Penyebab Gusi Bengkak dan Cara Mengatasinya dengan Bahan Alami, Mudah Dipraktikkan

Liputan6.com, Jakarta Berbicara tentang kesehatan gigi, tentu saja kamu akan fokus pada cara mencegah gigi berlubang. Tetapi, siapa sangka ternyata penting juga untuk memperhatikan kesehatan gusi. Gusi tidak hanya berperan penting pada kesehatan gigi, tetapi juga kesehatanmu secara keseluruhan.

Terkadang, kita pasti pernah mengalami bengkak pada gusi. Bila tidak segera diobati, gusi yang bengkak akan terasa sakit dan nyeri hingga mengganggu aktivitas. Gangguan pada gusi merupakan gangguan yang sering terjadi.Rasa sakit tersebut akan mengganggu aktivitas keseharian karena memang bisa menimbulkan sakit kepala yang lumayan menyakitkan.

Masih banyak dari kita yang belum tahu apa penyebab gusi menjadi bengkak. Berikut penyebab gusi bengkak yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (16/1/2019).

2 dari 5 halaman

Penyebab Gusi Bengkak

ilustrasi senyum (Sumber: Unsplash) / Kyle Loftus

1. Menumpuknya karang atau plak pada gigi

Umumnya, penyebab gusi bengkak karena plak yang merupakan sisa-sisa dari makanan kemudian tertinggal lama dan tidak segera dibersihkan. Lama-kelamaan sisa makanan yang tidak segera dibersihkan ini akan menumpuk dan menyebabkan karang gigi serta mengakibatkan gusi membengkak.

Selain itu, air liur yang mengandung mineral malahan akan membantu sisa makanan tadi mengeras dan karang gigi yang terbentuk pun menjadi keras atau sedimentasi.

2. Gingivitis

Menumpuknya plak pada gusi yang terakumulasi dalam jumlah besar dan lama dapat menyebabkan inflamasi yang disebut dengan gingivitis. Gingivitis juga merupakan penyakit pada gusi.

3. Gigi yang berlubang

Gigi yang berlubang karena kuman juga dapat merambah hingga gusi dan menyebabkan gusi bengkak.

4. Terkena virus atau jamur

Ketika kamu tidak mengatur makanan yang masuk ke dalam mulut , bukan tidak mungkin kamu juga memasukkan virus atau jamur ke dalam mulut sendiri.

5. Kesalahan pemasangan aksesori pada gigi

Pemasangan aksesori gigi seperti gigi palsu atau behel yang salah bisa juga menyebabkan gusi bengkak. Ketika sudah terlanjur mengalami gusi bengkak dan ingin segera sembuh, kamu bisa mencoba cara mengobati gusi bengkak sendiri dan tentu saja aman dan efektif.

3 dari 5 halaman

Cara Menghindari Penyebab Gusi Bengkak

Ilustrasi./Copyright pexels.com/@mentatdgt-330508

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Kalau kamu sudah mengetahui apa saja penyebab gusi bengkak, maka kamu juga bisa menghindari hal-hal tersebut. Selain itu kamu juga dapat menghindari penyebab gusi bengkak dengan langkah-langkah berikut:

• Sikat gigimu setidaknya dua kali setiap hari

Pastikan kamu melakukan teknik menyikat yang benar. Jika kamu tidak tahu cara menyikat gigi yang benar, bertanyalah pada dokter gigi atau ahli lainnya.

• Gunakan benang pembersih gigi setiap hari

Menggunakan benang pembersih gigi tidak memakan waktu lama. Menggunakan benang pembersih gigi merupakan hal terpenting yang dapat kamu lakukan untuk mencegah masalah gusi.

• Gunakan obat kumur setiap hari

Obat kumur antiseptik dapat membunuh bakteri yang menyebabkan penyakit gusi.

• Makan-makanan sehat

Makan-makanan sehat seperti mengonsumsi vitamin C dan kalsium, dapat meminimalkan kemungkinan kamu mengalami masalah gusi.

• Minum banyak air putih

Minum air putih, terutama setelah makan dapat membantu membersihkan sisa makanan dari gigi dan memperkecil kemungkinan bakteri yang membentuk plak yang merusak gusi.

• Jauhi Tembakau

Jika kamu merokok atau menggunakan produk tembakau lainnya, cobalah untuk berhenti.

• Berhati-hatilah dengan makanan dan minuman yang terlalu panas atau dingin

Ketika memiliki masalah gusi, kamu mungkin merasa lebih nyaman memiliki makanan dan minuman yang suam-suam kuku atau dingin.

• Rileks

Stres meningkatkan kadar hormon stres kortisol. Hormon ini dapat meningkatkan kemungkinan peradangan di seluruh tubuh, termasuk di gusimu.

4 dari 5 halaman

Cara Mengatasi Gusi Bengkak

Ilustrasi tersenyum. (via: thehappydept.com)

1. Garam

Sudah jadi rahasia umum kalau garam biasa digunakan jika ada masalah kesehatan pada gigi. Garam dapat digunakan sebagai cara mengobati gusi gigi yang mujarab. Sodium yang tinggi dapat membasmi bakteri penyebab plak atau karang gigi. Garam menjadi antiseptic alami bau kesehatan mulut.

Masukkan 2 sdm garam ke dalam segelas air hangat. Aduk hingga larut. Gunakan sebagai obat kumur setiap kali kamu selesai sikat gigi agar bakteri dapat dibasmi sampai bersih.

2. Lemon

Asam dalam lemon berfungsi sebagai alkali alami agar kadar pH dalam mulut seimbang. Selain itu lemon juga merupakan antibakteri yang efektif untuk membasmi bakteri penyebab gigi berlubang. Lemon juga dapat menjadi cara alami mengobati gusi bengkak karena gigi berlubang.

Peras 1 buah lemon, masukkan dalam segelas air hangat. Gunakan untuk berkumur 3 kali sehari agar bakteri benar-benar hilang.

3. Jeruk nipis

Sama halnya dengan lemon, jeruk nipis juga efektif untuk membasmi bakteri dalam mulut sehingga kesehatan mulut terjaga. Peras 2 buah jeruk nipis, campurkan dengan segelas air hangat lalu gunakan untuk berkumur.

4. Belimbing wuluh

Rasa asam dalam belimbing wuluh berguna sebagai antibakteri yang tentu saja efektif dalam membasmi bakteri dalam mulut.

Caranya adalah dengan menumbuk halus 2 biji belimbing wuluh yang belum matang. Tumbukkan belimbing wuluh ini kemudian oleskan pada bagian gigi yang sakit.

5. Daun jambu biji

Daun jambu biji juga ternyata berguna sebagai antibakteri yang berguna untuk menjaga kesehatan mulut. Selain itu daun jambu efektif mengempeskan gusi yang bengkak karena mengandung antibakteri, antiiflamasi, dan analgesi yang kuat. Yang perlu kamu lakukan hanya mengunyah jambu biji. Atau merebus daun jambu biji dengan segelas air kemudian gunakan untuk berkumur.

6. Bawang merah

Bawang merah mengandung antiseptik alami yang efektif membunuh kuman. Caranya adalah dengan menumbuk halus 1 siung bawang merah dengan 1 sdt garam lalu tempelkan pada gigi yang sakit.

7. Bawang putih

Bawang putih sama dengan bawang merah berguna sebagai antiseptik alami. Caranya adalah dengan menumbuk halus 1 siung bawang putih dengan 1 sdt garam lalu tempelkan pada gigi yang sakit.

5 dari 5 halaman

Cara Mengatasi Gusi Bengkak

Ilustrasi gigi putih bersih. (purewow.com).

8. Asam Jawa

Asam Jawa juga merupakan salah satu bahan alami berikutnya yang bisa digunakan sebagai antiseptik alami. Caranya adalah dengan menyangrai biji asam jawa lalu tempelkan pada gigi yang sakit.

9. Cengkeh

Cengkeh juga satu dari banyak bahan alami yang dapat mengobati gusi bengkak. Caranya adalah dengan menumbuk halus cengkeh kemudian tempelkan pada gigi yang sakit.

10. Merica

Merica berguna sebagai cara mengobati gusi bengkak karena mengandung antibakteri, anti-inflamasi, dan analgesik. Caranya adalah dengan mencampur merica dan garam, tuang sedikit air hingga berbentuk pasta, lalu oleskan pada gigi yang sakit.

11. Serai

Serai juga dapat menjadi cara mengobati gusi bengkak. Caranya dengan merebus 2 tangkai serai dengan segelas air. Lalu biarkan hingga air berkurang setengahnya. Kemudian gunakan untuk berkumur.

12. Jahe

Ada kandungan antibakteri yang berfungsi memberangus bakteri dalam mulut. Caranya adalah dengan memarut 1 buah jahe. Kemudian peras airnya. Gunakan air perasan jahe untuk berkumur.

13. Getah jarak

Getah jarak mengandung antiseptik, antibakteri, dan antibiotik yang tinggi. Caranya adalah dengan meneteskan getah jarak pada gigi yang sakit.

14. Air kelapa

Air kelapa juga berguna sebagai antiseptik alami. Berkumurlah dengan menggunakan air kelapa alami setiap sesudah menggosok gigi.

Reporter: Anugerah Ayu Sendari

Penyebab Kanker Serviks, Gejala, dan Pengobatan yang Harus Kamu Tahu Sejak Dini

Liputan6.com, Jakarta Kanker serviks adalah kanker yang terjadi saat ada sel-sel di leher rahim alias serviks yang tidak normal, dan berkembang terus dengan tidak terkendali. Sel-sel abnormal tersebut bisa berkembang dengan cepat sehingga mengakibatkan tumor pada serviks. Tumor yang ganas nantinya berkembang jadi kanker serviks. Leher rahim sendiri adalah organ yang berbentuk seperti tabung silinder. Fungsinya yaitu menghubungkan vagina dengan rahim.

Kanker serviks sangat umum ditemui di seluruh dunia. Menurut catatan Badan Kesehatan Dunia atau WHO, kanker serviks merupakan jenis kanker nomor empat yang paling sering menyerang wanita. Lebih jauh, WHO juga mengamati bahwa angka kejadian kanker leher rahim lebih besar di negara-negara berkembang daripada di negara-negara maju.

Di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan bahkan mencatat bahwa kanker serviks menempati peringkat kedua untuk jenis kanker yang paling banyak ditemui setelah kanker payudara. Setiap tahunnya, ada sekitar 40.000 kasus baru kanker serviks yang terdeteksi pada perempuan Indonesia. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Namun, semakin bertambah usia, risiko seseorang mengalami kanker leher rahim semakin besar. Oleh sebab itu penyebab kanker serviks perlu diketahui sejak dini.

Penyebab kanker serviks sendiri belum banyak yang tahu. Tidak hanya itu cirinya masih tidak begitu dipahami oleh masyarakat, sehingga pengobatan atau pencegahan seringkali terlambat diberikan. Berikut penyebab kanker serviks yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (16/1/2019):

2 dari 5 halaman

Penyebab Kanker Serviks

Ilustrasi wanita sakit

1. Infeksi Human Papilloma Virus (HPV)

Penyebab kanker serviks yang pertama adalah melalui hubungan seksual dengan banyak pasangan dapat meningkatkan risiko terkena HPV 16 dan 18. Begitu juga dengan perilaku seksual berisiko seperti seks tanpa kondom atau berbagi mainan seks (sex toys) yang sama. Selain itu, wanita yang tidak pernah mendapatkan vaksin (imunisasi) HPV tentu lebih rentan terinfeksi HPV yang bisa jadi kanker serviks.

2. Merokok

Tembakau mengandung banyak zat kimia yang tidak baik untuk tubuh. Nah, usut punya usut wanita yang merokok memiliki risiko hingga dua kali lebih besar dibanding wanita non-perokok dalam terkena kanker serviks. Oleh sebab itu dipercaya jika merokok merupakan salah satu penyebab kanker serviks.

3. Imunosupresi

Pengobatan atau kondisi yang mempengaruhi sistem imun, seperti Human Immunodeficiency Virus (HIV), virus yang menyebabkan AIDS, bisa meningkatkan risiko terkena infeksi HPV dan jadi kanker serviks.

4. Infeksi klamidia

Kanker serviks bisa disebabkan karena adanya infeksi salah satu penyakit menular seksual, yaitu klamidia. Hal ini berdasarkan hasil dari beberapa penelitian yang menunjukkan risiko yang lebih tinggi dari kanker serviks pada wanita dengan hasil tes darah yang menunjukkan pernah atau sedang memiliki infeksi klamidia.

5. Hamil atau melahirkan di usia sangat muda

Hamil dan atau melahirkan di usia yang masih sangat muda, seperti saat berusia di bawah 17 tahun merupakan salah satu penyebab kanker serviks. Wanita yang berusia lebih muda dari 17 tahun saat hamil pertama (tidak keguguran) dua kali lebih rentan terkena kanker serviks.

3 dari 5 halaman

Gejala Kanker Serviks

Ilustrasi wanita sakit

Banyak wanita yang tak menyadari terkena kanker serviks karena tidak mengetahui gejala kanker serviks. Perubahan sel serviks yang abnormal (sebelum menjadi kanker) jarang menimbulkan gejala. Bahkan, seringkali tak ada tanda-tanda kanker serviks stadium awal. Ada kalanya gejala kanker serviks pun timbul ketika sudah memasuki stadium 1B.

Secara umum, gejala kanker serviks yang paling sering ditemui adalah pendarahan abnormal. Pendarahan ini paling banyak muncul sehabis berhubungan seks. Nyeri dan perdarahan ini kadang terjadi bukan pada masa menstruasi, dan juga pada saat seorang wanita telah memasuki masa monopause. Berikut ini gejala kanker serviks:

• Terasa sakit yang kerap muncul sehabis berhubungan seks.

• Siklus menstruasi yang berubah meski tanpa diketahui penyebab secara jelas. Biasanya menstruasi terjadi selama lebih dari 1 minggu, atau bahkan 3 bulan, dengan volume pendarahan yang sangat banyak di luar siklus menstruasi normal.

• Keluar cairan dari vagina dengan tanda-tanda antara lain, cairan berbau, mengandung darah, serta berwarna, mulai dari kepucatan, merah muda hingga kecoklatan.

• Berat badan turun dengan cepat dan drastis.

• Rasa nyeri di bagian tulang.

• Selera makan menurun atau hilang sama sekali.

• Nyeri pada perut, serta panggul terasa sakit.

• Salah satu kaki terjadi pembengkakan.

• Penyumbatan pada ginjal atau ureter, menghambat buang air kecil.

• Terjadi perubahan pada kebiasaan saat buang air kecil atau besar.

• Ada darah dalam urine, biasa dikenal dengan istilah hematuria.

• Pinggang, serta punggung terasa nyeri, ini karena adanya nyeri ginjal atau dikenal dengan istilah hidronefrosis.

4 dari 5 halaman

Pencegahan Kanker Serviks

Ilustrasi Foto Wanita Memasak (iStockphoto)

Mengonsumsi berbagai jenis buah dan sayuran kemungkinan dapat melindungimu dari kanker serviks. Kebanyakan kasus kanker serviks disebabkan infeksi HPV. Para ahli, seperti dikutip dari WebMD yakin pola makan dengan banyak antioksidan, karotenoid, flavonoid, dan folat yang ada dalam buah-buahan dan sayuran dapat membantu tubuh memerangi dan mencegah infeksi HPV.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cancer Research menemukan bahwa perempuan yang dalam darahnya ditemukan senyawa kimia tertentu dalam jumlah banyak, yang merupakan indikasi bahwa ia memasukkan banyak buah dan sayuran dalam pola makannya, mampu mengenyahkan infeksi HPV dari tubuhnya lebih cepat daripada terapi lain. Nah, berikut ini sayur dan buah yang bisa mencegah kanker serviks:

1. Jenis makanan kaya flavonoid misalnya apel, asparagus, brokoli, kubis, kranberi, bawang putih, selada, bawang merah, kedelai, dan bayam.

2. Makanan kaya folat misalnya alpukat, sereal dan roti, kacang lentil, jus jeruk, stroberi.

3. Sumber karotenoid adalah makanan yang berwarna oranye, misalnya wortel, ubi, dan labu.

5 dari 5 halaman

Pengobatan Kanker Serviks

Tak Jarang Napsu Makan Pasien Kanker Justru Menurun Akibat Pengobatan (Ilustrasi/iStockphoto)

Setelah mengetahui gejala dan penyebab kanker serviks, penting juga untuk mengetahui cara pengobatannya. Pengobatan terhadap kanker serviks meliputi bedah, kemoterapi, radioterapi, atau kombinasi ketiganya.

Metode yang dipilih tergantung kepada beberapa faktor, yaitu stadium kanker, jenis kanker, serta kondisi kesehatan pasien. Biasanya, ada tiga pilihan penanganan utama untuk kanker serviks, yakni operasi, radioterapi dan kemoterapi.

Reporter: Afifah Cinthia Pasha

Penyebab BAB Berdarah dan Cara Mengatasinya, Kamu Perlu Tahu

Liputan6.com, Jakarta Apakah kamu pernah mengalami pendarahan saat buang air besar alias BAB? Jika iya, jangan langsung mengambil kesimpulan bahwa penyebab BAB berdarah kamu dikarenakan terkena penyakit wasir alias ambeien saja.

Darah yang keluar saat buang air besar memang bikin kamu khawatir. Memang sih, ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab BAB berdarah. Buang air besar berdarah kadang dapat disimpulkan sebagai masalah yang cukup serius, akan tetapi tidak melulu seperti itu.

Namun kamu juga perlu waspada terhadap darah yang keluar saat BAB. Hal itu dikarenakan penyebab BAB berdarah bisa menjadi tanda indikasi mengidap kanker usus. Selain itu, salah satu penyebab BAB berdarah ialah adanya permasalahan pada saluran pencernaan kamu.

Ada beberapa penyakit berbahaya yang menjadi penyebab lain keluarnya darah saat kamu buang air besar. Apa saja penyakit berbahaya tersebut? Berikut penyebab BAB berdarah dan cara mengatasinya yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (16/1/2019).

2 dari 4 halaman

Penyebab Pendarahan Saat BAB

Jika Anda sering mengalami sembelit atau susah Buang Air Besar (BAB), Anda tidak sendirian

1. Wasir

Wasir ialah pembengkakan ataupun peradangan akibat dari pelebaran pembuluh darah vena yang terdapat pada daerah anus. Meski wasir bukan termasuk dalam penyakit berbahaya, akan tetapi rasa nyeri yang diakibatkan oleh wasir sangatlah mengganggu.

Gejala wasir inilah penyebab BAB berdarah. Darah yang keluar saat kamu BAB berwarna merah segar dan terdapat benjolan di lubang anus, serta rasa gatal di sekeliling anus. Jika kamu memiliki tanda-tanda tersebut disarankan untuk memiliki pola makan yang kaya akan serat. Hal ini akan membantu untuk memperlunak konsistensi feses.

Mengidap penyakit wasir pun dapat disebabkan berbagai faktor. Salah satunya yaitu karena keturunan genetik. Kamu juga bisa terkena wasir karena lemahnya pembuluh darah vena yang berada di rektum atau anus. Namun bisa pula disebabkan karena terlalu sering dan kuat saat mengedan apabila kesulitan buang air besar ataupun saat terkena diare.

2. Ulkus Lambung

Ulkus Lambung atau Tukak Lambung adalah luka yang terjadi pada lapisan dalam lambung atau duo denum (ujung atas usus kecil) . Seseorang yang memiliki ulkus lambung biasanya mengalami keluhan berupa nyeri pada ulu hati setelah makan, mual dan perdarahan saat buang air besar. Beberapa faktor menjadi penyebab seseorang terkena ulkus lambung, di antaranya:

• Peningkatan asam lambung.

• Stres.

• Faktor genetik.

• Serta dapat disebabkan oleh bakteri helicobacter pylori.

• Pengobatan jangka panjang dengan dosis tinggi anti pradangan.

3 dari 4 halaman

Penyebab Pendarahan Saat BAB

Ilustrasi (sumber: Pixabay)

3. Anal Fissure

Ialah robekan yang terjadi pada kulit di sekitar anus. Hal ini tentu saja sangat menyakitkan karena kulit tersebut menjadi sangat sensitif. Meskipun ini bisa menyebabkan pendarahan, akan tetapi kamu tidak perlu khawatir.

Hal itu karena pendarahan yang terjadi akan cepat terhenti dan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Kulit di sekitar anus menjadi sangat sensitif, maka kamu juga akan mengalami rasa ingin terus buang air besar, meski usus telah kosong.

4. Kolitis

Kolitis juga bisa menyebabkan pendarahan saat BAB yang paling sering terjadi. Kolitis merupakan peradangan yang terdapat pada usus, hal ini disebabkan oleh infeksi serta pola makan yang tidak teratur.

5. Polip Usus

Polip merupakan pertumbuhan jaringan dari dinding usus yang menonjol ke dalam lumen usus. Meski penderita polip usus ini tidak memiliki gejala serius, akan tetapi pasien dengan polip usus ini dapat mengalami keluhan darah keluar dari anus saat BAB. Meskipun tidak memiliki gejala serius, akan tetapi pasien penderita polip ini apabila mengalami pendarahan secara terus menerus, tentu saja akan mengancam nyawa pasien.

6. Kanker Usus

Kanker usus ialah kanker yang paling umum ditemui. Faktor resiko dari kanker usus ini meliputi kurangnya mengonsumsi sayur namun terlalu banyak mengonsumsi daging merah. Rokok juga dapat meningkatkan terjadinya risiko terkena kanker usus. Gejala kanker usus ini pun meliputi perubahan feses, penurunan berat badan serta kesulitan buang air besar yang bisa menyebabkan pendarahan.

4 dari 4 halaman

Cara Mengatasi BAB Berdarah

Ilustrasi kulit sehat karena makanan (iStockphoto)

Ada beberapa cara untuk mengatasi buang air besar yang berdarah. Secara umum dokter akan menghentikan pendarahan akut dengan cara menginjeksi bahan kimia pada titik pendarahan. Namun ada baiknya untuk mengobati pendarahan dihentikan dari penyebab terjadinya pendarahan agar tidak kambuh kembali.

Kamu juga akan diberi obat antibiotik atau obat antiperadangan, bahkan melakukan operasi apabila pendarahan karena polip pada usus. Dan berikut beberapa cara mengatasi BAB berdarah yang perlu kamu ketahui:

• Bersihkan anus dengan air bersih.

• Perbanyak konsumsi makanan berserat tinggi.

• Minum air mineral minimal 8 gelas per hari.

• Hindari mengedan terlalu keras saat buang air besar.

• Hindari duduk di toilet terlalu lama.

• Hindari minuman beralkohol karena dapat memperparah kondisi yang sedang dialami.

Dan apabila masalah BAB berdarah masih terus terjadi secara berkala, maka lebih baik lakukan konsultasi pada dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Menjaga pola makan dan gaya hidup menjadi salah satu cara mengatasi pendarahan saat BAB.

Reporter: Novita Ayuningtyas

Memotong Bulu Mata Bayi Bisa Bikin Lentik?

Liputan6.com, Jakarta Mitos dan fakta kerap kali bercampur baur dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya mengenai kepercayaan menggunting bulu mata bayi agar tumbuh lentik. Apakah ini mitos atau fakta? Temukan jawabannya dalam kisah yang dibagikan oleh Mommy Kurniati Solekha dari Babyologist.

Siapa sih yang tidak gemas melihat bayi memiliki bulu mata lentik. Hal tersebut bahkan membuat banyak Moms mencari cara bagaimana agar bayi mereka memiliki bulu mata yang lentik. Saat ini, masih banyak orang yang beranggapan jika ingin membuat bulu mata bayi jadi lentik, maka salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memotongnya, kemudian nantinya bulu mata yang tumbuh akan menjadi lentik.

Faktanya, anggapan seperti itu hanyalah mitos semata. Sebenarnya bulu mata yang lentik bukan karena didapat dengan cara memotongnya, namun dipengaruhi oleh faktor hormon, faktor keturunan, serta faktor nutrisi yang dikonsumsi sang bayi.

Bulu mata sejatinya berfungsi untuk melindungi debu dan kotoran yang akan masuk ke dalam mata. Memotong bulu mata menjadi pendek malah hanya akan mengurangi fungsi bulu mata itu sendiri sebagai pelindung. Belum lagi ditambah dengan bayi berisiko terkena gunting bulu mata tersebut. Memang menggunting bulu mata bisa dilakukan di saat bayi sedang tidur, namun tak ada jaminan bayi tak akan bergerak-gerak. Gerakannya yang tiba-tiba mungkin saja akan mencelakai si Kecil.

Jadi Moms, mulai sekarang jangan berpikiran untuk memotong bulu mata si Kecil agar lentik yah, karena itu hanyalah mitos. Jika Moms ingin bulu mata si Kecil jadi lentik, maka bisa dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan alami seperti kemiri yang jauh lebih aman.

Semoga bermanfaat.

Ungkap Penyebab Gagal Ginjal dan Pencegahannya, Hanya 10 Persen yang Menyadarinya

Cara berikut dapat membuat Anda terhindar dari penyakit gagal ginjal yang mungkin menyerang tubuh Anda. Yuk, simak dan mulai dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Makan Buah-buahan seperti Apel, Anggur, Lemon, Semangka, dan Cranberries

Dilansir dari thehealthsite.com, buah-buahan berikut ini bermanfaat untuk mendukung kesehatan ginjal.

Apel adalah buah yang kaya akan zat antioksidan, rendah potasium, memiliki sifat anti inflamasi, dan mengandung pektin. Semuanya memainkan peranan penting untuk memperbaiki fungsi ginjal.

Anggur mengandung resveratrol, senyawa anti inflamasi yang bisa melindungi ginjal dari kerusakan. Disarankan untuk makan setidaknya 15 buah anggur per hari untuk memperbaiki fungsi ginjal dan menjaga keseimbangan elektrolit.Selain itu, mulailah hari dengan minum segelas air lemon. Sebab buah ini bisa mengeluarkan racun dari dalam tubuh serta memperbaiki fungsi ginjal.

Mengurangi Konsumsi Gula

Menghilangkan gula saat diet atau mengurangi asupan gula harian dapat mengurangi risiko diabetes, obesitas dan penyakit ginjal.

Kurangi Konsumsi Natrium

Mulailah dengan membatasi asupan makanan olahan dan menahan dorongan untuk makan sesuatu yang tinggi garam seperti keripik kentang, daging olahan, atau sosis.

Perbanyak Minum Air Putih

Menjaga kesehatan ginjal dapat dilakukan dengan mengonsumsi air putih dalam kadar yang cukup sehingga jumlah darah dalam tubuh tidak akan berkurang.

Namun, menurut Ketua PB Pernefri, dr. Aida Lydia, PhD., SpPD-KGH ketika seseorang didiagnosis mengalami gagal ginjal kronis stadium lanjut, banyak minum dapat menyebabkan terjadinya penumpukan cairan.“Penumpukan bisa di paru-paru, lalu dia jadi sesak napas. Bisa juga menumpuk di jaringan lainnya,” ujar Aida usai menjadi pembicara pada Konferensi Pers memperingati Hari Ginjal Sedunia, Rabu (7/3/2018).

Meski demikian, Aida menegaskan tidak semua orang dengan gagal ginjal dianjurkan untuk membatasi minum air putih. Menurutnya, kebutuhan cairan pada orang dengan gagal ginjal tergantung pada stadiumnya.

Reporter: Yunisda Dwi Saputri

8 Penyebab Sakit Pinggang Sebelah Kiri, Kesalahan Alas Tidur Salah Satunya

Liputan6.com, Jakarta Banyak orang mengeluh sakit pinggang. Sebagian memilih beristirahat untuk menyembuhkan nyeri itu atau pergi ke rumah sakit jika tak kunjung membaik.

Namun jika rasa sakit sudah parah, dokter biasanya akan memberikan perawatan yang cukup intensif. Sakit pinggang sebelah kiri merupakan keluhan yang cukup sering terjadi, dan dapat dialami oleh siapa saja.

Kondisi ini menyebabkan beragam keluhan, mulai dari begah, kembung, mual, hingga nyeri perut melilit.

Beragam penyakit dapat bersembunyi di balik sakit pinggang sebelah kiri. Ada banyak penyebab sakit pinggang bagian kiri dan banyak keluhan yang dirasakan oleh penderita yang sakit pinggang.

Keluhannya berupa nyeri tajam, seperti diremas, tiba-tiba, yang terjadi pada bagian pinggang belakang atau pada perut bagian bawah.

Nyeri ini dapat menjalar ke daerah selangkangan dan nyeri terjadi terus menerus.

Berikut telah liputan6.com rangkum penyebab sakit pinggang sebelah kiri yang biasakan oleh sebagian orang Rabu (16/11/2019).

2 dari 3 halaman

Penyebab sakit pinggang

Kenali Gejala Saraf Kejepit Sejak Dini

1. Saraf terjepit

Penyebab sakit pinggang yang pertama adalah saraf terjepit. Sakit pinggang dapat disebabkan oleh beberapa hal (otot, ginjal, saraf, tulang belakang). Bila menyebar hingga kaki dapat disebabkan oleh terjepitnya saraf.

Nyeri pinggang juga dapat disebabkan oleh nyeri alih yang berasal dari organ lain, misal pada batu ginjal atau dismenorea.

2. Terlalu lama mengemudi

Penyebab sakit pinggang yang kedua adalah terlalu lama mengemudi. Citroen UK dan British Chiropractic Association (BCA) telah melakukan penelitan dan bekerja sama untuk meningkatkan kesadaran akan potensi sakit pinggang akibat duduk sambil pengemudi dalam waktu lama.

Berdasarkan penelitian yang mereka lakukan, setidaknya 5,5 juta pengemudi di UK dapat menderita karena terlalu lama mengemudi.

3. Pembuluh darah tersumbat

Penyebab sakit pinggang yang ketiga adalah pembuluh darah tersumbat. Penyebab utamanya adalah duduk terlalu lama dengan posisi berkendara yang tidak nyaman.

Hal tersebut dapat memengaruhi tubuh melalui berbagai cara, misalkan menyebabkan ketegangan pada otot hingga menyumbat pembuluh darah.

4. Bekerja terlalu berat

Penyebab sakit pinggang yang keempat adalah bekerja terlalu berat. Sakit pinggang umumnya dialami oleh mereka yang melakukan pekerjaan fisik berat sehingga menyebabkan kesalahan pada struktur tulang belakangnya.

Saat seseorang melakukan pekerjaan berat dan tidak melakukannya secara tepat, ruas-ruas tulang belakang dapat menjepit saraf sehingga timbul rasa sakit.

5. Salah alas tidur

Penyebab sakit pinggang yang kelima adalah salah alas tidur. Selain karena faktor pekerjaan berat, penyebab sakit pinggang lainnya adalah kebiasaan yang salah, misalnya tidur dengan alas terlalu lentur. Sakit pinggang juga dapat timbul karena pengaruh penyakit lain seperti ginjal dan jantung.

6. Kurang minum

Penyebab sakit pinggang yang keenam adalah kurang minum. Tidak hanya itu Kurang minum memang dapat memicu sakit pinggang karena otot dan sendi membutuhkan cairan.

Namun 90 persen kasus nyeri pinggang bawah justru paling banyak terjadi karena kesalahan posisi tubuh dalam bekerja.

7. Batu Ginjal

Penyebab sakit pinggang yang ketujuh adalah batu ginjal yang ukurannya masih sangat kecil dapat menyebabkan rasa sakit di daerah pinggang karena iritasi dan sumbatan di sepanjang saluran kemih.

Rasa sakit ini dapat berupa sakit yang terasa parah di daerah pinggang belakang dan samping serta di bawah tulang iga.

Rasa sakit juga dapat menjalar hingga ke perut bagian bawah dan selangkangan. Sifat rasa sakit ini dapat hilang timbul dan semakin lama semakin bertambah sakit.

8. Obesitas atau kegemukan

Penyebab sakit pinggang yang selanjutnya adalah obesitas. Orang yang mengalami kegemukan atau obesitas rentan akan sakit pinggang. Biasanya jelang menopause, ligamen mereka cenderung lebih mudah nyeri.

Menurut Mahdian, berat badan kita itu ditopang oleh pinggang. Bayangkan bila berat badan Anda 100 kilogram, setidaknya bagian atas tubuh kita memiliki berat 50 kilogram dan pinggang harus menopangnya.

3 dari 3 halaman

Tips mencegah sakit pinggang

Beberapa tips yang dapat kamu terpakan diterapkan untuk mengurangi dan mencegah sakit pinggang.

1. Biasakan untuk melakukan pemanasan sebelum bekerja

2. Selalu perhatikan posisi duduk atau berdiri yang benar

3. Saat hendak mengangkat benda berat, jagalah sumbu tubuh dalam posisi tegak, jangan membungkuk yang justru akan menambah beban dan regangan pada tulang belakang

4. Olahraga berenang atau bersepeda bermanfaat untuk mengurangi nyeri dengan mengurangi tekanan pada struktur tulang punggung dan sekitarnya.

5. Hindari olaharaga yang memberikan beban pada tulang belakang seperti lari dan mengangkat beban yang justru akan memperparah nyeri, seperti lari atau angkat beban

6. Tidur dalam posisi lurus, sebaiknya di atas kasur/alas yang keras.

7. Coba latihan kekuatan otot punggung/latihan core seperti plank, side plank, bridge.

8. Cukup dengan rutin melakukan sit up.

9. Jangan lupa selalu melakukan stretching atau peregangan sebelum kamu memulai olahraga. Jika kamu tidak melakukan hal ini, otot pinggang bisa meregang atau keseleo dan akhirnya membuat sakit pinggang.

8. Pastikan juga tempat tidurmu nyaman. Tempat tidur yang nyaman dapat mencegah sakit pinggang. Tidurlah dengan posisi yang benar agar badanmu terasa segar ketika bangun esok hari.

Reporter: Heri Setiawan

Polusi Udara Diduga Jadi Penyebab Bocah Penderita Asma Ini Meninggal

Liputan6.com, Inggris Ella Kissi-Debrah (9) meninggal pada 2013 setelah berjuang melawan asma parah, yang diduga dipicu polusi udara dan kejang selama bertahun-tahun. Gadis kecil itu tinggal hanya 25 meter dari Jalan South Circular London, yang dikenal sebagai hotspot polusi udara di Inggris.

Pemeriksaan awal atas kematian anak itu menyimpulkan, Ella meninggal karena gagal pernapasan akut. Tetapi seorang ahli yang telah memeriksa kasus tersebut meyakini, tingginya tingkat polusi udara yang dihirup menyebabkan serangan asma yang fatal.

Adanya hubungan polusi udara dan kematian sang anak membuat sang ibu membujuk jaksa agung untuk memberikan izin padanya sebuah pengajuan permohonan ke Pengadilan Tinggi untuk pemeriksaan baru. Apalagi mengingat, tidak ada seorang pun yang secara resmi meninggal karena polusi udara sebelumnya.

“Bagi saya, kasus ini memberikan kesempatan bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk ditanyai dan dimintai pertanggungjawaban sekaligus memberikan solusi. Ya, agar kita dapat bergerak membersihkan udara secepat mungkin,” Jocelyn Cockburn, seorang pengacara hak asasi manusia yang mewakili keluarga Ella, dikutip dari Independent, Rabu,16 Januari 2019.

Ibu Ella, Rosamund Adoo-Kissi-Debrah mengatakan, keputusan tersebut memungkinkan masyarakat mulai memahami efek polusi udara merusak kesehatan kaum muda.

“Tidak dapat diterima, anak-anak di Inggris meninggal karena polusi udara,” Jaksa agung, Geoffrey Cox.

Meskipun Cox tidak punya kekuasaan untuk memerintahkan pemeriksaan baru sendiri, kemungkinan Pengadilan Tinggi akan mengizinkan proses pemeriksaan lebih lanjut terkait polusi udara, yang diduga sebabkan serangan asma fatal pada Ella.

Saksikan video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Jalan kaki di tengah asap kendaraan

Petugas membersihkan jalan di tengah kondisi kabut asap tebal di New Delhi (30/10). Tingkat kabut melonjak selama musim dingin di Delhi, ketika kualitas udara sering melampaui tingkat aman Organisasi Kesehatan Dunia. (AFP Photo/Prakash Singh)

Ella sering jalan kaki ke sekolah di sepanjang South Circular. Ia menghabiskan waktu hingga 40 menit berjalan di tengah asap kendaraan dengan lalu lintas yang sangat padat.

Sebenarnya, sampai usia 9, Ella tidak punya riwayat asma. Namun, setelah mengalami batuk pada 2010, kesehatannya kian memburuk. Ia dirawat di rumah sakit sebanyak 27 kali dalam rentang tiga tahun (hingga 2013).

Sebuah laporan Stephen Holgate mengatakan ahli asma dan polusi udara dari Rumah Sakit Universitas Southampton menyimpulkan, ada hubungan mencolok antara waktu Ella dirawat di rumah sakit dan lonjakan polutan udara.

Pada waktu itu, kadar polutan paling berbahaya dicatat stasiun pemantauan pemerintah di dekat rumahnya. Pada 2017, udara London sangat kotor sehingga melanggar batas tahunan seperti disampaikan para peneliti dari King’s College London. Polutan kebanyakan berasal dari mesin diesel pada mobil dan truk.

Usia Berapa Paling Tepat Pakai Kawat Gigi?

Liputan6.com, Jakarta Selama ini, merapikan gigi menggunakan behel atau kawat gigi lazim dilakukan orang-orang usia muda. Namun, metode merapikan gigi ini sebenarnya bisa dilakukan oleh orang-orang yang lebih tua tentunya dengan ketentuan tertentu.

“Biasanya kalau untuk memasang (behel/kawat gigi maupun Invasalign) tentunya kami akan lakukan pemeriksaan lengkap. Pemeriksaan ini tidak sekadar memeriksa kalau giginya berantakan tapi pemeriksaan kesehatan giginya juga” kata dokter gigi spesialis ortodonsia RS Pondok Indah – Pondok Indah, Jakarta, Irwin Lesmono pada Health Liputan6.com di Jakarta pada Rabu (16/1/2019).

Irwin mencontohkan, untuk menggerakkan gigi, kondisi gusi dan tulang seseorang harus sehat. Apabila dari pemeriksaan rontgen dan klinis ditemukan ada jaringan yang tidak sehat atau rusak, maka seorang dokter tidak boleh secara langsung melakukan perawatan ortodonsia atau langsung memasang kawat gigi.

“Biasanya konsultasikan dulu dengan pasien ini. Kami sarankan ke dokter spesialis gusi atau dokter gigi spesialis periodonsia. Nanti akan dirawat kondisi gusi dan tulangnya dulu supaya sehat. Baru dikembalikan ke dokter spesialis ortodonsia,” tambah Irwin .

2 dari 2 halaman

Lansia pun bisa

Ilustrasi gigi | unsplash.com

Apabila dipaksakan melakukan perawatan ortodonsia, Irwin mengatakan gigi seseorang bisa rusak seperti goyang.

Sehingga, sebenarnya tidak ada masalah apabila seorang lansia ingin memasang behel atau metode ortodonsia lain seperti Invisalign. Selama dilakukan pemeriksaan awal yang lengkap terlebih dulu.

Namun, Irwin mengatakan bahwa sesungguhnya tidak ada usia yang tepat atau pasti untuk seseorang memasang kawat gigi. Hal yang paling penting, kata Irwin, adalah pemeriksaan gigi secara dini.

“Kalau misal ditanyakan kepada saya, usia berapa harus bawa anak ke dokter untuk dicek giginya rapi atau tidak, atau berpotensi ada masalah atau tidak, jawaban saya adalah sedini mungkin.

Saksikan juga video menarik berikut:

Metode Rapikan Gigi Ini Lebih Canggih daripada Behel

Liputan6.com, Jakarta Seiring berkembangnya teknologi, perawatan gigi ortodontis tidak hanya behel saja. Namun, saat ini ada teknologi yang diklaim lebih canggih dari penggunaan kawat gigi yakni teknologi invisalign.

Dokter gigi spesialis ortodonsia dari Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Irwin Lesmono mengatakan, metode invisalign sudah melalui uji untuk bisa digunakan di masyarakat. Sehingga, untuk keamanannya bisa terjamin.

“Sehingga pasien tidak perlu khawatir, ” kata Irwin dalam diskusi media di Jakarta pada Rabu (16/1/2019).

Metode merapikan gigi dengan metode invasalign (Foto: Giovani Dio/Liputan6.com)

Irwin mengatakan, invisalign dianggap memiliki keunggulan jika dibandingan dengan metode behel biasa. Yang paling jelas terlihat adalah dari sisi estetika.

Selain itu, dalam beberapa kasus sederhana, alat ini diklaim bisa merapikan gigi lebih cepat daripada memakai behel.

Selain itu Anda juga tidak perlu setiap bulan pergi kontrol ke dokter. “Paling tidak dengan unvisalign hanya dua bulan sekali, ” kata Irwin mengungkapkan.

“Masing-masing ada kesulitannya sendiri. Tapi yang mau saya bagikan adalah dengan alat ini, pasien bisa memprediksi berapa lama kira-kira dia harus memakai. Sehingga pasien juga punya target, misalnya dalam 36 minggu gigi saya bisa rapi. Mungkin belum sempurna tapi sudah lebih rapi, ” ujar Irwin.

2 dari 2 halaman

Biaya

Walaupun begitu, sama seperti behel, Anda tetap harus melakukan pemeriksaan gigi secara penuh sebelum menggunakan alat tersebut. Ini karena invisalign disesuaikan khusus dengan bentuk gigi Anda, serta bagaimana idealnya agar terlihat rapi. Setelah itu, hasil pemeriksaan dikirim ke produsen di luar negeri untuk dicetak dalam ukuran yang sesuai.

Dari cara pemakaian sendiri, pemakai invisalign juga tidak akan mendapatkan kesulitan yang sering dialami para pemakai behel. Selain dari sisi estetis karena alat tersebut yang hampir tidak terlihat, Anda juga bisa makan tanpa sisa makanan terselip di behel.

“Jadi kalau kita mau makan, mau membersihkan gigi bisa dilepas. Jadi tidak ada alat di dalam mulut yang mengganggu,” imbuhnya.

Walah begitu, Irwin mengakui bahwa saat ini harga alat tersebut masih terbilang mahal. Dalam sekali cetak seseorang akan dikenakan biaya sekitar USD 5 ribu atau sekitar Rp70 juta rupiah.

Namun, untuk satu kali cetak paling tidak Anda akan mendapatkan tidak hanya satu invisalign tergantung kondisi gigi. Di beberapa kasus, Irwin mengatakan ada yang mendapatkan hanya belasan, tapi di kasus lainnya, ada yang mendapat hingga 50.

“Itu kisaran harga. Jadi tidak ada harga yang tetap. Ada klinik yang mungkin lebih mahal atau lebih murah. Tetapi apakah sudah termasuk konsultasi atau diagnosis tergantung kebijakan klinik, ” tambahnya.

Saksikan juga video menarik berikut

Manfaat bagi Janin Saat Ibu Hamil Tidur Siang

Liputan6.com, Jakarta Tidur siang tak hanya bermanfaat bagi ibu hamil, melainkan juga janin. Ketika ibu tidur, tumbuh kembang janin jadi lebih maksimal, seperti pengalaman Mommy Lusi Halim dari Babyologist berikut ini.

Selama hamil dari trimester 1-2 saya jarang sekali tidur siang karena seharian di toko. Malah saya sangat aktif jalan sana-sini. Tidur malam juga selalu di atas jam 23.00. Meskipun begitu, saya tetap bersyukur selama kehamilan selalu diberikan kesehatan. Sampai akhirnya masuk trimester ke 3, di usia kandungan sekitar 34 weeks ternyata berat janin saya kurang, cuma sekitar 2.1 kg saja. Anehnya Berat janin tidak sebanding dengan kenaikan BB saya.

Selama hamil, saya menjadi sangat suka makan. Tidak mual ataupun merasa enek saat melihat maupun mencium bau makanan. Total kenaikan berat badan saya selama hamil mencapai 23 kg. Namun, berat badan saya naik, berat janin saya malah susah mengalami kenaikan.

Dokter kandungan mengatakan, dikhawatirkan nanti lahir prematur kalau beratnya di bawah 2,5 kg.

Beliau mengatakan penyerapan makanan ke janin saya kurang maksimal, tapi tidak ada kelainan pada kehamilan saya. Semuanya baik-baik saja.

Saya cuma dianjurkan untuk memperbanyak istirahat terutama tidur siang selama 1-2 jam, yang penting usahakan ada tidur siang. Karena di saat kita tidur, bayi dalam kandungan kita lebih bisa menyerap nutrisi yang ada. Saya juga dianjurkan untuk mengonsumsi dairy product seperti cokelat, es krim, dan lain sebagainya.

Setelah melakukan itu dalam 2 minggu kontrol lagi, berat bayi saya sudah naik sekitar 300 gr. Sampai akhirnya Lean lahir di usia kandungan 39 weeks 5 days dengan berat 3 kg dengan proses caesar.

Kalau selama hamil bisa tidur siang, maka harus dilakukan yah Moms, jangan seperti saya yang baru di detik-detik terakhir mengejar berat baby.

Semoga bermanfaat.

Kanker Hati Pun Menyerang Anak Muda Seperti Komika Gebi Ramadhan

Liputan6.com, Jakarta Anda mungkin salah satu yang tertawa ngakak melihat akting Gebi Ramadhan ketika menonton film Milly & Mamet. Akting Gebi Ramadhan yang berperan sebagai tukang nasi goreng memang mengocok perut. Di adegan tersebut, Gebi beradu akting dengan Julie Estelle dan Yoshi Sudarso.

Namun, kini Gebi telah tiada. Pria yang dikenal lewat ajang pencarian komika Kompas TV ini dikabarkan berjuang melawan kanker hati sebelum meninggal di usia 24.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam Irsan Hasan, kanker hati memang bisa menyerang usia muda tapi dengan jenis yang mungkin berbeda. Anak-anak biasanya dengan jenis hepatoblastoma. Sementara pada mereka yang usia muda belasan tahun atau seperti usia Gebi yang sering ditemui adalah hepatocellular carcinoma.

“Pasien saya yang terkena kanker hati ada yang usianya belasan, ada yang 18 tahun dan ada yang seusia seperti Gebi ini,” kata pria yang tidak menangani Gebi ini lewat sambungan telepon pada Rabu (16/1/2019).

2 dari 3 halaman

Terinfeksi hepatitis B dari ibu

Hepatitis B

Dalam praktiknya sehari-hari, Irsan kerap menemukan pasien yang datang terkena kanker hati karena terinfeksi hepatitis B dari sang ibu. Seperti diketahui virus hepatitis B merupakan penyakit yang bisa diturunkan dari ibu ke bayi.

Orang yang terinfeksi hepatitis B terkadang tidak merasakan gejala penyakit tersebut. Mereka yang ketahuan terinfeksi banyak yang merasa kaget karena merasa badannya sehat-sehat saja.

“Saya sering mendengar pasien-pasien berkomentar seperti itu. Hati tidak punya saraf. Ketika ada gangguan, gejala yang ada tidak dirasakan secara langsung,” kata Irsan di kesempatan berbeda.

Orang yang terinfeksi hepatitis B, kemungkinan terkena kanker hati meningkat menjadi 25-45 persen selama hidupnya seperti dikutip laman Hepatitis B Foundation.

3 dari 3 halaman

Jarang Langsung Terdeteksi

Kanker hati jarang diketahui di stadium awal. Biasanya, ketika sudah muncul gejala sakit perut bagian kanan atau tengah serta mual dan muntah baru orang yang mengalaminya datang ke dokter. Itu pun tidak langsung diketahui penyebabnya.

“Banyak pasien kanker hati yang datang ke saya setelah sebelumnya ke 2-3 dokter,” kata Irsan.

Sehingga, sering sekali pasien datang dalam kondisi sudah amat sulit diobati. Karena kanker di hati sudah besar sekali.

Terkait eratnya hubungan antara hepatitis B dengan kanker hati, Irsan mengingatkan untuk melakukan pemeriksaan hepatitis B ketika medical check-up.

“Jangan lupa kalau medical check-up jangan cuma darah tapi jug USG sehingga bisa ketahuan,” pesannya.

Pemeriksaan penting dilakukan mengingat ada sekitar 7,1 persen dari total populasi penduduk Indonesia terinfeksi hepatitis B. 

[Tanya BPJS Kesehatan] Mau Ubah Data JKN, Bagaimana Caranya?

Liputan6.com, Jakarta Pertanyaan:

Bagaimana cara melakukan perubahan data bagi peserta JKN-KIS dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU)?

Jawaban

Peserta JKN-KIS dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) seperti Anda, wajib menyampaikan perubahan data kepesertaan kepada pemberi kerja, dalam hal ini perusahaan tempat Anda bekerja. Selanjutnya, pemberi kerja wajib melaporkan perubahan data kepesertaan pegawainya kepada BPJS Kesehatan paling lambat 7 hari sejak terjadinya perubahan data oleh pekerja.

Anda juga bisa melaporkannya sendiri kepada BPJS Kesehatan dengan membawa surat pengantar dari instansi tempat Anda bekerja. Perubahan data ini sangat penting untuk dilaporkan, karena jika ada ketidaksesuaian dalam data (misalnya NIK salah atau data anak belum update), peserta tersebut dapat terkendala saat hendak memperoleh pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan.

Salam,

Humas BPJS Kesehatan Kantor Pusat

Program Tanya BPJS Kesehatan tayang setiap Rabu pukul 11.30. Di dalamnya berisi pertanyaan yang paling sering dilontarkan masyarakat lewat aneka media BPJS Kesehatan. Jawaban dari pertanyaan yang dilontarkan diberikan oleh Humas BPJS Kesehatan Kantor Pusat.

Awas, 7 Kebiasaan Ini Bikin Jerawat Membekas

Liputan6.com, Jakarta Beragam cara akan dilakukan agar jerawat di wajah segera hilang. Namun, ada beberapa kebiasaan yang kita lakukan malah membuat jerawat membekas di kulit.

Jerawat bisa hilang tanpa meninggalkan bekas tapi bisa juga menimbulkan bekas seperti kehitaman atau cokelat di kulit. Bahkan, menurut dokter spesialis kulit dan kelamin Ivy Lee asal California, Amerika Serikat, mengatakan lebih sulit menangani bekas luka daripada mencegah dan mengobati jerawat. 

Ada beberapa kebiasaan yang tidak disadari yang membuat jerawat membekas, seperti dilansir Reader’s Digest, Rabu (15/1/2019):

1. Tidak menggunakan tabir surya

Tabir surya (sunscreen) penting agar mencegah kulitterpapar langsung oleh sinar matahari.

“Radiasi UV dan paparan sinar matahari lebih cenderung menyebabkan bekas luka berubah warna atau membutuhkan lebih banyak waktu untuk sembuh,” kata Lee.

Pastikan Anda menambahkan tabir surya ke rutinitas kecantikan harian Anda untuk melindungi kulit.

2. Memencet jerawat

Selain dapat menimbulkan bekas di wajah, memecahkan jerawat juga memicu memunculkan jerawat lainnya. Menggaruk, mengusap, dan mencubit dengan tangan juga malah membuat ada bakteri yang menempel pada jerawat.

2 dari 3 halaman

3. Terobsesi untuk membersihkan pori-pori

Ilustrasi Jerawat Pada Wajah (iStockphoto)

Memencet kotoran keluar dari pori-pori Anda memang memuaskan, tetapi sebenarnya bisa menciptakan lebih banyak masalah dalam waktu jangka panjang.

“Untuk menghindari kemungkinan bekas luka, saya akan merekomendasikan menghindari penggunaan alat logam untuk mengekstrak jerawat atau komedo, dan menghindari penggunaan kuku Anda juga,” kata dermatolog Kally Papantoniou.

4. Terlalu lama bercermin

Menghabiskan terlalu banyak waktu memandangi pori-pori di cermin hanya akan membuat Anda terobsesi memegang jerawat Anda. Hal ini malah membuat jerawat bukannya cepat hilang malah membekas.

“Saya tidak merekomendasikan untuk melihat di kaca pembesar dan memencet setiap pori pada kulit Anda,” kata Papantoniou. 

5. Menyeka kulit dengan kain kasar

Kain atau handuk kasar memang bisa mengeringkan kulit, di sisi lain bisa melukai jerawat. Jika tidak hati-hati, kulit jadi iritasi, sensitif, dan rentan terhadap infeksi bakteri. Semuanya itu dapat menyebabkan bekas luka pada jerawat.

3 dari 3 halaman

6. Makeup tebal

Makeup tebal (Foto: Istockphoto)

Menutupi noda bekas jerawat dengan menggunakan foundation dan concealer tebal-tebal dapat membuat jerawat teriritasi. Alhasil, bukannya lebih cepat hilang tapi lebih buruk.

7. Perawatan yang sama bertahun-tahun

Melakukan perawatan untuk melawan jerawat memang langkah awal yang baik tapi bila sudah ada banyak bekas jerawat tak ada salahnya berkonsultasi ke dokter kulit. Dokter akan memeriksa kulit Anda, lalu memberikan perawatan kulit yang tepat, bisa saja terapi cahaya biru (laser) tanpa rasa sakit seperti disampaikan Papantoniou.

(Penulis: Annisa Rizky)

Saksikan juga video menarik berikut

Kenali, Penyebab Seseorang Terkena Kanker Hati

Liputan6.com, Jakarta Komika Gebi Ramadan meninggal dunia di tengah perjuangannya melawan kanker hati. Pria yang juga bermain sebagai tukang nasi goreng di film Milly & Mamet ini meninggal di usia 24.

Menurut data Globocan, kanker hati di peringkat keempat kanker yang menyebabkan kematian di 2018. Paling tidak ada 782 ribu kematian akibat kanker hati di 2018 seperti dikutip laman Yayasan Kanker Indonesia, Rabu (16/1/2019).

Kanker hati terbagi menjadi dua jenis. Pertama adalah hepatoma, kanker yang berasal dari sel hati dan berubah menjadi ganas. Kedua metastase atau kanker yang berasal dari organ lain yang menjalar ke hati seperti mengutip Klikdokter.

Penyebab

Walaupun belum diketahui dengan pasti apa yang menjadi faktor-faktor munculnya kanker hati ini, ada beberapa penyakit yang memiliki risiko tinggi seseorang jadi terkena kanker hati yaitu:

– Hepatitis B

– Hepatitis C

– HIV/AIDS

– obesitas

– genetik

2 dari 2 halaman

Gejala

Gebi Ramadhan meninggal karena kanker hati (Instagram: @gebi_ramadhan)

Gejala yang dialami hampir serupa dengan penyakit hati kronis, diantaranya:

– mata dan kulit terlihat kuning

– mual dan muntah

– gatal di seluruh tubuh

– demam berkepanjangan dan tidak jelas akan penyebabnya

– dihampiri rasa tidak nyaman atau nyeri pada perut kanan atas

– ukuran hati membesar

– penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas

– gangguan kesadaran

Apabila Anda mendapati diri Anda dengan gejala-gejala tersebut, secepatnya untuk bertemu dengan dokter dan menanganinya. (Penulis: Annisa Rizky)

Saksikan juga video menarik berikut