Soal Broadcast Pengobatan Gratis Kanker Tanpa Operasi dan Kemo, RSPAD: Itu Hoaks

Liputan6.com, Jakarta – Broadcast atau pesan berantai soal pengobatan gratis kanker tanpa operasi dan kemoterapi kembali muncul. Pesan tersebut diterima di aplikasi grup percakapan WhatsApp pada Kamis, 18 Juli 2019.

Dalam pesan berantai tersebut ditulis bahwa RS Gatot Subroto Jakarta kini sudah bisa menyembuhkan kanker stadium 4.

“Kawan2….. RS Gatot Subroto Jakarta, sudah mulai ada pengobatan tumor ganas/ kanker CELL CURE, telah berhasil menyembuhkan kanker stadium 4, tanpa operasi, tanpa chemo therapy…,” begitu bunyi pesan tersebut.

Disebutkan juga bahwa Yayasan Miracle Hope ingin membantu asalkan pasien mengisi biodata kemudian mengirimkan ke email atas nama Fani Fardiani atau pin Blackberry.

Pesan berantai yang sama juga pernah diterima pada Mei 2019. Health-Liputan6.com bertanya kebenaran pesan berantai tersebut kepada Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Terawan Agus Putranto. Dia pun mengatakan agar masyarakat tidak mempercayai isu tersebut.

“HOAX mbak,” kata Terawan dalam pesan singkat kepada Health-Liputan6.com.

Kementerian Komunikasi dan Informatika pun sudah melakukan penelusuran terhadap pesan berantai ini. Ternyata ini adalah penipuan yang sudah beredar dari 2013. Nama orang yang tercantum dalam postingan tersebut adalah wanita 33 tahun. 

“Dia adalah seorang marketer yang mencari database orang sebanyak-banyaknya, sedangkan yayasan miracle of hope lebih fokus pada masalah diabetes dan memberi informasi yang diperlukan dan keterampilan untuk hidup sehat. Yayasan miracle of hope juga menangani masalah kanker namun pada menu di profilnya juga membutuhkan dana agar dapat membantu pasiennya,” seperti dilansir laman kominfo.go.id, Kamis (18/7/2019).

Digugat Soal Polusi Udara, Ini Tanggapan Menkes

Liputan6.com, Jakarta Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia Nila F. Moeloek menanggapi gugatan beberapa pihak terkait polusi udara di Jakarta beberapa waktu yang lalu. 

“Saya agak bingung, kemarin kita disomasi NGO (Non-Governmental Organization/Lembaga Swadaya Masyarakat) katanya polusi udara salahnya Menteri Kesehatan. Memang saya ngapain bikin polusi,”kata Nila saat memberikan paparan publik Pencerah Nusantara di Jakarta ditulis Kamis (18/7/2019).

“Justru kami di hilir terkena dampak dari polusi,” tambah Nila.

Wanita yang juga dokter spesialis mata ini mengatakan bahwa yang terbaik dalam menghadapi polusi udara adalah perilaku. Baik perilaku individu maupun industri.

“Bikin pabrik harus ramah lingkungan, ” ujarnya.

Dia juga menambahkan bahwa sesungguhnya pekerjaan kementerian tidaklah besar. Persentasenya sekitar 20 persen saja. “Kami hanya pendukung seharusnya. Dari diri sendiri yang harus berubah dan faktor lingkungan,” kata Nila.

Aksi Masing-Masing dari Kita

Pembatas Jalan Ganggu Pejalan Kaki di Jalan Merdeka Utara
Pejalan kaki menghindari pembatas jalan yang menutupi trotoar di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (3/7/2019). Pembatas jalan yang berada tidak pada tempatnya tersebut mengganggu pejalan kaki karena menutupi badan trotoar. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Sebelumnya, ketika ditemui usai peluncuran Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat 2018 pada Senin, 15 Juli 2019, Nila mengatakan bahwa polusi udara tergantung pada diri kita. Salah satunya penggunaan transportasi pribadi.

Nila mengakui, bahwa memang tata ruang di Indonesia masih banyak yang belum ramah bagi pejalan kaki dan pesepeda.

“Kita tidak pernah naik sepeda atau jalan kaki. Itu mungkin tata ruang juga harus ramah terhadap pejalan kaki atau sepeda, ini kita tidak ada, ” kata Nila.

Di samping itu, kawasan industri juga harus memperhatikan cara pembuangan limbahnya agar tidak sembarangan. “Gimana kita tidak sakit kalau begini, ” katanya.

Polusi Udara Jakarta

Kualitas Udara Jakarta Buruk, Warga Beraktivitas Pakai Masker
Pejalan kaki mengenakan masker saat berjalan di Jakarta, Kamis (4/7/2019). Organisasi lingkungan Greenpeace menyatakan kualitas udara Jakarta saat ini terpantau sangat tidak sehat dengan angka 165 AQI atau Indeks Kualitas Udara. (merdeka.com/Imam Buhori)

Beberapa waktu yang lalu, polusi udara yang buruk di Jakarta membuat beberapa NGO di bidang lingkungan menggugat pemerintah. Mereka yang tergugat adalah: Gubernur DKI Jakarta, Presiden RI, Gubernur Jawa Barat, Gubernur Banten, Kemenkes, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Mengutip News Liputan6.com, Direktur Eksekutif Walhi DKI Jakarta Tubagus Soleh Ahmadi menegaskan, polusi Jakarta memang bukan hanya masalah DKI. Daerah penyangga seperti Jawa Barat dan Banten juga harus ikut serta bertanggung jawab.

Tubagus menilai persoalan kualitas udara di Jakarta berhulu pada kebijakan pemerintah. Baik DKI Jakarta maupun pusat. Menurut dia, selama ini, belum ada rangkaian kebijakan dari pemerintah untuk mengendalikan kualitas udara.

“Kalaupun ada, belum bisa melindungi hak masyarakat untuk memperoleh udara bersih,” katanya pada Selasa, 9 Juli lalu.

Simak juga Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Berat Badan Turun 103 Kg, Arya Permana Kini Bisa Main Bola

Liputan6.com, Bandung Pasien eks obesitas Arya Permana (13) yang dirawat jalan secara intensif oleh Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, mengaku kini bisa bermain sepak bola selama satu pertandingan. Hal itu dapat dilakukan oleh usai berat badan bocah asal Karawang, Jawa Barat ini turun dari 190 kilogram menjadi 87 kilogram.

Sebelum berat badan berkurang, Arya Permana hanya bisa bertanding hanya lima menit. Bahkan kadang-kadang ia tidak bisa bermain sama sekali. Setelah berat badan turun, Arya tak lagi mengalami masalha pernapasan.

“Berkurang rasa sesak. Hambatan sih enggak ada tapi kalau main bola suka enggak nyaman sama kulit gitu. Sekarang lebih kuat main bolanya,” kata Arya di poliklinik anak RSHS, Bandung, Rabu, 17 Juli 2019.

Tak lagi ada masalah dengan pernapasan, Arya pun rutin melakukan olahraga kesukaannya itu. Biasanya, ia bermain di posisi center back

Beberapa waktu lalu ketika Arya Permana bermain sepak bola di lapangan sekolahnya. Foto: Abramena/ Liputan6.com.

2 dari 3 halaman

Jaga pola makan dan olahraga jelang operasi bedah plastik

Arya Permana sedang melakukan pemeriksaan jelang operasi bedah plastik sepekan mendatang. (Foto: Arie Nugraha)

Pola makan Arya saat ini jauh berkurang dari awal dirinya superobesitas. Dia mengaku, pola makan yang terjaga dan berolahraga menjadi kesehariannya menjelang tindakan operasi bedah plastik mendatang.

“Enggak ada persiapan khusus. Hari ini cuman kontrol (kesehatan) doang,” lanjut remaja yang kini duduk di di bangku kelas 1 Sekolah Menengah Pertama ini. 

Pemeriksaan kesehatan itu diantaranya adalah pemeriksaan jantung, contoh darah dan kejiwaan. Arya mengaku siap menjalani operasi bedah plastik yang memakan waktu berkisar 4 – 5 jam.

Rencananya pada tanggal 24 Juli mendatang, tim dokter spesialis bedah plastik akan melakukan operasi mengikis kelebihan kulit Arya. Lokasi kelebihan kulit yang dialami oleh Arya berada di daerah dada, lengan, tangan dan kaki.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut ini:

Mengapa Wajah Mengernyit Saat Konsumsi Makanan Asam?

Liputan6.com, Jakarta Saat mencoba menyantap makanan yang asam, biasanya diikuti dengan mengernyitkan wajah. Mengapa bisa begitu ya?

Para ilmuwan hingga kini belum tahu secara pasti mengapa orang senantiasa mengerutkan wajahnya ketika makan sesuatu yang asam. Kemungkinan hal tersebut terjadi karena adanya zat proton, vitamin C serta membandingkan dengan buah- buhan lainnya yang memiliki rasa asam.

Rasa yang kita kenal sebagai “asam” memiliki hubungan langsung dengan keasaman. Secara kimiawi rasa asam ini karena ada banyak proton di dalam mulut. Proton sendiri bukanlah asam namun tubuh kita sendiri yang menafsirkan sifat-sifat tersebut sebagai sesuatu yang asam seperti dilansir Live Science, Rabu (17/7/2019).

Makan lemon #1 (Via: inspirebee.com)

Kebanyakan makhluk bisa memproduksi vitamin C sendiri. Namun, sekitar 61 juta tahun yang lalu, gen pada mamalia yang mengkodekan sintesis vitamin C bermutasi, hal tersebut diungkapan pada suatu studi dalam sebuah jurnal Genetica pada tahun 2011.

“Manusia kehilangan kemampuan untuk membuat vitamin C sendiri karena kami selalu memakannya,”kata Paul Breslin, seorang profesor di Departemen Ilmu Gizi di Rutgers University di New Jersey, Amerika Serikat.

Berarti sesungguhnya manusia menyukai sesuatu yang becita rasa asam tapi tidak seasam lemon. Di dalam apel dan jeruk misalnya, rasa asam dan manis yang bercampur menciptakan citarasa yang lezat dan disukai oleh manusia.

Jadi, mengapa manusia senantiasa mengerutkan wajahnya ketika mengonsumsi lemon? 

“Wajah seperti itu berarti sebuah respons penolakan. Karena kebanyakan buah tidak superasam. Sehingga orang jarang menggigit lemon,” kata Breslin. 

Penulis: Eflien Anggelien

Jumlah Wanita yang Deteksi Dini Kanker Serviks Masih Rendah

Liputan6.com, Malang, Deteksi dini merupakan upaya terbaik dalam menghadapi kanker termasuk kanker serviks. Sayang, jumlah perempuan yang melakukan deteksi dini kanker serviks baru 5 persen di seluruh Indonesia seperti disampaikan Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dwi Listyawardani.

“Deteksi dini untuk melihat kemungkinan adanya gejala kanker mulut rahim itu baru sekitar 5 persen dari seluruh wanita yang eligible yang harus memeriksakan diri di seluruh Indonesia. Masih sangat sedikit,” kata wanita yang karib disapa Dani kepada wartawan di Malang, Dwi dalam keterangannya kepada wartawan di Malang, Selasa, 16 Juli 2019 seperti dilansir Antara. 

Rendahnya angka deteksi dini kanker mulut rahim, kata Dani ada dua penyebab utamanya. Yakni ketidaktahuan dan kesadaran masyarakat yang masih minim terhadap pencegahan penyakit itu. Sehingga dibutuhkan sosialisasi tentang pentingnya deteksi dini kanker serviks, baik dengan tes IVA atau papsmear. 

Menurut dia, peran Tim Penggerak PKK yang anggotanya perempuan yang sudah menikah sangat efektif bila dioptimalkan dengan tepat. Pemeriksaan IVA ataupun papsmear untuk deteksi dini kanker serviks sangat dianjurkan bagi perempuan yang telah melakukan hubungan seksual.

2 dari 3 halaman

Bisa di Puskesmas

Dani menyarankan perempuan untuk melakukan deteksi dini, minimal dengan tes IVA yang paling mudah dilakukan dan bisa didapatkan di puskesmas. Apalagi, 

“Untuk pemeriksaan IVA pembiayaannya kan sudah dijamin oleh BPJS, ya. Jadi mereka yang sudah menjadi anggota BPJS sebetulnya bisa melakukan pemeriksaan ini. Dilakukan satu tahun sekali paling tidak,” kata Dani.

Kanker mulut rahim merupakan penyakit kanker tertinggi kedua yang acap diidap oleh perempuan Indonesia setelah kanker payudara. Kanker serviks juga berkaitan dengan tingginya perkawinan anak di Indonesia.

Dani mengemukakan bahwa perkawinan anak meningkatkan risiko penyakit kanker mulut rahim pada perempuan. Alat kelamin wanita yang usianya di bawah 19 tahun masih sangat rentan terinfeksi berbagai virus sehingga berpotensi mengalami kanker serviks pada 15 tahun hingga 20 tahun yang akan datang.

“Dari hasil penelitian menunjukkan mereka yang yang kena kanker serviks setelah ditanya kapan kamu pertama kali melakukan hubungan seksual itu di usianya rata-rata di bawah 19 tahun ini,” kata Dani.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut

Sulitnya Anak Hadapi Masa Adaptasi di Bulan Pertama Sekolah

Liputan6.com, Jakarta Sebagian besar sekolah baru memulai ajaran baru pada Senin, 15 Juli 2019. Ada juga yang sudah memulai masa orientasi sekolah (MOS) pada pekan lalu.

MOS selalu jadi masa adaptasi yang sangat menguras emosi anak, sekaligus orangtua. Suasana kelas atau sekolah yang baru tentu membutuhkan usaha adaptasi yang tak mudah.

Terutama pada anak balita yang masih bersekolah di Taman Kanak-Kanak. Begitu juga yang baru masuk Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Sekolah Menengah Atas (SMA).

2 dari 4 halaman

Masalah Adaptasi

Simak warna-warna seragam sekolah anak-anak di berbagai belahan dunia. Foto: Brightside.me

Peran orangtua begitu besar untuk menyiapkan anak memasuki suasana sekolah, lingkungan dan teman-teman baru. Kemampuan adaptasi anak akan diuji di masa-masa ini. Tak perlu langsung marah atau menghakiminya jika anak mengeluh.

Tiap anak memang memiliki kemampuan adaptasi yang berbeda. Ada yang dengan mudah menjalin hubungan dan berkomunikasi dengan orang baru, ada juga yang malah menutup diri. Bahkan merasa dirinya berbeda dan tak percaya diri.

3 dari 4 halaman

Ajari Anak Buka Obrolan dan Berkenalan

Antusias sejumlah murid mengikuti upacara bendera di SDN Jatinegara Kaum 15 Pagi, Jakarta, Senin (15/7/2019). Sebanyak 32 anak menjadi murid baru SDN tersebut pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2019/2020. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Pada anak yang masih balita, penting untuk mengajarkannya mengenalkan diri. Buat drama atau permainan yang membuat si anak menjelaskan nama panjang, umur dan alamatnya.

Untuk anak yang lebih besar, usia SD, ceritakan padanya kalau ia akan bertemu dengan banyak teman baru. Pesankan kepadanya ajaklah teman barunya berkenalan dan bermain bermain bersama atau mungkin berbagi makanan.

Bagi anak yang lebih besar usia SMP dan SMA, mereka akan cenderung lebih mengandalkan insting. Mana teman yang bisa ‘klik’ dengannya dan mana yang tidak.

Ini akan sangat penting membentuk kemampuan sosialisasinya. Minta anak menceritakan pengalamannya dan ingatkan dia jika menemui masalah, sebaiknya bercerita.

4 dari 4 halaman

Berkenalan dengan Gurunya

Ekspresi seorang murid siswa yang mengikuti aktivitas belajar mengajar di SDN Jatinegara Kaum 15 Pagi, Jakarta, Senin (15/7/2019). Sebanyak 32 anak menjadi murid baru SDN tersebut pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2019/2020. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Hal yang juga sangat penting dilakukan orangtua di hari-hari pertama sekolah adalah berkenalan dengan gurunya. Beberapa sekolah membuat sesi khusus pertemuan orangtua dan guru wali kelas.

Usahakan untuk hadir, karena komunikasi orangtua di rumah dan guru adalah kunci pendidikan menyeluruh. Dengan komunikasi yang baik dengan pengajar anak di sekolah, diharapkan pendidikannya berjalan dengan baik, begitu juga perkembangan psikologisnya selama bersekolah.

Penulis : Muthia Nugraheni / Dream.co.id

Tips Memilih Jajanan yang Sehat

Liputan6.com, Jakarta – Jajan merupakan salah satu kebiasaan anak saat istirahat sekolah maupun saat pulang sekolah. Apalagi banyaknya penjual jajanan yang berdiam di depan sekolah, kerap jadi favorit anak-anak.

Namun, banyak juga jajanan yang dijual tak mengandung asupan gizi yang baik bagi tubuh. Ada pula yang menggunakan bahan-bahan berbahaya yang mengancam kesehatan sang anak.

Jika anak dibiarkan mengasup jajanan yang tidak tepat terus menerus dan menjadi kebiasaan, maka bisa mempengaruhi tumbuh kembang dan kecerdasan otak.

Bagi orang tua, ada baiknya perhatikan tips-tips memilih jajanan untuk anak. Ingin tahu caranya? Simak selengkapnya di channel SCTV di Vidio berikut ini.

Hidup Harus Fleksibel, Makan Mi Instan Masih Boleh

Liputan6.com, Jakarta – Sedang menerapkan pola hidup sehat bukan berarti tidak boleh menyantap semangkuk mi instan. Bila tahu aturan dan takaran, seporsi mi rebus atau goreng tidak akan merusak ‘diet’.

“Ini juga sering ditanyakan pasien saya,’mi instan itu beneran enggak boleh, ya?’,” kata dokter spesialis gizi klinis, Diana Suganda MKes dalam sebuah kesempatan belum lama ini.

Menurut Diana, kita harus hidup fleksibel. Misal di satu tempat memang tidak makanan lain dan hanya ada mi instan, masa harus kita tahan?

“Kita harus lihat konsekuensi di dalamnya. Tinggi natrium, garamnya sangat tinggi, dan kalorinya juga tinggi,” kata Diana.

“Kalau sangat terpaksa, ini bukan rekomendasi saya, ya, bisa kita akali,” Diana menambahkan.

2 dari 4 halaman

Mengakali Mi Instan Biar Sehat

Ilustrasi mi instan (iStock)

Mi instan yang seringkali dinilai tidak sehat bisa diakali agar menjadi ‘sehat’ dengan cara air rebusannya dibuang lalu ganti dengan yang bersih, kemudian tambahkan protein seperti ayam suir dan telur.

“Mi itu baru karbohidratnya. Terus tambahkan juga sayuran, tomat potong atau sawi,” kata Diana.

3 dari 4 halaman

Kuah Mi Instan Biar Sehat

Inilah Alasan orang-orang sangat menggandrungi mi instan

Dalam kesempatan itu, Chef Steby Rafael, menyarankan agar menggati cara penyajian mi instan biar ‘terasa sehat’. Bisa diolah menjadi pancake, dengan campuran bahan telur yang agak lebih banyak dan bayam.

Untuk kuahnya, Steby mengatakan bisa menggantikan campuran MSG dengan kaldu buatan sendiri.

“Kuah kaldu stok yang banyak, masukin kantong zip dibuat kecil-kecil saja per porsi. Masukkan freezer, bekukan, kalau mau makan engga usah bikin dari awal lagi, tinggal masukkan panci yang sudah dibekukan itu,” sarannya.

4 dari 4 halaman

Jangan Setiap Saat

Meski begitu, Diana dan Steby tidak menganjurkan untuk mengonsumsi mi instan setiap saat. Jangan mentang-mentang sudah ‘sehat’, konsumsinya jadi lebih sering.

“Jarang-jarang, misal sebulan sekali,” kata Diana.

Jika Tidak Ditangani, Diabetes Bisa Jadi ‘Emak’ Penyakit

Liputan6.com, Jakarta – Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes masih menjadi masalah di Indonesia. Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengatakan, banyak masyarakat yang masih belum mengetahui mengenai angka gula darah yang ideal.

“Senang sekali orang Indonesia kalau ditanya (tentang gula darah), ‘gula darah saya bagus lho,’ berapa?, ‘300,’” kelakar Nila dalam pemaparannya di kegiatan paparan publik Pencerah Nusantara di Jakarta pada Rabu (17/7/2019).

“Ini angka makin naik makin bagus atau angka turun makin baik, saya bengong juga,” kata Nila menambahkan. Dia juga sempat mengungkapkan bahwa seorang pemimpin negara menyatakan bahwa meski angka gula darahnya mencapai 600 tapi dia masih baik-baik saja.

Mendengar itu Nila mengatakan: “Itu karena Tuhan masih sayang, pak. Coba kalau Tuhan minta dinaikkan sedikit, pasti sudah di surga.”

Maka dari itu, apabila ini tidak ditanggulangi, diabetes bisa menjadi ’emak’ dari berbagai penyakit. Salah satunya adalah gagal ginjal. Dia mengatakan bahwa tidak mungkin pemerintah dan rumah sakit terus menerus menyediakan alat hemodialisis untuk cuci darah.

“(Kalau seperti itu) artinya jadi kita mengharapkan orang sakit ginjal terus.”

2 dari 3 halaman

Kebiasaan Makan yang Buruk

Inilah Alasan orang-orang sangat menggandrungi mi instan

Nila mengatakan bahwa pola makan orang Indonesia masih banyak yang kurang baik. Kebiasaan semacam inilah yang juga menjadi pemicu tingginya angka PTM seperti diabetes melitus.

Salah satu yang umum dilakukan adalah mengonsumsi mi dengan nasi. Kebiasaan ini bahkan diungkapnya banyak dilakukan sejak usia sekolah.

“Proteinnya mana, karbohidrat semua saking sukanya sama mi,” kata Nila.

“Jadi terus terang agak saya larang mie instan di rumah. Kalau perlu banget. Kalau lagi pilek biasanya memang enak mi rebus,” Nila berseloroh. Sehingga, perubahan perilaku menjadi salah satu kunci untuk mencegah penyakit semacam ini terjadi.

Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan adanya kenaikan PTM di Indonesia. Secara khusus, angka diabetes melitus sejak 2013. Yang sebelumnya 6,9 persen menjadi 8,5 persen. Indeks Pembangunan Kesehatan 2018 juga menemukan bahwa skor penilaian PTM di seluruh Indonesia mengalami penurunan atau memburuk.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Cara Sederhana yang Bisa Orangtua Lakukan agar Anak Suka Makanan Sehat

Liputan6.com, Jakarta – Dokter spesialis gizi klinis, Diana F Suganda MKes menekankan kembali pentingnya peranan orangtua guna mencegah anak jadi sulit makan.

Menurut Diana, ayah dan ibu punya peranan besar, supaya si Kecil mau makan apa saja, termasuk makanan sehat.

“Saya punya pasien yang bawa anaknya. Pasien ini mau anaknya makan yang benar. Yang saya tanya duluan orangtuanya, apakah mereka suka makan sayur dan buah, ternyata tidak,” kata Diana dalam diskusi ‘Eat Like a Pro Cegah Obesitas pada Anak’ di Jakarta Selatan belum lama ini. 

 Dia mengatakan, bila ingin anak makan sayur dan buah, orangtua harus terlebih dulu suka. Sebab, ketika orangtua sering memperlihatkan kepada anak bahwa suka makan sayur dan buah, anak pun akan mencontohnya.

“Orangtua pun bisa melibatkan anak dalam semua proses, seperti mengupas jeruk. Selain pengenalan juga bisa berikan kesan,” ujarnya.

2 dari 3 halaman

Contoh

Mencegah Obesitas pada Anak Bisa Dilakukan dengan Memberikannya Makanan yang Sehat, seperti Membuatkannya Bekal ke Sekolah yang Menurut Diana F Suganda Memiliki Peran Besar untuk Menghindari si Kecil dari Berat Badan Berlebih (Foto: Dokumentasi Beko Indonesia)

Celebrity chef, Steby Rafael, rupanya menerapkan cara yang sama seperti pemaparan Diana itu. Di rumah, Steby bersama istri bersama-sama memberikan contoh agar anaknya yang kini berumur dua tahun mau makan makanan sehat seperti buah dan sayur.

Steby menceritakan bahwa anaknya itu lebih suka makan sendiri. Dan lahap saat diberikan sayur dan buah.

Hal lain yang Steby lakukan adalah memperkenalkan banyak macam bahan-bahan makanan ke anaknya.

“Kita kenalkan bahwa makanan itu tidak cuma satu jenis. Saya kasih buah-buahan dan sayuran, membiarkan dia pilih mana yang disuka,” katanya pada kesempatan yang sama.

3 dari 3 halaman

Biar Anak Tertarik Makan Makanan Sehat

Chef Steby Rafael Memiliki Anak Berumur Dua Tahun yang Diakuinya Sangat Suka Sayur dan Buah, dan Lebih Suka Makan Sendiri (Foto: Dok Beko Indonesia)

Steby menekankan bahwa menumbuhkan ketertarikan anak untuk mengonsumsi makanan sehat dapat dibangun melalui tampilan makanan yang menarik tanpa mengabaikan rasa yang nikmat.

“Untuk merealisasikannya, tak hanya pada proses memasak, tapi juga dari pemilihan bahan makanan, penyimpanan, dan penyajian harus mendapatkan porsi perhatian yang lebih,” ujarnya.

Saksikan juga video menarik berikut

Kenali, 5 Penyebab Mual Usai Bercinta

Liputan6.com, Jakarta Usai bercinta tak selalu diisi dengan kepuasan. Beberapa wanita malah mengeluh mual usai berhubungan intim. 

Memang mual usai bercinta bukanlah hal yang umum terjadi. Hal tersebut bisa saja terjadi dikarenakan Anda terbiasa melakukan hubungan seks setelah mengonsumsi minuman beralkohol.

Tak hanya itu, masih banyak hal-hal lain yang memicu terjadinya mual setelah bercinta. Berikut ini merupakan penyebabnya yang telah dipaparkan asisten profesor dan Direktur divisi Bedah Ginekologi Invasif University of North Carolina’s Minimally, Amerika Serikat, Erin Carey, dilansir Women’s Health, Rabu (17/7/2019).

1. Penetrasi terlalu dalam

Menurut Carey, salah satu alasan mual usai berhubungan seks adalah karena tingkat penetrasi yang melampaui batas kenyamanan Anda.

“Penetrasi yang dalam memanipulasi organ panggul seperti rahim dan leher rahim. Dan setiap manipulasi serviks itu menghasilkan respons vagal yang membuat mual,” jelas Carey.

Respons vagal adalah respons otomatis di dalam tubuh Anda yang terjadi sebagai akibat saraf vagus, yang menghubungkan otak Anda dengan beberapa area kunci pada tubuh, mendapatkan rangsangan. Kondisi tersebut memunculkan rasa mual. 

Jika hal ini terjadi, reaksi ini cenderung akan hilang dengan cepat. Carey menganjurkan untuk berbaring, mengangkat kaki dan mengambil napas dalam-dalam untuk meredakan gejala-gejala tersebut.

Adapun solusi jangka panjang yang dianjurkan adalah dengan mengkomunikasikan dengan pasangan tentang posisi seks lain yang memungkinkan Anda untuk mengontrol seberapa dalam dan sekaligus melindungi leher rahim agar tidak terkena hentakan terlalu keras

2 dari 3 halaman

2. Goncangan terlalu kuat

Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Rasa mual diperut setelah berhubungan seks mungkin diakibatkan seberapa kuat anda melakukannya. Seperti halnya ketika merasa mabuk perjalanan baik dimobil atau kapal. Guncangan pada ranjang juga menjadi penyebab yang sangat umum sehingga mual terasa pascaseks.

Lantas apa yang harus Anda lakukan? Menyesuaikan kecepatan Anda saat bercinta bisa menjadi jalan agar rasa mual tidak terasa setelah bercinta.

3. Orgasme

Bagi sebagian orang orgasme dahsyat dapat terasa sangat menyakitkan sehingga menyebabkan mual ringan. Carey merekomendasikan obat ibuprofen untuk menghilngkan rasa sakit tersebut.

4. Kista

Mual yang terjadi mungkin merupakan tanda bahwa sesuatu hal yang lebih serius pada kesehatan Anda. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pada organ panggul Anda yang kemudian membuat mual. Untuk mengetahui terkait hal itu sebaiknya memeriksakan diri ke ahli kandungan untuk diuji dan mendapatkan perawatan yang sesuai dengan rekomendasi dokter.

5. Respons emosional

Jika Anda berada dihubungan yang kasar atau tidak sehat hal itu akan mempengaruhi pikiran dan tubuh sepenuhnya. Hubungan masal lalu mungkin dapat membawa kembali emosi ketika berhubungan seks dengan pasangan sehingga tidak nyaman yang kemudian berujung mual. 

Penulis : Eflien Anggelien

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut ini:

Trauma di Masa Kecil Timbulkan Kehidupan Seks yang Buruk Saat Dewasa

Liputan6.com, Jakarta – Tidak hanya berpengaruh pada kondisi mental seseorang, trauma di masa kecil juga bisa berdampak buruk pada kehidupan seks di masa dewasa.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Journal of Sex & Marital Therapy melakukan survei pada 410 orang yang sedang melakukan terapi. Para peneliti mencari tahu tentang kehidupan seksnya dan masa kanak-kanak para peserta, termasuk soal tekanan psikologis dan anggapan mereka tentang diri sendiri.

Melansir Health pada Rabu (17/7/2019), para peneliti menemukan bahwa mereka yang menunjukkan trauma di masa kecil cenderung kurang puas dengan kehidupan seksnya di masa dewasa, ketimbang yang tidak pernah mengalaminya.

Di sini, trauma bukan hanya terbatas pada pelecehan seksual. Berbagai perilaku yang diterima seperti pengabaian orangtua, terpapar perilaku agresif, hingga perundungan dari teman, juga bisa mempengaruhi seks di usia dewasa.

2 dari 4 halaman

Timbulnya Perasaan Cemas

Ilustrasi Foto Pemerkosaan dan Kejahatan Seksual (iStockphoto)

Para peneliti menemukan bahwa tekanan psikologis yang diakibatkan trauma, seringkali menimbulkan perasaan cemas atau khawatir. Hal ini berpengaruh pada kehidupan seks yang tidak memuaskan.

“Tekanan psikologis seperti depresi, kecemasan, lekas marah, gangguan kognitif, bisa mendorong penggunaan strategi menghindar untuk melarikan diri dari penderitaan atau keadaan psikologis yang tidak menyenangkan,” kata para peneliti.

“Pada gilirannya, ini dapat mengurangi perhatian dan kesadaran tentang apa yang terjadi pada saat ini,” tulis mereka.

3 dari 4 halaman

Respon di Masa Kanak-kanak

Ilustrasi tidur setelah seks (iStockphoto)

Hal ini bisa membuat para penyintas trauma kurang bisa menerima rangsangan seksual dan membuat hidupnya merasa kosong, tidak menyenangkan, negatif, tidak memuaskan, atau tidak berharga.

Holly Richmond, terapis seks di New York City, Amerika Serikat mengatakan bahwa hal ini kemungkinan juga terpengaruh alam bawah sadar penyintas yang berada dalam mode diam.

“Respon paling umum untuk anak-anak adalah diam di tempat,” kata Richmond. Kondisi ini secara tidak sadar menetap di pikiran hingga dewasa, bahkan ketika seseorang sedang mengalami sesuatu yang positif seperti seks.

“Anda tidak pernah tahu apa yang menjadi pemicunya,” kata Richmond.

4 dari 4 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Penelitian Ungkap Wanita Mimpi Bercinta Hampir Sebanding dengan Pria

Liputan6.com, Jakarta – Jika Anda berpikir hanya pria yang bisa mimpi bercinta, kenyataannya tidak seperti itu. Di masa modern, wanita juga sering mengalaminya.

Bahkan, sebuah penelitian menemukan, wanita usia 16 hingga 30 tahun mengalami lebih banyak mimpi bercinta daripada 50 tahun lalu. Jumlahnya mencapai tiga kali lipat lebih sering.

Dilansir dari New York Post pada Rabu (17/7/2019), penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan di University of Freiburg, Jerman ini membuat para wanita memiliki jumlah mimpi seks setara dengan pria.

“Perbedaan gender dalam persentase mimpi erotis pada pria dan wanita berusia 16 sampai 30 dalam studi ini, lebih rendah daripada yang ditemukan dalam studi 1966,” tulis para peneliti.

2 dari 3 halaman

Perempuan yang Lebih Terbuka

Ilustrasi masturbasi (Foto: iStockphoto)

Di tahun 1966 dan 1998, studi serupa menemukan bahwa hanya 4 persen wanita yang melaporkan mengalami mimpi erotis. Peningkatan di masa sekarang terjadi karena stigma soal kehidupan seks wanita sudah berkurang. Peneliti mengatakan, ini juga karena berkurangnya rasa malu perempuan untuk mengungkapkan hal semacam ini.

“(Temuan ini) dapat mencerminkan evolusi yang disebabkan oleh gerakan feminisme di masyarakat modern,” tambah mereka dalam studi yang dimuat di Psychology & Sexuality itu.

Dari 2.907 partisipan usia 16 hingga 92, 18 persen dari peserta pria dan wanita mengalami mimpi erotis yang memiliki motivasi seksual seperti menggoda atau berciuman.

Sementara itu, pria dalam kelompok usia 16 sampai 30 mengalami mimpi erotis sekitar 25 persen dibandingkan wanita yang hanya 22 persen. Bahkan, mimpi semacam ini terjadi sekitar tiga sampai empat kali lebih sering daripada mimpi lain seperti olahraga atau politik.

“Orang mungkin berspekulasi bahwa wanita yang lebih muda dalam masyarakat modern, berurusan dengan seksualitas lebih terbuka daripada wanita yang lebih tua dari generasi sebelumnya.”

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Kasus Perkawinan Anak Paling Tinggi di Sulawesi Barat

Liputan6.com, Jakarta  Perkawinan anak masih sekitar 11 persen dari total angka perkawinan di Indonesia. Angka perkawinan anak tertinggi ada di Sulawesi Barat disusul Kalimantan Selatan.

Menilik data, angka perkawinan anak memang cenderung lebih banyak terjadi di desa dari kota. “Yang rendah memang di perkotaan ya, di DKI itu 4 persen,” kata Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dwi Listyawardani di Malang, Jawa Timur seperti dikutip dari Antara.

Fakor kemiskinan masih mendominasi penyebab perkawinan anak di desa. Kasus ini lebih banyak terjadi pada perempuan, terlebih pada anak yang putus sekolah. 

Pernikahan tersebut diharapakan untuk meringankan beban orang tua, namun hal tersebut bukanlah solusi karena banyak rumah tangga dari perkawinan anak tersebut yang kandas di tengah jalan.

Belum lagi, perkawinan anak meningkatkan risiko penyakit kanker mulut rahim pada perempuan. Alat kelamin wanita yang usianya di bawah 19 tahun masih sangat rentan terinfeksi berbagai virus sehingga berpotensi mengalami kanker serviks pada 15 tahun hingga 20 tahun yang akan datang.

“Dari hasil penelitian menunjukkan mereka yang yang kena kanker serviks setelah ditanya kapan kamu pertama kali melakukan hubungan seksual itu di usianya rata-rata di bawah 19 tahun ini,” kata wanita yang karib disapa Dani ini. 

2 dari 3 halaman

Penyebab Paling Banyak: Pergaulan Bebas

Pasangan yang melangsungkan pernikahan dini, mempelai perempuan IB (15) dan mempelai laki-laki ZA (13). (Rasidi Fadli/Radar Banjarmasin/Jawa Pos Group)

Mengenai penyebab perkawinan anak ada banyak. Namun, menurut data pergaulan bebas masih mendominasi. 

“Ini masih menjadi keprihatinan kita semuanya, tentang pernikahan usia dini penyebabnya ada banyak, faktor budaya, tradisi, agama, faktor kemiskinan, termasuk yang paling banyak itu faktor pergaulan bebas,” kata Dani.

Tingginya angka perkawinan usia dini karena faktor pergaulan bebas dilihat dari meningkatnya permintaan dispensasi nikah di pengadilan agama.

“Karena permintaan dispensasi nikah, artinya yang perempuan di bawah 16 tahun yang laki-laki di bawah 19 tahun, itu cenderung meningkat. Dan pengadilan Agama terpaksa memberikan dispensasi karena kasihan melihat yang wanita sudah hamil,” kata Dani.

Dispensasi pernikahan dimungkinkan berdasarkan Pasal 7 ayat 2 UU Perkawinan yang isinya bagi calon suami yang belum mencapai usia 19 tahun dan calon istri yang belum mencapai 16 tahun harus mendapat dispensasi dari pengadilan agama untuk bisa melangsungkan pernikahan.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut ini:

Waspadai Kanker Paru Ada di Tubuh Anda dengan 5 Ciri Ini

Liputan6.com, Jakarta – Sepekan lalu masyarakat Indonesia dikejutkan dengan kabar duka meninggalnya Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho (49). Dia tutup usia di Guangzho, China, pada Minggu, 7 Juli 2019, dini hari waktu setempat akibat kanker paru.

Dalam sebuah kesempatan saat berbincang dengan Health Liputan6.com pada Februari 2019, Sutopo mengaku terkejut ketika mendengar bahwa dirinya didiagnosis kanker paru stadium 4B. Padahal dia bukan perokok aktif.

“Awalnya syok karena saya tidak merokok, genetik tidak ada, dan makan sehat. Tapi saya pikir ya sudahlah, ini garis hidup saya. Saya jalani saja dengan ikhlas,” ujarnya.

2 dari 4 halaman

Meninggal karena Kanker Paru

Ilustrasi Kanker Paru Paru (iStockphoto)

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), pada 2018 sebanyak 9.6 juta orang di dunia meninggal dunia akibat penyakit kanker.

Sedangkan pengidap kanker paru yang meninggal tercatat sebanyak 2.09 juta kasus. Penyebab penyakit kanker paru tidak hanya akibat merokok, tetapi ada faktor lain seperti polusi jangka panjang, bahan kimia, bahkan faktor genetik.

Sebagai manusia pastinya kita menginginkan hidup yang sehat secara jasmani maupun rohani, agar segala aktivitas yang kita rencanakan dapat berjalan dengan lancar. Namun, siapa yang tahu kapan penyakit itu akan datang. Oleh sebab itu, waspada sejak dini sangat dibutuhkan bagi masyarakat baik itu wanita maupun pria.

3 dari 4 halaman

Gejala Kanker Paru

Gejala Umum dari Kanker Paru (Ilustrasi/iStockphoto)

Lantas apa saja gejala dari kanker paru yang harus diwaspadai oleh masyarakat masa kini? Berikut lima gejala umumnya, seperti yang dijelaskan dr Reza Fahlevi dari situs Klik Dokter dikutip Rabu, 17 Juli 2019.

1. Napas berbunyi

Tidak hanya penderita asma yang memiliki napas berbunyi, pengidap kanker paru pun mengalaminya.

Suara napas seperti itu akibat adanya infeksi pada saluran pernapasan. Akibatnya napas terdengar seperti ‘ngik- ngik’ atau suara napas yang terdengar kasar dan berlendir seperti ‘grok-grok’

2. Dada tidak simetris

Perubahan pada bentuk dada juga dialami oleh pengidap kanker paru. Akibat adanya massa pada salah satu rongga dada membat postur dada menjadi tidak simetris.

Adanya masa kanker dalam salah satu rongga dada membuat sisi dada tertinggal saat Anda menarik napas. Hal tersebut terjadi disebabkan udara yang tidak mengisi rongga paru akibat adanya massa kanker.

4 dari 4 halaman

Gejala Kanker Paru Lainnya

Ilustrasi Kanker Paru Paru (iStockphoto)

3. Suara serak

Kanker paru dapat mengakibatkan suara yang serak. Hal tersebut terjadi disebabkan sel kanker yang menjalar hingga ke pita suara. Suara serak yang terjadi karena kanker biasanya berlangsung dalam jangka waktu yang lama dan kian hari semakin terasa berat dari waktu ke waktu.

4. Penurunan berat badan drastis

Peradangan sel kanker pada penderita penyakit ini mengakibatkan nafsu makan yang menurun. Sehingga dapat dengan cepat berat tubuh menjadi turun drastis.

Asupan energi pada penderita kanker jauh lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak mengalami kanker. Hal tersebut membuat cadangan nutrisi cepat terkuras habis dan mengakibatkan berat badan menurun secara drastis.

5. Nyeri pada tulang

Penyebaran sel kanker pada orang dengan kanker paru mengakibatkan tulang terasa sakit. Hubungan nyeri dada dengan kaker paru disebabkan penyebaran sel kanker ke tulang, yang merupakan tempat penyebaran sel kanker yang paling disenangi.

Penulis : Eflien Anggelien

Harapan Menkes, Anak Dukun Beranak Bisa Jadi Bidan

Liputan6.com, Jakarta – Keberadaan dukun beranak di beberapa wilayah Indonesia masih eksis hingga saat ini. Seringkali, ini juga menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan bagi ibu hamil.

Meski begitu, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila F. Moeloek mengatakan bahwa keberadaan dukun beranak bisa dimanfaatkan bagi para tenaga medis.

“Dukun itu mendekatinya perorangan. Mereka menyentuhnya sangat kekeluargaannya tinggi,” kata Nila dalam konferensi pers paparan publik Pencerah Nusantara di gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Jakarta pada Rabu (17/7/2019).

“Tapi dia tidak punya skill atau tingkat profesionalismenya tidak ada,” tambahnya. Meski begitu, bukan berarti peran dukun menjadi tersingkirkan.

2 dari 3 halaman

Anak Dukun Jadi Bidan

Ilustrasi Wanita Hamil (iStockphoto)

Nila mencontohkan satu daerah di mana tenaga kesehatan bisa bekerja sama dengan dukun dalam sebuah proses persalinan ibu. Dia tidak menyebutkan di mana wilayah itu.

“Jadi bidan merangkul dukun itu untuk memberikan ketenangan pada ibu yang melahirkan. Jadi dukun berada di samping ibu agar jadi lebih tenang, tapi tetap yang menolong persalinan adalah orang yang profesional,” kata Nila.

Di sini, tenaga medis yang lebih berpendidikan harus jeli dalam melihat peluang semacam ini. Bukan berarti profesi dukun beranak disingkirkan.

“Itu akan menjadikan penolakan dari masyarakat. Itu yang namanya sosio budaya yang harus kita pahami,” kata Nila.

“Jadi tenaga kesehatan bukan hanya sekadar mengambil pisau terus membedah. Tapi kita juga harus melihat empati kita dan sebagainya,” tambahnya.

Selain itu, dia berharap agar tenaga kesehatan juga merangkul dan memberikan edukasi bagi dukun beranak. Misalnya mengenai kebersihan atau mendorong anak-anak mereka untuk menjadi seorang bidan dengan pendidikan yang lebih tinggi.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Menkes: Selama Narkoba Masih Ada, Persoalan HIV Belum Selesai

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila F. Moeloek mengatakan bahwa HIV masih akan sulit ditangani apabila peredaran narkoba masih ada di Indonesia.

“Selama narkotika masih masuk ke Indonesia, ini belum selesai persoalan. Masih ada memakai dan membeli,” kata Nila dalam paparan publik Pencerah Nusantara di gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Jakarta pada Rabu (17/7/2019).

Nila mengatakan, anak-anak juga rentan menjadi korban dari penularan HIV. Bahkan mereka yang ada dalam kandungan.

“Jangan anak-anak, bayi yang lahir, bayi yang tidak bersalah, terkena HIV,” Nila menegaskan.

2 dari 3 halaman

Anak yang Kena HIV Seumur Hidup Harus Minum Obat

Ilustrasi pita. Tim ilmuwan tidak dapat memastikan 100 persen bahwa mutasi itulah yang menyebabkan kekebalan terhadap HIV. (Sumber avert.org)

Maka dari itu, orangtua yang sudah terkena HIV haruslah selalu mengonsumsi obat yang sudah disediakan pemerintah.

Konsumsi pengobatan yang teratur bagi pasien HIV, dinilai bisa mencegah penularannya pada bayi. Hal inilah yang dirasa menjadi satu langkah untuk mencegah sekaligus menurunkan angka HIV, khususnya pada anak.

“Karena anak yang menderita HIV, seumur hidup dia harus minum obat. Bayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan,” kata Nila menambahkan.

Laporan Kemenkes tahun 2017, secara kumulatif, terdapat 102.667 kasus AIDS dan 280.623 kasus HIV positif. Data Sensus Penduduk tahun 2010 menunjukkan, penduduk Indonesia usia muda berjumlah sekitar 25 persen dari total penduduk Indonesia. Di mana, mereka rentan terhadap bahaya HIV dan AIDS serta narkoba.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Dulu 2 Piring, Sekarang Arya Permana Hanya Makan 7 Sendok Nasi

Liputan6.com, Bandung Saat dulu Arya Permana (13) masih berbobot 190 kg sekali makan bisa menghabiskan dua porsi orang dewasa dan mencamil sesisir pisang. Namun, usai menjalani operasi penyempitan lambung porsi makannya berkurang drastis.

Menurut orangtua Arya Permana, Ade Sumantri, penurunan porsi makan itu usai operasi penyempitan lambung di RS Omni Alam Sutera, Tangerang, pada April 2017 lalu.

“Kalau dulu makannya banyak, sekarang paling tujuh suap atau sembilan sendok makan nasi itu sekarang sudah kenyang. Kalau dulu kan sekali makan bisa sampai dua piring orang dewasa. Sekarang sudah enggak lagi,” kata Ade di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung Jawa Barat pada Rabu (17/7/2019).

Jika, Arya makan dalam jumlah banyak malah yang akan muntah. “Pokoknya secara otomatis, kalau makannya banyak enggak bisa bohong. Pasti dia merasa mual – mual dan akhirnya muntah,” lanjut Ade.

Selain itu, pihak RSHS juga memberikan menu khusus kepada Arya. Makanan yang diberikan dengan menekan serendah mungkin kandungan karbohidrat. Dengan perubahan porsi makan serta pengaruan jenis makanan, maka kini bobot Arya di angka 87 kg.

2 dari 3 halaman

Arya Menikmati Proses Medis

Pasien yang dulu obesitas Arya Permana asal Karawang bakal menjalani operasi bedah plastik untuk mengurangi kulit menggelambir di beberapa bagian tubuhnya. (Foto: Liputan6.com/Arie Nugraha)

Penurunan berat badan dalam jumlah tidak sedikit membuat kulit remaja asal Karawang, Jawa Barat ini menggelambir. Sepekan lagi, tim RSHS akan melakukan operasi bedah plastik untuk mengikis kelebihan kulit di daerah dada, lengan, tangan dan kaki.

Tim dokter juga sudah melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum operasi. Pemeriksaan itu diantaranya adalah pemeriksaan jantung, contoh darah dan kejiwaan.

Selain itu kata Ade, Arya disarankan untuk mengolah kebugaran tubuhnya. Hal itu bertujuan untuk menguatkan otot – otot tubuh Arya.

“Selama ini dan kini masih dibimbing untuk pengerasan otot sama Om Ade Rai. Kalau kita ada waktu setiap ke Bandung, pasti disuruh mampir ke Cihampelas ke gym-nya,” ujar Ade.

Ade menyebut putranya sangat menikmati seluruh proses medis yang dijalaninya. Terutama dalam menghadapi tindakan operasi bedah plastik pekan mendatang.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut ini:

Jelang Operasi Bedah Plastik, Arya Permana Tak Lagi Diberi Menu Khusus

Liputan6.com, Bandung Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat, tidak lagi memberikan menu khusus bagi pasien yang dulu obesitas, Arya Permana, asal Karawang, Jawa Barat. Asupan makanan yang bergizi dan kaya nutrisi yang mudah diperoleh menjadi rujukan Arya, sepekan menjalani operasi bedah plastik.

Sebelumnya, pada saat program penurunan berat badan 190 kilogram, yang kini menjadi 87 kilogram, Arya Permana diberikan menu khusus oleh RSHS Bandung. Dalam menu tersebut semua jenis makanan rendah kandungan karbohidrat. Menurut anggota tim dokter spesialis anak nutrisi dan metabolik RSHS, Viramitha Kusnandi Rusmil, saat ini Arya telah mengetahui menu makanan yang baik untuk dirinya.

“Karena Arya sendiri juga sudah tahu, menu-menu apa saja yang dia makan kemudian apa yang tidak bisa. Seperti kemarin juga sempat nakal makan apa gitu ya, ternyata sakit sendiri gitu kan sampai dirawat. Jadi memang dia sudah tahu apa saja yang kira-kira yang bisa dikonsumsi dan apa yang tidak,” kata Viramitha di ruang poliklinik anak RSHS, Bandung, Rabu, 17 Juli 2019.

Viramitha menyebutkan berat badan Arya kini telah mencapai 87 kilogram. Kemungkinan besar, kata Viramitha, akan terus menurun usai dilakukan operasi bedah plastik pada 24 Juli 2019 mendatang. Pasalnya, berat badan terakhir diperiksa masih termasuk kulit yang menggelambir.

Pasien eks obesitas asal Karawang Jawa Barat Arya Permana, tengah dilakukan pengukuran baju di ruang poliklinik anak RSHS, untuk dipakai usai operasi bedah plastik pada 24 Juli 2019 mendatang. (Liputan6.com/Arie Nugraha)

Anggota tim dokter spesialis anak nutrisi dan metabolik RSHS lainnya, Tisnasari Hafsah, menjelaskan, Arya juga masih dalam tahap tumbuh kembang.

“Karena sebelum memasuki masa puber, tubuh anak masih tetap tumbuh. Saat ketinggian badan tumbuh, maka otomatis berat badan akan mengkuti lebih ramping. Hanya saja Arya ini pada waktu itu masuknya super obesitas, maka dilakukan target penurunan berat badan,” kata Tisnasari.

Rencananya pada tanggal 24 Juli mendatang, tim dokter spesialis bedah plastik akan melakukan operasi mengikis kelebihan kulit Arya. Lokasi kelebihan kulit yang dialami oleh Arya berada di daerah dada, lengan, tangan dan kaki. 

Pasien yang dulu obesitas Arya Permana asal Karawang bakal menjalani operasi bedah plastik untuk mengurangi kulit menggelambir di beberapa bagian tubuhnya. (Foto: Liputan6.com/Arie Nugraha)

2 dari 2 halaman

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini

Jadi Mitra Pencerah Nusantara, Liputan6.com Raih Penghargaan dari CISDI

Liputan6.com, Jakarta Liputan6.com meraih penghargaan dari Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) sebagai wujud apresiasi telah menjadi mitra media dari Pencerah Nusantara.

Penghargaan ini diterima langsung oleh Pimpinan Redaksi Liputan6.com, Irna Gustiawati di gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Jakarta pada Rabu (17/7/2019).

“Liputan6.com berkomitmen untuk selalu medukung aksi nyata dari gerakan masyarakat, khususnya yang melibatkan anak muda dalam pembangunan bangsa yang lebih sehat, seperti yang dilakukan CISDI dan Pencerah Nusantara,” kata Irna.

Selain Liputan6.com, CISDI juga memberikan apresiasi kepada mitra-mitra lain yang telah mendukung berjalannya program Pencerah Nusantara.

Mereka yang mendapat apresiasi adalah Mitra Pemerintah: Kabupaten Sikakap, Karawang, Pasauruan, Ende, Berau, Toli-toli, Sigi, Aceh Selatan, Muara Enim, Cirebon, Grobogan, Pasangkayu, Gunung Mas, Sumbawa Barat dan Sorong.

Mitra media lainnya adalah Kumparan, mitra akademisi Universitas Indonesia, dan mitra swasta Nutrifood serta General-Electric Foundation.

2 dari 3 halaman

Program Pencerah Nusantara

Menteri Kesehatan RI, Nila F. Moeloek menyalami Liputan6.com dan peraih apresiasi lain dari CISDI sebagai mitra media program Pencerah Nusantara (Liputan6.com/Giovani Dio Prasasti)

Pencerah Nusantara merupakan program CISDI yang merupakan kelanjutan dari program Kantor Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Milenium Development Goals.

Program tersebut untuk menjawab tantangan yang ada dalam Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di daerah terpencil, terutama dalam mengatasi kekurangan tenaga kesehatan dan pendampingan masyarakat, yang bertujuan untuk meningkatkan perilaku mencari layanan kesehatan.

Dalam program ini, tenaga-tenaga muda memiliki peran yang penting dalam pelaksanaannya. Salah satunya terhadap perubahan positif yang terlihat di wilayah-wilayah Pencerah Nusantara.

“Pendekatan yang dipakai oleh Pencerah Nusantara barangkali lebih humanis. Dia mendekati dan mendampingi dalam kehidupan setiap hari masyarakat,” Dian Saminarsih, Pendiri CISDI yang juga Penasehat Senior Bidang Gender dan Pemuda untuk Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia pada Health Liputan6.com.

“Karena keinginan untuk bisa pindah dari indikator merah ke hijau, bukan semata-mata keberhasilan Pencerah Nusantara tapi juga keberhasilan masyarakatnya itu sendiri,” tambahnya.

Setelah keberhasilan pada tiga tahun pertama implementasi, program ini memperoleh pengakuan dari pemerintah. Di 2015, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengadopsi dan melakukan scaleup terhadap intervensi kesehatan berbasis tim menjadi program skala nasional Nusantara Sehat.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

RSHS Sudah Tetapkan Tanggal Operasi Plastik Arya Permana

Liputan6.com, Jakarta Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat memastikan akan melakukan operasi bedah plastik terhadap pasien yang dulu obesitas asal Karawang, Arya Permana. Rencananya pada 24 Juli 2019 operasi untuk mengikis kelebihan kulit di daerah dada, lengan, tangan dan kaki dilakukan.

Menurut tim dokter spesialis anak nutrisi dan metabolik RSHS, Tisnasari Hafsah, jelang operasi bedah plastik Arya Permana bakal menjalani pemeriksaan fisik, kejiwaan dan rekam medis. Selain itu, kata Tisnasari, Arya juga harus terus menjaga pola makan.

“Ya tentu jangan memakan makanan yang membuat masalah ya. Seperti misalnya bikin sakit perut seperti itu, nanti diare. Tentu jadi mengganggu persiapan operasinya. Makanan yang pastinya harus yang bergizi, supaya kondisi fisiknya optimal. Jadi cukup kalori, cukup protein ya,” kata Tisnasari di ruang poliklinik anak RSHS, Bandung, Rabu, (17/72019).

2 dari 3 halaman

RSHS Siapkan Pakaian Khusus

Pasien yang dulu obesitas Arya Permana asal Karawang bakal menjalani operasi bedah plastik untuk mengurangi kulit menggelambir di beberapa bagian tubuhnya. (Foto: Liputan6.com/Arya Permana)

Tisnasari menambahkan selain itu, RSHS juga tengah merancang baju yang hendak dikenakan oleh Arya Permana usai operasi bedah plastik. Baju itu sebut Tisnasari, guna menunjang percepatan proses penyembuhan di bekas daerah kulit yang menggelambir.

Secara keseluruhan kesehatan pasien Arya Permana saat ini dalam kondisi baik. Selama program penurunan berat badan yang dilakukan oleh tim dokter gizi anak RSHS, Arya berhasil menurunkan bobotnya dari 190 kilogram menjadi 87 kilogram.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut

Menkes Nila: Tolonglah Pak, Perempuan Jangan Dipoligami

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek sempat menyinggung wacana poligami di Aceh. Hal ini Nila singgung saat ia menjelaskan mengenai rata-rata harapan hidup perempuan Indonesia yang lebih panjang ketimbang laki-laki di Apresiasi Mitra Pencerah Nusantara di Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Sambil memperlihatkan data Kementerian Kesehatan, Nila menunjukkan bahwa usia perempuan Indonesia rata-rata bisa mencapai 73 tahun. Sedangkan, laki-laki 69 tahun.

“Jadi, perempuan bisa lebih banyak. Tapi, tolonglah Pak (sambil menyebut perwakilan dari Aceh yang hadir di acara ini). Satu saja enggak habis-habis masak mau empat,” kata Nila disambut riuh peserta yang hadir dalam acara yang digelar di Gedung LIPI Jakarta. 

Sebelumnya, bergulir isu Aceh bakal melegalkan poligami. Pemprov dan DPR Aceh tengah membahas peraturan daerah atau Qanun tentang hukum keluarga yang salah satu isinya mengatur soal poligami. Draft Qanun tersebut sudah disusun Pemprov Aceh dan diterima pihak legislatif.

Draft Qanun merupakan usulan Dinas Syariat Islam Aceh. Dengan klaim alasan pembuatannya untuk menekan angka nikah siri di Aceh. Hingga saat ini, Qanun yang masih berbentuk rancangan ini sudah menuai pro kontra.

Saksikan Jua Video Menarik Berikut

Lanjutkan Membaca ↓

Senyum Menggemaskan Bayi Kembar Siam Adam dan Malik Jelang Operasi Pemisahan

Liputan6.com, Sumatera Utara – Operasi pemisahan bayi kembar siam, Adam dan Malik, yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Jalan Bunga Lau, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) tinggal menghitung hari.

Sekretaris Tim Penanganan Bayi Kembar Siam Adam dan Malik, dr Rizky Adriansyah, M Ked(Ped) SpA(K) mengatakan bahwa operasi pemisahan direncanakan pada 23 Juli 2019.

Baca juga : Bayi Kembar Siam Adam Malik Dari Kota Medan Segera Jalani Operasi Pemisahan

Dari hasil pemeriksaan terbaru, bayi kembar siam dempet asal Tapanuli Utara (Taput) yang kini berumur tujuh bulan ditemukan bagian hati menempel, dan pembuluh darah menyeberang.

“Ini berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir. Kondisi Adam dan Malik lebih bagus dari pasien bayi kembar siam yang pernah ditangani sebelumnya. Bayi asal Taput ini juga mengalami dempet lebih sedikit, di bagian perut,” kata dr Rizky pada Senin, 15 Juli 2019.

2 dari 4 halaman

Kondisi Adam dan Malik

Sejumlah Pihak Terlibat Dalam Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam yang Rencananya Dilaksanakan Dalam Waktu Dekat (Foto: Reza Efendi/Liputan6.com)

Saat ini kondisi Adam dan Malik dinilai sangat baik dan sehat. Keduanya memiliki panjang badan 65 cm dan berat 17 Kg. Tim penanganan bayi kembar siam dempet juga memperkirakan lamanya operasi pemisahan Adam dan Malik ini memakan waktu minimal empat sampai lima jam.

“Alasan kita memilih umur tujuh bulan untuk operasi Adam dan Malik, karena adanya analisis yang dilakukan. Semua kita pertimbangkan. Kita nilai dulu seluruh organ. Apalagi semakin bertambah usia, semakin matang organ-organ tubuhnya,” ujarnya.

Baca juga : Gubernur Sumut Kunjungi Bayi Kembar Siam Adam dan Malik

Adanya pembuluh darah yang menyeberang menjadi suatu pertimbangan yang cukup matang. Dokter yang diturunkan adalah dokter anak, dokter ICU anak, dokter bedah anak, dokter bedah plastik, dokter digestif, dokter anestesi anak, dokter radiologi, dokter patologi klinik, dan dokter-dokter penunjang lainnya.

“Pemisahan bayi kembar sebelumnya ada sekitar 50-an dokter. Untuk pemisahan Adam dan Malik ini tidak sampai,” Rizky menekankan.

3 dari 4 halaman

Analisis Sebelum Pemisahan Bayi Kembar Siam

Bayi Kembar Siam bernama Adam dan Malik Ini Merupakan Anak ke-3 dan anak ke-4 pasangan Juliadi Silitonga (29) dan Nurida Sihombing (25) (Reza Efendi/Liputan6.com)

Dokter bedah plastik, dr Utama Abdi Tarigan, Sp.BP(K) menambahkan, hingga kini terus dikukan analisis sebelum operasi pemisahan. Analisis sebelum melakukan operasi sangat penting untuk menentukan keberhasilan. Meski menyatu, masing-masing bayi ini memiliki hati yang lengkap.

“Hanya saja, saat ini yang ingin dipastikan apakah ada sambungan aliran darah di antara Adam dan Malik yang membuat kita kesulitan. Operasi ini juga nanti akan dimulai dengan dokter bedah plastik, setelah itu masuk pada bagian bedah anak, masuk bedah thorax dan bedah yang lain untuk memastikan organ di dalamnya apakah ada kelainan dan ditutup dengan dokter bedah plastik,” Utama menambahkan.

Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Haji Adam Malik, dr Zainal Safri SpPD, SpJ mengungkapkan, operasi pemisahan Adam dan Malik diperkirakan akan memakan biaya lebih kurang sekitar Rp 600 juta hingga Rp 700 juta.

Sebagian biaya tersebut akan ditanggung oleh pihak rumah sakit. Perkiraan biaya dilihat berdasarkan pengalaman pada saat pemisahan bayi kembar Sahira dan Fahira beberapa waktu lalu.

“Yang dulu, biayanya sekitar segitu. Sekarang saya kira hampir sama,” ujarnya.

4 dari 4 halaman

Biaya Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam Adam Malik

Potret Bayi Kembar Siam, Adam dan Malik yang akan menjalani operasi pemisahan. Saat ini kedua orangtua butuh dana untuk biaya operasi anak mereka (Reza Efendi/Liputan6.com)

Diterangkan dr Zainal, biaya tersebut mulai dihitung sejak Adam dan Malik masuk ke RSUP Haji Adam Malik Medan, yaitu pada Selasa 27 November 2018 hingga proses penyembuhan pascaoperasi. Biaya tidak akan ditagih kepada keluarga pasien.

“Kita tidak mengambil uang dari pasien. Semua ditanggung rumah sakit. Sebagian, mungkin seperdelapan bisa diklaim ke BPJS, sisanya rumah sakit. Ini sumbangsih kami,” katanya.

Untuk diketahui, Adam dan Malik lahir dalam kondisi dempet perut di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sibolga pada 22 November 2018. Anak dari pasangan Juliadi Silitonga (29) dan Noorida Sihombing (28), warga Desa Manalu Purba, Kecamatan Parmonangan, Taput, ini kemudian dirujuk RSUP Haji Adam Malik Medan, dan tiba pada Selasa 27 November 2018. (Reza Efendi)

Hati-Hati, Remaja Putri Rentan Anemia

Liputan6.com, Jakarta Anemia masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Hal ini tidak hanya dialami wanita dewasa, sejak usia remaja juga sudah banyak yang mengalami anemia. 

Anemia banyak ditemukan di kalangan remaja putri khususnya mereka yang sudah mengalami menstruasi. Sebanyak 600 juta perempuan di dunia mengalami anemia. Di Indonesia sekitar 23 persen remaja putri menghadapi masalah ini.

“Bukan berarti remaja putra tidak bisa anemia, namun perempuan jauh lebih rentan karena selain mengalami fase pertumbuhan, mereka juga mengalami siklus menstruasi setiap bulan,” kata drg Vitria Dewi di jumpa pers Nutrition International, Jakarta beberapa waktu lalu. 

Remaja usia 13-18 tahun membutuhkan asupan zat besi sebanyak 26 miligram per hari. Jumlah ini sebenarnya dapat dipenuhi jika mengonsumsi asupan gizi seimbang.

Namun remaja putri disarankan untuk meminum tablet tambah darah (TTD) untuk mengganti asupan zat besi yang hilang saat menstruasi.

2 dari 3 halaman

Anemia Hambat Konsentrasi

6 Fakta tentang Anemia yang Perlu Anda Tahu (Anton Watman/Shutterstock)

Anemia yang dibiarkan dapat menghambat remaja dalam berkonsentrasi di sekolah. Mereka juga sulit beraktivitas karena mengalami 5L (Lemah, Letih, Lesu, Lelah dan Lunglai). Kondisi ini dapat berlanjut hingga perempuan hamil dan melahirkan.

“Kalau dia hamil risikonya akan lebih tinggi bila terjadi pendarahan. Bayi juga berisiko mengalami malnutrisi dan stunting di kemudian hari,” ujarnya.

Untungnya, saat ini sudah tersedia tablet tambah darah (TTD) di sekolah-sekolah. 

“Saat ini TTD sudah tersedia di setiap UKS sekolah dan dapat dikonsumsi oleh para murid. Kami dan pemerintah telah berinvestasi senilai 3,6 juta dollar Kanada atau Rp36 miliar untuk akses suplementasi remaja putri di 9.000 sekolah Indonesia,” kata Sri Kusyuniati, Direktur Nutrition International Indonesia.

Penulis: Annisa Mutiara Asharini/Dream.co.id

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut ini:

5 Langkah Atasi Serangan Panik di Kantor

Liputan6.com, Jakarta Serangan panik bisa datang di mana dan kapan saja. Termasuk saat Anda sedang bekerja di kantor. Jika ini terjadi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. 

Seseorang yang mengalami serangan panik biasanya mengalami perasaan teror dan ketakutan yang tanpa penyebab serta terjadi dalam waktu beberapa menit. Ketika hal ini terjadi, seseorang bakal merasa seperti mengalami serangan jantung yang sangat menakutkan bagi mereka.

Gejala yang umum dijumpai adalah detak jantung yang lebih cepat, nyeri di dada, kepala pening, muncul cahaya terang, mual, sesak napas, kepanasan atau menggigil, serta perasaan kehilangan kendali. Ketika kamu berada dalam kondisi ini, sejumlah kebingungan pasti mendatangimu.

Dilansir dari Health24, berikut sejumlah hal yang harus kamu lakukan ketika mengalami serangan panik di tempat kerja.

1. Terima kondisi

Ketika kamu sudah yakin bahwa kamu mengalami serangan panik, maka terimalah kondisi itu. Pastikan bahwa sejumlah gejala yang kamu alami memang serangan panik dan yakinkan bahwa semua akan baik-baik saja.

2. Fokus bernapas

Perhatikan napasmu. Bernapas dengan perlahan dan dalam melalui hidung dan embuskan melalui mulut untuk memperlambat detak jantungmu.

3. Minggirlah dari meja kerja

Kerja Kantoran
Ilustrasi Kerja Kantoran (sumber: unsplash)

Ketika kamu merasakan gejala dari serangan panik ini, segera pergi ke kamar mandi terdekat dan aliri pergelangan tangan dengan air dingin. Berpindah tempat mungkin bisa membantumu memiliki perspektif berbeda dan mengatasi masalahmu.

4. Fokus pada pancaindera

Fokus pada sesuatu yang bisa kamu rasakan, cium, sentuh, atau cicipi. Hal ini bisa membantumu untuk fokus pada hal selain gejala serangan panik yang kamu miliki.

5. Olahraga Ringan

Jika memungkinkan, lakukan sedikit olahraga ringan untuk menghilangkan rasa panik yang muncul. Kamu bisa berjalan-jalan di dalam atau sekeliling kantor untuk mengatasi hal ini.

Sejumlah hal tersebut bisa kamu lakukan untuk meredakan serangan panik yang kamu alami. Jika sejumlah hal tersebut tak berhasil, sebaiknya minta pertolongan teman kerjamu atau berkonsultasi dengan dokter.

Penulis: Rizky Wahyu Permana/Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

Minum Kopi Bikin Ketiak Gampang Basah?

Liputan6.com, Jakarta Mengonsumsi minuman kaya kafein seperti kopi ternyata membuat tubuh seperti sedang berlari. Hal inilah yang membuat produksi keringat meningkat, alhasil ketiak gampang basah. 

“Dari segi medis, kafein bisa menstimulasi saraf pusat dan bikin situasi seakan meningkatkan denyut. Jadi, proses respirasi meningkat dan kamu pun berkeringat,” kata dokter spesialis kulit dan kelamin Melyawawati Hermawan di Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Selain konsumsi kafein berlebih, hal yang sama juga disebabkan kebiasaan merokok serta minum alkohol.

” Rokok juga merangsang pelepasan asetikolin yang juga merangsang peningkatan denyut dan pelebaran pembukaan pembuluh darah. Alkohol juga menyebabkan proses respirasi meningkat,” jelasnya.

Mengurangi konsumsi kafein, rokok serta minuman beralkohol adalah salah satu cara menekan produksi kelenjar keringat sehingga dapat menghindarkan dari bau ketiak.

Penulis: Cynthia Amanda Male/Dream.co.id

2 dari 2 halaman

Saksikan juga video berikut

Sama-Sama Sibuk, Zivanna Letisha dan Suami Berkomitmen Prioritaskan Anak

Liputan6.com, Jakarta Sama-sama sibuk tak membuat pembawa acara Zivanna Letisha Siregar (30) dan suami Arga (33) jauh dari anak. Zivanna dan Arga sudah berkomitmen untuk menjadikan buah cinta mereka Ryoji Ibrahim Harahap menjadi prioritas utama. 

“Walaupun aku ada kesibukkan di luar, tapi untuk makanan, pakaian, pokoknya yang primer termasuk imunisasi, tetap aku yang handle,” jelas Zivanna saat dihubungi Health Liputan6.com pada Selasa (16/7/2019).

“Misalnya aku punya jadwal belanja seminggu sekali untuk makanan Ryoji sudah aku beli terus menunya juga disiapin untuk hari ini dan besok. Nanti orang yang jagain Ryoji tinggal siapin,” tambah wanita yang pernah mewakili Indonesia di ajang Miss Universe 2009 ini. 

Dibandingkan suami, Zivanna memiliki jadwal yang lebih fleksibel. Hal ini memudahkan wanita 30 tahun ini untuk menghabiskan waktu bersama Ryoji.

Sementara itu, pekerjaan sang suami menuntut untuk sering bolak-balik ke luar negeri. Walau begitu Arga tetap menyediakan waktu berkualitas dengan buah hatinya pada malam dan pagi hari.

“Jadi biasanya bangun lebih pagi, terus main bersama Ryoji dulu sekitar 15-20 menit tiap pagi,” tutur Zivanna tentang kebersamaan suami dan anaknya.

Kecanggihan teknologi juga membantu mendekatkan Arga dan Ryoji. Sering kali Zivanna melakukan panggilan video untuk mengobati rasa rindu anak yang ayahnya sering bekerja di luar negeri.  “Kita juga sering ngobrol lewat video call dan lama-lama Ryoji juga terbiasa dengan kesibukkan orangtuanya,” jelasnya.

Zivanna sangat bersyukur karena Ryoji yang sangat pengertian dengan kesibukkan orangtuanya. Ketika Zivanna atau Arga harus pergi bekerja, Ryoji tidak pernah menangis. Malah Ryoji mengantarkan kedua orangtua pergi bekerja sampai di depan rumah.

2 dari 2 halaman

Mertua Bantu Jaga Anak

Zivanna Letisha (Nurwahyunan/Bintang.com)

Sebagai ibu bekerja, Zivanna sempat berpikir untuk menitipkan Ryoji ke day care. Namun, hal itu menimbulkan prakontra di keluarga besar terutama diantara kakek dan nenek Ryoji.

“Walaupun orang luar negeri sudah biasa dengan daycare, mungkin orang Indonesia belum terbiasa ya. Jadi, selama masih ada orang tua bantu jagain Ryoji, ya tidak apa-apa selama mereka bisa dan punya waktu,” jelas Zivanna.

Jadi, saat ia bekerja bisa tenang karena Ryoji dijaga oleh kakek, nenek, atau keluarga lain di rumah.

Penulis: Febrianingsih Alamako

Bahaya Minum Kopi Saat Perut Kosong

Liputan6.com, Jakarta Minum kopi biasanya dilakukan di pagi hari untuk mendongkrak semangat. Namun, untuk mendapatkan manfaat baik dari kopi sebaiknya tidak dengan perut kosong alias belum makan. 

“Minum kopi dengan perut kosong atau sebelum sarapan, dapat meningkatkan kadar kortisol dalam tubuh Anda. Padahal, saat membuka mata di pagi hari, tubuh akan melepaskan kortisol yang bertanggung jawab untuk mengatur respons kekebalan tubuh, metabolisme, dan respons stres,” kata dokter Nikola Djordjevic seperti dilansir Reader’s Digest, Rabu (17/7/2019).

Jika memompa tubuh dengan kafein ketika kadar kortisol sedang tinggi dapat membuat tubuh semakin stres. “Kopi dengan perut kosong dapat memperbesar efek stimulasi karena tidak ada yang dapat menyaingi penyerapan,” kata Jamie Long, psikolog klinis.

Minum kopi. (iStockphoto)​

Kopi merangsang asam di perut anda sehingga menghasilkan kondisi perut yang lebih asam. Dengan demikian, perut kenyang sangat penting untuk mengekang jumlah asam yang lambung yang dihasilkan.

“Terutama ketika dikonsumsi dalam jumlah besar, penelitian menemukan bahwa kafein meniru gelaja kecemasan dan bahkan serangan panik. Gejalanya berupa gelisah, gemetaran, muka memerah, dan detak jantung yang semakin cepat,” tambah Jamie.

Nikola mengatakan bahwa kopi dapat mengiritasi asam lambung, sehingga kemungkinan besar Anda akan mengalami sakit perut dan tukak lambung. Kelebihan asam lambung juga dapat menyebabkan perubahan suasana hati, kegugupan, gemetar. 

Penulis: Febrianingsih Alamako

2 dari 2 halaman

Saksikan juga video menarik berikut

Tips agar Anak Mau Sarapan Sebelum Berangkat Sekolah

Liputan6.com, Jakarta – Sarapan merupakan salah satu hal penting, termasuk bagi anak. Anak yang sudah sarapan bakal lebih berkonsentrasi saat menerima pelajaran di sekolah. Alhasil, hal ini berpengaruh terhadap prestasi anak di sekolah. 

Fakta di atas terbukti dalam jurnal Frontiers in Human Neuroscience tahun 2013 yang menyebutkan bahwa anak berusia di bawah 13 tahun dapat meningkatkan performa di sekolah dengan sarapan. Nilai tes matematika dan aritmatika yang lebih baik pada anak yang rajin sarapan ketimbang yang tidak.

Namun, tidak semua anak mau sarapan sebelum berangkat sekolah. Banyak yang memilih jajan di sekolah daripada sarapan terlebih dulu di rumah.

Jadi, bagaimana caranya agar anak mau sarapan di rumah? Yuk, simak tipsnya di channel SCTV di Vidio berikut ini 

4 Perubahan pada Vagina Saat Hamil

Liputan6.com, Jakarta Tak cuma ukuran perut yang membesar, saat hamil wanita juga mengalami perubahan pada vagina. Mulai dari warna, sensitivitas, hingga aroma.

Perubahan pada vagina merupakan hal yang wajar karena ada janin yang tumbuh di dalam wanita. Berikut beberapa perubahan yang terjadi pada vagina seperti dilansir Romper, Selasa (16/7/2019).

1. Aroma baru

Saat hamil wanita akan lebih sensistif terhadap aroma dan terjadi perubahan juga terhadap aroma vagina.

“Hal ini terjadi karena ada peningkatan suplai darah ke vagina hal ini berimbas kepada perubahan keseimbangan pH vagina,” kata dokter kebidanan dan kandungan dari New York University Langone Medical Center, Miriam Greene.

2. Keluar cairan

Hormon kehamilan merangsang selaput lendir menghasilkan leukorrhea. Cairan berwaran putih susu ini membantu menjaga keseimbangan bakteri di vagina seperti mengutip American Pregnancy Association.

Jika mendapati cairan berbau tajam jangan ragu mengkonsultasikan ke dokter. 

2 dari 3 halaman

3. Lebih sensitif

Ilustrasi Foto Vagina (iStockphoto)

Aliran darah yang meningkat membuat vulva jadi lebih memebsar dan sensitif. Kondisi ini membuat banyak ibu hamil mengatakan dirinya merasakan orgasme lebih dahysat dari saat tidak hamil.

4. Perubahan warna

Jika Anda atau pasangan melihat labia dan vulva berwarna kebiruan jangan panik. Menurut Mayo Clinic, warna di organ intim saat hamil itu normal. Hal ini terjadi karena meningkatknya aliran darah dan hormon kehamilan yang memengaruhi pigmen kulit.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut ini:

Manfaat Aktif Secara Seksual untuk Pasien Parkinson

Liputan6.com, Jakarta Kehidupan seks yang baik bisa membantu para pasien Parkinson untuk hidup lebih berkualitas. Sebuah studi terbaru mengatakan hal tersebut.

Melansir Webmd pada Selasa (16/7/2019), sebuah studi yang dilakukan oleh para ilmuwan di Italia dan Inggris melakukan analisis kebiasaan seksual dan perkembangan penyakit pada 355 pasien Parkinson.

Mereka menemukan, pasien pria di tahap awal yang aktif secara seksual memang mengalami perkembangan penyakit yang lebih ringan. Selain itu, dibandingkan dengan mereka yang tidak aktif, kehilangan keterampilan motorik serta gejala penyakit lainnya cenderung lebih tidak terlihat.

“Ini sejalan dengan data yang menunjukkan hubungan yang erat antara kesehatan seksual dan kesehatan umum, baik pada individu yang sehat dan pada pasien dengan penyakit kronis,” kata ketua peneliti Dr. Marina Picillo, asisten profesor di Center for Neurodegenerative Diseases University of Salerno, Italia.

2 dari 3 halaman

Hasil Terlihat Hanya pada Pria

Ilustrasi hubungan seks (iStockphoto)

Studi ini meneliti pasien yang berusia 57 tahun ketika pertama kali didiagnosis Parkinson. Selain pemeriksaan gejala dan kebiasaan sehari-hari, mereka juga ditanya tentang hubungan seksual yang dilakukannya selama setahun terahir.

Picillo dan rekan-rekannya menyatakan, pasien pria yang melakukan aktivitas seksual, memperlihatkan kehilangan motorik yang lebih ringan dan kualitas hidup yang lebih baik bagi mereka.

Sayangnya, ini tidak terlihat pada wanita. Kemungkinan, hal tersebut dikarenakan jumlah pria pada penelitian ini lebih besar.

“Hubungan antara kehidupan seksual aktif dan peningkatan gejala motorik dan non-motorik adalah penting,” kata profesor neurologi, Adolfo Ramirez-Zamora dari University of Florida, Amerika Serikat menanggapi penelitian tersebut.

“Ini sejalan dengan konsep bahwa meningkatan fungsi seksual berarti meningkatkan kesenangan, komunikasi, dan kepuasan di antara pasangan, meningkatkan keintiman hubungan, dan mengurangi stres serta gejala Parkinson,” kata Ramirez-Zamora menambahkan.

Penelitian yang dimuat di European Journal of Neurology ini sendiri didasarkan pada belum adanya pengobatan atau pencegahan yang tepat untuk Parkinson. Sehingga mereka berharap, aktif secara seksual bisa membantu.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Awas, Ini 6 Penyebab Kondom Rusak

Liputan6.com, Jakarta Kondom bukanlah alat kontrasepsi yang sempurna. Produk semacam ini juga bisa mengalami kerusakan karena berbagai kondisi.

Meski kejadian semacam ini cukup langka, namun kondom yang rusak juga bisa disebabkan oleh suatu alasan. Setidaknya, beberapa penelitian menyatakan persentasenya berkisar antara 0 sampai 22 persen.

“Kondom rusak sekitar dua persen dari waktu hubungan seks vaginal,” kata Dokter kandungan dan kebidanan, Sheila Loanzon seperti dilansir dari Elite Daily pada Selasa (16/7/2019).

Maka dari itu, berikut ini adalah beberapa hal yang bisa menyebabkan kondom rusak.

1. Kedaluwarsa

Kondom bisa rusak karena sudah kedaluwarsa atau tidak layak pakai. Maka dari itu, selalu cek penanggalan yang ada pada kemasan alat kontrasepsi itu.

“Kondom yang sudah kedaluwarsa, merupakan salah satu alasan paling umum kenapa kondom bisa rusak,” kata Lakeisha Richardson, ahli kebidanan dan kandungan.

2. Kekecilan

Richardson mengatakan, penggunaan kondom yang terlalu kecil bisa menyebabkan ketegangan pada lateks dan meningkatkan risiko robek atau kerusakan.

“Itu sebabnya sangat penting untuk menggunakan kondom ukuran yang benar,” katanya.

2 dari 4 halaman

Penggunaan Pelumas dan Penyimpanan

Ilustrasi Foto Alat Kontrasepsi Kondom (iStockphoto)

3. Penggunaan Pelumas Berbasis Minyak

Ada beberapa pelumas yang tidak cocok jika digunakan dengan kondom. Misalnya seperti yang berbahan dasar minyak atau losion yang bisa melemahkan lateks.

“Jangan gunakan vaseline, baby oil, kelapa, atau losion tubuh lainnya yang mengandung minyak sebagai pelumas,” kata pakar seks Dr. Jess O’Reilly.

4. Tempat Menyimpan yang Salah

O’Reilly mengatakan bahwa kondom harus berada di tempat yang sejuk dan kering.

“Jika Anda menyimpannya di dompet atau di mobil Anda, panasnya dapat membahayakan integritas bahan lateks dan meningkatkan kemungkinan kerusakan,” tambahnya.

3 dari 4 halaman

Pemakaian yang Salah

Ilustrasi Foto Alat Kontrasepsi Kondom (iStockphoto)

5. Memakai Kondom Berlapis

Jika Anda berpikir memakai dua kondom bisa mencegah kerusakan dan lebih aman, ini malah berbahaya. Jess mengatakan bahwa gesekan keduanya malah membuat alat itu rusak.

6. Tidak Digunakan dengan Benar

Penerapan kondom dengan tidak benar juga bisa membuatnya rusak. Maka dari itu, gunakan alat ini dengan hati-hati dan perlahan.

“Jika Anda tidak meluangkan waktu untuk menerapkan kondom dengan benar, ini bisa meningkatkan risiko selip dan kerusakan kondom,” kata Jess. Pastikan agar benda itu tidak rusak saat terkena tubuh seperti kuku.

4 dari 4 halaman

Saksikan juga Video Menarik Berikut Ini

Gadis Kecil Pingsan Ketika Rambutnya Sedang Ditata

Liputan6.com, Jakarta Gracie Brown pingsan setelah Alicia, kakaknya, mengeriting rambutnya. Setelah Gracie dibawa ke rumah sakit, keluarganya mengetahui bahwa Gracie mengalami hair-grooming syncope atau sinkop penataan rambut.

“Saya belum pernah mendengar hal ini dalam hidup saya,” jelas Brown Phillips dalam unggahan Facebooknya.

“Ternyata menyikat, menggulung, mengepang, atau mengeringkan rambut dapat menyebabkan simulasi saraf pada kulit kepala dan menyebabkan anak memiliki gejala seperti kejang,” tambahnya.

Dilansir dari laman Today, sinkop ini terjadi ketika Gracie sedang ditata rambutnya oleh Alicia. Gracie tiba-tiba tersedak dan wajahnya menjadi pucat. Ayahnya bergegas membawa Gracie ke kamar mandi, bibirnya membiru dan dia tampak seperti akan pingsan. Namun, beberapa menit kemudian dia terlihat tenang kembali dan merasa lebih baik.

Dokter Alison Tothy, profesor pediatri di University of Chicago Medicine mengatakan, “Kami pikir itu karena rasa sakit, rangsangan pada kulit kepala atau ketakutan dan tubuh terasa seperti akan pingsan dan mereka memang pingsan.” 

Sinkop atau kehilangan kesadaran sementara pada kasus Gracie terjadi karena saraf di kulit kepala berkomunikasi dengan saraf vasovagal yang mengatur tekanan darah dan detak jantung.

Menarik rambut memicu sensasi di saraf yang menstimulasi saraf vasovagal dan menyebabkan tekanan darah dan detak jantung melambat sehingga anak bisa kehilangan kesadaran.

2 dari 3 halaman

Umumnya tidak membahayakan

Dokter umumnya tidak khawatir tentang anak-anak yang pingsan, mereka menyarankan agar orangtua memeriksakan anak setelah mengalami episode sinkop untuk mengecek penyebabnya, apakah terkait masalah jantung.

Sebagian besar anak-anak mengalami sinkop ketika remaja. Beberapa dari mereka mengalami episode sinkop berulang akibat penataan rambut karena terlalu khawatir akan kembali mengalaminya. Kekhawatiran itulah yang menyebabkan mereka pingsan lagi.

Dokter Deborah Sokol, ahli saraf pediatrik di RS Anak Riley di Indianapolis mengatakan, “Ini adalah lingkaran setan. Jika itu terjadi berulang-ulang, itu adalah sirkuit.”

3 dari 3 halaman

Cara mengatasinya

Sinkop sebagian besar terjadi pada anak-anak, kondisinya serupa dengan orang yang pingsan ketika diambil darahnya atau dalam situasi penuh tekanan. Walaupun begitu, sinkop dapat dicegah oleh orangtua.

“Orangtua harus mengamati anak atau memastikan anak-anak duduk di depan cermin, bukan berdiri. Atau ketika anak sedang menyisir rambutnya setelah sarapan atau minum segelas air,” jelas Dokter Dan Fain, kepala neurologi rawat inap anak di Helen DeVos Children’s Hospital di Grand Rapids, Michigan.

Pingsan juga dikaitkan dengan kekurangan cairan, sehingga memastikan anak sarapan dan minum sebelum menata rambut dapat mengurangi kemungkinan risiko sinkop terjadi.

Orangtua juga harus mencari perawatan darurat jika seorang anak pingsan dan tidak tersadar selama beberapa menit, jika mereka membiru atau jika mereka berhenti bernapas. Jika sinkop juga sering terjadi tanpa ada penyebabnya artinya itu tidak berbahaya namun dapat menimbulkan stres.

Penulis: Febrianingsih Alamako

4 Zodiak yang Gemar Bereksperimen di Ranjang

Liputan6.com, Jakarta Saat bercinta ada orang yang gemar melakukan posisi seks itu-itu saja. Namun, ada beberapa orang yang berani mencoba alias bereksperimen.

Selain membuat hubungan antibosan, bereksperimen saat bercinta bisa menambah gairah dan kenikmatan. Berikut, beberapa zodiak yang ternyata gemar mencoba ini dan itu saat bercinta. Selengkapnya seperti dikutip Bustle, Senin (15/7/2019).

1. Gemini

Memiliki pasangan berzodiak Gemini akan membuat kehidupan seks terus begelora. Kepribadiannya yang menyenangkan juga hadir saat bercinta.

“Gemini itu bisa berbuat baik dan nakal di waktu berdekatan. Hal ini membuat pasangan jadi bisa melakukan banyak hal menantang saat bercinta,” kata astrolog Lisa Stardust.

2 dari 3 halaman

2. Scorpio

Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Karakter liar Scorpio bakal kerap membuka sesi bercinta. Ayo siapkan fisik yang prima jika pasangan lahir dari tanggal 23 Oktober – 21 November.

“Scorpio itu lincah dan liar, mereka senang bereksperimen. Energi mereka yang luar biasa bakal membuat bumbu-bumbu percintaan menggairahkan,” kata Stardust.

3. Aquarius

Pemilik zodiak ini begitu menyukai proses eksplorasi saat berhubungan seksual. Selain itu, mereka sering sekali melakukan sesuatu tidak baisa.

“Aquarius selalu mencari untuk menemukan cara-cara baru dan inovatif untuk melebur dengan pasangan,” kata Stardust.

4. Pisces

“Pisces adalah zodiak yang paling senang mencoba hal-hal baru. Mereka suka bermain peran,” kata Stardust.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut

Kasus Jarang Terdengar, Masyarakat Harus Tetap Waspada Flu Burung

Liputan6.com, Jakarta Saat ini kasus flu burung sudah jarang terdengar, namun Kementerian Pertanian meminta agar masyarakat tetap waspada akan flu burung atau avian influenza.

“Kita harus tetap waspada karena virus ini terus berubah-ubah,” kata Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Fadjar Sumping Tjatur Rasa di Jalan Sudirman, Jakarta beberapa waktu lalu, ditulis Selasa (16/7/2019).

Fadjar mengatakan, untuk mencegah kembalinya kasus flu burung, sudah ada beberapa program yang terus dilakukan. Dua di antaranya adalah vaksinasi dan biosekuriti.

“Biosekuriti itu bagaimana menjaga kebersihan, sanitasi, supaya virus tidak masuk ke dalam lingkungan peternakan,” Fadjar menambahkan.

2 dari 3 halaman

Rabies Masih Harus Diwaspadai

Sumber Foto: Humas Kementerian Pertanian.

Penyakit menular dari hewan yang masih harus diwaspadai lainnya adalah rabies. Kementerian Pertanian sendiri menyatakan mereka sudah melakukan vaksinasi di beberapa wilayah yang sebelumnya, dilaporkan kasus rabies.

“Seperti di Bali, lalu di Dompu juga kebetulan baru ada kejadian. Kita intensifkan vaksinasi di situ,” kata Fadjar jelang pemutaran teater bertajuk “SUN” yang diadakan Kementan bekerjasama dengan Food and Agriculture Organization (FAO) pada Jumat, 12 Juli 2019.

Selain vaksin pada manusia yang sudah digigit, penting melakukan vaksin pada hewan seperti anjing. “Anjing juga bisa bahaya kalau tidak divaksin,” tegas Fadjar.

Dalam konferensi pers yang diwakili oleh Fadjar, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, I Ketut Diarmita berpesan bahwa penyakit hewan seringkali dilupakan sebagai sumber penyakit manusia.

“Kita membutuhkan kesadaran dan dukungan publik yang lebih besar untuk mengendalikan penyakit hewan agar tidak menginfeksi manusia, serta mengganggu produksi pangan dan sektor peternakan,” tulis Diarmita.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Banyak Ibu Indonesia Khawatir Anak Main di Luar Ruangan

Liputan6.com, Jakarta Bermain di luar ruangan memberikan banyak manfaat bagi anak. Namun, banyak ibu yang khawatir saat anak bermain di luar ruang.

Berdasarkan survei terhadap 676 ibu, sekitar 85 persen mengaku khawatir ketika anak bermain di luar ruang. Salah satu alasannya karena khawatir digigit nyamuk yang memang dikenal bisa menyebabkan anak sakit demam berdarah, malaria, atau chikungunya berdasarakan survei yang dilakukan My Baby ini.

Menjawab kekhawatiran ini, My Baby berinovasi dengan Minyak Telon Plus Longer Protection 12 jam. Sehingga anak bisa bebas bermain di luar dan ibu tidak khawatir.

“Hasil pengujian membuktikan bahwa nyamuk menghindari dari kulit yang sudah dioles oleh MY BABY Minyak Telon Plus Longer Protection 12 jam,” kata Ketua tim penelitian, Profesor Intan Ahmad dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati di ITB seperti dikutip rilis yang diterima Health-Liputan6.com ditulis Selasa (16/7/2019).

2 dari 3 halaman

Lebih Kreatif dan Bugar

Ilustrasi/copyright pixabay.com

Orangtua pun sebaiknya mendukung anak bermain di luar rumah, ruang hijau terbuka, pantai, pegunungan dan lingkungan alami lainnya. Sederet manfaat bakal didapatkan anak seperti disampaikan psikolog Retno Dewanti Purba. 

“Beraktivitas di luar memiliki manfaat yang sangat luas. Peningkatan kreativitas, berkembangnya kemampuan penyelesaian masalah, melatih kerja sama, hingga mampu memperbaiki suasana hati,” kata Retno.

Upayakan anak untuk menggunakan seluruh jenis sensori tubuh seperti melompat, berlari, berjinjit, dan lain-lain agar anak dapat menguasai gerakan kasar dan halus.

Kewaspadaan tetap perlu, namun tidak boleh takut atau menghindari aktivitas luar. “Memaparkan anak dengan alam dipercaya mendatangkan banyak manfaat bagi proses tumbuh kembang anak,” tutur Retno.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut

Penyebab Cholinergic Urticaria, Penyakit Gatal Seperti yang Dialami V BTS

Liputan6.com, Jakarta Kondisi kesehatan Kim Tae Hyung atau yang dikenal dengan nama V BTS, menjadi sorotan. Member BTS ini sedang mengalami cholinergic urticaria.

“Saya sedang mengalami alergi kolinergik. Saya gatal-gatal,” kata V BTS pada Minggu kemarin, seperti dikutip Liputan6.com dari Soompi.

Sontak, istilah medis tersebut banyak dilaporkan banyak dicari oleh penggemar. Mengutip Web ND pada Selasa (16/7/2019), cholinergic urticaria (CU) disebabkan oleh serabut saraf di kelenjar keringat. Kulit bereaksi terhadap panas dan keringat ketika suhu tubuh naik. Kondisi itu membuat seseorang mengalami gatal-gatal merah.

Biasanya, masalah ini bisa terpicu ketika pasien sedang mandi air panas, berolahraga sampai berkeringat, berada di iklim yang panas, mengenakan perban kencang, gugup, atau dalam beberapa kondisi merupakan hasil dari reaksi terhadap antibodi dalam keringat mereka sendiri atau immunoglobulin-G.

2 dari 4 halaman

Kondisi yang Parah

V BTS (Instagram/@btstae)

Dalam kasus yang sangat parah, CU bisa menyebabkan syok anafilaktik atau reaksi alergi berupa kehilangan kesadaran bahkan kematian.

Julie Reid misalnya. Mantan instruktur tari di Clearwater, Florida, Amerika Serikat ini sempat mengalami CU secara mendadak dan tiba-tiba merasa lemas pada 2016 lalu.

“Setiap aktivitas fisik yang saya lakukan, saya mengembangkan gatal-gatal di mana-mana,” kata Reid seperti dikutip dari Global News.

Bahkan hal ini membuatnya sulit keluar rumah karena suhu yang terlalu panas membuatnya mengalami penyakit itu.

“Ini menyebabkan berkembangnya agorafobia yang melumpuhkan dan kombinasi dari sikap apatis serta depresi,” tulis Reid dalam blognya.

3 dari 4 halaman

Komplikasi Lain

ilustrasi kulit gatal (istockphoto)

Beberapa kasus juga menyatakan bahwa masalah kulit ini disertai dengan diare, air liur berlebihan, pusing, tekanan darah rendah, detak jantung yang cepat, sesak napas, dan keram perut.

Ada beberapa pengobatan yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah ini. Untuk pencegahan sendiri, pasien biasanya disarankan untuk mengurangi aktivitas yang membuatnya berkeringat lebih.

Selain itu, Web MD juga merekomendasikan pasien untuk mandi air dingin, menggunakan pakaian longgar, menjaga suhu ruangan agar tetap dingin, serta mengelola stres yang menyebabkan rasa gatal muncul.

Gatal-gatal semacam ini sendiri biasanya bertahan hingga 30 menit sampai satu jam sebelum akhirnya menghilang. Meski begitu, apabila gejalanya berkepanjangan dan tidak segera pulih, ada baiknya untuk menghubungi dokter dan mendapatkan penanganan.

4 dari 4 halaman

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini

V BTS Derita Cholinergic Urticaria, Berbahayakah?

Liputan6.com, Jakarta Beberapa waktu lalu Kim Taehyung atau V BTS mengumumkan dirinya menderita cholinergic urticaria atau urtikaria kolinergik. Hal ini membuat ARMY (sebutan para penggemar boyband asal Korea ini) pun khawatir. Memang seberapa bahayakah kondisi itu?

Orang dengan cholinergic urticaria seperti yang dialami V BTS akan merasakan gatal-gatal hingga kulit memerah. Melansir Web MD, Selasa (16/7/2019) gatal-gatal ini akan dirasakan ketika:

1. Mandi air panas atau mandi

2. Berolahraga sampai berkeringat

3. Berada di iklim panas

4. Perban yang terlalu kencang dan lengket

5. Ketika gugup lalu berkeringat

6. Dalam beberapa kasus, seseorang akan gatal ketika bereaksi terhadap antibodi dalam keringat mereka sendiri yang disebut immunoglobulin (IgG).

Seseorang dapat dengan mudah terkena kondisi ini apabila memiliki eksim, asma, alergi, atau gatal karena makanan tertentu atau cuaca dingin. Baik pria dan wanita bisa terkena penyakit gatal-gatal ini.

2 dari 3 halaman

Kenali Gejalanya

V BTS (Instagram/@btstae)

Cholinergic urticaria dapat dikenali apabila terdapat ruam gatal, geli, dan sedikit panas pada bagian tersebut. Mereka biasanya berupa benjolan merah kecil atau berbentuk lingkaran.

Benjolan ini bisa muncul di mana saja pada tubuh, tetapi kebanyakan muncul di dada, wajah, punggung atas, dan lengan. Kulit juga terlihat bengkak dan berbercak-bercak merah, bahkan penderita ini akan terlihat memerah.

Gatal gatal ini akan tiba-tiba muncul dan bertahan sekitar 30 menit hingga satu jam sebelum mereda. Gejala atas juga mungkin disertai diare, air liur berlebih, sakit kepala, tekanan darah rendah, detak jantung yang cepat, sesak napas, keram perut, mendesah.

Pengobatan dan Pencegahan

Penderita penyakit ini disarankan untuk menjauh dari panas, terutama yang tinggal di daerah panas atau suka berolahraga karena dengan berkeringat dapat memicu penyakit ini. Bagi pecinta olahraga disarankan juga untuk berhenti atau memperlambat latihan dan gantikan olahraga diluar ruangan.

Anda bisa mencegah gatal dengan mendinginkan kulit dengan mandi air dingin atau berdiri depan kipas angin, menggunakan pakaian longgar, jaga rumah tetap dingin, dan hindari situasi yang membuat stres jika stres menjadi penyebab gatal.

Dokter juga dapat meresepkan antihistamin sebagai obat alergi untuk mengendalikan efek penyakit ini, namun apabila tidak berfungsi, dokter mungkin akan merekomendasikan steroid untuk waktu yang singkat.

Jika penderita memiliki reaksi serius seperti sesak napas ketika sedang gatal, dokter mungkin kana meresepkan suntikan epinefrin untuk membantu pernapasan dan menyingkirkan gatal serta pembengkakan.

Penulis: Febrianingsih Alamako

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut ini:

Fakta Tersembunyi Megalomania, Gangguan Kepribadian Narsistik

Liputan6.com, Jakarta Megalomania merupakan salah satu gangguan kejiwaan yang ditandai dengan fantasi haus kekuasaan. Istilah megalomania lebih populer disebut gangguan kepribadian narsistik (Narcissistic Personality Disorder/NPD). Secara umum, masyarakat lebih mengenal dengan narsis atau seseorang yang narsisme.

Ahli klinis Steve Bressert memaparkan, orang-orang yang didera megalomania punya kebutuhan yang luar biasa terhadap kekaguman. Biasanya mereka kurang empati terhadap orang lain.

“Orang-orang dengan gangguan ini sering percaya bahwa mereka sangat penting dalam kehidupan setiap orang. Dan bagi siapa saja yang mereka temui. Sementara pola perilaku ini mungkin cocok untuk seorang raja di Inggris abad ke-16,” papar Steve, dikutip dari Psychcentral, Senin (15/7/2019).

Orang-orang dengan megalomania sering menunjukkan sikap sombong, meremehkan atau menggurui. Misalnya, mereka mungkin mengeluh tentang “kekasaran” pelayan yang canggung atau menyimpulkan pemeriksaan medis dengan merendahkan dokter.

2 dari 5 halaman

Mementingkan Diri Sendiri

Gejala megalomania atau gangguan kepribadian narsistik. (iStockphoto)

Adapun gejala gangguan kepribadian narsisistik harus memenuhi lima atau lebih dari gejala berikut ini:

1. Punya rasa mementingkan diri sendiri

2. Disibukkan dengan fantasi keberhasilan yang tak terbatas, kekuatan, kecemerlangan, keindahan atau cinta yang ideal

3. Percaya bahwa dirinya sendiri “istimewa” dan unik

4. Punya kekaguman yang berlebihan

5. Mengeksploitasi orang lain, misal mengambil keuntungan dari orang lain untuk mencapai tujuannya sendiri

6. Kurangnya empati. Contohnya, tidak mau mengenali atau mengidentifikasi perasaan dan kebutuhan orang lain

7. Sering iri pada orang lain atau percaya bahwa orang lain iri padanya

8. Secara teratur menunjukkan perilaku atau sikap sombong dan angkuh

“Karena gangguan kepribadian menggambarkan pola perilaku yang sudah lama dan bertahan lama, mereka paling sering didiagnosis pada usia dewasa. Sangat jarang bagi mereka didiagnosis pada masa kanak-kanak atau remaja,” Steve melanjutkan.

“Ini karena seorang anak atau remaja sedang dalam perkembangan konstan, baik mengalami perubahan kepribadian dan pematangan.”

Gangguan kepribadian narsistik biasanya akan menurun intensitasnya seiring bertambahnya usia. Banyak orang mengalami beberapa gejala paling ekstrem pada saat mereka berusia 40-an atau 50-an.

3 dari 5 halaman

Tidak Diketahui Penyebabnya

Megalomania tidak diketahui penyebabnya. (iStockPhoto)

Hingga saat ini, para peneliti tidak tahu apa yang menyebabkan megalomania terjadi. Meski begitu, sebagian besar profesional menyampaikan, penyebabnya kemungkinan karena faktor biologis dan genetik.

Faktor sosial, seperti bagaimana seseorang berinteraksi dalam perkembangan awal tumbuh dengan keluarga dan teman-teman dan anak-anak lain serta faktor psikologis, yang ditandai kepribadian dan temperamen individu.

“Ini menunjukkan bahwa tidak ada faktor tunggal yang bertanggung jawab. Jika seseorang memiliki gangguan kepribadian ini, penelitian menunjukkan, ada sedikit peningkatan risiko untuk gangguan ini “diturunkan” kepada anak-anak mereka,” ujar Steve dalam tulisannya berjudul Narcissistic Personality Disorder.

4 dari 5 halaman

Butuh Terapis

Butuh terapis. (Sumber Pixabay)

Bagi seseorang yang mengalami megalomania dan ingin membutuhkan perawatan. Perawatan gangguan kepribadian narsis biasanya melibatkan psikoterapi jangka panjang dengan seorang terapis.

“Tentunya, terapis yang memiliki pengalaman dalam mengobati gangguan kepribadian semacam ini. Obat-obatan juga dapat diresepkan untuk membantu dengan gejala spesifiknya,” lanjut Steve.

5 dari 5 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Begini Reaksi dan Efek Vaping Terhadap Paru

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah, lembaga kemasyarakatan, dan bahkan orang-orang disekitar kerap mengingatkan tentang dampak buruk merokok. Perlahan, kebiasaan merokok dapat dikurangi bahkan dihentikan.

Namun hal tersebut beralih ke kebiasaan lain, seperti menggunakan rokok elektrik atau dikenal sebagai e-cigarette (vaping). Dokter Spesialis Paru, dr. Desilia Atikawati, Sp.P dari RS EMC Tangerang menjelaskan, rokok elektrik merupakan alat yang dioperasikan menggunakan baterai dan digunakan untuk menghirup aerosol yang mengandung nikotin atau substansi lainnya.

E-cigarette digunakan oleh jutaan orang di dunia, sejak pertama kali muncul di China pada 2004. Sejak saat itu, vaping pun menjadi populer dikalangan kaum muda.

Padahal awalnya e-cigarette dipasarkan sebagai alat untuk mengurangi atau membantu berhenti merokok. Namun ternyata berbagai penelitian menunjukkan bahwa e-cigarette justru memiliki dampak negatif untuk kesehatan.

Penggunaan e-cigarette semakin meningkat karena pemasaran barang yang agresif. Selain itu juga dipengaruhi oleh persepsi bahwa e-cigarette merupakan alternatif yang lebih sehat dibandingkan merokok.

Lebih lanjut, dr. Desilia Atikawati, Sp.P menjelasan bahwa e-cigarette mengandung nikotin, air, glycerin, propylene glycol, formaldehyde, acrolein, acetaldehyde, dicetyl, dan tambahan perasa. Saat dihirup, e-cigarette menggunakan elemen pemanas untuk memanaskan bahan tersebut yang kemudian melepaskan aerosol.

Nah, dalam penggunaannya ada berbagai macam risiko. Kebanyakan e-cigarette mengandung nikotin yang bersifat adiktif.

E-cigarette mengekspos paru terhadap berbagai substansi, salah satunya dicetyl yang dapat menyebabkan kerusakan paru menetap. Mereka yang menggunakan e-cigarette cenderung tidak berhenti merokok.

Perokok pasif tidak tereliminasi oleh vaping, oleh karena vaping tetap melepaskan emisi karsinogenik (zat penyebab kanker).

E-cigarette juga berdampak pada paru. Penelitian menunjukkan bahwa uap yang diproduksi e-cigarette dan cairan e-cigarette yang memiliki rasa menyebabkan toksisitas, stress oksidatif, dan respons radang pada sel saluran napas manusia.

Uap yang mengandung nikotin meningkatkan produksi dahak, reaktivitas saluran napas, gangguan kekebalan paru, dan pelepasan mediator radang. Acrolein yang terdapat pada e-cigarette dapat menyebabkan kerusakan paru akut, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), asma, serta kanker paru.

Food and Drug Administration (FDA) bahkan menyatakan bahwa penggunaan e-cigarette tidak terbukti aman ataupun efektif, dalam usaha berhenti merokok.

Jika hendak berhenti merokok, Kementerian Kesehatan memberikan layanan berhenti merokok melalui telepon tidak berbayar yang dinamakan Quit Line dengan nomor 0-800-177-6565.

(Adv)

Sebelum Ikut Lomba, Pelari juga Perlu Atasi Masalah Kesehatan

Liputan6.com, Jakarta Sebelum ikut ajang lomba lari, persiapan pemeriksaan kesehatan menjadi fokus utama bagi pelari. Hasil pemeriksaan kesehatan maupun kebugaran tubuh secara teratur akan dinyatakan dalam bentuk sertifikat kesehatan sesuai tingkatan lari yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Menurut dokter spesialis kedokteran olahraga Michael Triangto, adanya pemeriksaan kesehatan sebelum lari agar pelari tidak langsung mengikuti lomba maraton, tanpa melalui tahapan 5K, 10K, dan half marathon terlebih dahulu.

Sertifikat kesehatan harus dikeluarkan oleh dokter spesialis kedokteran olahraga atau yang memiliki kompetensi dalam memeriksa kesehatan.

Selain itu, pelari perlu mengatasi terlebih dahulu berbagai masalah kesehatan yang ditemukan sebelum berlomba lari.

“Dari adanya pengobatan penyakit, gangguan postur sampai kelainan bentuk dari telapak kaki. Upaya ini agar tidak menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius pada saat sedang menyiapkan atau sedang mengikuti kompetisi lari,” jelas Michael dalam keterangan rilis yang diterima Health Liputan6.com, ditulis Selasa (16/7/2019).

2 dari 3 halaman

Tingkatkan Pengetahuan

Peserta mengikuti lomba lari Milo Jakarta International 10K di kawasan Rasuna Epicentrum, Jakarta, Minggu (14/7/2019). Milo Jakarta International 10K terbagi dalam tiga kategori yaitu 5K, 10K, dan Family Run. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Agar lancar saat kompetisi lari, pelari perlu meningkatkan pengetahuan tentang segala hal yang berhubungan dengan olahraga lari. Anda dapat membaca bagaimana teknik berlari dengan benar dan peralatan yang harus dimiliki.

“Tingkatkan pengetahuan juga soal pemilihan medan yang akan ditempuh, pengaturan periodisasi latihan yang baik sampai masa istirahat yang cukup,” Michael menambahkan.

Kondisi tersebut diharapkan mampu mencegah pelari untuk mengikuti semua ajang lari yang ada. Pelari juga lebih selektif dalam berlomba sehingga target untuk hidup lebih sehat juga dapat tercapai.

3 dari 3 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Awas Diabetes, Gaya Hidup Semasa Muda Tentukan Kualitas Hidup di Usia Senja

Liputan6.com, Jakarta – Pepatah lama menyebut, ‘apa yang kita tanam itulah yang kita tuai’. Itu berlaku juga untuk diabetes. Kencing manis, nama lain penyakit itu, bisa dipicu gaya hidup di usia muda. 

“Diabetes itu penyakit yang permanen dan enggak akan bisa sembuh, terlebih lagi sudah tahunan seperti ayahku,” cetus Leo, seorang teman, beberapa waktu lalu kepada Liputan6.com.

Leo kemudian menuturkan awal mula ayahnya bisa menderita diabetes melitus (DM). “Ayah kena diabetes tahun 1998. Diabetesnya dipicu karena stres. Akhirnya, lost control (kehilangan kontrol), banyak minum yang manis-manis.”

Diabetes memang kerap mengintai orang-orang berusia lanjut. Dalam istilah medis, penyakit ini disebut penyakit degeneratif menyasar lansia atau penyakit yang muncul mengiringi proses penuaan.

Kini usia ayah Leo masuk kategori pra-lansia, 58 tahun. Namun,  ayah Leo sudah hidup dengan diabetes kurang lebih sejak usia 37 tahun. Faktanya, usia muda bukan alasan seseorang aman dari diabetes atau sering kita sebut penyakit kencing manis.

Bila tak tertangani dengan baik, diabetes menyebabkan berbagai komplikasi serius seperti kebutaan, stroke, gagal jantung serta gagal ginjal. Fungsi organ vital tubuh seperti mata, jantung dan ginjal melemah. Komplikasi akibat diabetes juga dialami ayah Leo.

“Tahun 2014, diabetes Ayah komplikasi jadi menyerang jantung. Lalu tahun 2018, komplikasi diabetes Ayah lari ke ginjal. Penyakit jantung di sini, bukan serangan jantung. Tapi kemampuan jantung untuk memompa darah ke tubuh sudah melemah. Untuk komplikasi ginjal, (Ayah) bukan gagal ginjal, tapi lebih masuk ke kategori penurunan fungsi ginjal,” Leo menjelaskan.

Tak hanya jantung dan ginjal, sekarang indra penglihatan dan pendengaran pria sepuh itu pun ikut terkena komplikasi. Kondisi tersebut jelas menurunkan kualitas hidup penderita diabetes seperti ayah Leo.

Diabetes Melitus pada Lansia di Indonesia. (Liputan6.com/Abdillah)

2 dari 7 halaman

Jumlah Penderita Diabetes Semakin Banyak

ilustrasi Diabetes (sumber: iStockphoto)

Diabetes adalah salah satu penyakit tidak menular yang penderitanya kian hari kian bertambah. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat, prevalensi penderita diabetes melitus (DM) meningkat dari 5,7 persen pada 2007 menjadi 6,9 persen pada 2013 kemudian 8,5 persen pada 2018.

Selain itu, data International Diabetes Federation pada 2017 menyebutkan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-6 negara dengan jumlah orang dengan diabetes terbanyak.

Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek menyampaikan, kenaikan prevalensi penyakit tidak menular termasuk diabetes di Indonesia disebabkan oleh perilaku masyarakat.

“Penyakit tidak menular meningkat, perilaku masyarakat harus diubah. Kita sendiri yang seharusnya menyadari untuk menerapkan pola hidup sehat,” jelas Menkes Nila dalam acara puncak Hari Kesehatan Nasional ke-54, 18 November 2018 lalu.

“Hipertensi enggak terkontrol bisa jadi penyakit jantung. Diabetes melitus bisa mengarah pada gagal ginjal,” lanjutnya. 

Data International Diabetes Federation tahun 2017 memaparkan, setiap tujuh detik seseorang diperkirakan meninggal karena diabetes atau komplikasi (50 persen) atau setara 4 juta orang per tahun, yang terjadi pada orang di bawah usia 60 tahun. Angka tersebut jelas bertentangan dengan harapan prevalensi diabetes global sebesar 8,8 persen dari populasi dunia pada tahun 2017.

Prevalensi diabetes diperkirakan akan terus meningkat menjadi 9,9 persen pada tahun 2045. Jika ditotal, jumlah itu mencerminkan populasi 424,9 juta orang yang mengidap diabetes di seluruh dunia pada 2017. Jumlah ini diperkiraan terjadi peningkatan 48 persen menjadi 628,6 juta orang pada tahun 2045.

Pengidap diabetes, menurut laporan WHO, meningkat dari 108 juta pada 1980 menjadi 422 juta pada 2014. Prevalensi global diabetes di antara orang dewasa di atas 18 tahun juga meningkat dari 4,7 persen pada 1980 menjadi 8,5 persen pada 2014.

3 dari 7 halaman

Berawal dari Gaya Hidup Semasa Muda

Penyakit Diabetes Melitus (Sumber: iStockphoto)

Dokter spesialis penuaan (geriatri) Siti Setiati menyampaikan, diabetes yang diidap lansia sebenarnya bermula dari gaya hidup individu saat muda dulu.

Gaya hidup yang tidak sehat, seperti pola makan sembarangan, suka konsumsi minuman manis, dan minum alkohol dapat menimbulkan diabetes. Jika seseorang sudah didiagnosis diabetes, maka seterusnya harus mengontrol kadar gula darah. Efek jangka panjang yang mengikuti pun tak bisa dianggap sepele.

“Sebenarnya mereka kena penyakit tersebut karena lifestyle yang tidak baik saat berusia masih muda. Misalnya, usia 30-an dan 40 tahun sudah kena diabetes dan hipertensi. Nah, pas usia 60 tahun ujung-ujungnya bisa kena serangan jantung juga stroke,” jelas Siti dalam sebuah konferensi pers ‘Hari Lanjut Usia’ di Kementerian Kesehatan beberapa waktu silam.

Data Riskesdas Kemenkes RI menunjukkan, prevalensi lansia yang menderita diabetes di Indonesia bertambah. Kategori lansia dengan diabetes sesuai usia pada 2018, yakni 6,3 persen (55-64 tahun), 6,0 persen (65-74 tahun), dan 3,3 persen (75 tahun ke atas).

Sementara data Riskesdas 2013 memperlihatkan, prevalensi lansia pengidap diabetes antara lain 4,8 persen (55-64 tahun), 4,2 persen (65-74 tahun), dan 2,8 persen (75 tahun ke atas). Angka Riskesdas 2018 dan 2013 terkait prevalensi diabetes pada lansia didapat dari data diagnosis dokter yang dihimpun.

Siti mengingatkan, diabetes melitus harus menjadi perhatian yang diutamakan. Ini karena diabetes bisa membuat kualitas hidup lansia semakin berkurang. Pengobatan dan perawatan penyakit saat lansia juga butuh penanganan maksimal. Apalagi jumlah lansia di Indonesia semakin meningkat setiap tahun.

Berdasarkan data Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) 2013, proyeksi penduduk lansia 2010-2035 terus meningkat. Pada tahun 2010 jumlah lansia mencapai 18 juta jiwa (7,56 persen), kemudian meningkat 25,9 juta jiwa (9,7 persen ). Pada tahun 2019 sebanyak 27,1 juta jiwa (9,99 persen).

Kemudian pada tahun 2035, persentase lansia diprediksi mencapai 15,7 persen atau sekitar 48,2 juta jiwa. Tubuh pun akan mengalami degenerasi dan terkait dengan penyakit-penyakit degeneratif.

“Lansia pada umumnya punya penyakit kronis, seperti pengapuran sendi, osteoporosis, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung koroner. Seluruh penyakit itu bisa terjadi karena penyakit kencing manis (diabetes) yang tak terkendali. Bisa juga karena darah tinggi yang tak terkendali. Ya, ujung-ujungnya bisa stroke, kena tuberkulosis (TBC), dan demensia,” lanjut Siti, yang berpraktik di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.

4 dari 7 halaman

Peran Keluarga untuk Pasien Diabetesi

semakin tua seseorang semakin sulit pula mereka lepas dari obat. (Ilustrasi Lansia/iStockphoto)

Walaupun lansia punya masalah kesehatan seperti diabetes, perawatan harus dilakukan dengan baik. Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi menyampaikan, lansia tetap harus punya kualitas hidup yang baik.

“Tingkatkan kembali fungsinya (tubuh) sehingga memiliki kualitas hidup yang baik. Kami berharap dapat memastikan setiap anggota keluarga memiliki jaminan kesehatan serta memanfaatkan dengan bijak. Meningkatkan deteksi dini, menciptakan suasana keluarga mendukung kebahagiaan lansia,” lanjutnya saat ditemui di Kementerian Kesehatan beberapa waktu lalu.

Dukungan dan pendampingan dari keluarga memengaruhi kesehatan orang dengan diabetes. Laporan International Diabetes Federation mencatat, dukungan keluarga dalam perawatan diabetes telah terbukti memiliki efek besar dalam meningkatkan hasil kesehatan bagi pengidap diabetes.

Ini dapat mempertahankan kualitas hidup pasien diabetes, terutama yang sudah komplikasi. Oleh karena itu, edukasi dan dukungan keluarga dapat mengurangi dampak emosional, seperti stres karena memikirkan penyakitnya.

5 dari 7 halaman

Cegah Diabetes dengan GERMAS

Ilustrasi olahraga (iStockphoto)

Diabetes adalah penyakit atau kondisi ketika tubuh kekurangan hormon insulin sehingga memengaruhi kemampuan tubuh mengubah makanan menjadi energi.

Ada beberapa tipe diabetes, yang paling umum yakni diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Selain itu, ada pula tipe diabetes gestasional yang biasa dialami wanita hamil.

  1. Diabetes tipe 1: Diabetes tipe ini bersifat akut. Biasanya terjadi karena faktor keturunan dan tak dapat dicegah. Tipe diabetes ini menyerang saat masa kanak-kanak dan tidak terdeteksi. Pada penderita diabetes tipe 1, tubuh tak bisa memproduksi insulin. Sehingga pasien diabetes tipe 1 memerlukan suntikan insulin untuk mengatur gula darah.
  2. Diabetes tipe 2: Diabetes tipe 2 bersifat lambat, berbeda dengan diabetes tipe 1 yang bersifat akut dan cepat. Diabetes tipe ini bisa muncul karena obesitas, etnis, gangguan kulit, dan terganggunya fungsi ovarium. Menyerang orang-orang berusia dewasa yang memiliki gaya hidup tidak sehat, diabetes tipe 2 biasanya terdeteksi.

Hingga saat ini diabetes belum ditemukan obatnya. Namun mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat seperti anjuran pemerintah melalui gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) bisa mencegah penyakit tersebut muncul di kemudian hari. 

Tiga kegiatan GERMAS yang bisa langsung diterapkan oleh tiap-tiap individu, yaitu:

1. Melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari

2. Mengonsumsi buah dan sayur;

3. Memeriksakan kesehatan secara rutin.

Menkes mengatakan, tiga kegiatan tersebut bisa dimulai dari diri sendiri dan keluarga, dilakukan saat ini juga, dan tidak membutuhkan biaya yang besar

“Germas itu penting. Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari. Boleh olahraga yang murah meriah, seperti jalan kaki. Atau bisa juga bersepeda. Banyak sekali kan anak muda yang sepedaan,” ujar Nila dalam tayangan live streaming melalui Instagram Kementerian Kesehatan.

Selain aktivitas fisik, fokus Germas juga terkait konsumsi buah dan sayur serta pemeriksaan kesehatan secara rutin. Konsumsi buah dan sayur agar ketercukupan gizi seimbang terpenuhi.

“Cek kesehatan berkala juga. Sekarang banyak remaja usia 10-14 tahun yang kena penyakit tidak menular (PTM). Contohnya, hipertensi dan diabetes. Mungkin kebanyakan konsumsi makanan yang terlalu asin dan junk food (makanan cepat saji),” tambah Nila.

Ilustrasi Foto Sepatu Olahraga (iStockphoto)

Selaras dengan anjuran pemerintah untuk hidup sehat melalui GERMAS, dokter spesialis penyakit dalam yang berpraktik di Rumah Sakit Umum Bhakti Asih, Jakarta, Dr Bhanu, juga menjabarkan pencegahan dini diabetes, khususnya diabetes tipe 2:

1. Siapkan makanan dari rumah

Umumnya makanan yang dibeli di luar memakai minyak yang dipakai berulang-ulang dan bumbu-bumbu yang tidak sehat.

“Salah satu yang bisa saya sarankan (untuk menghindari makanan tidak sehat) siapkan makanan dari rumah,” kata Dr. Bhanu.

2. Olahraga yang cukup

Bhanu menyarankan agar individu mengimbangi pola makan sehat dengan berolahraga.

“Olahraga adalah suatu kegiatan ritmik dan berulang. Jadi kalo kita beranggapan ‘Saya udah jalan jauh, itu udah keitung olahraga’ itu salah, karena itu bukan kegiatan ritmik. Kalau saya makannya juga ngaco, tetap aja bakal kena penyakit suatu hari,” katanya.

3. Atur pola makan

Bhanu memaparkan salah satu faktor diabetes tipe 2 dapat timbul adalah karena obesitas atau kelebihan berat badan. Itu sebabnya penting untuk mengatur asupan makan dengan makanan mengandung gizi seimbang.

4. Ikuti keinginan hati

“Ingat yang kita suka juga, jangan memaksa melakukan hal-hal yang tidak disuka. Kalau dipaksa, kita tinggal tunggu kapan dia bakal jatuh ke dalam depresi, akhirnya berontak, engga mau ke dokter lagi, engga mau minum obat lagi, ya akhirnya makin memburuk. Jadi ikuti keinginan hati juga,” ujarnya.

6 dari 7 halaman

Upaya Pemerintah Cegah Diabetes dengan Inovasi

Menu Sahur yang Perlu Dihindari Bagi Penderita Diabetes / Sumber: iStockphoto

Inovasi pencegahan dan pengendalian diabetes perlu dilakukan agar masyarakat makin memahami penyakit tidak menular (PTM) tersebut. Di Indonesia, pelabelan makanan (food labelling) mulai ditekankan sebagai peringatan kepada masyarakat mengenai makanan dan minuman yang tidak sehat.

Dalam hal ini, pelabelan makanan ditujukan pada makanan yang terlalu banyak mengandung gula, garam, dan lemak. Hal tersebut disinggung oleh Menteri Kesehatan RI ampaikan, Saat ini, Indonesia telah mengeluarkan peraturan untuk industri makanan/minuman kemasan dan siap saji.

Hal tersebut disinggung oleh Menteri Kesehatan RI dalam acara “Ministerial Conference on Diabetes (MCOD)” pada 26-27 November 2018 di Singapura.

Penting untuk memastikan ketersediaan lebih banyak pilihan makanan dan minuman sehat di pasar. Kehadiran makanan sehat dapat mendorong masyarakat mengonsumsi makanan sehat.

“Ini bisa membuat orang-orang mengalihkan konsumsi mereka dari makanan dan minuman ringan ke makanan dan minuman sehat,” lanjut Menkes Nila. Strategi ini dapat membuat seseorang terhindar dari diabetes.

Bukan hanya pelabelan makanan, ada juga diabetes registry berupa aplikasi pada telepon seluler yang mendata dan mencatat pencegahan risiko dan kontrol tentang diabetes. Aplikasi tersebut juga memberi peringatan otomatis secara reguler untuk olahraga pada area publik, seperti bandara, stasiun, pasar, dan super market).

Sistem diabetes registry sudah dilakukan di beberapa negara, baik kawasan Asia dan Eropa. Di Spanyol dan Italia, inovasi berupa model pelayanan kesehatan yang strategis. Integrasi pelayanan kesehatan penyakit tidak menular dilakukan bersama Belanda, Prancis, Jerman, dan Inggris.

Pada tahap lebih lanjut, perlu pengkajian lebih tentang rekayasa genetika untuk mengurangi jumlah penderita diabetes tipe 1.

“Untuk mencapai keberhasilan upaya pencegahan dan pengendalian diabetes, diperlukan kerja sama pemangku kepentingan lain di luar sektor kesehatan, baik lintas sektoral di tingkat nasional. Kemudian juga kerjasama di lintas kawasan regional maupun secara global,” Menkes Nila menambahkan.

Konferensi MCOD berhasil menyepakati pemahaman mengenai kebutuhan mendesak untuk menangani ancaman epidemi diabetes yang terus meningkat. Kolaborasi dengan kementerian atau lembaga lain (Kemenko PMK, Bappenas, Kemenkeu, Kemenaker, Kementan, Kemenpora, Kemendikbud, Kemenhub, Kemenperin, Kemendag, dan BPOM) dapat diterapkan.

7 dari 7 halaman

Saksikan juga video berikut ini:

Stunting Kembali Jadi Sorotan Jokowi Saat Bahas RAPBN 2020

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo meminta pemanfaatan dan prioritas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satunya di bidang kesehatan termasuk pemberantasan stunting.

“Anggaran lima persen di bidang kesehatan, diharapkan bisa meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di seluruh tanah air,” kata Joko Widodo dalam rapat terbatas Pagu Indikatif RAPBN 2020 bersama menteri kabinet kerja di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Senin, 15 Juli 2019.

“Yang paling penting, pemberantasan stunting, kurang gizi, dan keselamatan ibu hamil saat melahirkan, program imunisasi ini betul-betul harus menjadi fokus kita dalam pembangungan sumber daya manusia,” kata Jokowi seperti dikutip dari laman resmi Sekretariat Presiden pada Rabu (16/7/2019).

Selain itu, Jokowi juga mengatakan bahwa RAPBN 2020 diprioritaskan untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM). Baik melalui pendidikan, kesehatan, dan pelatihan-pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan kebutuhan industri.

2 dari 3 halaman

Masalah Kesehatan Ancam Pembangunan SDM

Sebelumnya, Jokowi yang menjadi presiden terpilih 2019-2024 mengatakan bahwa dia tidak ingin lagi ada masalah kesehatan seperti stunting atau kematian ibu dan bayi.

Pernyataan tersebut dia katakan dalam pidatonya di Sentul, Bogor pada Minggu (14/7/2019) malam.

“Titik dimulainya pembangunan SDM adalah dengan menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak usia sekolah. Ini merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia unggul ke depan,” kata Jokowi.

“Itu harus dijaga betul. Jangan sampai ada stunting, kematian ibu, atau kematian bayi meningkat. Tugas besar kita di situ.”

Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengatakan, sudah tugas negara untuk ikut dalam menyelesaikan dan menurunkan angka kematian ibu dan anak. Selain itu, meski angka stunting sudah menurun, namun ini masih menjadi pekerjaan untuk mencapai angka yang ideal.

“Ini kita harus turunkan lima tahun kemudian jadi 19 persen,” kata Nila dalam sambutannya di peluncuran Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) 2018 di Jakarta, Senin kemarin.

3 dari 3 halaman

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini

Kaum Muda Punya Peran Besar dalam Kampanye Melawan Tuberkulosis

Liputan6.com, Jakarta Tuberkulosis (TB) masih menjadi ancaman di seluruh dunia. Saat ini, kaum muda menjadi kelompok usia yang paling terbebani akan penyakit tersebut.

“Kerugian sampai berakibat pada kematian, tidak hanya berisiko terjadi pada mereka sendiri namun juga bagi keluarga mereka,” kata Dr. Tereza Kasaeva, Director Global TB Programme, World Health Organization (WHO) dalam konferensi persnya di Jakarta Selatan, ditulis Selasa (16/7/2019).

Setiap tahunnya lebih dari 10 juta orang di dunia menderita tuberkulosis, kata Tereza, lebih dari 1,6 juta orang di antaranya meninggal akibat penyakit tersebut. Mirisnya, sepertiga orang dengan tuberkulosis kesulitan mengakses layanan kesehatan.

Maka dari itu, kaum muda punya peran untuk meningkatkan kesadaran akan penyakit pencegahan ini, pengobatan pada pasien, serta menghilangkan stigma bagi penderitanya.

“Kita membutuhkan seluruh upaya untuk mengakhiri TB, untuk memastikan tidak ada kaum muda yang tertinggal khususnya dalam memperoleh akses pada layanan kesehatan dan melibatkan mereka dalam proses pembuatan keputusan di seluruh lapisan secara bermakna,” kata Tereza dalam acara Youth Town Hall.

2 dari 4 halaman

Pemanfaatan Teknologi untuk Kampanye TB

Dr. Tereza Kasaeva Director Global TB Programme, World Health Organization (WHO) mengatakan kaum muda berperan dalam kampanye melawan tuberkulosis (Liputan6.com/Giovani Dio Prasasti)

Madhusudan Kaphle, penyintas TB Youth TB Advocate TB Free World juga senada dengan Tereza. Kaum muda yang lebih akrab dengan perkembangan teknologi, sesungguhnya juga bisa melakukan kampanye terkait isu-isu TB lewat media yang ada.

Beberapa dari masalah tersebut adalah bagaimana menghilangkan sikap diskriminatif dan stigma pada pasien, membangun kesadaran yang lebih tinggi tentang TB dan dampaknya, pemberdayaan pasien agar tetap produktif, serta advokasi dan dukungan finansial.

“Jadi kenapa kita tidak memakai platform digital semacam ini untuk menyebarkan pesan pada komunitas, juga untuk memberikan pesan bagi sistem kesehatan. Jadi kaum muda bisa melakukan ini, inilah ide dasar kami,” kata Kaphle pada kesempatan yang sama.

Menurutnya, ini harus dilakukan tidak hanya untuk tuberkulosis tetapi juga semua isu kesehatan.

3 dari 4 halaman

Harapan untuk Kaum Muda

Ilustrasi TB – TBC (iStockphoto)

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Wiendra Waworuntu mengatakan anak muda punya peran dalam program eliminasi tuberkulosis tahun 2030.

“Kita punya harapan pemuda mampu memberikan informasi kepada masyarakat tentang bagaimana cara pencegahan, penularan, dan dia menjadi garda terdepan apabila ada stigma,” kata Wiendra.

Kaum muda sendiri diharapkan juga bisa menjadi pendamping atau pengawas pasien itu sendiri. Wiendra mengungkapkan, angka penderita TB tertinggi adalah di usia produktif.

“Saat ini, Indonesia memang peringkatnya sudah turun dari nomor dua menjadi nomor tiga, tapi bukan berarti ini membuat kita bangga. Ini adalah tantangan.”

“Saya punya harapan untuk menemukan penderita tuberkulosis sebanyak-banyaknya, kita obati sampai sembuh,” imbuh Wiendra.

4 dari 4 halaman

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini

Jari Kaki Sering Kram? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Liputan6.com, Jakarta Ketika mengalami kram, salah satu hal yang direkomendasikan adalah minum air tapi sayang kadang kram kaki tidak mereda.

Memang, banyak orang mengira kurang air minum menyebabkan kram. Namun, kondisi ini bisa lebih rumit dari yang Anda kira seperti disampaikan Nicole Nelson, asisten instruktur dalam ilmu klinis dan ilmu gerakan terapan di Brooks College of Health di University of North Florida, Amerika Serikat.

Otot memiliki refleks pelindung yang menyeimbangkan kontraksi dan relaksasi.

“Ketika kita lelah atau otot kelelahan, ada ketidakcocokan dalam pengiriman pesan yang dikirim ke sistem saraf pusat. Akhirnya, otot menjadi over-signaled atau over-fire yang terasa seperti kram,” jelas Nicole.

Tiap orang memiliki faktor risiko yang berbeda terkait dengan kram. Dokter mencurigai beberapa penyebab umum terjadinya kram sebagai berikut seperti dilansir Men’s Health, Selasa (15/7/2019).

1. Salah Sepatu

Mengenakan sepatu yang kaku atau yang memiliki jenis tumit berbeda, dapat ‘mematikan’ aktivitas otot-otot kaki bagian dalam yang seharusnya menstabilkan kaki Anda. Kerja keras dan kelelahan pada otot kaki dapat menjadi kram untuk orang yang rentan terhadapnya.

2. Berolahraga terlalu keras

Ketika otot lelah, cenderung mengalami kram. Hal ini dapat terjadi karena terlalu cepat berolahraga atau berlomba, berlatih berlebihan, atau memaksakan latihan yang tidak biasa dilakukan.

3. Penyakit kronis

Kram tingkat tinggi terlihat pada orang penderita penyakit kronis dimana aliran darah terhambat, seperti penyakit kardiovaskular.

2 dari 3 halaman

Cegah Kram Kaki

Cara Hindari Kaki Kram yang Belum Banyak Diketahui

Ini beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mencegah dan mengatasi kram pada kaki:

1. Pemanasan dan Peregangan

Nicole mengatakn bahwa mengatasi kram terbaik adalah dengan peregangan yang baik. 

2. Acar

Acar dianggap dapat mengembalikan keseimbangan elektrolit, walaupun hanya bekerja pada beberapa orang. Ada kemungkinan komponen acar yaitu asam asetat yang memicu refleks melalui reseptor mulut sehingga meredakan kram.

Penulis: Febrianingsih Alamako

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut ini:

Penyakit Tidak Menular Masih Tinggi, Menkes Minta Masyarakat Ubah Perilaku

Liputan6.com, Jakarta Penyakit Tidak Menular (PTM) masih menjadi tantangan bagi pembangunan kesehatan masyarakat di Indonesia.

Hal ini terlihat dalam Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) 2018 yang diluncurkan pada Senin kemarin. Dari data yang dihimpun oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, terlihat bahwa nilai untuk sub-indeks Penyakit Tidak Menular menurun di semua daerah.

“Kalau kita tidak berbuat sesuatu, data Litbang menunjukkan kita akan 70 persen naik. PTM di hilirnya, penyakit katastropik. Jadi jelas ini ditunjukkan bahwa di semua kabupaten provinsi, meningkat semua PTM-nya,” kata Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F. Moeloek di Kuningan, Jakarta, ditulis Selasa (16/7/2019).

Nila mengingatkan, PTM bisa dicegah. Yang terpenting adalah dengan perubahan perilaku. Ketika makan misalnya, gizi harus diperhatikan dengan baik dan seimbang.

“Kalau sudah problem nasional, intervensi dari provinsi pasti, tapi kita juga harus teriak mengatakan ke masyarakat bukan hanya pada tenaga kesehatan.

“Kepada masyarakat, yuk kita ubah perilaku kita, punya hidup sehat, olahraga, cek kesehatan secara berkala, makan sayur dan buah,” Nila menegaskan.

2 dari 3 halaman

Inovasi dan Kolaborasi Multi-sektor

Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek dan Balitbang Kemenkes RI luncurkan buku Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat 2018 (Liputan6.com/Giovani Dio Prasasti)

Menkes Nila juga menambahkan, inovasi juga dibutuhkan untuk memanajemen masalah seperti ini. Sehingga, provinsi tidak terus menerus bergantung pada bantuan pemerintah pusat.

“Kita sudah diingatkan sama Presiden, yuk kita berinovasi. Jadi kalau kita tidak punya tapi otak kita jalan, karena kita jalan dan pintar, ayo kita berinovasi,” ujarnya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI, Siswanto mengatakan bahwa angka IPKM 2018 Indonesia mengalami peningkatan namun beberapa PTM yang masih menjadi masalah bagi pembangunan kesehatan masyarakat Indonesia. Di antaranya adalah stroke, penyakit jantung, dan kencing manis.

“Semuanya bisa ditanggulangi dengan mengubah perilaku, gaya hidup sehat, pemberdayaan masyarakat dan yang tidak kalah penting adalah kolaborasi multisektor, ” kata Siswanto dalam kesempatan yang sama.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Alasan Orangtua Pasien Kanker Anak Perlu Tahu Kebutuhan Nutrisi Buah Hatinya

Liputan6.com, Jakarta – Organisasi non-profit yang peduli pasien kanker anak Indonesia, Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia (YPKAI), selalu membekali para orangtua pasien dengan beragam ilmu. Tidak terkecuali mengenai nutrisi terbaik bagi buah hati.

Ketua YPKAI Steny Agustaf yang mengantongi banyak pengalaman dalam mendampingi pasien kanker anak mengatakan bahwa perubahan terbesar terjadi pada orangtua saat si Kecil didiagnosis dengan kondisi tersebut.

Orangtua merupakan ujung tombak hidup anaknya. Menurut mantan penyiar ini, dengan membekali ayah atau ibu dengan ilmu mengenai nutrisi, mereka jadi bisa menyuguhkan makanan-makanan bernutrisi jempolan untuk anaknya yang kanker itu.

“Sehingga proses perawatan bisa berjalan dengan optimal,” kata Steny seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com pada Senin, 15 Juli 2019.

2 dari 3 halaman

Anak dengan Kanker Rentan Malanutrisi

Dokter Spesialis Anak, Cut Nurul Hafifah, mengatakan bahwa seorang anak rentan mengalami malanutrisi, apalagi anak yang merupakan pasien kanker. (Foto : Dokumen Danone Indonesia)

Anak, ditambahkan dokter spesialis anak, Cut Nurul Hafifah, rentan mengalami malanutrisi. Terlebih pada anak dengan penyakit tidak menular seperti kanker.

Cut, mengatakan, anak dengan penyakit kanker umumnya mengalami peningkatan kebutuhan energi dan protein akibat adanya berbagai komplikasi.

“Apabila masalah nutrisinya tidak ditangani dengan baik, anak dengan kanker dapat memiliki konsekuensi seperti stunting, peningkatan risiko komplikasi, menurunnya respons dan toleransi terhadap pengobatan, mudah kambuh, dan menurunnya tingkat kelangsungan hidup,” ujarnya.

3 dari 3 halaman

Kebutuhan Nutrisi untuk Anak dengan Kanker

Danone Indonesia Bekerjasama dengan Yayasan Pita Kuning untuk Bicara Gizi untuk anak yang didiagnosis dengan kanker (Foto: Danone Indonesia)

Lebih lanjut, dukungan nutrisi merupakan faktor penting dalam penatalaksanaan pasien penyakit tidak menular pada anak.

Peran status nutrisi tidak hanya untuk mencegah malanutrisi, tetapi juga berdampak baik pada respons terapi, kualitas hidup, hingga biaya pelayanan kesehatan.

Status gizi normal bahkan berhubungan dengan angka kesembuhan kanker lebih baik. Oleh sebab itu, Cut mengimbau agar para orangtua yang sedang merawat anaknya karena kanker bisa memahami hal ini.

“Pemberian asupan nutrisi yang sesuai kebutuhan anak dengan kanker harus diikuti pemantauan secara rutin ke fasilitas kesehatan, terutama bagi pasien anak dengan kanker yang masih dalam masa 1.000 hari pertama kehidupan,” kata Cut.

“Apabila tidak ditangani dengan baik, anak akan terancam stunting, yaitu gangguan permanen pada fisik dan kognitif yang disebabkan malanutrisi kronis,” Cut melanjutkan.

Cut mengingatkan bahwa tidak berarti kondisi kognitif anak dapat dinomorduakan walaupun memiliki penyakit tidak menular. 

Arya Permana Bakal Operasi Plastik Minggu Ini

Liputan6.com, Bandung Pasien obesitas Arya Permana asal Karawang, Jawa Barat yang kini berhasil menurunkan bobot tubuhnya, dipastikan akan menjalani operasi bedah plastik pekan ini. Proses operasi bedah plastik yang hendak dilakukan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung itu, dilakukan sesegara mungkin usai pemeriksaan kesehatan pada 17 Juni 2019 lalu.

Operasi itu diakukan di empat bagian tubuh Arya Permana yang kulitnya menggelambir yaitu di lengan, kaki, perut dan dada. Menurut Direktur Medis dan Keperawatan RSHS Bandung Nucky Nursjamsi Hidayat, membenarkan adanya rencana operasi bedah plastik terhadap Arya.

“Iya insyaallah minggu ini akan dioperasi. Nanti ada keterangan resmi ke media dari RSHS,” kata Nucky saat dihubungi melalui telepon, Bandung, Senin, 15 Juli 2019.

Keterangan lain yang diperoleh dari juru bicara RSHS Bandung Reni, pada awalnya keterangan soal rencana operasi bedah plastik terhadap Arya Permana digelar pada hari Jumat pekan lalu. Reni melanjutkan, alasan keterangan resmi soal teknis operasi bedah palstik itu ditunda disebabkan Direktur Utama RSHS Bandung Nina Susana Dewi bertugas ke luar kota.

Reni menyebutkan perkembangan terkini penanganan Arya Permana, pasien obesitas asal Karawang, Jawa Barat itu sedang dalam proses intensif persiapan operasi. Bobot Arya terkahir kali diperiksa oleh tim dokter spesialis gizi anak RSHS telah mencapai 85,9 kilogram.

“Secepatnya kita akan adakan jumpa pers. Ditunggu saja waktunya ya,” ujar Reni.

2 dari 2 halaman

Jalani pemeriksaan

Arya Permana bermain ponsel dikediamannya di kawasan Karawang, Jawa Barat, Selasa (9/4). Arya Permana diketahui memiliki berat badan hingga 192 kg, sekarang sudah turun 105 kg menjadi 87 kg pasca operasi lambung. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sebelumnya pada bulan yang lalu, ketua tim dokter spesialis gizi RSHS Bandung Djulistijo Djais menerangkan, usai dilakukannya operasi bedah plastik untuk Arya, juga harus dicermati dengan baik. Dengan memperkirakan jangka waktu penyembuhan luka sisa operasi yang telah dilakukan.

Hal itu disebabkan, tidak semua pasien yang dilakukan tindakan operasi bedah plastik, lukanya dapat sembuh secara cepat. Sehingga dibutuhkan penanganan yang tepat dan terukur.

“Kemungkinan dalam waktu dekat ini akan dilakukan rapat oleh dokter spesialis bedah plastik. Berat badan Arya tadi sewaktu datang ke poli anak 85,9 kilogram. Kondisinya sehat hanya meninggalkan masalah dibagian kulit tubuh berlipat – lipat di area tertentu. Kami merencanakam ke depan untuk menangani kondisi tersebut dengan meminta bantuan sejawat dokter bedah plastik,” ujar Julistyo.

Kemungkinan besar, jumlah dokter spesialis bedah plastik yang dikerahkan pada saat tindakan operasi sangat banyak. Tujuannya agar durasi pelaksanaan operasi dapat rampung secepat mungkin. 

Waspada Antraks Jelang Idul Adha, Hewan Kurban Harus Ada Surat Dokter

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia meminta masyarakat waspada terhadap antraks. Khususnya, jelang Idul Adha yang jatuh di 11 Agustus 2019.

“Biasanya yang ada setiap tahun adalah antraks yang kita khawatirkan, ada beberapa daerah yang harus dilakukan pemeriksaan lebih ketat,” kata Fadjar Sumping Tjatur Rasa, Direktur Kesehatan Hewan Kementan pada ditemui di Jakarta, ditulis Selasa (16/7/2019).

Dia juga mengatakan bahwa secara keseluruhan, pemeriksaan harus dilakukan pada semua hewan kurban. Hal ini untuk mencegah penyakit menular dari hewan ke manusia seperti antraks, bisa terjadi.

“Secara umum, hewan yang akan dilalu lintaskan harus diperiksa kesehatannya dan harus ada surat keterangan kesehatan dari dokter hewan,” kata Fadjar kepada Health Liputan6.com.

2 dari 3 halaman

Kementan Kirim Surat ke Dinas Terkait

Sejumlah hewan kurban di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (3/9). Untuk harga Kambing dijual dengan harga Rp2,2-5,5 juta, sedangkan harga sapi Rp18-35 juta. (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Kementan menyatakan sudah melakukan beberapa langkah terkait pencegahan penyakit menular dari hewan ke manusia jelang Idul Adha.

“Kami sudah memberikan surat kepada dinas-dinas di daerah untuk bagaimana memeriksa calon hewan kurban yang baik dan sehat, yang bisa dijamin untuk pemenuhan kebutuhan pada hari raya kurban,” kata

Fadjar mengungkapkan persyaratan utama hewan kurban untuk Idul Adha yang harus terpenuhi adalah harus terjamin kesehatannya.

“Kami harus menjamin agar hewan yang digunakan di hari raya kurban adalah hewan yang sehat,” Fadjar menegaskan.

Dikutip dari Antara, Fadjar mengungkapkan beberapa ciri hwan kurban yang sehat. Beberapa di antaranya adalah pernapasan yang teratur, mampu berdiri tegak, serta tidak ada luka.

Selain itu, beberapa bagian tubuh yang harus diperhatikan antara lain bola mata yang harus terlihat bening, tidak ada pembengkakan, area mulut dan bibir bersih, lidah bergerak bebas, dan air liur cukup membasahi rongga mulut. Bagian anus juga harus bersih dan kotoran terlihat padat.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Menkes Nila Tanggapi Pidato Jokowi Soal SDM

Liputan6.com, Jakarta Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila F. Moeloek menanggapi pernyataan Presiden terpilih Joko Widodo yang mengatakan, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) akan menjadi salah satu prioritas pembangunan di periode keduanya.

Dalam pidato yang bertajuk Visi Indonesia itu, Jokowi mengatakan bahwa titik dimulainya pembangunan Sumber Daya Manusia adalah dengan menjamin kesehatan ibu hamil, bayi, balita, dan anak usia sekolah.

Menkes Nila mengatakan program tersebut sudah termasuk dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional).

“Tugas kita menyelesaikan, menurunkan angka kematian ibu dan anak,” kata Nila dalam sambutannya di peluncuran Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) 2018 di Jakarta, Senin (15/7/2019).

2 dari 3 halaman

Jokowi Tidak Ingin ada Stunting dan Kematian Ibu

Presiden RI terpilih 2019-2014, Joko Widodo saat menyampaikan pidato Visi Indonesia di SICC, Sentul, Kab Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/7/2019). Acara ini dihadiri sejumlah menteri kabinet kerja serta Wakil Presiden terpilih 2019-2024, KH Ma’ruf Amin. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik tahun 2016, angka kematian ibu (AKI) di Indonesia adalah 305 per 100 ribu kelahiran hidup. Sementara, Angka Kematian Bayi (AKB) berjumlah 24 per 1000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Neonatal (AKN) adalah 15 per 1000 kelahiran hidup.

Selain itu, masalah lain terkait SDM adalah stunting. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, angkanya mengalami penurunan saat ini menjadi 30,8 setelah di tahun 2013, berada di angka 37,2 persen.

“Tetapi ini kita harus turunkan lima tahun kemudian jadi 19 persen,” kata Nila.

Dalam pidatonya di Sentul, Bogor pada Minggu malam, Jokowi menginginkan tidak ada lagi masalah kesehatan seperti stunting atau kematian ibu dan bayi. Menurutnya, ini bisa mengganggu pembangunan SDM yang merupakan prioritas di periode keduanya menjabat.

“Ini merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia unggul ke depan. Itu harus dijaga betul. Jangan sampai ada stunting, kematian ibu, atau kematian bayi meningkat. Tugas besar kita di situ,” kata Jokowi.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga Video Menarik Berikut Ini

Jaga Keseimbangan pH Miss V dengan Kondom

Liputan6.com, Jakarta Seks rupanya dapat memengaruhi kadar keasaman (ph) pada miss V. pH ini akan membentuk ekosistem bakteri yang sehat.

Menurut konsultan medis Clare Morrison, ph vagina dapat terganggu saat pasangan tidak menggunakan kondom saat bercinta. Ini berkaitan dengan sifat air mani yang bersifat basa.

“Seks memengaruhi pH miss V, terutama jika tidak ada kondom yang digunakan. Ketika tidak menggunakan kondom, air mani sedikit basa dengan pH 7,2 hingga 8,0.

“Efeknya adalah membuat vagina menjadi kurang asam, yang pada gilirannya dapat meningkatkan jumlah bakteri tidak sehat. Jika Anda menggunakan kondom, efeknya akan berkurang,” kata Morrison, dikutip dari Glamour, Senin (15/7/2019).

Dalam hal ini, kondom menjaga keseimbangan ph vagina. Vagina memiliki kadar normal pH asam 3,8 hingga 4,5. Wanita juga bisa menjaga keseimbangan ph vagina melalui makanan.

“Misalnya, yogurt dan minuman yogurt bioaktif, yang mengandung bakteri yang disebut Lactobacillus. Mikroorganisme ini sangat penting untuk kesehatan miss V. Ketika kita konsumsi makanan yang mengandung Lactobacillus, mikroorganisme ini berhasil bertahan melewati sistem pencernaan, lalu masuk ke vagina,” tambah Morrison.

Mikroorganisme Tidak Seimbang

Vagina Alat Kelamin Perempuan
pH vagina yang tidak seimbang. (iStockphoto)

Morrison menambahkan, mikroorganisme vagina yang tidak seimbang berarti mikroorganismenya tidak sehat. Misal, ada bakteri vaginosis, Bacteroides, E coli, dan Staphylococcus berkembang biak di vagina.

“Mikroorganisme di atas dapat menyebabkan keputihan, iritasi, gatal, pegal, dan bau vagina. Beberapa mikroorganisme tidak sehat bahkan dapat menyebabkan terjadi persalinan prematur,” tambahnya.

Selain makanan, cara membersihkan vagina juga berperan penting menjaga keseimbangan pH. Hindari produk-produk kebersihan vagina. Produk tersebut cenderung membuat lingkungan vagina lebih basa.

Membersihkan vagina secara berlebihan akan membasmi bakteri sehat seperti Lactobacillus, yang menjadikan mikroorganisme berbahaya akan mengambil alih,” ujar Morrison. “Cara terbaik untuk membersihkan vagina adalah menggunakan air hangat dan sabun lembut tanpa aroma.”

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Pilih Masturbasi atau Tidur Siang Saat Istirahat Kerja?

Liputan6.com, Amerika Serikat Alih-alih tidur siang, sebagian karyawan di Amerika Serikat memilih masturbasi pada jam istirahat. Kemungkinan besar, hal itu menjadi alasan beberapa pekerja tampak lebih bahagia. Fenomena ini terkuak melalui sebuah survei.

Dalam survei Time Out New York 2015, sebanyak 39 responden memilih masturbasi saat jam istirahat siang kantor.

“Peluangnya adalah banyak rekan kerja masturbasi saat istirahat kerja,” jelas psikoterapis Carlos Cavazos, dikutip dari Mic, Senin (15/7/2019). “Jadi, jika Anda melihat rekan kerja lebih bahagia daripada rekan kerja lainnya, ada kemungkinan dia masturbasi.”

Dulu, sepertiga orang Amerika Serikat lebih memilih tidur siang saat istirahat kantor. Praktik ini menjadi begitu populer sehingga lounge tidur pribadi nan mahal muncul di beberapa kota, dari laporan studi berjudul Nap Time yang dipublikasikan di Pew Research Center pada 2009.

2 dari 3 halaman

Cukup Tidur Siang

Cukup tidur siang boleh saja. (iStockphoto)

Jika Anda tidak dapat memilih, apakah menggunakan istirahat siang untuk tidur siang atau masturbasi, jangan khawatir. Anda tidak harus melakukannya.

“Tidur siang benar-benar akan membuat Anda merasa bersemangat dan tidak lelah. Idealnya sekitar 20 menit (tidur),” ujar Cavazos.

Tidur siang terbukti meningkatkan kognitif, menurut sebuah studi tahun 2003.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Ereksi 3 Bulan, Kakek 81 Tahun Ternyata Idap Kanker Kandung Kemih

Liputan6.com, Australia Ereksi selama tiga bulan ternyata disebabkan kanker kandung kemih yang tidak terdiagnosis. Kakek asal Australia–yang tidak disebutkan namanya–ini tidak mencari bantuan medis untuk permasalahan ereksinya.

Tatkala ereksi yang dirasakan menyakitkan hingga kesulitan buang air kecil baru membuat kakek ini tergerak ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan scan menunjukkan,adanya kanker kandung kemih.

Dokter menyampaikan, kanker kandung kemih sangat parah sehingga menyebar ke jaringan sekitarnya, di perut dan alat kelaminnya.

“Kanker dapat menyebabkan priapisme, yakni ereksi yang bertahan lama dan menyakitkan. Ini karena sel-sel kanker tumbuh dengan cara memerangkap darah di bagian-bagian penism yang berperan untuk ereksi,” jelas dokter Ryan Pereira dari Princess Alexandra Hospital, Woolloongabba, Queensland, dilansir Mail Online, Senin (15/7/2019).

Ahli urologi juga menambahkan, kakek tersebut mungkin mengalami ereksi yang tidak normal. Dalam kasus ini, ereksi hanya dapat mereda ketika kanker yang menjadi penyebabnya diobati, yaitu menghilangkan semua sel kanker.

Sayangnya, kondisi kanker kandung kemih yang parah dan terlambat memeriksakan diri membuat kakek ini meninggal dunia.

2 dari 4 halaman

Darah pada Urine

Ada darah pada urine, tanda kanker kandung kemih. (iStockphoto)

Ereksi yang berlangsung lebih dari empat jam, bahkan bertahan lama dikenal dengan kondisi priapisme mungkin disebabkan obat-obatan. Misal, antidepresan, ganja dan kokain, dan kelainan darah.

Priapisme ganas akibat kanker terjadi pada kurang dari 500 kasus. Hal ini telah dilaporkan dalam literatur, tetapi jumlah pastinya tidak jelas.

Selain ereksi menyakitkan dan sulit buang air kecil, kakek 81 tahun itu mengeluhkan nyeri panggul yang semakin memburuk. Ia mengaku juga melihat darah di urinenya, yang merupakan salah satu tanda paling umum kanker kandung kemih.

3 dari 4 halaman

Bentuk Kanker Langka

Bentuk kanker kandung kemih langka.

Hasil scan yang menemukan tumor berukuran sekitar 3 cm di lapisan dinding kandung kemih dikonfirmasi sebagai bentuk kanker kandung kemih langka, yang disebut plasmacytoid urothelial carcinoma (PUC).

Asap tembakau adalah penyebab umum kanker kandung kemih, terhitung lebih dari sepertiga kasus, menurut National Health Service Inggris. Sang kakek adalah mantan perokok berat.

Ia mulai merokok pada usia empat tahun dan merokok lebih dari 100 bungkus per tahun, menurut para dokter. Pada saat didiagnosis, kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di selangkangannya, yang mengakibatkan beberapa area membengkak.

Tim medis berhasil membuang air seni di kandung kemihnya dengan memasukkan kateter ke dinding perutnya. Ketika dokter berdiskusi perawatan paliatif untuk meringankan gejalanya, kesehatan kakek cepat memburuk lalu meninggal.

Laporan kasus ini dipublikasikan pada jurnal BMJ.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Tak Hanya Lezat, Matcha Juga Bisa Redakan Kecemasan

Liputan6.com, Jakarta Matcha tengah jadi tren di dunia kuliner saat ini. Nyaris semua minuman dan camilan diberi bubuhan bubuk matcha sebagai varian rasa. Warna hijau segar dan rasa yang khas memang menimbulkan sensasi tersendiri bagi dunia kuliner. 

Nah, rupanya selain memiliki rasa khas yang lezat, matcha juga menyimpan manfaat menyehatkan terutama dalam meredakan kecemasan. Fakta ini didukung oleh sebuah penelitian ilmiah yang dipublikasikan dalam Journal of Functional Foods.

Studi yang dilakukan terhadap tikus itu menemukan, perilaku kecemasan pada hewan pengerat itu menurun setelah mereka mengonsumsi bubuk atau ekstrak matcha.

2 dari 2 halaman

Efek menenangkan

Ilustrasi matcha. Sumber foto: unsplash.com/rawpixel.

Para peneliti mengatakan, teh asal Jepang tersebut memiliki efek menenangkan pada reseptor dopamin dan serotonin yang aktif ketika suatu makhluk mengalami kecemasan, melansir laman Times of India.

“Meskipun diperlukan penelitian epidemiologis lebih lanjut, hasil dari studi kami menunjukkan bahwa matcha yang telah digunakan sebagai bahan pengobatan selama bertahun-tahun, kemungkinan besar sangat bermanfaat bagi tubuh manusia,” ucap Yuki Kurauchi dari Kumamoto University, Jepang.

“Kami berharap penelitian kami akan Matcha bisa memberi manfaat kesehatan bagi dunia,” lanjut Kurauchi.

Cara Aman Ibu Hamil Atasi Nyeri Sendi

Liputan6.com, Jakarta – Nyeri sendi merupakan salah satu gangguan yang menyerang persendian tubuh, yang diakibatkan oleh peradangan. Biasanya nyeri sendi diikuti dengan rasa kaku pada sendi, kemerahan, serta pembengkakan. 

Nyeri sendi bukan hal yang sepele, pasalnya orang yang mengalami nyeri sendi ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Apalagi nyeri sendi yang menyerang para ibu hamil. Berhubung bobot tubuh semakin bertambah karena adanya sang buah hati, ibu hamil juga suka dihantui dengan kondosi tersebut.

Tapi apakah nyeri sendi pada ibu hamil dapat disembuhkan tanpa obat? Kali ini AsmaraKu bersama dengan dokter spesialis saraf Dewanta dari Rumah Sakit EMC Sentul akan menjawab pertanyaan tersebut. Simak selengkapnya di channel AsmaraKu di Vidio berikut ini.

Anak dengan Kanker Harus Terbebas dari Malanutrisi

Liputan6.com, Jakarta – Permasalahan malanutrisi juga menghantui anak dengan penyakit tidak menular seperti kanker.

Dokter spesialis anak konsultan dari RS Kanker Dharmais, Mururul Aisyi, menjelaskan bahwa saat ini angka kejadian kanker pada anak mencapai sembilan dari 100.000 anak usia 0 sampai 17 yang tersebar di seluruh Indonesia dengan jenis dan kasus yang beragam.

Kasus yang paling sering di antaranya leukemia, retinoblastoma, osteosarcoma, neuroblastoma, limfoma maligna, karsinoma, dan nasofaring.

Menurut dia, anak dengan kanker memang memiliki tantangan tersendiri, terutama pada fluktasi kebutuhan nutrisi.

2 dari 4 halaman

Hak Pasien Anak dengan Kanker

Ketika Pemenuhan Gizi Anak dengan Kanker (Ilustrasi/iStockphoto)

 Meski didiagnosis dengan kanker anak-anak itu tetap punya hak mempunyai tumbuh kembang dan optimal.

“Justru, mereka butuh asupan nutrisi yang lebih dan harus diperhatikan saat menjalani penanganan medis,” kata dia seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com pada Senin, 15 Juli 2019.

Nutrisi yang baik, lanjut Mururul, harus didapat pasien kanker anak guna mengimbangi beban penyakit dan mempertahankan kapasitas fungsional tubuh selama masa perawatan.

Sebab, pasien anak dengan kanker rentan mengalami sejumlah kondisi malanutrisi akibat peningkatan konsumsi energi maupun gangguan absorbsi nutrisi yang dapat disebabkan oleh penanganan atau pengobatan, atau penyakit itu sendiri.

3 dari 4 halaman

Pengaruh Penanganan Kanker pada Anak

Ilustrasi Foto Ibu dan Anak dengan Kanker (iStockphoto)

Menurut Marurul, beberapa jenis penanganan yang dapat memengaruhi kondisi status nutrisi umumnya karena efek samping dari kemoterapi, seperti muntah, anorexia, dan malabsorbsi.

“Hingga peningkatan napsu makan akibat konsumsi obat anti-peradangan seperti kortikoseteroid,” ujarnya.

4 dari 4 halaman

Bicara Gizi untuk Anak dengan Kanker

Danone Indonesia Bekerjasama dengan Yayasan Pita Kuning untuk Bicara Gizi untuk anak yang didiagnosis dengan kanker (Foto: Danone Indonesia)

Oleh sebab itu, kegiatan Bicara Gizi yang diusung oleh Danone Indonesia mengangkat isu penting mengenai kebutuhan nutrisi bagi pasien anak dengan penyakit tidak menular, kanker salah satunya.

“Kami bekerjasama dengan Yayasan Pita Kuning dalam pelaksanaan edukasi nutrisi serta kegiatan hiburan lain guna mencegah malanutrisi kepada pasien anak dengan kanker,” kata External Communication Manager for Early Life Nutrition and Medical Nutrition Danone Indonesia, Desytha Rahma Dwi Utami,

Berdasarkan data yang dikumpulkan Danone Indonesia, terdapat tiga sampai lima persen prevalensi kanker pada anak (sebanyak 4.156 kasus) di Indonesia.

Saat ini, terdapat hingga 60 persen pasien anak dengan kanker yang terdiagnosisi malanutrisi, bergantung apda tipe kanker, jenis terapi, dan metode pengukuran.

Danone Indonesia menekankan bahwa perlu penelitian lebih mendalam guna mengetahui pasti mengenai kondisi malanutrisi pada anak dengan kanker.

Meski demikian, sebuah studi di RSUP Dr Kandou Manado menunjukkan bahwa 32,3 persen anak berstatus gizi kurang dan 12,9 mengalami obesitas yang dinilai saat akhir induksi kemoterapi.

Tim Kesehatan Mobile Bandara Siaga 24 Jam Tolong Jemaah Haji yang Sakit

Liputan6.com, Jakarta Mabuk perjalanan menjadi salah satu keluhan jemaah haji Indonesia saat baru mendarat di Bandara Madinah atau Jeddah, Arab Saudi. Itu sebabnya pemerintah menempatkan tim kesehatan mobile bandara (tim mobile) yang bakal siaga menolong jemaah haji Indonesia yang mengalami gangguan kesehatan.

Salah satu jemaah haji dari Embarkasi Palembang sudah mendapatkan bantuan tim kesehatan mobile bandara pada Sabtu, 13 Juli 2019. Saat itu, ia mengalami vomitus (mual dan muntah) saat menaiki bus yang akan mengantar ke hotel. Tak berapa lama, seorang dokter dari tim kesehatan mobile bandara mendatangi bus jemaah haji tersebut sambil membawa emergency kit.

Dokter menduga jemaah haji tersebut mengalami gangguan pencernaan, maka diberikan obat antimual dan antigastritis untuk menghilangkan mual dan muntah seperti dikutip rilis dari Kementerian Kesehatan RI.

“Kasusnya saat di pesawat ada goncangan, mungkin juga dari kelelahan. Stressornya kelelahan. Ada suasana baru. Kemungkinan juga kurang asupan makan, sehingga terjadi vomitus,” ujar anggota tim kesehatan mobile bandara, dokter Lucky Cahyono.

Salah satu jemaah haji yang sakit saat mendarat di Tanah Suci. (Foto: Kemenkes RI)

2 dari 3 halaman

Siaga di 4 Terminal Kedatangan

Tim kesehatan mobile berjaga di empat terminal kedatangan di Bandara Madinah. Keberadaan tim ini untuk mendeteksi, mencegah dan memberikan respons ketika ada jemaah haji Indonesia yang mengalami gangguan kesehatan di area bandara Arab Saudi.

Saat jemaah datang, mereka akan mengamati mana jemaah yang sakit, lalu segera memberikan pertolongan jika terjadi sesuatu. Di samping itu juga membantu menyampaikan edukasi kesehatan.

Sampai Minggu, 14 Juli 2019 sudah ada 16 jemaah yang ditangani tim mobile.  Lima di antaranya dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah.

Tim kesehatan mobile diperkuat 20 orang personil yang terdiri dari dokter, perawat dan tenaga farmasi serta didukung oleh 4 orang tenaga pendukung kesehatan. Mereka bekerja 24 jam dalam 3 shift. Mereka siap dengan mobile kit yang berisi obat-obatan emergensi, infus dan peralatan kesehatan.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut

4 Hal Sederhana yang Bikin Anak Semangat Sekolah

Liputan6.com, Jakarta Tahun pelajaran baru dimulai, sebagian besar anak-anak mulai masuk sekolah hari ini. Tentu, sebagai orangtua perlu memberikan dukungan kepada buah hati yang tengah mulai sekolah agar semangat belajar. 

Seperti dilansir dari health.harvard.edu, pengalaman sekolah bisa menjadi hal yang menyenangkan dan menakutkan untuk anak. Ini beberapa tips untuk membantu anak dapat menjalani masa sekolah dengan lancar.

1. Komunikasi

Membicarakan tentang sekolah, persiapan sekolah, bagaimana anak ke sekolah, apa yang akan mereka lakukan, dan bagaimana sekolah akan berakhir dan apa yang terjadi ketika mereka pulang dapat membantu anak yang baru akan pertama kali masuk sekolah. Orangtua harus positif dan mendukung anak bersekolah.

2. Menyiapkan bekal

Tips ini sangat baik untuk anak yang pilih-pilih makanan atau anak yang tidak terbiasa dengan makan bekal. Mencoba membuat bekal dan camilan untuk anak dapat menjadi latihan menyenangkan dan Anda dapat mengetahui selera anak.

Ilustrasi bekal nasi goreng./Copyright shutterstock.com

2 dari 3 halaman

3. Tidur terjadwal

Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Anak biasanya tidur 9 hingga 10 jam setiap malam. Mengetahui berapa lama mereka harus tidur untuk bangun pagi dapat bangun dengan segar dan cepat di pagi hari. Mulai jadwalkan tidur anak setidaknya satu minggu sebelum sekolah sehingga anak dapat menyusaikan diri dengan rutinitas.

4. Mengetahui jadwal sekolah anak

Sangat menyenangkan bisa mengetahui anak mengikuti banyak kegiatan di sekolah, namun orangtua harus ingat bahwa anak juga perlu istirahat dan transisi ke sekolah bisa membuat stres pada anak. Jaga jadwal anak tetap ringan hingga ia mulai terbiasa.

Penulis: Febrianingsih Alamako

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut