pada anak.  Maka dari itu penting bagi tiap orang tua mengajarkan pola hidup sehat sedini mungkin pada anaknya.

Data Kemenkes menyebutkan di Indonesia, diperkirakan setiap tahun ada 4.100 kasus baru kanker pada anak. Menurut data yang diperoleh dari Rumah Sakit Kanker Dharmais pada tahun 2006, lebih kurang 50% pasien yang datang sudah dalam keadaan stadium lanjut.

Salah satu penyebab adalah karena orang tua pasien kurang mendapat informasi tentang kanker pada anak.

2 dari 5 halaman

Kenali Kanker pada Anak

Secara garis besar, kanker pada anak dibagi atas dua bagian, yaitu kanker darah atau lebih dikenal dengan istilah leukemia, dan tumor padat.

Kanker Darah

Gejala yang harus diwaspadai bila mencurigai seorang anak terkena leukemia adalah

–   Anak terlihat pucat, sering mengalami demam, dan perdarahan, baik itu di kulit, gusi, atau hidung. Gejala-gejala ini terjadi karena kadar sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah yang rendah akibat produksinya ditekan oleh sel-sel leukemia.

– Sel-sel leukemia ini tidak puas hanya beredar di sumsum tulang. Sel-sel ini dapat menyebar keluar dari sumsum tulang menuju hati, limpa, otak, atau tulang.

–  Secara fisik, perut anak akan terlihat membuncit akibat hati dan limpa yang membesar.

–  Anak biasanya juga akan mengeluh sakit saat berjalan karena sel-sel leukemia yang menyebar ke tulang.,

–  Anak dapat mengalami kejang bila sel-sel leukemia sudah menyebar ke otak.

Tumor Padat

Tumor padat, hal ini dapat dijumpai pada hampir semua organ tubuh seorang anak, mulai dari kepala sampai ujung kaki. Orang tua biasanya meraba tumor atau benjolan pada tubuh seorang anak saat mereka memandikannya.

3 dari 5 halaman

Cara deteksi dini dari mata dan leher.

Berikut ini adalah hal-hal yang harus diwaspadai orangtua bila melihat atau meraba benjolan pada mata, leher, paru, perut, alat kelamin, tangan atau kaki, dan otak. Segera bawa anak ke pusat kesehatan untuk mengetahui kebenaran dari gejala-gejala yang dialami anak

Mata 

Waspadai bila mata anak terlihat seperti mata kucing, matanya merah, terjadi gangguan penglihatan, atau juling. Khusus tentang mata merah, biasanya orang tua akan memberi obat tetes mata yang dijual secara bebas di pasaran.

Orang tua boleh saja melakukan tindakan tersebut, namun bila dalam tiga hari tidak ada perbaikan, bawa anak ke Puskesmas, rumah sakit, atau fasilitas kesehatan lainnya. Bisa saja itu bukan suatu penyakit mata biasa melainkan gejala awal dari kanker mata.

Leher

Waspadalah bila benjolan yang dijumpai di leher anak bertambah besar dalam waktu yang singkat. Biasanya anak tidak mengeluh kesakitan bila benjolan ditekan atau dipegang. Berbeda dengan benjolan yang timbul akibat infeksi, yang biasanya akan terasa sakit bila ditekan atau dipegang dan teraba panas bila diraba.

Infeksi pada gigi dan telinga dapat menyebabkan benjolan dengan karakteristik tersebut. Konfirmasi perlu dilakukan mengingat penanganan berbeda untuk kedua benjolan tersebut di atas.

4 dari 5 halaman

Cara deteksi dini dari paru-paru dan perut.

Paru-paru

Bila pada seorang anak dijumpai sesak napas dan setelah dilakukan foto dada ternyata dijumpai sel kanker di parunya, jangan berpikiran bahwa anak ini terkena kanker paru. Tidak ada kanker paru pada anak. Keadaan ini biasanya merupakan akibat dari penyebaran suatu jenis kanker tertentu ke paru-paru. Salah satu jenis kanker pada anak yang dapat menyebar hingga ke paru-paru adalah kanker tulang.

Perut

Banyak organ yang dapat dijumpai di dalam perut, antara lain hati, ginjal, indung telur, dan lain-lain. Semua organ tersebut dapat terkena kanker. Secara fisik, perut anak akan terlihat membuncit dan bila ditekan akan terasa suatu benjolan.

Periksakan segera anak ini ke Puskesmas, rumah sakit, atau fasilitas kesehatan lainnya. Hal lain yang perlu diperhatikan orangtua adalah jangan terlalu sering menekan perut anak yang makin lama makin membesar karena dapat mempermudah penyebaran kanker.

5 dari 5 halaman

Cara deteksi dini dari alat kelamin, tangan, kaki dan otak.

Alat kelamin

Alat kelamin yang dimaksud adalah alat kelamin pria. Secara fisik gejala dapat dilihat ketika testis kanan dan kiri terlihat tidak sama besar, konsistensi testis yang terkena biasanya keras, dan tidak dijumpai tanda-tanda infeksi.

Kanker pada organ testis, sama seperti halnya paru-paru, dapat merupakan akibat penyebaran dari suatu jenis kanker tertentu ke testis. Jenis kanker yang dimaksud dapat menyebar ke testis adalah leukemia. 

Tangan atau kaki

Waspadalah bila terlihat ada bengkak pada tangan atau kaki anak. Pembengkakan ini biasanya dapat disertai dengan demam atau rasa nyeri. 

Otak

Benjolan pada otak memang tidak dapat dilihat maupun diraba. Walaupun demikian, orangtua tetap dapat mewaspadai gejala kanker otak dengan melihat dampak yang ditimbulkan akibat adanya suatu benjolan di otak. Gejala-gejala tersebut antara lain adalah pusing, muntah yang menyemprot, lumpuh, dan gangguan keseimbangan.

Kasus DBD Ada di Semua Provinsi di Indonesia, 169 Orang Meninggal

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan bahwa kasus demam berdarah dengue (DBD) terjadi di semua provinsi di Indonesia.

“Sampai kemarin (Minggu, 3 Februari 2019) sore, kami menerima laporan dari 34 provinsi bahwa semua provinsi sudah melaporkan adanya demam berdarah,” kata Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Anung di Jakarta pada Senin, 4 Februari 2019.

Dari 415 kabupaten/kota, jelas Anung, sebanyak 395 kabupaten/kota melaporkan kejadian demam berdarah dengue. 

“Jumlah penderita masih di kisaran 8.900-an sekian karena angka ini dinamis.”

Selama periode Januari sampai Minggu, 3 Februari 2019, tercatat 169 orang meninggal dunia akibat DBD di semua kabupaten/kota. Angka tertinggi masih ‘dipegang’ oleh Jawa Timur.

“Jawa Timur masih menduduki jumlah terbanyak, baik kasusnya maupun yang meninggal,” kata Anung. Salah satunya Kediri, Jawa Timur.

Kemenkes pun mendapat laporan bahwa Kepala Dinas Provinsi dan Bupati Kediri sudah melihat situasi dan kondisi di lapangan terkait kasus DBD. 

Saksikan juga video berikut ini:

2 dari 2 halaman

Bersembunyi di pagar rumah

Jentik nyamuk DBD ada di pagar-pagar rumah warga di Kediri. (iStockphoto)

Anung, mengatakan, ada satu hal menarik yang ditemukan di Kediri, yaitu jentik nyamuk DBD ada di pagar-pagar rumah warga.

“Karena di sebagian rumah desa pagarnya itu menggunakan bambu. Ternyata jentik-jentiknya ada di sana,” kata Anung.

Oleh sebab itu, Anung kembali menegaskan pentingnya masyarakat untuk sama-sama melakukan 3M Plus.

“3M plus harus menjadi perhatian semuanya. Untuk semua masyarakat,” kata Anung.

Dari laporan itu juga, Kemenkes mengatakan bahwa hampir 90 persen korban DBD anak terjadi pada usia di bawah 15. Komposisi terbanyak adalah anak usia 5 sampai 9.

“Kita membagi di atas 15 tahun dan di bawah 15 tahun. Sampai dengan kemarin, hampir 90 persen terjadi pada anak di bawah 15 tahun. Yang komposisi terbanyak anak usia 5 sampai 9,” kata Anung.

Kasus DBD di Kediri Tertinggi Se-Jawa Timur

Liputan6.com, Kediri Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Jawa Timur menduduki peringkat satu kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia. Wilayah yang paling tinggi kasusnya adalah Kabupaten Kediri.

Dari Januari hingga awal Febuari 2019 saat ini, ada sekitar 416 jumlah penderita DBD di Kabupaten Kediri dari total 3.686 kasus di Jawa Timur. Dari 416 jumlah penderita, 12 diantaranya dinyatakan meninggal dunia yang didominasi usia 15 tahun ke bawah.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Kohar Hari Santoso, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri sudah berupaya untuk menekan jumlah penderita penyakit demam berdarah melalui gerakan pemberantasan sarang nyamuk.

Dalam kesempatan itu, Kohar sempat bertatap muka dan berdialog dengan 16 kepala desa yang sengaja didatangkan untuk diberikan pemahaman mengenai penanganan DBD.

Dari hasil diskusi yang dilakukan ia berharap pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dapat ditingkatkan lagi secara mutu, melibatkan orang banyak,serentak dilaksanakan dan terjadwal dengan baik.

Kegiatan ikanisasi memberantas jentik nyamuk yang ada di kolam, bak kamar mandi dan genangan air lainya. (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Dirinya juga menginginkan pihak dinas terkait harus memberikan pemahaman atau meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat terkait penyakit demam berdarah.

“Maka kegiatan PSN Kita harus, masyarakat harus rutin ngosek jedingnya (kamar mandi) seminggu sekali. Kemudian yang melakukan monitoring evaluasi dari aparatur dari kesehatan, kelurahan, kecamatan itu setiap tiga bulan sekali melakukan pemantauan di rumah penduduk,” tutur Kohar, Minggu (3/2/2019) dalam kunjungannya ke ruangan ruang rawat inap Puskesmas Ngadiluwih, Kediri.

4 Tips Gigi Tetap Sehat Usai Konsumsi Makanan di Perayaan Imlek dan Hari Valentine

Liputan6.com, Jakarta Tahun Baru Imlek dan Hari Valentine dirayakan berbarengan di bulan yang sama, yaitu Februari. Dua momen ini akan menjadi waktu perayaan yang indah dengan orang-orang terkasih, keluarga dan teman-teman. Pada 2019 Tahun Baru Imlek sendiri jatuh pada 5 Februari, sementara Hari Valentine sudah pasti dirayakan pada tiap 14 Februari. 

Perayaan selalu identik dengan makan-makan. Apalagi pada momen Imlek dan Valentine,  rasanya mustahil tidak merayakan dengan makanan manis pada tiap perjamuan. Pada perayaan Tahun Baru Imlek dan Hari Valentine ini Anda pasti akan menemukan berbagai macam makanan kesukaan Anda. Makanan tersebut dapat berupa makanan manis, renyah, minuman bersoda atau buah-buahan.

Hidangan lezat yang disajikan saat imlek biasanya seperti pangsit, kue keranjang, jeruk mandarin, atau makanan manis lainnya. Untuk valentine, sudah pasti coklelat menjadi makanan yang paling digemari. Anda pasti tidak dapat menghindari konsumsi makanan manis pada momen Imlek dan Valentine ini. Oleh karena itu usai merayakan jangan sampai ada masalah gigi.

Berikut beberapa tips sederhana untuk membantu melindungi gigi dan gusi Anda selama merayakan dua momen ini dirangkum Liputan6.com rangkum dari Aperturedental Senin(4/2/2019)

2 dari 5 halaman

Waktu makan makanan manis dekat dengan waktu makan utama.

Ilustrasi makan bekal/copyright shutterstock

Makanan manis akan berlimpah pada Tahun Baru Imlek dan Hari Valentine, jadi berhati-hatilah. Bakteri jahat di mulut Anda juga menyukai setiap gula yang anda temui, bakteri-bakteri ini mengeluarkan asam yang bisa mengikis enamel di gigi Anda, dan seiring waktu akan menyebabkan lubang di gigi Anda.

Anda mungkin tidak dapat menghindari makanan ini, namun ada tips bagi Anda yang mengonsumsi makanan manis namun ingin tetap menjaga kesehatan gigi.

Caranya adalah makan makanan manis lebih dekat dengan waktu makan utama, jangan jadikan makanan manis ini sebagai camilan.

Jika Anda tidak bisa menolak, pilih opsi yang lebih sehat seperti memilik coklat atau permen yang memiliki sedikit gula. Selain itu gunakan cokelat hitam yang memiliki persentase kakao tinggi daripada susu atau cokelat putih.

Juga, makanlah makanan manis ini dengan cepat karena semakin sedikit waktu makanan manis tersebut berada di mulut maka kemungkinan makanan tersebut mengikis gigi akan makin sedikit.

3 dari 5 halaman

Berkumur setelah makan-makanan lengket seperti karamel dan tart nanas

Tahun Baru Imlek dan Hari Valentine juga tak luput dari makanan bertekstur lengket. Makan lengket seperti ini cenderung akan terjebak di antara gigi dan permukaan gigitan gigi Anda. Mereka juga akan bertahan lama pada gigi lebih lama. Karena air liur Anda membutuhkan waktu lebih lama untuk menguraikannya, pada akhirnya makanan ini dapat berkontribusi pada kerusakan gigi.

Sempatkan waktu untuk berkumur dengan air setelah makan makanan-makanan ini, dan sikat gigi Anda dengan pasta gigi berfluoride. Sikat dengan hati-hati untuk mencegah sisa-sisa makanan di antara gigi Anda sebelum Anda pergi tidur.

Jangan lupa gunakan obat kumur. Menggunakan obat kumur pasti akan membantu juga.Anda juga bisa memanfaatkan benang gigi untuk menuntaskan sisa-sisa makanan yang lengket pada gigi anda.

4 dari 5 halaman

Untuk makanan keras, gunakan alat bantu untuk memecahkannya.

Biasanya pada Tahun Baru Imlek akan banyak ditemui makanan-makanan ringan yang renyah. Seperti kacang-kacangan, pangsit goreng, dan masih banyak lagi.

Namun tahukah anda makan-makanan bertekstur keras seperti ini dapat menganggu kesehatan gigi?

Gigi yang telah menjalani perawatan gigi ekstensif akan cenderung lebih rapuh. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan gigi lebih lanjut, sensitivitas, tambalan bocor, atau pembusukan lebih lanjut di masa depan.

Nah, tips makan makanan ini, gigit dan kunyah camilan renyah ini dengan hati-hati, terutama jika Anda pernah melakukan perawatan gigi sebelumnya. Jika memungkinkan, gunakan tangan atau alat untuk memecahkan kacang dan biji dengan lebih mudah.

5 dari 5 halaman

Pakai sedotan saat minum minuman asam.

Jeruk mandarin adalah buah yang sering ditemui pada saat Tahun Baru Imlek .Jeruk mandarin dan buah jeruk lainnya bersifat asam. Selain itu minuman bersoda adalah masalah ganda, minuman ini terdiri dari gula dan asam karbonat.

Sering terpapar makanan asam dapat menyebabkan gigi mengalami serangan asam terus-menerus, yang mengakibatkan erosi enamel gigi, sensitivitas, dan kerusakan.

Cara aman minum minuman asam ini, minumlah jus dan minuman bersoda dengan cepat atau dengan menggunakan sedotan agar minuman tersebut tak bersentukan langsung pada gigi anda.

Pastikan tidak meminumnya sepanjang hari, atau terus membasahi mulut Anda dengan jenis minuman ini seperti obat kumur.

Perbanyaklah konsumsi air putih. Makanlah jeruk mandarin lebih dekat dengan waktu makan atau tunggu setidaknya 45 menit sebelum menyikat gigi. Ini akan membantu gigi Anda menyesuaikan dari kondisi asam.

Intip Alat Deteksi Dini DBD Buatan Peneliti Indonesia

Liputan6.com, Jakarta Lewat alat Kit Diagnostik Demam Berdarah Dengue (DBD) buatan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), deteksi virus DBD bisa dilakukan. Kit diagnostik ini berbentuk mirip test pack. 

Masyarakat pun mudah menggunakan kit DBD ini. Peneliti Pusat Teknologi Farmasi dan Medika BBPT, Sabar Pamudi menerangkan, cara menggunakan, alat kit diagnostik DBD. 

“Kita teteskan darah pada kit diagnostik. Partikel protein NS 1, yang ada pada darah nanti akan bereaksi dengan antibodi yang ada. Hasilnya akan muncul strip seperti tes kehamilan,” jelas Pamudi dalam sebuah tayangan video pada Senin, 4 Februari 2019.  

Dari laman BPPT, kit diagnostik DBD ini rupanya  diluncurkan pada Mei 2018. Kit DBD berbasis teknik imunokromatografi (teknik untuk memisahkan dan mengidentifikasi antigen atau antibodi yang terlarut dalam sampel) dengan menggunakan anti–NS1 antibodi monoklonal. 

Antigen NS1 merupakan glikoprotein yang dihasilkan virus dengue pada hari pertama hingga kelima pasca terjadinya infeksi. Antigen NS1 diketahui punya peran serodiagnosis (tes deteksi) infeksi virus dengue.

Kemampuan deteksi itu karena antigen NS1 disekresikan dalam konsentrasi yang cukup tinggi dalam plasma atau serum penderita DBD.

Saksikan video menarik berikut ini:

2 dari 3 halaman

Deteksi lebih efektif

Seorang ayah menjaga anaknya yang terserang Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Rebo, Jakarta, Jumat (1/2). Dalam sebulan ini, RSUD Pasar Rebo sudah menerima 88 pasien demam berdarah. (Merdeka.com/Imam Buhori)

Deteksi kit DBD menggunakan antigen NS1 lebih efektif untuk mengetahui ada atau tidaknya virus DBD. Antigen NSI  pun lebih awal muncul  dibandingkan antibodi anti-dengue. 

Maka pendeteksian penyakit menggunakan antigen NS1 tersebut jauh lebih efektif dibandingkan dengan pendeteksian antibodi IgG/IgM (imunoglobin/antibodi tubuh).

“Jadi kita bisa tahu virus DBD tanpa harus cek darah ke laboratorium,” kata Pamudi.  

Kit Diagnostik DBD yang dikembangkan oleh BPPT punya keunggulan lain, yakni alat ini termasuk produk dalam negeri, yang mampu mendeteksi dini infeksi DBD. Penggunaan bahan baku antibodi monoklonal pun berdasarkan strain lokal Indonesia berupa darah, plasma dan serum.

3 dari 3 halaman

Hasil relatif lebih cepat

Perawat memeriksa pasien anak yang terserang demam berdarah di RSUD Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (30/1). Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengatakan terdapat 613 kasus demam berdarah dengue (DBD) selama Januari 2019. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Hasil kit diagnostik DBD lebih cepat diketahui. BPPT menyatakan, masyarakat dapat mengetahui hasil relatif cepat antara 2-10 menit.

Masyarakat tidak memerlukan alat tambahan lain untuk menggunakan kit diagnostik DBD. Untuk penyimpanan tidak memerlukan pendingin. Harga kit ini juga terjangkau sekitar Rp50.000. 

“Ide alat ini berawal dari ketidaktahuan masyarakat soal naik turunnya tubuh saat demam. Banyak yang mengira demam turun itu sudah sembuh. Padahal itu adalah masa-masa kritis. Penting untuk mengetahui adanya infeksi virus DBD,” Pamudi melanjutkan. 

Kasus Terus Meningkat, Akankah 2019 Jadi Puncak Siklus DBD?

Liputan6.com, Jakarta Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi, mengakui puncak siklus demam berdarah dengue (DBD) terjadi setiap lima tahun sekali sebelum era tahun 2000-an. Lantas, apakah 2019 ini juga termasuk puncak siklus DBD?

“Kalau kita lihat puncaknya tahun 2012, lalu tahun 2016 muncul lagi. Kita tidak tahu, apakah 2019 ini merupakan siklus puncak atau ini hanya peningkatan biasa,” jawab Nadia dalam konferensi pers DBD di Kementerian Kesehatan, Jakarta, ditulis 4 Februari 2019.

Peningkatan DBD tahun 2018 dipengaruhi musim kemarau yang berkepanjangan. Bahkan, pada tahun 2018 (di bulan yang sama Januari-Februari) kita belum menemukan curah hujan sebanyak ini.

“Lalu curah hujan yang sangat pendek terjadi di 2018. Kondisi iklim itu memengaruhi semua jumlah kasus DBD,” kata Nadia.

Pola siklus lima tahunan DBD pun sudah tidak teratur lagi. Apalagi adanya perubahan iklim, mencairnya es, pemanasan global, dan efek rumah kaca. Faktor-faktor tersebut memengaruhi seluruh siklus DBD.

Saksikan video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Situasi DBD 2014-2018

Foto: Dian Kurniawan/ Liputan6.com.

Laporan Kementerian Kesehatan, situasi DBD di 2014-2018 terjadi tak menentu. Jumlah penderita DBD tahun 2014 sebanyak 100.347 kasus; tahun 2015 ada 129.650 kasus.

Pada 2016, jumlah kasus DBD sebanyak 204.171 kasus; lalu 2017 sebanyak 68.407 kasus; tahun 2018 sebanyak 53.075; serta tahun 2019 sebanyak 13.692 kasus (per 3 Februari 2019).

Nadia juga membeberkan, jumlah penderita DBD yang meninggal, yakni tahun 2014 sebanyak 907 kasus; tahun 2015 sebanyak 1.071 kasus; tahun 2016 sebanyak 1,598 kasus; tahun 2017 sebanyak 493 kasus; tahun 2018 sebanyak 344 kasus; serta tahun 2019 sebanyak 169 kasus.

Waspada Demam Berdarah, Ribuan Tanaman Seledri Dibagikan ke Petani Kediri

Liputan6.com, Kediri Di musim wabah demam berdarah dengue (DBD), sejumlah petani di Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mendapat bantuan ribuan tanaman seledri. Bantuan ini diberikan karena seledri memiki banyak faedah bagi kesehatan.

Selain itu, tanaman seledri juga punya nilai ekonomis yang menggiurkan. Di pasar tanaman ini bisa dijual kisaran Rp40 ribu per kilonya.

“Mempunyai nilai ekonomi maupun sebagai apotek hidup, ini sangat penting. Bahkan hari ini kita di Kediri termasuk ada semacam wabah DBD, ini bagian dari membentuk ketahanan tubuh bagi warga masyarakat,” kata Ketua DPW Nasdem Provinsi Jawa Timur, Sri Sajekti Jeanete Sudjunadi, Minggu (3/2/2019).

Di samping itu, tanaman seledri juga mempunyai khasiat penting lainya bagi kesehatan. Di antaranya menyehatkan pertumbuhan rambut, menurunkan kolesterol, mengurangi sakit perut dan gangguan lambung

Meredakan batuk, mengobati bronkitis,menurunkan tekanan darah, mengatasi mata kering, mengobati rematik dan menjaga kesehatan ginjal.

Pelaksanaan kegiatan pembagian ribuan tanaman seledri ini dilaksanakan di Desa Tegalan Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri Jawa Timur. Acara ini digagas oleh DPD Nasdem Kabupaten Kediri.

Menurut keterangan ketua DPW Nasdem Provini Jawa Timur Sri Sajekti Jeanete Sudjunadi, kegiatan Nasdem menanam ini sebelumnya sudah pernah dilakukan di beberapa wilayah di Jawa Timur diantaranya Surabaya, Tuban. Jenis tanaman yang diberikan dimasing – masing daerah berbeda.

“Di Surabaya kita tanam padi disana, variasinya macam – macam. Di Tuban kemarin terong kemudian tomat,” katanya.

Hal ini dimaksudkan untuk memberikan semangat menanam bagi para petani maupun masyarakat umum.

“Nilainya banyak sekali, nilainya adalah memelihara lingkungan menimbulkan semangat gotong royong, tepo seliro dan yang tidak kalah pentingnya adalah dengan menanam ini kita bisa lebih menghargai pekerjaan dari petani kita. Kita menganggap bertani itu keren,” ujarnya.

Sejumlah kader, relawan, calon legislatif dan anggota dewan dari Partai Nasdem dilibatkan dalam kegiatan ini.

Alergi karena Makan Ikan, Ini Penyebabnya

Liputan6.com, Jakarta Ikan menjadi salah satu makanan yang kaya manfaat bagi tubuh. Di dalam ikan terdapat protein, vitamin, dan mineral yang dapat membantu menurunkan tekanan darah, menurunkan penyakit jantung, dan stroke. Namun beberapa orang enggan mengonsumsi ikan karena takut terkena alergi.

Alergi pada ikan bisa terjadi pada siapa saja, terutama pada orang yang memiliki bakat alergi. Alergi ikan disebabkan karena adanya protein pada ikan.

“Alergi kan terjadi tidak pada semua orang, tapi umumnya pada orang yang mempunyai bakat alergi atau bakat atopik. Ikan kan mengandung protein, nah orang alergi biasanya karena protein ikan,” kata konsultan alergi – imunologi IDAI, Prof. Dr. dr. Zakiudin Munasir, SpAK, saat dihubungi lewat telepon pada Sabtu (2/2/2019).

Secara umum, ikan yang bisa menyebabkan alergi merupakan jenis ikan laut yang termasuk ke dalam golongan ikan scombroid.

“Pada tubuh ikan terdapat bakteri yang menyebabkan kualitas ikan berkurang, bakteri tersebut salah satunya bakteri morganella morganii. Bakteri ini ada pada golongan ikan scombroid, seperti ikan tuna, cakalang, dan tongkol, yang dapat mengandung histamin apabila penanganan ikan tersebut setelah ditangkap tidak ditangani dengan benar” kata Dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan IPB, Prof. Dr. Ir. Nurjanah MS.

Daging ikan pada awalnya tidak mengandung histamin, namun mengandung histadin. Setelah ikan mengalami kematian menuju kondisi post mortem, dekarboksilasi histidin akan terjadi sehingga menghasilkan histamin.

“Histamin terbentuk saat pH daging ikan semakin rendah akibat adanya dekomposisi berbagai senyawa kimia dari kegiatan enzimitas dan bakteri pada daging ikan,” tambah Nurjanah.

Sementara itu menurut Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Samuel Oetoro, Sp.GK, pada dasarnya jika seseorang memang alergi protein, makan makanan yang mengandung protein nabati dan hewani bisa menyebabkan alergi.

“Semua ikan bisa menyebabkan alergi, tidak cuma ikan tongkol, karena alergi terjadi tergantung pada diri seseorang. Tapi resikonya akan lebih tinggi kalau makan ikan yang dagingnya sudah tidak segar dan kondisi daginnya mau ke arah rusak, proteinnya bisa lebih memicu alergi,” kata Samuel.

Zakiudin menambahkan, alergi pada umumnya disebabkan karena ikan laut. Ikan laut yang disimpan lama hingga diawetkan membuat protein pada ikan menjadi terurai.

“Ikan itu mengandung protein yang kalau disimpan lama akan terurai. Proteinnya banyak mengandung asam amino yaitu asam amino histidin, histidin merupakan bahan pembentuk histamin. Histamin merupakan zat yang dikeluarkan pada reaksi alergi jadi akan timbul reaksi seperti alergi walaupun tidak alergi ikan,” kata Zakiudin.

Orang yang memiliki bakat alergi ikan, walaupun dirinya mengonsumsi ikan yang masih segar tetap bisa terkena alergi karena reaksi alergi itu timbul akibat adanya protein pada ikan. Sedangkan orang yang tidak memiliki alergi ikan juga bisa terkena alergi jika dirinya mengonsumsi ikan yang disimpan lama dan diawetkan, Zakiudin menambahkan.

Hal yang harus diperhatikan dalam menangani ikan supaya mengurangi resiko terkena alergi yaitu:

1. Suhu Penyimpanan

“Simpan ikan pada suhu tidak boleh lebih dari 4 derajat celcius, karena bisa merubah histadin berubah menjadi histamin,” kata Nurjanah.

2. Sanitasi

“Sanitasinya harus bersih dari bakteri patogen,” kata Nurjanah menambahkan.

Gejala alergi dapat ditandai dengan gatal, muncul kemerahan pada kulit, bibir dan kelopak mata bengkak, mual, dan muntah.Untuk mengatasi alergi, Zakiudin menyarankan untuk meminum obat antihistamin. Selain itu, perbanyak minum air putih agar zat penyebab alergi dapat keluar dari tubuh. (Siti Nurhaifa)

DBD Mengintai, Jangan Salah Sasaran Berantas Sarang Nyamuk

Liputan6.com, Jakarta Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terus bertambah. Guna mencegah meningkatnya angka DBD, masyarakat perlu menghindari gigitan nyamuk serta memberantas sarangnya. Namun, masyarakat harus mengetahui di mana serta jenis sarang nyamuk agar tidak salah sasaran.

Hal tersebut diungkap oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Tular Vektor dan Zoonotik dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid. Menurut dr Siti, setiap tempat berpotensi menjadi sarang nyamuk bila terdapat genangan air.

“Ada banyak sarang nyamuk yang harus dikenali terutama di rumah kita. Masyarakat harus mengetahuinya agar tidak salah sasaran dalam memberantas sarang nyamuk,” katanya, mengutip rilis yang diterima Health – Liputan6.com.

Tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk di rumah adalah bak kamar mandi dan toilet, tempat penampungan air, air jebakan semut ( kaki meja ), air pembuangan kulkas, tempat minum burung (yg jarang diganti), pot bunga, dispenser air minum (wadah limpahan airnya), barang bekas di sekitar rumah (ban, kaleng, batok kelapa, botol, gelas air mineral, potongan bambu, dan semua tempat yg bisa nenampung air).

Dr. Siti menambahkan tempat-tempat tersebut sangat berpotensi menjadi sarang nyamuk. Masyarakat diimbau jangan sampai membiarkan air tergenang di tempat-tempat itu.

“Kalau bak mandi harus lebih sering dikuras agar tidak ada jentik nyamuk. Ada jentik berarti kita terancam demam berdarah,” ucapnya.

1 jentik betina, dalam 12 – 14 hari akan berubah jadi nyamuk dewasa. 1 nyamuk betina dewasa sekali bertelur menghasilkan 100-150 butir telur.a Dlam sebulan nyamuk bisa bertelur kurang lebih 4 kali. Jadi dalam sebulan nyamuk bisa bertelur antara 400 sampai 600 telur.

Dr Siti juga kembali mengingatkan, bahwa pemberantasan sarang nyamuk (PSN) bukan dengan memotong pohon, bersih-bersih rumput, menata bunga dan lainnya. Ini karena jentik nyamuk tak bersarang di rerumputan, melainkan di genangan air.

Selain itu, perlu diketahui juga jam aktivitas nyamuk Aedes Agypti dan Aedes Albopictus, yakni pagi pukul 09.00–10.00 dan sore pukul 15.00– 16.00. 

Demam Berdarah Merebak, Ikan Cupang Banyak Diburu Warga Kediri

Liputan6.com, Kediri Seiring merebaknya wabah demam berdarah di wilayah Kediri hingga mengakibatkan 12 orang dinyatakan meninggal dunia. Sejumlah perangkat desa dan dinas terkait sejak beberapa hari yang lalu mulai gencar melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk serta mengintensifkan kegiatan ikanisasi.

Kegiatan ikanisasi tak hanya membantu memberantas jentik nyamuk melainkan juga membawa dampak terhadap meningkatnya jumlah permintaan atau penjualan ikan hias jenis Cupang (Ikan Pertarungan ).

Salah satu petani budidaya ikan asal Kelurahan Ketami Kecamatan Pesantren Kota Kediri Jawa Timur, Heru Sulistiyo mengatakan, sejak bulan Desember lalu hingga sampai sekarang permintaan ikan hias jenis Cupang mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Menurutnya pada saat musim penyakit demam berdarah seperti sekarang banyak perangkat desa yang datang ke rumahnya untuk membeli ikan.

Pembelian ikan tersebut diperuntukan untuk kegiatan ikanisasi memberantas jentik nyamuk yang ada di kolam, bak kamar mandi dan genangan air lainnya.

“Permintaan ada yang dari petani, pedagang dan Kelurahan. Itu tadi ada Kepala Kantor Kelurahan Gampeng Rejo yang beli untuk program Ikanisasi. Kalau dari petani ini memang pasar sudah mulai agak marak gitu,” tutur Heru, Minggu (03/02/2019).

Ia membandingkan jika sebelumnya permintaan ikan hias jenis Cupang per minggunya bisa menjual hanya 1000 sampai 1500 ekor, kini naik sampai 400 persen terjual hingga 3000 – 4000 ribu ekor.

“Mulai peningkatan sejak Desember awal. Sebelumnya per minggu terjual seribu terkadang seribu lima ratus. Sekarang bisa meningkat per minggunya tiga sampai empat ribu,” katanya.

Ikan hias jenis cupang memiliki keistimewaan dibanding ikan hias jenis lainya. Ikan cupang memiliki ketahanan pada suhu yang dinigin. Bisa ditempatkan dimana saja di fas bunga, bak mandi, atau ditempat yang ada genangan air, lebih tahan tanpa bantuan oksigen.

Bahkan jika tidak ada jentik nyamuk di dalam air untuk dimakan pun, ikantipe petarung ini masih mampu bertahan.

Ikan Cupang yang dijual untuk program ikaniasi jenis serit yang kelasnya sesuai pangsa pasar dijual antara Rp600 – 700 tergantung ukuran besar kecilnya. Jenis ikan cupang yang dijual jenis serit baru berusia satu bulan.

“Tidak mungkin kita jual ikan cupang yang jenis kontes karena harganya relatif tinggi ya. Kasih ikan harga pasar saja ya, per ekor saya kasih ada yang cuma Rp700 – 600 tergantung besar kecilnya. Ikan serit yang dijual kategori usia tidak lebih dari satu bulan,” ucapnya.

Terpisah, Mugiono selaku PJ kepala Desa Gampeng Rejo Kabupaten Kediri mengatakan, pihaknya memang sengaja memilih ikan hias jenis cupang lantaran ikan ini dikenal memiliki karakter predator jentik nyamuk.

Ia menilai program Ikanisasi lebih efektif ketimbang penggunaan obat serbuk yang dilarutkan di dalam kamar mandi

“Kita sementara beli seribu ekor. untuk disalurkan ke rumah warga. Saya ingin setiap bak penampungan air yang notabene gak gampang dikuras itu ada ikan. Selama ada ikannya, jentik mesti dimakan,” ujar Mugiono.

Kemenkes: Walau Kanker Meningkat, Pelayanan Kesehatan di Indonesia Juga Makin Baik

Liputan6.com, Jakarta Sekalipun angka kanker di Indonesia meningkat, namun ini juga berbanding lurus dengan pelayanan kesehatan yang meningkat. Sisi lain ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan, dr. Anung Sugihantono, M.Kes. dalam sebuah temu media beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2018, prevalensi kanker di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan dari 1,4 per 1000 penduduk di tahun 2013 menjadi 1,79 per 1000 penduduk pada tahun 2018. Namun, pelayanan kesehatan saat ini juga semakin baik.

“Kita tidak bisa melihat satu sisi soal peningkatan jumlah, tapi aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan kesehatan juga meningkat,” kata Anung di gedung Kemenkes, Jakarta, seperti dikutip dari sehatnegeriku.kemkes.go.id pada Senin (3/2/2019).

“Dulu orang banyak yang susah berobat karena masalah pembiayaan. Tapi tahun 2014 ada JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) dan PBI (Penerima Bantuan Iuran) makin banyak, sehingga semua orang relatif punya akses,” kata Anung pada Kamis (31/1/2019).

Simak juga video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Pencegahan pada masyarakat

Anung mengatakan, masyarakat juga harus berperan dalam pencegahan dan deteksi dini kanker (iStockphoto)

Anung mengatakan, Hari Kanker Sedunia kali ini ditekankan kepada masyarakat, dengan melakukan pencegahan dengan cek kesehatan dan perilaku hidup sehat.

Kemenkes berharap tumbuhnya rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri bagi masyarakat. Terutama, dalam upaya pencegahan dan menemukan sejak dini terkait faktor risiko yang mungkin menimbulkan kanker.

“Jangan merokok, lakukan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat), dan diet yang seimbang. Ini adalah bagian dari upaya pencegahan umum,” imbuh Anung.

Selain itu, Kemenkes juga telah melakukan berbagai upaya terkait deteksi dini kanker payudara dan leher rahim pada perempuan usia 30 hingga 50 tahun, dengan metode Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) untuk payudara dan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) untuk leher rahim. Terutama, karena dua jenis kanker ini merupakan yang terbanyak di Indonesia.

“Selain upaya diatas, Kementerian Kesehatan juga mengembangkan program penemuan dini kanker pada anak, pelayanan paliatif kanker, deteksi dini faktor risiko kanker paru, dan sistem registrasi kanker nasional,” kata Anung menambahkan.

Hari Kanker Sedunia 2019, WHO Serukan Pentingnya Vaksin untuk Lawan Kanker Serviks

Liputan6.com, Jakarta Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyerukan tindakan untuk melawan kanker serviks dipercepat. Penyakit yang bisa dicegah ini telah membunuh lebih dari tiga ratus ribu wanita setiap tahunnya.

Dalam pernyataan resminya jelang Hari Kanker Sedunia 2019, WHO menyatakan bahwa kanker serviks menjadi penyebab utama kematian bagi wanita di seluruh dunia. 9 dari 10 kematian terjadi di negara-negara miskin dan menengah.

Dikutip dari VOA pada Senin (3/2/2019), WHO mengatakan, penyakit akibat human papillomavirus ini bisa disembuhkan jika infeksinya terdiagnosis dan diobati di tahap awal. Namun, tentu saja pencegahan adalah obat terbaik.

Dalam kasus kanker serviks, tersedia vaksin efektif yang mencegah penyakit itu ketika diberikan pada anak perempuan antara sembilan hingga empat belas tahun. 

Saksikan juga video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Kemajuan di negara-negara berkembang

Kanker serviks merupakan satu-satunya kanker yang bisa dicegah dengan vaksin HPV. (iStockphoto)

Sayangnya, vaksin ini hanya secara luas diberikan di negara-negara kaya. Petugas teknis Program Imunisasi WHO, Paul Bloem menyatakan bahwa negara-negara dengan beban kanker serviks seperti di Afrika dan Asia masih tertinggal. Sekalipun, sudah ada kemajuan.

“Di negara-negara seperti Rwanda, pelopor di Afrika, ini mencapai lebih dari 90 persen sejak lima, enam tahun. Bhutan juga telah mencakup 90 persen anak perempuannya. Malaysia sudah mencakup 97 persen anak perempuannya. Ada beberapa contoh yang sangat baik yang menunjukkan bahwa vaksin ini diterima dan bisa diberikan di negara berpenghasilan rendah,” kata Bloem.

Asisten direktur jenderal WHO untuk keluarga, wanita, anak, dan remaja Princess Nothemba Simelela mengatakan, masalah di negara-negara berkembang adalah kurangnya orang yang terampil dalam pengujian dan diagnosis kanker serviks pada perempuan.

Namun, dia mengatakan pada VOA bahwa ada strategi yang bisa diterapkan pemerintah dalam mengatasinya.

“Kita bisa memiliki klinik penjangkauan berpindah. Terkadang, apa yang Anda miliki adalah hari-hari di mana wanita bisa dipanggil, atau anak-anak muda bisa dibawa, khususnya untuk mendapatkan perhatian soal ini,” kata Simelela.

Strategi lain yang direkomendasikan adalah lewat program kesehatan sekolah. Contohnya dengan membawa vaksin ke sekolah-sekolan di mana anak-anak bisa mengaksesnya dalam jumlah besar seperti di Rwanda dan Afrika Selatan.

Hari Kanker Sedunia 2019: Angka Kanker di Indonesia Masih Tinggi

Liputan6.com, Jakarta Hari Kanker Sedunia 2019 diperingati setiap 4 Februari. Namun sayangnya, dunia, utamanya masyarakat Indonesia belum benar-benar terbebas dari kanker. Bahkan, beberapa data menunjukkan masih tingginya angka prevalensi kanker di Indonesia.

Mengutip rilis di sehatnegeriku.kemkes.go.id pada Senin (4/2/2019), Globocan menyebutkan bahwa di tahun 2018, terdapat 18,1 juta kasus baru kanker dengan angka kematian sebesar 9,6 juta. Di dunia, 1 dari 5 laki-laki dan 1 dari 6 perempuan mengalami kanker. Selain itu, 1 dari 8 pria dan 1 dari 11 perempuan meninggal karenanya.

Sementara di Indonesia sendiri, angka penyakit kanker berada di angka 136,2 per seratus ribu penduduk. Ini membuat Indonesia berada di urutan ke delapan di Asia Tenggara dan urutan 23 di Asia.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar 2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, prevalensi tumor atau kanker di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan dari 1,4 per seribu penduduk di 2013 menjadi 1,79 per seribu penduduk di 2018. Angka tertinggi berada di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan 4,86 per 1000 penduduk, diikuti Sumatera Barat 2,47 79 per 1000 penduduk dan Gorontalo 2,44 per 1000 penduduk.

2 dari 4 halaman

Kanker payudara dan leher rahim

Kanker payudara dan leher rahim merupakan dua momok paling tinggi di Indonesia (Ilustrasi/iStockphoto)

Secara spesifik, data Globocan menunjukkan bahwa angka kejadian tertinggi di Indonesia untuk laki-laki adalah kanker paru-paru sebesar 19,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 10,9 per 100.000 penduduk. Diikuti dengan kanker hati sebesar 12,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 7,6 per 100.000 penduduk.

Sementara, untuk perempuan, kanker payudara masih menjadi yang tertinggi dengan 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk yang diikuti kanker leher rahim sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 13,9 per 100.000 penduduk.

Dua jenis kanker yang ditemukan adalah kanker payudara dan leher rahim. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya seperti deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim pada perempuan usia 30 sampai 50 tahun dengan menggunakan metode Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) untuk payudara dan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) untuk leher rahim.

“Selain upaya diatas, Kementerian Kesehatan juga mengembangkan program penemuan dini kanker pada anak, pelayanan paliatif kanker, deteksi dini faktor risiko kanker paru, dan sistem registrasi kanker nasional,” kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Anung Sugihantono, pada acara temu media di kantor Kemenkes, Jakarta (31/4).

3 dari 4 halaman

Kanker prostat

Pemeriksaan dengan cepat penting untuk perawatan kanker (Ilustrasi/iStockphoto)

Dalam rilis yang diterima Health Liputan6.com, kanker prostat juga harus diwaspadai oleh orang Indonesia. Pria seringkali meremehkan karena jenis ini sering muncul secara diam-diam. Sehingga, diharapkan orang-orang diimbau untuk rajin memeriksakan kondisi kesehatan mereka dengan cepat.

“Waktu adalah faktor kunci dalam perawatan kanker, tetapi kami justru sering mendapati pasien pria yang menunda memeriksakan diri ke dokter hingga kanker mereka telah mencapai tahap lanjut,” kata Senior Consultant-Medical Oncology dari Parkway Cancer Center (PCC) Singapura, Dr. Richard Quek dalam sebuah diskusi di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

Karena itu, Kemenkes meminta agar dalam upaya mengoptimalkan upaya pencegahan dan pengendalian kanker di Indonesia, perlu adanya upaya masif dari semua pihak. Baik pemerintah maupun masyarakat.

Adapun tahun ini tema yang diangkat di Hari Kanker Sedunia adalah “saya adalah dan saya akan” atau “I Am and I Will”. Tema ini mengajak semua pihak terkait menjalankan perannya masing-masing dalam mengurangi beban akibat penyakit kanker.

4 dari 4 halaman

Saksikan juga video menarik berikut ini:

Riset Buktikan 7 Hal Tak Biasa Ini Bisa Lecut Libido

Liputan6.com, Jakarta Anda mungkin pernah mendengar tentang bagaimana makanan tertentu bisa meningkatkan libido. Begitu pula latihan kegel bisa mempengaruhi kehidupan seks menjadi lebih baik. Anda mungkin juga sadar betapa kesehatan yang baik, secara umum, memastikan kehidupan seks yang baik.

Namun di sini kita akan membahas hal lain yang tak biasa, tapi bisa membangkitkan libido.

1. Berlibur

Sebuah studi yang dilakukan di Inggris menunjukkan bahwa bepergian sebenarnya dapat meningkatkan kesehatan Anda, membantu menurunkan berat badan, mendapatkan kepercayaan diri, merasa lebih muda dan bahkan meningkatkan libido.

Survei yang dilakukan oleh portal perjalanan Expedia mengklaim bahwa lebih dari satu juta responden mengatakan bahwa bepergian meningkatkan gairah seks mereka. Situs perjalanan Expedia mengklaim bahwa lebih dari satu juta responden mengatakan bahwa bepergian meningkatkan gairah seks mereka. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan kepercayaan diri tubuh dan peningkatan suasana hati, yang membuat mereka lebih cenderung untuk saling berhubungan satu sana lain.

Bepergian dapat membantu mengurangi kadar hormon stres kortisol. Ketika stres dan kecemasan berkurang, suasana hati meningkat – membawa banyak, seringkali tak terduga, manfaat positif dalam cara kita memandang diri kita sendiri, motivasi dan produktivitas, dan pandangan umum kita tentang kehidupan. 

Saksikan juga video berikut ini:

2 dari 3 halaman

Tidur

Ilustrasi Foto Tidur (iStockphoto)

2. Tidur selama satu jam

Wanita harus tidur selama satu jam lebih lama dari biasanya untuk mengalami hasrat seksual yang meningkat pada hari berikutnya, kata sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine. Setiap jam tambahan tidur meningkatkan kemungkinan aktivitas seksual dengan pasangan sebesar 14 persen dan menurunkan masalah yang berkaitan dengan libdio dibandingkan wanita yang kurang tidur.

“Kurang tidur dapat mengurangi hasrat dan gairah seksual untuk wanita,” kata David Kalmbach, peneliti di laboratorium penelitian sirkadian dan tidur University of Michigan.

3. Jatuh cinta

Jatuh cinta dan komitmen dapat membuat seks secara fisik lebih memuaskan bagi banyak wanita, catat sebuah penelitian.

“Dalam penelitian, wanita mengatakan bahwa mereka menghubungkan cinta dengan seks dan bahwa cinta sebenarnya meningkatkan pengalaman fisik seks,” kata Beth Montemurro, profesor sosiologi dari Penn State Abington.

Dalam studi tersebut, sebagian besar wanita mengatakan mereka percaya cinta diperlukan untuk kepuasan maksimal dalam hubungan seksual dan pernikahan.Sebagian besar wanita dalam penelitian ini mengatakan bahwa cinta membuat seks secara fisik lebih menyenangkan.

3 dari 3 halaman

Punya banyak teman pria

4. Berjemur

Pria yang ingin mendapatkan dorongan seks yang lebih tinggi dapat mengambil manfaat dengan mengekspos tubuh mereka terhadap sinar matahari, karena sebuah studi oleh para ilmuwan Austria telah menemukan sinar matahari meningkatkan kadar hormon testosteron hormon seks pria.

Menurut penelitian di Medical University of Graz, Austria, pria dengan kadar vitamin D darah tinggi memiliki kadar testosteron yang secara signifikan lebih tinggi daripada pria dengan vitamin D.

5. Perempuan harus memiliki banyak teman pria

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa perempuan yang memiliki lebih banyak teman laki-laki menikmati lebih banyak kegiatan duniawi dengan pasangan mereka daripada pasangan di mana perempua memiliki lebih sedikit teman laki-laki, kata sebuah studi baru.

Pria menganggap teman pria dalam kehidupan pasangan wanita mereka sebagai ‘saingan seks’. Ini adalah sifat manusia. “Kita perlu diingatkan bahwa pasangan kita berharga bagi kita dan diinginkan orang lain. Ini membuat kami terus berupaya menjaga kepuasan hubungan,” kata ketua peneliti Michael Pham dari Universitas Oakland di AS.

Pria yang mengatakan pasangannya menarik banyak perhatian pria dikaitkan dengan melakukan lebih banyak seks dengan mereka, kata studi yang dipublikasikan dalam Journal of Comparative Psychology tersebut. “Pria terangsang secara seksual oleh pasangannya ketika mereka memperkirakan kemungkinan lebih besar perselingkuhan pasangan,” menurut Pham.

Terpicu Penasaran, Anak di Tiongkok Masukkan Bola Magnet ke Dalam Kelamin

Liputan6.com, Jakarta Berbagai kasus di dunia menjadi pelajaran bagi orangtua untuk selalu mengawasi anak-anaknya dalam bermain, khususnya terkait benda-benda yang berbahaya bagi penis mereka. Salah satu kejadian yang terjadi di Tiongkok ini.

Seorang anak berusia 12 tahun harus melakukan operasi pada penisnya. Prosedur medis terpaksa dilakukan untuk menyingkirkan 39 bola magnet dari dalam alat kelaminnya, setelah dia memasukkan benda-benda itu dari uretranya.

Mengutip The Sun pada Minggu (3/2/2019), anak 12 tahun tidak bisa buang air kecil setelah melakukan hal tersebut.

Hasil sinar-X menunjukkan bahwa bola magnet ini terjebak membentu huruf “U” di dalam alat kelamin bocah ini. Dia akhirnya dibawa ke Wuhan Children’s Hospital pada 13 Januari lalu, setelah kejadian tersebut.

Ahli urologi Dr. Wang Jun di RS tersebut terkejut ketika melihat benda itu. Dia menemukan, setidaknya ada 39 bola magnet, atau lebih dikenal dengan nama Buckyballs, di saluran kemih anak tersebut.

“Anak ini penasaran, jadi dia memasukkan Buckyballs ke dalam penisnya,” kata Wang Jun. 

Simak juga video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Bukan pertama kalinya

Kejadian benda terjebak lewat saluran penis bukan pertama kalinya (iStockphoto)

 Tim medis akhirnya melakukan prosedur bedan invasif minimal untuk mengeluarkan bola-bola tersebut.

“Tidak mungkin untuk menarik keluar bola magnet,” tambah Wang. “Penyelarasan bola akan berubah jika Anda mencoba menariknya keluar sepanjang traktat.”

Beruntunglah, anak laki-laki ini dilaporkan sudah bisa buang air kecil lagi dan dalam tahap penyembuhan di rumah sakit.

Kejadian semacam ini bukan pertama kalinya terjadi. Pada 2018, anak berusia 13 tahun di Tiongkok memasukkan kabel USB ke dalam penis lewat uretranya. Ini membuat bocah tersebut dirawat di Heilongjiang, sebelum dipindah ke Harbin Children’s Hospital.

Akibatnya, kabel tersebut membentuk simpul dan sulit dikeluarkan. Dokter akhirnya melakukan operasi pada penis anak tersebut.

Meghan Markle Lawan Salju dan Tulis Pesan di Pisang untuk Pekerja Seks

Liputan6.com, Jakarta Meghan Markle menuliskan sebuah pesan untuk para pekerja seks dalam sebuah kegiatan amal. Bukan di atas kertas, namun pada sebuah pisang.

Markle dan suaminya, Pangeran Harry mendatangi sebuah badan amal One25 di Bristol, Inggris. Duke dan Duchess of Sussex itu bahkan seakan tidak peduli pada cuaca bersalju yang banyak menghalangi kegiatan di wilayah itu.

Dilansir dari New York Post pada Minggu (3/2/2019), Meghan Markle dan badan amal itu memberikan paket perawatan kepada para pekerja seks. Beberapa di antaranya termasuk makanan, kondom, selimut, air panas, hingga nasehat dan dukungan untuk lepas dari pekerjaan mereka.

Para pekerja tersebut mengaktan, Markle memiliki sebuah ide unik ketika mereka sedang memasukkan barang-barang untuk dikirim. Dia bertanya apakah orang di sekitarnya memiliki sebuah spidol.

“Di masing-masing pisang, dia menulis penegasan, untuk membuat anak-anak ini merasa benar-benar, seperti, diberdayakan,” kata seorang pekerja.

“Itu adalah ide yang luar biasa, gerakan kecil ini.” 

Simak juga video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Tulisan di atas pisang

Meghan Markle mengunjungi Association of Commonwealth Universities (ACU) di London, Kamis (31/1). Tak lagi mengurai rambutnya ala messy hair seperti biasa, Meghan memilih menata rambutnya dengan model top-knot alias ballerina bun. (Yui Mok/Pool via AP)

Meghan menyatakan bahwa dia bertanggung jawab atas semua pesan di pisang tersebut. Beberapa diantaranya bertuliskan: “Kamu kuat”, “Kamu dicintai”, serta “Kamu istimewa.”

Meghan Markle dikabarkan sempat berbincang dengan seorang mantan pekerja seks. Wanita itu memuji apa yang telah dilakukan Meghan Markle.

“Saya rasa mereka mungkin tidak akan memakannya. Saya pikir pisang itu akan ada di rumah sampai busuk, karena saya akan melakukan hal yang sama,” ujar mantan pekerja seks 43 tahun itu yang dijuluki Sam.

Dia juga mengungkapkan betapa luar biasanya perjuangan mereka hanya demi melakukan kegiatan amal itu. Mereka bahkan rela berjuang mengatasi keterlambatan kereta api akibat salju yang menghalangi perjalanan.

“Ini benar-benar menghangatkan dan membuatmu berpikir bahwa para wanita ini tidak dilupakan dan diperhatikan.”

3 Tips Jitu Hindarkan Kakak Cemburu pada Adik

Liputan6.com, Jakarta Menumbuhkan rasa kasih sayang antara kakak-adik bisa orangtua lakukan sejak dini. Dengan begitu, rasa cemburu antarsaudara akan bisa diminimalisasi, seperti pengalaman Mommy Nadia Nandadita dari Babyologist berikut ini.

Memiliki anugerah anak tentunya menjadi harapan dan kebahagiaan tersendiri untuk setiap pasangan orangtua, karena kehadiran anak menjadikan warna baru untuk hari-hari orangtua. Termasuk saya dan suami yang dianugerahi dua orang pelita hati yang selalu menghiasi hari-hari kami. Naomi adalah anak pertama kami yang berusia 33 bulan dan adiknya Nakula baru saja lahir bulan oktober 2018.

Tidak mudah bagi kami untuk belajar mencoba memahami sang kakak yang harus menerima bahwa dia harus siap berbagi kasih sayang dengan sang adik. Drama demi drama kami lalui mulai dari Naomi yang menjadi attention seeker hingga tantrum yang membuat kami menjadi kewalahan. Satu hal yang buat kami sedikit tenang adalah akhirnya Naomi tidak terlalu cemburu dengan sang adik. Ketika dia cemburu dia menunjukkannya dengan mencari perhatian kami dengan tingkah jenakanya. Saya ingin berbagi tips agar sang kakak tidak cemburu dengan adik.

Cara Mengajarkan Kakak Agar Tidak Cemburu dengan Adiknya

1. Mengenalkan adik bayi mulai dari kandungan

Cara ini adalah cara paling utama agar sang kakak tidak terlalu kaget akan kehadiran adiknya bahkan dia akan mulai belajar menyayangi adiknya sedari adiknya masih di dalam kandungan.

2. Mengajak kakak ikut dalam mengasuh adiknya

Mencoba mengajak kakaknya dalam mengasuh adiknya menjadi cara yang sangat ampuh loh Moms. Karena dari situ kakak akan sedikit demi sedikit mulai memahami kebutuhan sang adik. Misalnya, ikut melihat dan membantu menggantikan popoknya, ikut melihat saat adiknya dimandikan, juga bisa dengan meminta tolong kakaknya membawakan baju adiknya atau popoknya saat digantikan.

3. Bermain bersama

Momen bermain bersama adiknya akan membentuk bonding antara kakak dan adik bahkan semakin hari kakaknya akan terbangun rasa inisatif untuk menyayangi adiknya dengan mengajaknya bermain.Cara-cara di atas sudah saya terapkan ke Naomi sang kakak dan bersyukur cara ini sangat berpengaruh besar untuk perlahan-lahan mengurangi rasa cemburu terhadap adiknya.

Semoga bermanfaat.

Gangguan Mental yang Jarang Disadari, 2 Jenis OCD Ini Wajib Diketahui

Liputan6.com, Jakarta Mungkin ketika mendengar istilah OCD, pikiran Anda akan mengarah pada program diet yang dipopulerkan oleh Deddy Corbuzier. Namun dalam dunia medis, OCD mengarah pada salah satu gangguan mental kecemasan pada seseorang.

Obsessive Compulsive Disorder atau OCD adalah gangguan perilaku kronis yang menyebabkan pengidapnya tidak memiliki kontrol atas pikiran-pikiran obsesifnya dan perilakunya yang kompulsif atau berulang-ulang.

Jika teman Anda memiliki kecenderungan terobsesi berlebihan terhadap suatu hal atau mencemaskan sesuatu secara berlebihan, maka patut dicurigai orang ini mempunyai gangguan OCD. OCD sendiri mengarah pada tindakan-tindakan prefeksionis yang berlebihan.

2 dari 5 halaman

Gangguan Mental yang Jarang Disadari

Kecanduan Gawai Tingkatkan Risiko Gangguan Mental pada Anak? (LightField-Studios/Shutterstock)

Seperti dikutip dari Klikdokter oleh Liputan6.com Minggu (3/2/2019), Obsessive Compulsive Disorder (OCD) adalah gangguan perilaku kronis yang menyebabkan penyandangnya tidak memiliki kontrol atas pikiran-pikiran obsesifnya dan perilakunya yang kompulsif atau berulang-ulang. Dahulu, gangguan ini dimasukkan ke kategori gangguan kecemasan. Tapi saat ini telah menjadi kategori tersendiri.

Penderita OCD dapat terjebak dalam siklus pikiran dan perbuatan berulang yang tidak ada hentinya. Melakukan aktivitas berulang tersebut dapat menghentikan perasaan cemas sementara. Namun penderita akan tetap melakukan aktivitasnya lagi ketika pikiran obsesif muncul kembali. Siklus OCD ini dapat menyita waktu penderita sampai berjam-jam sehingga mengganggu aktivitas normal mereka.

Penderita OCD biasanya menghindari penyebab obsesi mereka. Sebagian besar penderita dewasa bahkan menyadari bahwa aktivitas yang mereka lakukan tidak masuk akal. Namun, mereka tidak bisa menghentikannya. Gejala bisa datang dan pergi, serta mereda atau memburuk seiring waktu.

Dokter akan menentukan diagnosis Obsessive Compulsive Disorder (OCD) dari pemeriksaan gejala-gejala yang ditampakkan oleh penderitanya. Selain itu, dokter juga dapat menentukannya melalui perbincangan mendalam untuk mengetahui pola perilaku OCD pasien.

3 dari 5 halaman

Jenis-Jenis OCD

5 Hal yang Mengganggu Kesehatan Mental Anda

1. OCD yang didorong oleh rasa takut

OCD yang didorong oleh rasa takut merupakan perilaku obsesif atau kompulsif yang dilakukan karena orang tersebut sangat percaya bahwa jika mereka tidak melakukannya, hal-hal yang mereka takuti sebenarnya akan terjadi.

Misalnya, seseorang yang OCD-nya bermanifestasi sebagai obsesi terhadap bahaya dapat terus-menerus takut bahwa bahaya akan menimpa mereka atau orang-orang yang mereka cintai, dan karena itu dapat memeriksanya berulang kali.

“Bisa jadi ketakutan bahwa jika mereka tidak memeriksa semua peralatan dan sakelar lampu, rumah akan terbakar ketika mereka sedang bekerja,” jelas Kristin Bianchi, PhD, seorang psikolog klinis berlisensi yang berspesialisasi dalam mengobati gangguan spektrum obsesif-kompulsif seperti OCD, dikutip dari Health Minggu(3/2/2019). “Dan sebelum mereka meninggalkan rumah, mereka akan melakukan hal-hal seperti menyalakan dan mematikan lampu berulang kali sampai mereka yakin mereka mati,” Tambah Bianchi.

Orang dengan OCD mungkin memiliki obsesi terhadap kesehatan karena takut sakit. Orang-orang ini takut bahwa mereka atau orang-orang di sekitar mereka akan jatuh sakit jika mereka tidak mengambil tindakan tertentu. Ketakutan obsesif terhadap penularan seperti ini sering disertai dengan pembersihan permukaan benda atau tubuh secara kompulsif karena keyakinan bahwa kuman di dalamnya dapat membuat orang sakit.

Masih seseorang dengan OCD yang digerakkan oleh rasa takut, melawan pikiran-pikiran mengganggu yang terus-menerus menguasai pikiran. “Pikiran intrusi yang melibatkan melukai orang lain atau diri sendiri atau melanggar aturan adalah hal biasa,” kata Bianchi.

Untuk mendapatkan kelegaan dari kecemasan mereka, orang-orang dengan pikiran mengganggu kadang-kadang akan melakukan tindakan tertentu berulang kali seperti orang-orang dengan obsesi yang membahayakan.

Di waktu lain, mereka akan melakukan ritual mental, seperti menghitung atau mengulangi kata-kata tertentu di kepala mereka. Kasus-kasus seperti ini, ketika tidak ada ritual perilaku yang jelas, dapat disebut sebagai OCD ‘obsesif’ atau ‘murni’ murni.

4 dari 5 halaman

Jenis-Jenis OCD

Perjuangan Selena melawan penyakit lupusnya memang melewati proses yang cukup panjang. Setelah lupus itu membaik, Selena mengalami gangguan mental yang mengharuskannya untuk menjalani proses rehabilitasi. (Instagram/selenagomez)

2. OCD yang didorong oleh ketidaknyamanan sistem saraf

Dikutip dari Health, Minggu (3/2/2019), pada tahun 2005, para peneliti dari Behavior Therapy Center of Greater Washington mengamati bahwa ada orang-orang dengan OCD yang memiliki beberapa gejala yang berkaitan dengan orang-orang yang menderita sindrom Tourette. Sindrom Tourette merupakan masalah dengan sistem saraf membuat orang yang mengalaminya mengalami tics tak disengaja, tiba-tiba, pendek, dan sering kali gerakan atau suara berulang.

Jadi mereka berhipotesis bahwa OCD Tourettic, sebagaimana para peneliti menyebutnya, juga bisa didorong oleh sistem saraf. Orang dengan OCD jenis ini mungkin merasa perlu untuk melakukan beberapa ritual berulang tanpa ada alasan khusus mengapa

“Orang-orang dengan OCD semacam ini biasanya tidak tahu mengapa sesuatu mengganggu mereka, dan mereka sering menggambarkannya hanya karena merasa tidak tepat,” kata Bianchi.

5 dari 5 halaman

Mengenali Gejala OCD

Lima Jenis Gangguan Mental pada Anak

Tidak peduli apa yang mendorong munculnya OCD pada seseorang, ada beberapa cara umum di mana obsesi dan kompulsi OCD diekspresikan. Berikut gejalanya:

Obsesif adalah pikiran, dorongan, atau gambaran mental yang berulang-ulang sehingga menyebabkan kecemasan. Gejalanya biasanya berupa:

– Takut kuman

– Takut melakukan kesalahan

– Takut akan dipermalukan atau berperilaku yang tidak diterima secara sosial

Kompulsif adalah perilaku berulang yang dilakukan oleh penderita OCD karena merasakan dorongan untuk melakukan dalam menanggapi pemikiran obsesif. Gejala yang terjadi umumnya meliputi:

Kompulsif

Kebutuhan untuk secara konstan dan berulang kali memeriksa berbagai hal. Contohnya Memeriksa sesuatu berulang-ulang, seperti berulang kali memeriksa pintu yang terkunci

Keteraturan ketertiban dan simetri

Kebutuhan untuk terus-menerus mengatur dan mengatur ulang objek sampai mereka sempurna dalam urutan atau simetris. Contohnya Mengurutkan dan menata barang dengan cara yang tepat dan khusus.

Kompulsi pembersih

Kebutuhan untuk membersihkan atau mencuci benda atau permukaan berulang-ulang. Contohnya Mandi atau bersih-bersih atau mencuci tangan berlebihan dan berulang-ulang atau Menolak untuk berjabat tangan atau memegang pegangan pintu.

Menghitung kompulsi

Kebutuhan untuk menghitung ke nomor tertentu atau untuk menghitung item atau langkah. contohnya Makan dengan urutan spesifik.

Ritual yang terlibat dalam kompulsi ini dilakukan untuk menghilangkan perasaan tertekan, apakah tekanan itu berasal dari ketakutan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi sebaliknya atau karena merasa benar-benar tidak nyaman jika tidak melakukannya.

7 Hal yang Bisa Dilakukan Bersama Anak Saat Hujan Tiba

Liputan6.com, Jakarta Selama musim hujan, kegiatan di luar ruangan terpaksa dihentikan demi alasan kesehatan. Tapi bukan berarti anak tak bisa bersenang-senang. Ada banyak hal yang bisa orangtua dan anak lakukan ketika hujan tiba seperti pengalaman Mommy Ziana Walida dari Babyologist di bawah ini.

Ketika musim hujan tiba, sering kali para orang tua merasa khawatir akan kesehatan anak karena perubahan cuaca yang terjadi. Namun, semua itu dapat dicegah dengan berbagai upaya pencegahan. Bagaimana kalau anak kita adalah tipe anak yang suka bermain di luar? Tentu akan menuntut kita untuk lebih memutar otak dan memikirkan bagaimana caranya agar anak tetap bermain di dalam rumah tanpa khawatir membuat anak bosan. Apalagi anak saya sekarang sudah 11 bulan dan sedang aktif-aktifnya sehingga setiap hari dituntut untuk menciptakan permainan yang menyenangkan.

Kali ini saya akan berbagi tips bermain di dalam rumah saat musim hujan tiba agar anak tidak merasa bosan.

1. Bermain rumah-rumahan

Berhubung kami belum memiliki tenda anak, kami memanfaatkan kolong meja yang digabungkan dan dilapisi selimut di atasnya agar menyerupai tenda. Anak jadi senang merasakan sensasi baru bermain di dalam tenda buatan ayah bundanya. Selain itu, ayah bisa melakukan permainan cilukba dengan sembunyi di luar tenda atau dengan tambahan permainan lain.

2. Bermain di tumpukan baju

Tidurkan anak di atas tumpukan baju (bajunya harus sudah bersih ya Moms, biasanya sih sebelum disetrika saya lakukan permainan ini) lalu biarkan ia merasakan lembut, tekstur dan wanginya. Dengan memegang beberapa jenis pakaian, sensorinya akan terlatih.

3. Mobil-mobilan dengan kardus

Hazal suka sekali kalau disuruh duduk di kardus lalu didorong ke sana ke mari. Permainan ini bagus untuk melatih anak belajar mengatur keseimbangan tubuhnya. Tentu tetap hati-hati ya Moms saat mendorongnya.

4. Menempel Stiker

Siapkan bermacam-macam stiker karakter yang disukai anak, lalu ajak dia menempel stiker tersebut. Bisa di tembok (asalkan stikernya yang mudah dilepas agar tidak merusak tembok) atau di media lain seperti buku, kardus, dll.

5. Bermain Gelembung Sabun saat Mandi

Bermain gelembung sabun saat mandi selain membuat waktu mandi si Kecil menjadi menyenangkan, juga baik untuk membangun kedekatan antara anak dan orang tua

6. Menyobek kertas koran yang ditempel di dinding

Saya menggunakan kertas koran bekas lalu ditempel di dinding menggunakan lakban bening di setiap tepinya. Kemudian ajarkan anak untuk merobek kertasnya dari atas ke bawah. Anak akan terlatih motorik dan sensorinya dan juga senang dengan bunyi robekan kertas yang khas.

7. Memasukkan dan mengeluarkan mainan dalam box

Biasanya saya meminta Hazal untuk mengambil mainannya di dalam box satu persatu dengan memberikan contoh terlebih dahulu. Begitu pun sebaliknya ketika anak memasukkan mainannya ke dalam box kembali. Permainan ini membuat anak sibuk dan terlatih konsentrasi serta motorik halusnya. Jangan lupa untuk selalu apresiasi setiap usaha anak dengan memberikan pujian yang baik.

Cara Ibu Bekerja Jaga Waktu Berkualitas dengan Buah Hati

Liputan6.com, Jakarta Ibu bekerja harus pandai-pandai membagi waktu antara berkarier serta mengurus keluarga. Meski waktu terbatas, ibu harus bisa memberi perhatian maksimal bagi anak. Simak cara Mommy Reza Zattira dari Babyologist menyeimbangkan antara waktu bekerja dan bersama anak-anak tercinta.

Saya sebagai working mom, tentunya waktu yang dihabiskan bersama si Kecil, kakak Fatih, sangatlah terbatas. Pagi jam 06.45 saya harus berangkat ngantor dan pulang sampai rumah maghrib (ini kalau pulangnya tepat waktu).

Namun, menurut saya yang penting adalah kualitas waktu yang ada, bukan sekedar kuantitas waktu yang tersedia. Percuma jika seharian penuh bersama anak, namun kita/anak malah asyik sendiri dengan gadget-nya.

Jadi saya benar-benar memanfaatkan waktu yang ada bersama baby dengan sebaik mungkin, serta mengikuti tumbuh kembangnya.

Pagi sebelum berangkat ngantor sebisa mungkin saya ajak bermain dengan kakak, baik bernyanyi sama-sama, baca buku, main mainan kakak, atau berjemur sebentar di depan rumah sambil menghirup udara segar pagi hari. Atau kalau tidak sempat, ya mandiin kakak. Saat mandiin, saya tetap ngobrol apa saja yang menyenangkan, bernyanyi, atau bermain air. Selain meningkatkan bonding antara Mom dan baby, Mommy juga dapat mood booster di pagi hari, jadi seharian di kantor akan terasa segar.

Kakak Fatih dijaga oleh Bunda Uti dan Akungnya. Nah, Bunda Uti dan Akungnya ini sering nge-share foto kakak lagi ngapain di grup family, jadi Mommy tahu kakak Fatih ngapain di waktu tersebut. Kadang juga Mommy menggunakan video call supaya bisa berbincang dan saling tatap-tatapan dengan kakak meskipun lewat hp. Alhamdulillah zaman sekarang sangat terbantu dengan teknologi yang super canggih.

Untuk kebutuhan kakak sehari-hari, saya selalu berusaha untuk menyiapkannya sendiri, jadi semua tersiapkan dengan baik. Saya juga selalu mencium dan memeluk kakak sebelum berangkat ngantor, sambil bilang “mama kerja dulu bentar kak, nanti kita main-main lagi ya sayang.”

Nah saat weekend, benar-benar quality time dengan baby. Usahakan seminimal mungkin menggunakan gadget. Hp boleh digunakan hanya untuk buat foto atau merekan aktivitas kakak, jadi tidak kehilangan momen apa saja yang kakak lakukan. Ini menurut saya sangat penting agar bisa menyimpan kenangan untuk dilihat nanti saat kakak sudah besar.

Selain Bikin Semangat, Dengar Musik saat Berolahraga Tunda Rasa Lelah

Liputan6.com, Jakarta Mendengarkan musik saat berolahraga ternyata punya manfaat luar biasa. Selain membuat lebih bersemangat, melakukan itu bisa menunda rasa lelah saat melakukan latihan fisik.

Mengutip Medical Daily pada Minggu (3/2/2019), sebuah studi di 2018 menunjukkan manfaat tersebut. Temuan dari penelitian di Inggris mengungkap bahwa musik sesungguhnya mengaktifkan bagian tertentu di otak yang menunda perasaan lelah.

“Efek musik pada olahraga telah diselidiki secara sistematis lebih dari seratus tahun,” kata peneliti dari Brunel University London, Marcelo Bigliassi.

“Dan kita masih belum sepenuhnya yakin bagaimana musik meningkatkan kinerja olahraga, menunda kelelahan, dan menimbulkan respon afektif positif.”

Tim peneliti meminta 19 orang dewasa sehat untuk sebuah percobaan. Mereka diminta untuk berbaring di pemindai MRI, serta berolahraga dengan sebuah alat yang digenggam di tangannya. Mereka lalu melakukan 30 set latihan yang masing-masing berlangsung selama 10 menit

Selama beberapa set, para peneliti memainkan lagu dari tahun 1970 dengan judul “I Heard It Through the Grapevine” oleh Creedence Clearwater Revival. Saat para peserta mendengarnya selama olahraga, tim melihat perubahan menarik dalam aktivitas otak para partisipan.

Saksikan juga video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Jangan terlalu ketergantungan dengan musik

Mendengarkan musik saat olahraga membantu menunda rasa lelah (iStockphoto)

Otak tidak hanya menunjukkan tanda-tanda kegembiraan yang meningkat, tapi juga peningkatan di bagian pikiran yang tidak terkait dengan tugas-tugasnya.

Gyrus frontal kiri bawah, bagian otak yang memproses informasi dari sumber eksternal dan internal, ditemukan aktif sebagai respon dari musik yang dimainkan. Semakin aktif bagian ini, semakin sedikit peserta yang terlihat kelelahan.

Bigliassi berpendapat, temuan ini mungkin memiliki beberapa implikasi prakits. Misalnya untuk melihat ke bentuk stimulasi serupa, yang membantu mencegah indvidu berisik tinggi (seperti orang dengan obesitas) berhenti selama kegiatan fisik.

Namun, di saat yang sama, dia menekankan bahwa orang tidak boleh terus menerus menggunakan musik sebagai penopang untuk semua jenis aktivitas di kehidupan kita.

“Ini karena, sebagai manusia, kita terus-menerus berusaha melarikan diri dari kenyataan dan juga, melarikan diri dari semua bentuk ketidaknyamanan atau rasa sakit secara fisik.”

Selain itu, penggunaan stimulasi pendengaran dan visual yang konstan serta tidak dibutuhkan, bisa mengurangi kemampuan seseorang untuk memproses kelelahan secara alami. Sehingga, sebagai generasi muda, kita harus belajar memungkinkan otak untuk menghadapi perasaan tersebut, tanpa adanya musik.

Studi ini berjudul “Cerebral effects of music during isometric exercise: An fMRI study” dan dipublikasikan di International Journal of Psychophysiology.

Terungkap, Tidur Lebih Penting untuk Pertahankan Berat Badan

Liputan6.com, Jakarta Untuk mempertahankan berat badan, sebuah penelitian menyatakan bahwa Anda harus makan dua jam sebelum tidur. Namun, studi terbaru menyatakan ada hal yang lebih penting dari itu agar berat tetap terjaga.

Aktivitas yang lebih penting itu adalah tidur itu sendiri. Dua peneliti Jepang baru-baru ini mengatakan bahwa orang lebih baik mencoba fokus untuk tidur lebih baik, ketimbang berusaha menghindari penyakit dengan makan lebih awal di malam hari atau dua jam sebelum tidur.

“Durasi tidur pendek dan kurang tidur terkait dengan kebiasaan makan yang tidak sehat dan metabolisme glukosa yang terganggu,” tulis mahasiswa keperawatan Su Su Maw dari Okayama University dan assosicate professor Chiyori Haga dari Departemen Keperawatan di Okayama University.

Dilansir dari New York Post pada Minggu (3/2/2019), studi yang diterbitkan di jurnal daring BMJ Nutrition, Prevention, & Health ini menyatakan bahwa mempertahankan jeda dua jam antara waktu makan terakhir dan tidur, tidak terkait dengan perbedaan jangka panjang glukosa darah pada orang dewasa yang sehat. 

Saksikan juga video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Jeda makan dua jam sebelum tidur

Ilustrasi Foto Tidur (iStockphoto)

Maw dan Haga melihat data 1.573 orang dewasa paruh baya dan lebih tua, yang tidak memiliki kondisi awal terkait diabetes dari sebuah kota di prefektur Okayama. Data tersebut dikumpulkan dari 2012 hingga 2014. Dua pertiga dari sampel adalah perempuan dan dua pertiganya berusia di atas 65 dan memasuki usia pensiun.

Mereka juga melihat tingkat aktivitas lain seperti merokok, kegiatan fisik, hingga kenaikan berat badan sejak usia 20 tahun. Selain itu, kecepatan makan, asupan alkohol, serta sarapan juga diperhatikan. Ditemukan bahwa tidak ada hubungannya antara dua jam makan malam atau camilan sebelum tidur dengan peningkatan kadar glukosa darah.

Makan dua jam sebelum tidur di banyak studi memang dianggap baik untuk kesehatan, khususnya dalam menjaga berat badan. Misalnya, sebuah studi yang diterbitkan oleh Barcelona Institute for Global Health menyimpulkan bahwa makan malam sebelum jam 9 atau dua jam sebelum tidur, mengurangi risiko kanker payudara atau prostat hingga 20 persen.

Selain itu, penelitian yang dilakukan profesor asosiat Michael Ormsbee dari ilmu gizi, makanan, dan olahraga di Florida State University dan Samantha Leyh mengemukakan bahwa mengonsumsi 30 gram protein sekitar 30 menit sebelum tidur memiliki manfaat pada kualitas otot, metabolisme, dan kesehatan secara menyeluruh. Studi ini diterbitkan Oktober 2018 di British Journal of Nutrition.

Mengenal Etilen, Zat yang Bikin Buah Cepat Matang

Liputan6.com, Jakarta Setiap buah-buahan secara alami memiliki zat pematang bernama etilen. Kehadiran zat ini membuat buah-buahan seperti pisang dan mangga matang yang ditandai dengan perubahan pada tekstur, warna, dan aroma.

“Jadi, etilen itu memang hormon dari tanaman itu sendiri. Kita ambil contoh mangga. Kehadiran etilen membuat mangga yang tadi kulitnya hijau menjadi kuning, ada keluar aromanya, dan daging buah lebih lunak,” kata peneliti Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika Kementerian Pertanian Hasim Ashari.

Buah-buahan tersebut matang tidak serempak. Misalnya dari satu tandan pisang, secara alami hanya ada satu atau dua buah saja yang matang ditandai dengan kulit yang berwarna kuning kemudian diikuti yang laun. Untuk mengatasi buah matang yang tidak serempak, industri buah-buahan mengenal zat tambahan etilen. Hal ini biasa dilakukan oleh pedagang buah skala kecil maupun besar.

“Ketika ada zat tambahan etilen ini semacam mengkatalis atau membantu mematangkan buah. Hanya merangsang buah menjadi matang. Dengan adanya pemberian zat etilen tambahan ini jadi rata matangnya, seragam,” kata Hasim saat dihubungi Liputan6.com Kamis (31/1/2019).

2 dari 3 halaman

Aturan pemberian etilen tambahan

Buah apel/copyright: unsplash/caroline attwood

Pemberian etilen ini tentu ada aturannya. Biasanya dari 1 ml etilen yang bisa dibeli di toko-toko pertanian kemudian dicampurkan dengan 1 liter air. Lalu, buah yang sudah dipanen dicelupkan ke dalam campuran air tersebut.

“Kemudian buah itu dicelupkan atau disemprotkan, kalau dicelupkan hanya sebentar, 1-2 menit saja. Kemudian ditiriskan. Sekitar 2-3 hari kemudian buah tersebut matang secara rata,” katanya.

Buah-buahan yang sering diseragamkan pematangannya dengan cara ini diantaranya pisang, apel, mangga, jeruk dan terkadang durian.

Mengenai keamanan, sejauh ini bila dilakukan sesuai aturan aman.

“Aman, ini kan hanya kulitnya saja. Sejauh yang saya tahu tidak ada kejadian dari cara ini yang menimbulkan keracunan. Karena kehadiran zat ini (dengan cara dicelup atau disemprot) hanya merangsang buah menjadi matang saja,” katanya.

“Etilen ini kan gas, kalau gasnya sudah habis ya menguap,” tutur Hasim.

Bicara soal rasa, buah yang dibantu pematangannya dengan cara ini tidak berbeda dengan yang matang alami. 

3 dari 3 halaman

Cara lain menyeragamkan buah agar matang

Hasim juga menceritakan bahwa ada cara tradisional agar buah matang secara seragam. Di desa-desa, katanya, banyak orang yang menggunakan daun lamtoro maupun daun petai agar mangga, sawo, atau buah lain matang bersamaan.

“Daun lamtoro itu kan mengandung zat etilen tinggi. Biasanya, kalau orang desa ingin mematangkan mangga atau pisang gitu ya, buahnya dimasukkan ke dalam plastik lalu dikasih daun lamtoro, nah itu bakal matang lebih cepat,” tuturnya.

Untuk para pedagang buah yang menjual dalam jumlah besar tentu cara ini kurang efektif dan efisien.

“Dengan cara kimia kan lebih praktis, hanya dicelupkan atau disemprot bisa,” katanya.

Selain dengan etilen tambahan, bisa juga mempercepat mematangkan buah yang sudah dipanen dengan karbit. Kandungan etilen di dalamnya yang tinggi, merangsang buah jadi matang secara seragam. Apakah cara ini aman?

“Aman,” tutup Hasim. 

Gampang Ditemukan, Ini 5 Manfaat Kesehatan dari Buah Pisang

Liputan6.com, Jakarta Pisang merupakan buah yang paling mudah ditemukan di Indonesia. Di beberapa kesempatan, buah berkulit kuning ini sering diselipkan dalam menu makanan kita.

Di samping sebagai buah yang enak, manfaat pisang tentu tidak boleh dilupakan begitu saja. Mengutip Medical Daily pada Minggu (3/2/2019), berikut ini beberapa manfaat dari buah yang kaya akan potasium ini.

1. Pencernaan lebih baik

Sekitar 70 persen serat yang ditemukan dalam pisang tidak larut dalam cairan. Serat ini membantu makanan bergerak dengan cepat dan mudah melalui lambung serta usus.

Sehingga, jika Anda sembelit, mengonsumsi pisang bisa membantu meredakan masalah tersebut. Selain itu, sebagai sumber prebiotik, buah ini bermanfaat bagi bakteri baik dalam usus.

2 dari 4 halaman

Tidur dan kesehatan jantung

Buah Pisang cocok untuk mereka yang kesulitan tidur (iStockphoto)

2. Tidur lebih baik

Jika Anda merasa gelisah dan sulit tidur, pisang menjadi pilihan yang baik sebagai camilan sebelum istirahat. Forbes mencatat, buah ini juga mengandung asam amino L-tryptophan yang diubah menjadi serotonin. Neurotransmitter yang berperan meningkatkan suasana hati, serta mengatur siklus tidur.

Sebuah penelitian di 2013, studi mengungkapkan bahwa orang yang makan pisang setelah dua jam mengalami peningkatan kadar melatonin dalam darah mereka. Hormon ini adalah hormon yang membantu mengatur ritme tidur atau dikenal dengan hormon tidur.

3. Jantung lebih sehat

Pisang kaya akan kalium. Diperkirakan, satu pisang berukuran sedang mengandung 422 miligram kalium yang merupakan 12 persen dari asupan harian yang direkomendasikan. Buah ini juga rendah kandungan natrium

Sehingga, makanan ini cocok jadi camilan yang menyehatkan jantung, namun mengurangi risiko tekanan darah tinggi. Kalium juga membantu melindungi Anda dari pengerasan pembuluh darah, yang terkait dengan penyakit jantung.

3 dari 4 halaman

Olahraga dan kehamilan

Buah pisang mampu meningkatkan semangat berolahraga (iStockphoto)

4. Meningkatkan semangat berolahraga

Ketimbang mengonsumsi minuman berenergi yang mengandung gula, lebih baik Anda makan pisang sebagai camilan olahraga. Sebuah studi di 2012 menemukan, buah ini bermanfaat untuk mengurangi stres oksidatif serta meningkatkan kinerja atlet pria saat balapan sepeda.

“Mereka mengemas lebih banyak nutrisi daripada minuman olahraga dan memiliki campuran gula alami yang lebih sehat dengan bonus antioksidan,” kata editor nutrisi dari Health, Cynthia Sass, M.P.H., R.D.

5. Makanan ibu hamil

Satu buah pisang berukuran sedang menyediakan 0,43 miligram atau 33 persen dari vitamin B6 yang perlu Anda konsumsi dalam sehari. Prevention mencatat, nutrisi ini penting untuk perkembangan otak selama kehamilan dan reaksi enzim yang terlibat dalam metabolisme. Selain itu, kandungan B6 juga bermanfaat untuk trimester pertama.

“Mengonsumsi pisang selama minggu-minggu awal kehamilan bisa membantu mengatasi mual yang dialami banyak wanita,” kata ahli diet Kanada, Anar Allidina pada Huffington Post.

4 dari 4 halaman

Saksikan juga video menarik berikut ini: