Ingin Jadi Dokter, Jangan Pikirkan Dulu Berapa Gajinya

Liputan6.com, Jakarta Gaji dokter tengah menjadi perbincangan panas terkait besaran penghasilannya di Indonesia. Terkait hal tersebut, ada hal yang lebih penting untuk diketahui bila ingin menjadi dokter selain persoalan gaji.

Kepada Health Liputan6.com, dokter spesialis jantung Vito Anggarino Damay yang juga presenter ‘Ayo Hidup Sehat’ TVOne mengirimkan video penjelasan tentang bagaimana seseorang menjadi dokter.

“Sebelum bicara soal gaji dokter, Anda harus tahu, bagaimana seseorang menjadi dokter. Anda bisa pilih (sekolah kedokteran) swasta dan negeri. Ada juga yang gratis. Ya, karena dia mendapat beasiswa,” kata Vito dalam video yang tayang di akun channel YouTube pribadinya pada Rabu, 16 Januari 2019.

Untuk menempuh sekolah pendidikan kedokteran, ada juga yang harus bayar jutaan bahkan ratusan juta rupiah sampai lulus. Harga pun bervariasi. Namun, yang penting lama waktu sekolah untuk menjadi dokter.

“Intinya yang paling penting adalah ketika masuk sekolah kedokteran. Sekolahnya lama banget,” ujar Vito.

Saksikan video menarik berikut ini:

Mengintip Proses Panjang Menjadi Dokter

Liputan6.com, Jakarta Profesi dokter memang jadi dambaan banyak orang. Bayangan gaji yang tinggi membuat ada anak muda yang tergiur menjadi dokter. Selain itu, kadangkala seseorang menjadi dokter demi mewujudkan harapan orangtua.

Namun, menjadi seorang dokter bukanlah perkara mudah. Sebelum menjadi dokter seseorang harus menempuh pendidikan kedokteran dalam jangka waktu lama.

Dokter spesialis jantung Vito Anggarino Damay memaparkan, proses panjang seseorang menjadi dokter lewat video yang dikirimkan ke Health Liputan6.com.

“Ketika masuk sekolah kedokteran, Anda harus mengikuti seluruh program pendidkan kedokteran atau (yang disebut) sarjana kedokteran selama 3,5 sampai 4 tahun. Kalau lancar ya Anda lulus dan wisuda,” jelas Vito, yang juga presenter ‘Ayo Hidup Sehat’ di sebuah televisi swasta.

Setelah wisuda sarjana kedokteran, perjalanan belum selesai. Seorang calon dokter harus menempuh perjalanan panjang dan lama. Ketika teman-teman lainnya sudah lulus, mulai kerja, dan merintis karier, seorang sarjana kedokteran justru harus masuk sekolah profesi dokter.

“Sekolah profesi dokter ditempuh selama dua tahun untuk menjadi dokter umum. Pada tahap ini, Anda belum boleh disebut sebagai dokter. Tapi disebutnya sebagai dokter muda, kalau masuk dalam kepaniteraan klinik atau koas,” tambah Vito yang juga tayang di akun channel YouTube pribadinya pada Rabu, 16 Januari 2019.

Saksikan video menarik berikut ini:

2 dari 3 halaman

Ikuti program magang

Program magang juga harus diikuti untuk menjadi dokter. (Ilustrasi/iStockphoto)

Setelah dua tahun menjalani sekolah profesi dokter, Anda baru bisa disebut sebagai dokter dan disumpah (Sumpah Dokter).

Lantas apakah sudah bisa praktik mandiri? Belum bisa.

“Anda harus mengikuti program internship atau magang. Jadi, intinya kerja magang dan didampingi sama supervisi dokter senior. Kemudian Anda baru boleh praktik mandiri. Bisa praktik umum klinis atau boleh jadi dokter yang bergerak dibidang pemerintahan, swasta, hukum, dan farmasi,” papar Vito.

3 dari 3 halaman

Sekolah pendidikan dokter spesialis

Ingin jadi dokter spesialis harus menempuh sekolah pendidikan spesialis lagi. (iStockphoto)

Ketika sudah bisa praktik, Anda bisa menentukan masa depan. Bagi Anda yang ingin jadi dokter spesialis. Anda harus sekolah pendidikan spesialis lagi selama 4 sampai 6 tahun.

“Itu juga kalau lancar. Hingga seseorang mendapat predikat sebagai dokter spesialis,” lanjut Vito.

Selain menempuh pendidikan sekolah kedokteran, juga harus mengikuti berbagai workshop, seminar, dan pelatihan-pelatihan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan sebagai seorang dokter. Pilihannya sesuai minat masing-masing.

“Poinnya adalah kalau kamu pengen jadi dokter, jangan tanya dulu berapa gaji. Tapi pikirkan, ‘Benarkah itu minat? Benarkah itu tujuan hidup?’ Dan harus bersiap (menempuh) sekolah lama sekali. Karena menjadi seorang dokter adalah belajar seumur hidup,” tutup Vito.

Jangan Sepelekan Manfaat Kotoran Telinga

Liputan6.com, Jakarta Bagi orang awam menyebut cairan atau benda padat yang ada di dalam telinga sebagai kotoran telinga. Dalam medis disebut dengan cerumen yang memiliki fungsi penting bagi kita.

Kehadiran kotoran telinga punya manfaat untuk mencegah masuknya debu, bakteri, dan obyek kecil yang masuk dan membahayakan bagian tubuh. Kehadirannya juga untuk melindungi bagian tubuh yang rentan di kanal pendengaran dari iritasi ketika air menyusup ke dalamnya.

Terdapat dua tipe kotoran telinga yang bisa muncul pada diri seseorang. Kotoran telinga ini dapat berupa basah ataupun kering seperti dilansir laman Self.

Kotoran telinga basah cenderung memiliki warna kuning keemasan hingga coklat dengan kekentalan. Sedangkan kotoran telinga kering biasanya lebih keras dan kering serta memiliki warna lebih terang.

Kotoran Telinga (iStockphoto)

Perbedaan warna dari jenis kotoran telinga ini tidak berhubungan dengan kesehatan seseorang. Hal ini ternyata terjadi karena jenis kulit yang kamu miliki.

Orang yang memiliki kulit berminyak cenderung memiliki kotoran telinga yang basah. Sedangkan orang dengan kulit kering cenderung memiliki kotoran telinga yang juga kering.

Selain karena jenis kulit yang dimiliki, etnis serta gen seseorang juga dapat mempengaruhi jenis kotoran telinga ini. Keturunan dari etnis tertentu serta gen dari orang tua menentukan jenis kotoran telinga yang kamu miliki. (Penulis: Rizky Wahyu Permana/Merdeka.com)

Saksikan juga video menarik berikut

JK Minta BPJS Kesehatan Aktif dalam Upaya Pencegahan Penyakit

Liputan6.com, Jakarta Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK) meminta BPJS Kesehatan agar tak hanya fokus untuk membayar biaya pengobatan. Namun, BPJS Kesehatan juga harus aktif juga dalam upaya pencegahan (preventif) penyakit.

“Jadi sebenarnya upaya BPJS yang terbaik ialah bagaimana membantu departemen kesehatan (depkes) untuk pencegahan,” kata JK dalam sebuah seminar bertajuk “Pembiayaan yang Berkelanjutan untuk Jaminan Kesehatan Nasional’, di Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (17/1/2019).

Jika upaya preventif berhasil, maka jumlah masyarakat yang sakit berkurang dan diminimalisasi “Jadi karena tanpa hal tersebut (preventif) sulit kita mendapatkan hasil yang baik,” tambahnya. 

2 dari 2 halaman

Sponsor acara olahraga

Dalam rangka menyambut Asian Games 2018 dan ulang tahun BPJS Kesehatan ke-50, BPJS Kesehatan selenggarakan senam sehat kolosal dengan 18.818 peserta.

JK menjelaskan, salah satu cara preventif yang dapat dilakukan oleh BPJS adalah dengan mensponsori kegiatan-kegiatan olahraga. Lewat kegiatan tersebut BPJS Kesehatan bisa sambil melakukan kampanye hidup sehat.

“Promotif pencegahan dan promosi lainnya harus jadi bagian utama untuk mengurangi risiko. Karena itulah maka BPJS justru harus masuk promotif dan preventif. Jadi kalau ada pekan olahraga maka BPJS harus ikut mensponsori supaya orang sehat. Supaya ada suatu gerakan hidup sehat. Kampanye bagaimana bergerak, bagaimana makanan yang sehat,” katanya.

Selain itu, JK juga menekankan pentingnya peranan pemerintah daerah dalam hal ini. Dia mengungkapkan rumah sakit yang ramai oleh pasien bukan merupakan tanda sebuah kesuksesan melainkan tanda kegagalan besar.

“Kalau saya datang ke daerah, sering bupati atau gubernur melapor kondisi rumah sakit yang dimiliki ini hebat. Orang antre mulai jam 5 pagi. Penuh. Merasa itu sukses, padahal itulah kegagalan besar,” ujarnya.

“Karena itu saya katakan, sukses Anda ialah ketika Anda punya rumah sakit besar dan pasiennya sepi, itu baru sukses buat pemda. Kalau antrean dari jam 5 pagi itu gagal besar. Berarti selokan enggak bagus, air tergenang ada banyak malaria dan sebagainya. Itulah kegagalan,” tutupnya.

(Penulis: Yayu Agustini Rahayu Achmud/Merdeka.com)

Saksikan juga video menarik berikut

Kemenkes: Sampah Plastik Bahaya bagi Tubuh Manusia

Selain itu, dampak berbahaya juga akan terjadi pada tanaman di darat dan biota air. Imran mengatakan, mikroplastik yang terkandung dalam air bisa masuk ke dalam organ tubuh ikan. Sehingga, hewan tersebut tidak akan bertahan hidup lama dan berbahaya jika dikonsumsi manusia.

“Kalau mikroplastik kena panas matahari atau terbakar itupun berbahaya bagi pernapasan. Kalau sampah plastik dibakar bisa menghasilkan zat karbon monoksida yang bahaya untuk kesehatan,” ungkap Imran.

Walau belum ada penelitian tentang ambang batas kandungan mikroplastik yang berbahaya bagi makhluk hidup, masyarakat diimbau tetap mengurangi penggunaan plastik.

“Kalau bisa dibatasi, kita gunakan tas belanja sendiri supaya tidak menambah polusi,” ujarnya.

Selain itu, salah satu cara lainnya adalah dengan membawa botol minum sendiri. Seperti yang dilakukan oleh Menkes Nila Moeloek. Dalam beberapa kesempatan, dia juga mengajak masyarakat untuk membawa sendiri botol minumnya dan mengurangi limbah kemasan airm minum.

Keuntungan Anak Main Lego, Latih Anak Belajar Matematika

Liputan6.com, Jakarta Lego merupakan salah satu mainan yang tak hanya menghibur juga memberi keuntungan bagi perkembangan anak. Sehingga disebut-sebut permainan menyusun balok seperti ini termasuk mainan edukatif.

Banyak sekali efek positif saat anak memainkan Lego. Apa saja? Selengkapnya seperti dilansir NSW Edu.

– Melatih motorik halus

Motorik halus anak-anak perlu terus dilatih. Saat menyusun lego, jari-jarinya akan menumpuk, mengencangkan dan seluruh mata, tangan dan otaknya bakal berkoordinasi secara oprimal. Hal ini sangat baik untuk merangsang motorik halusnya yang sangat dibutuhkan saat ia belajar menulis nantinya.

– Memecahkan masalah dan matematika

Mengikuti instruksi untuk merakit Lego juga memiliki banyak manfaat untuk pemecahan masalah, melatih fokus, dan perhatian pada detail. Ide-ide simetri, keseimbangan, bentuk dan ukuran dieksplorasi selama bermain.

Anak-anak juga mulai konsep pecahan ketika mereka mengamati berapa banyak potongan kecil yang dapat ditampung menjadi potongan besar dan dapat mulai bereksperimen dengan pembagian.

2 dari 2 halaman

– Kemampuan komunikasi

Lego adalah cara yang bagus untuk menghilangkan stres dan terlibat dalam percakapan yang bermakna dan menyenangkan. Ketika anak-anak mengomentari kreasi Lego mereka, mereka mengembangkan keterampilan komunikasi yang penting termasuk kemampuan untuk menjelaskan ide-ide, menggambarkan pekerjaan yang dilakukan, berbicara tentang proses dan verbalisasi tantangan yang mereka miliki saat menyusunnya.

– Belajar kegigihan

Untuk membuat sebuah menara dari lego dibutuhkan fokus, usaha serta trik yang mumpuni. Sebelum tahu formulasi yang pas, biasanya bakal berkali-kali gagal, jatuh atau roboh. Dengan bermain lego, anak belajar bagaimana konsisten dan gigih hingga bangunan yang diinginkannya terwujud.

Penulis: Mutia Nugraheni/ Dream.co.id

Jangan Abai, Alergi Makanan Bisa Mengancam Nyawa

Liputan6.com, Jakarta Hasil tes alergi makanan bisa saja membuat seseorang tidak percaya dan mengabaikan diagnosis dokter. Namun, cara tersebut terbilang keliru. Alergi makanan bisa berujung serius.

Pendiri Nutrition to Fit Lindsey Janeiro mengatakan, alergi makanan apalagi yang amat serius bisa mengancam jiwa.

“Mengabaikan keseriusan alergi makanan berarti Anda bisa masuk ruang gawat darurat. Alergi makanan merupakan respons terhadap sistem kekebalan,” kata Janeiro, dilansir dari Well and Good, Kamis, (17 /1/2019).

Alergi makanan terkait dengan sistem kekebalan tubuh. Makanan yang menyebabkan seseorang alergi sedikit diantaranya adalah gluten, susu, kacang tanah, atau yang lainnya.

Ketika masuk ke dalam tubuh orang yang alergi terhadap makanan tersebut bisa timbulkan efek. Saat Anda menelan makanan yang membuat alergi, tubuh menciptakan antibodi untuk melindungi dirinya dari sesuatu yang dianggap berbahaya.

“Reaksi alergi inilah yang terjadi ketika tubuh melindungi diri dari sesuatu yang dianggap berbahaya,” jelas Janeiro.

Beberapa reaksi alergi dialami berbeda-beda dengan orang. Ada yang mengalami ruam dan bibir bengkak. Pada kasus yang parah, reaksi alergi dapat menyebabkan gagal jantung.

Saksikan video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Beda dengan sensitivitas makanan

Gejala sensitivitas makanan bisa terjadi beberapa hari berikutnya. (iStockphoto)

Adakalanya seseorang tidak bisa membedakan antara alergi dan sensitivitas makanan. Sensitivitas makanan atau yang dikenal dengan sensitivtias makanan adalah respons makanan pada pencernaan.

“Secara umum, gejalanya tidak separah reaksi alergi,” lanjut Janeiro.

“Orang-orang yang tidak toleran laktosa, misalnya, tubuhnya tidak membuat cukup laktase, enzim pencernaan yang diperlukan untuk memecah laktosa.”

Beberapa kondisi sensitivitas makanan bisa menyebabkan peradangan pada usus, yang menembus lapisan usus. Kondisi ini menimbulkan irritable bowel syndrome (IBS)–penyakit pencernaan yang memengaruhi kerja usus besar.

Janeiro mencatat, sensitivitas makanan menimbulkan penyakit celiac–penyakit autoimun yang terjadi akibat mengonsumsi gluten. Walaupun mirip dengan alergi makanan karena melibatkan sistem autoimun, penyakit celiac juga memengaruhi sistem kekebalan.

Kondisi itu akan merusak usus halus setelah mengonsumsi gluten dalam jumlah kecil. Seseorang akan mengalami diare, mulas, ruam kulit, kelelahan, dan kekurangan gizi.

Bila seseorang alergi makanan maka reaksi alergi langsung seketika terjadi. Sementara, reaksi sensitivitas makanan bisa terjadi segera atau mungkin terjadi hingga beberapa hari berikutnya.

Awas, Stres Berlebihan Bisa Sebabkan Obesitas

Liputan6.com, Jakarta Emosi negatif, seperti depresi dan stres yang kita rasakan ternyata bisa memicu seseorang alami obesitas. Dalam hal ini, seseorang makan sebagai respons terhadap emosi negatif (emotional eating). Kondisi tersebut dapat menyebabkan berat badan naik yang bisa mengarah pada obesitas.

Peneliti Tatjana van Strien dari Behavioral Science Institute, Radboud University Nijmegen, Belanda memaparkan, bukti-bukti tentang kemungkinan hubungan antara emosi dan obesitas. Makan yang berlandaskan emosi, khususnya emosi negatif (depresi, stres, frustasi, bosan). 

Stres dapat merusak (menghilangkan atau melepaskan) kontrol diri terhadap pembatasan asupan makanan. Yang terjadi adalah seseorang dapat kehilangan kontak dengan perasaan lapar dan kenyang. Alhasil, ada kecenderungan untuk makan saat tubuh dilanda stres. 

Dalam jurnal berjudul Causes of Emotional Eating and Matched Treatment of Obesity, yang dipublikasikan di Current Diabetes Reports pada 25 April 2018, rasa tertekan atau depresi biasanya dikaitkan dengan hilangnya nafsu makan dan penurunan berat badan selanjutnya. Namun, ada seseorang yang depresi justru ditandai dengan peningkatan nafsu makan.

Tak ayal, kenaikan berat badan terjadi. Jika nafsu makan tidak terkontrol, maka obesitas akan dialami seseorang.

“Depresi bisa memicu nafsu makan meningkat. Ini sebagai respons terhadap perasaan depresi. Hasil penelitian menemukan, orang-orang yang depresi alami kenaikan berat badan setelah 5 tahun,” tulis Tatjana, dilansir dari National Center for Biotechnology Information, Rabu, 16 Januari 2019. 

Saksikan video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Makanan sebagai penghibur

Emotional eating menjadikan makanan sebagai penghibur. (iStockphoto)

Dokter Nabila Viera Yovita dari KlikDokter menjelaskan, kondisi emosi yang seseorang tidak stabil dapat berujung pada kelebihan berat badan. Bagi orang yang sudah obesitas bisa memicu timbulnya gangguan kesehatan mental.

Kondisi seseorang yang makan berlandaskan emosi pada umumnya bukan karena merasa lapar.

“Mengonsumsi makanan akan membuat seseorang merasa nyaman. Namun, rasa bosan, sedih, atau kesal yang memicu seseorang untuk makan, belumlah hilang. Akibatnya, kalori berlebih yang baru saja dikonsumsi,” jelas Nabila, dikutip dari KlikDokter.

Nafsu makan emosional bisa dipicu perasaan bosan, cemas, frustasi dan tertekan, kesepian, serta marah. Nafsu makan yang terbilang palsu membuat seseorang terus-menerus makan camilan, minuman manis, hingga makanan dalam porsi besar.

“Anda akan merasa bahwa makanan tersebut berfungsi sebagai penghibur atau penyelesaian masalah sementara,” Nabila menambahkan.

Ketika makanan sebagai penghibur dapat menyebabkan ketergantungan. Artinya, saat seseorang ada masalah sedikit saja, maka langsung mencari makanan untuk “mengobati” rasa tidak nyaman pada perasaan tersebut. Kalau itu terus-menerus dilakukan, bukan tak mungkin berat badan cenderung bertambah dan bisa berujung obesitas.

Yuk, Cegah Osteoarthritis Sejak Dini dengan Cara Jitu Ini

Liputan6.com, Jakarta Seiring bertambahnya usia, kemunculan berbagai masalah kesehatan sering kali tak terelakkan. Salah satu masalah kesehatan yang disebabkan oleh faktor usia adalah degenerasi sendi, yaitu pelumas sendi berkurang dan tulang rawan menipis.

Akibatnya, dapat timbul rasa nyeri, bengkak, dan kaku pada sendi. Rasa sakit pun akan terasa saat bergerak, terlebih lagi ketika melakukan aktivitas berat. Dalam jangka panjang, kondisi ini juga bisa menyebabkan terjadinya Osteoarthritis.

Osteoarthritis merupakan masalah kesehatan yang muncul ketika tulang rawan antar sendi mengalami kerusakan. Jika jaringan ikat padat yang kenyal dan licin ini rusak, maka teksturnya akan menjadi kasar dan tak bisa lagi melindungi ujung tulang persendian dari gesekan. Seiring waktu, tulang akan saling bertabrakan dan mengganggu persendian.

Risiko osteoarthritis akan meningkat seiring usia, terutama 40 tahun ke atas. Namun tak usah khawatir, degenerasi sendi dan osteoarthritis dapat dicegah sejak dini kok. Bagaimana caranya?

Selain rutin berolahraga dan menjaga asupan makanan, Anda juga perlu minum suplemen kesehatan untuk persendian. Salah satu suplemen kesehatan persendian yang patut Anda coba adalah hemaviton JointCare MAX.

hemaviton JointCare Max

Suplemen halal tersebut dilengkapi dengan Joint Support Formula dengan kombinasi baru Omega 3, Glucosamine, Chondroitin, dan MSM. Omega 3 sendiri berfungsi sebagai anti radang dan antioksidan untuk mengurangi kerusakan parah pada sendi.

Sementara itu, Glucosamine dan Chondroitin mampu mendukung pembentukan tulang rawan dan pelumas sendi. Adapun MSM berfungsi meredakan nyeri sendi dan meningkatkan fleksibilitas.

Rutin minum hemaviton JointCare MAX dapat membuat rasa nyeri pada sendi berkurang dan kesehatannya terus terjaga. Anda pun akan terhindar dari risiko Osteoarthritis dan mampu aktif bergerak hingga tua.

Yuk, beli hemaviton JointCare MAX di Alfamart, Watsons, Guardian, Blibli, Lazada, Shopee, dan Tokopedia, lalu rasakan manfaatnya. Sendi sehat, aktif bergerak.

Selamat hidup sehat dan aktif hingga tua!

(Adv)

Faktor Penyebab Hipertensi dan Cara Mengatasinya yang Sering Disepelekan

Liputan6.com, Jakarta Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi saat tekanan darah berada pada angka 130/80 mmHg atau lebih. Kondisi ini dapat menjadi berbahaya, karena jantung dipaksa memompa darah lebih keras ke seluruh tubuh. Hal ini bisa mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit seperti gagal ginjal, stroke, dan gagal jantung.

Hipertensi bisa dikatakan penyakit yang berbahaya, karena dapat terjadi tanpa gejala, sehingga bisa ditemukan saat sudah muncul komplikasi. Namun gejala bisa muncul bila tekanan darah sudah sangat tinggi. Gejala yang mungkin ditimbulkan seperti sakit kepala dan lemas. Masalah dalam penglihatan, nyeri dada, sesak napas, aritmia, dan adanya darah dalam urin.

Hipertensi sendiri terbagi menjadi dua, yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer penyebabnya tidak diketahui secara pasti. Sedangkan hipertensi sekunder umumnya disebabkan oleh berbagai kondisi seperti penyakit ginjal, kehamilan, penyakit kelenjar tiroid, tumor kelenjar adrenal, kelainan bawaan pada pembuluh darah, kacanduan alcohol, penyalahgunaan NAPZA, gangguan pernapasan yang terjadi saat tidur, konsumsi obat-obatan tertentu seperti obat penurun panas, pereda rasa sakit, obat batuk pilek atau pil KB.

Sebagian besar penderita hipertensi menderita hipertensi primer yang tidak diketahui penyebabnya. Nah, berikut ini Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber beberapa faktor penyebab hipertensi, Rabu (16/1/2019).

2 dari 4 halaman

Faktor penyebab hipertensi

1. Usia

Faktor penyebab hipertensi yang pertama adalah usia. Karena seiring berjalannya usia, risiko seseorang terserang hipertensi semakin besar. Pada umumnya, hipertensi pada pria akan muncul pada usia 45 tahun, sedangkan pada wanita terjadi di atas usia 65 tahun.

2. Keturunan

Faktor penyebab hipertensi yang kedua adalah keturunan. Hipertensi memang rentan terjadi pada orang dari keluarga yang memiliki riwayat darah tinggi.

3. Obesitas

Faktor penyebab hipertensi ketiga adalah obesitas. Meningkatnya berat badan mengakibatkan nutrisi dan oksigen yang dialirkan ke dalam sel melalui pembuluh darah juga meningkat. Hal ini pun mengakibatkan tekanan di dalam pembuluh darah dan jantung.

4. Kelebihan atau Kekurangan Kalium

Faktor penyebab hipertensi yang keempat adalah terlalu banyak mengonsumsi garam atau malah terlalu sedikit mengonsumsi makanan yang mengandung kalium. Hal ini rupanya juga dapat mengakibatkan tingginya natrium dalam darah, sehingga cairan tertahan dan meningkatkan tekanan dalam pembuluh darah.

5. Kurang aktivitas fisik dan olahraga

Faktor penyebab hipertensi yang kelima adalah kurang aktivitas tubuh. Hal ini akan mengakibatkan meningkatnya denyut jantung, sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah. Kurang beraktivitas dan olahraga juga dapat mengakibatkan peningkatan berat badan, yang merupakan faktor risiko hipertensi.

6. Merokok

Faktor penyebab hipertensi yang terakhir adalah merokok. Zat kimia yang terkandung dalam rokok dapat mengakibatkan pembuluh darah menyempit. Hal ini akan berdampak pada meningkatnya tekanan dalam pembuluh darah dan jantung.

3 dari 4 halaman

Mencegah Hipertensi

Penyakit berbahaya ini bukan berarti tidak bisa dicegah. Anda bisa mencegah hipertensi dengan berbagai cara berikut ini:

1. Menjaga berat badan ideal

Berat badan berlebih bisa membuat seseorang lebih berisiko terserang hipertensi.

2. Olahraga rutin

Seseorang yang aktif berolahraga akan lebih terhindar dari risiko terserang hipertensi. Lakukan jalan cepat atau bersepeda 2-3 jam setiap minggu.

3. Konsumsi makanan rendah lemak dan kaya serat

Dengan mengonsumsi makanan rendah dan kaya akan serat seperti roti dari biji-bijian utuh, beras merah, serta buah dan sayuran merupakan cara untuk mencegah hipertensi.

4. Kurangi garam.

Mengurangi garam juga merupakan salah satu cara mengatasi hipertensi. Batasi dalam makanan, tidak lebih dari satu sendok teh.

5. Kurangi konsumsi alkohol

Mengonsumsi lebih dari takaran alkohol yang disarankan, bisa meningkatkan risiko hipertensi.

4 dari 4 halaman

Perhatikan konsumsi makanan harian

6. Berhenti merokok

Meski rokok tidak menyebabkan hipertensi secara langsung, tetapi rokok bisa membuat arteri menyempit, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

7. Konsumsi kafein sesuai yang dianjurkan

Meminum lebih dari empat cangkir kopi sehari bisa meningkatkan risiko hipertensi.

8. Masak sendiri di rumah

Kebiasaan masak sendiri di rumah sangat penting jika Anda ingin menurunkan atau bahkan mencegah tekanan darah tinggi. Dengan memasak sendiri di rumah, Anda bisa memastikan bahwa makanan yang akan dikonsumsi nantinya adalah bahan makanan berkualitas dan bergizi. Selain itu, Anda dapat menakar sendiri banyaknya garam yang digunakan dalam sekali memasak. Pasalnya, mengonsumsi banyak garam berkontribusi besar dalam meningkatnya tekanan darah.

9. Selalu perhatikan label makanan

Ingatlah selalu bahwa garam adalah musuh hipertensi. Jadi, sebisa mungkin kurangi berbagai makanan yang tinggi natrium dan terlalu asin dari makanan sehari-hari. Caranya cukup mudah. Anda bisa membaca informasi gizi yang tertera pada label makanan. Karena tanpa disadari, makanan kemasan cenderung mengandung banyak natrium.

10. Kelola stres

Cara mencegah hipertensi ini seringkali disepelekan. Bahkan banyak orang yang justru tidak mengetahuinya. Padahal, mengelola stres ikut berperan untuk menstabilkan tekanan darah Anda. Stres berat akan mempersempit pembuluh darah. Hal inilah yang ikut berkontribusi menjadi penyebab tekanan darah tinggi, meskipun hanya sementara. Namun, dimulai dari stress, beragam kebiasaan tidak sehat dapat dilakukan. Misalnya makan kebanyakan, begadang, kecanduan rokok, atau minum minuman alkohol berlebihan. Oleh karena itu, penting banget kelola stress sebaik mungkin.

Reporter: Nisa Mutia Sari

7 Makanan yang Ampuh Kendalikan Hipertensi

Liputan6.com, Jakarta Tekanan darah tinggi alias hipertensi yang tidak dikendalikan dapat menyebabkan masalah kesehatan di kemudian hari. Bila tidak dikendalikan jadi pintu gerbang penyakit tidak menular seperti stroke, penyakit jantung koroner, diabetes, gagal ginjal.

Di Indonesia jumlah orang yang mengalami hipertensi makin banyak. Data Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan terjadi peningkatan dari 25,8 persen menjadi 34,1 persen. 

Berbicara hipertensi, memang ada faktor risiko yang tidak bisa dikendalikan seperti usia, riwayat keluarga, jenis kelamin, dan ras. Namun ada juga faktor yang bisa Anda kendalikan seperti jumlah aktivitas fisik dan diet.

Diet yang tepat diantaranya bisa membantu mengontrol tekanan darah. Yang disarankan adalah mengonsumsi makanan kaya kalium, magnesium, dan serat dan rendah menyantap natrium.

Seperti dilansir dari laman Healthline berikut 7 makanan yang dapat membantu Anda untuk menurunkan hipertensi.

1. Sayuran Hijau

Kalium dapat membantu ginjal untuk menyingkirkan banyaknya sodium melalui urine Anda. Salah satu sayuran hijau yang mengandung tinggi kalium adalah bayam.

2. Bit

Bit yang mengandung nitritoksida dapat membantu untuk membuka pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah. Para peneliti telah menemukan bahwa nitrit yang terkandung dalam jus bit dapat menurunkan terkanan darah hanya dalam 24 jam.

2 dari 3 halaman

3. Susu tanpa lemak dan yoghurt

Ilustrasi susu (dok. Pixabay.com/Putu Elmira)

Susu tanpa lemak merupakan sumber kalsium yang sangat baik dalam diet untuk menurunkan tekanan darah. Kalau Anda tidak menyukai susu, Anda dapat mengonsumsi yoghurt.

Menurut American Heart Association, wanita yang mengonsumsi lima atau lebih porsi yoghurt dalam seminggu mengalami pengurangan 20 persen risiko terkena tekanan darah tinggi.

4. Oatmeal

Oatmeal adalah makanan tepat untuk memenuhi serat tinggi, rendah lemak, dan rendah sodium untuk menurunkan tekanan darah Anda. Sarapan dengan oatmeal merupakan cara yang baik untuk memulai hari.

3 dari 3 halaman

5. Ikan

Ilustrasi Foto Ikan Salmon (iStockphoto)

Salmon, makerel, dan ikan dikenal mengandung asam lemak omega 3 yang dapat menurunkan tekanan darah, mengurangi peradangan, dan menurunkan trigislerida.

6. Minyak Zaitun

Minyak zaitun atau juga yang disebut dengan olive oil merupakan lemak sehat yang mengandung polifenol yang dapat membantu mengurangi tekanan darah.

7. Buah delima

Delima atau pomegranate ini buah sehat yang dapat Anda nikmati langsung sebagai buah atau sebagai jus. Satu studi menyimpulkan bahwa minum secangkir jus delima sehari sekali selama empat minggu membantu menurunkan tekanan darah dalam jangka pendek.

Saksikan juga video menarik berikut

Mana yang Lebih Cepat Merapikan Gigi, Behel atau Invasalign?

Liputan6.com, Jakarta Kini, metode merapikan gigi bukan hanya behel atau kawat gigi. Ada juga yang terbaru yakni Invasalign. Mana yang lebih efektif dan cepat dalam merapikan gigi?

Walau diklaim lebih canggih dibanding behel, ada beberapa kasus dokter akan menyarankan pasien menggunakan behel daripada Invasalign.

“Kalau dari pengalaman-pengalaman yang sudah ada, kasus-kasus yang lebih kompleks, bisa lebih cepat behel,” ujar dokter gigi spesialis ortodonsia Irwin Lesmono dalam diskusi media di Jakarta ditulis Kamis (17/1/2019).

Namun, Irwin mengungkapkan dalam kasus yang sederhana hingga menengah, durasi dua metode tersebut umumnya relatif mirip secara kecepatan.

“Kenapa (dalam kasus kompleks) bisa lebih lama? Karena pergerakannya juga lebih kompleks sehingga dibutuhkan plastik yang lebih banyak. Sementara braces tradisional bisa mencapai itu karena dia sekali tarik gigi yang bergerak juga lebih banyak,” tambah dokter gigi dari Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta ini.

2 dari 2 halaman

Harus cek kondisi gigi

Ilustrasi dokter gigi (iStockphoto)

Selain itu, pasien juga harus mempertimbangkan bagaimana proses pembuatan dari alat seperti Invisalign itu sendiri.

Yang pasti, untuk memutuskan sebelum menggunakan metode merapikan gigi baik kawat gigi ataupun Invisalign, Anda tentunya harus memeriksakan dulu kesehatan gigi Anda.

“Biasanya kalau untuk memasang (behel) tentunya kami akan lakukan pemeriksaan lengkap. Pemeriksaan ini tidak sekadar memeriksa kalau giginya berantakan, tapi pemeriksaan kesehatan giginya juga” ujar Irwin pada Health Liputan6.com

Irwin mencontohkan, untuk menggerakkan gigi, kondisi gusi dan tulang seseorang harus sehat. Apabila dari pemeriksaan rontgen dan klinis ditemukan ada jaringan yang tidak sehat atau rusak, maka seorang dokter tidak boleh secara langsung melakukan perawatan ortodonsia atau langsung memasang kawat gigi.

“Biasanya konsultasikan dulu pasien ini. Kita sarankan ke dokter spesialis gusi atau dokter gigi spesialis periodonsia. Nanti akan dia rawat kondisi gusi dan tulangnya dulu supaya sehat. Baru dikembalikan ke dokter spesialis ortodonsia,” kata Irwin menambahkan.

Selain itu, pastikan juga tempat Anda melakukan perawatan adalah tempat yang memiliki ahli yang baik. Tidak asal melakukan sendiri atau di tempat-tempat yang tidak terjamin seperti tukang gigi.

Tarot Hari Ini: Pertimbangkan Saran dari yang Berpengalaman

Liputan6.com, Jakarta Tarot Hari Ini Kamis, 17 Januari 2019

The Fool

Berhati-hatilah ketika mulai melangkah. Jangan terlalu yakin dengan keputusanmu. Pertimbangkan saran dari mereka yang lebih berpengalaman. 

Cinta

Single: lebih yakin dan percaya diri. Kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya sebagai bahan pertimbangan. 

Couple: manusia memang tidak luput dari kesalahan. Minta maaf dan perbaiki kesalahan. 

Keuangan

Hati-hati dalam berinvestasi. Jangan mudah tergiur bujuk rayu. 

Kesehatan

Rawatlah tubuh saat sehat. Pertahankan kondisi saat ini. Jaga pola makan, olahraga, dan istirahat yang cukup. 

Keluarga

Saatnya memberi perhatian dan membantu anggota keluarga yang sakit. 

Konsultasi pribadi Dewi Tarot: 082242056585

5 Alasan Wanita Tak Perlu Cukur Habis Bulu Kemaluan

Liputan6.com, Jakarta Sekitar 84 persen wanita mencukur bulu kemaluan di sekitar area intim. Sebagian dari wanita mengatakan hal itu dilakukan karena berbagai alasan, merasa tak nyaman hingga ingin memuaskan pasangan.

Para pakar kesehatan pun menyarankan untuk memangkas bulu kemaluan. Namun, tak perlu juga sampai gundul, sisakan sekitar 1 cm panjangnya. Kehadiran bulu kemaluan, kata ahli kesehatan Dr Jen Gunter dapat melindungi alat kelamin wanita. 

Selain itu, berikut alasan lain Anda tak perlu mencukur habis bulu kemaluan seperti dilansir laman Mamamia, Rabu (16/1/2019).

1. Menjaga organ intim dari virus dan bakteri 

Bulu kemaluan merupakan penghalang alami untuk menjaga kebersihan di bawah sana. Kehadiran bulu-bulu halus ini mengurangi kemungkinan virus dan bakteri masuk ke dalam.

Selain itu, juga punya peran melindungi kulit di sekitar vagina Apabila rambut pubis dicukur habis, saat wanita mengenakan pakaian, kulitnya dapat teriritasi.

2. Jaga kelembapan

Bulu kemaluan berperan mengontrol kelembapan di area intim wanita. Dengan ini, kemungkinan terkena infeksi oleh jamur lebih rendah. Rambut pubis membuat kulit disekitar area genital seimbang.

2 dari 3 halaman

3. Meningkatkan sensasi seksual

Ilustrasi pasangan dan seks (iStockphoto)

Sensasi dari satu helai rambut pubis apabila disentuh sangat luar biasa. Jika mencukurnya, Anda akan kehilangan sensasi itu. Ini bisa sangat menyenangkan ketika pasangan Anda menyentuh rambut kemaluan Anda, atau meniupkan udara hangat di atasnya.

4. Feromon

Bulu kemaluan membantu dalam menyebarkan feromon, yakni zat tercampur dengan bakteri di area kemaluan bisa meningkatkan gairah seksual.

3 dari 3 halaman

5. Mengurangi gesekan

Ilustrasi hubungan seks (iStockphoto)

Bulu kemaluan membantu mengurangi gesekan antara tubuh, atau pakaian. Selain itu, juga mengurangi gesekan saat berhubungan seks. (Penulis: Annisa Rizky)

Saksikan juga video menarik berikut

Cukup dengan Orgasme, Stres Bisa Hilang

Liputan6.com, Jakarta Cukup dengan orgasme, rasa stres yang melanda bisa hilang sepenuhnya. Direktur medis di klinik kesuburan IVF Cube di Praha, Hana Visnova menyampaikan, efektivitas orgasme dalam memerangi stres.

“Ketika tubuh Anda stres, pada dasarnya masuk ke mode ‘pertarungan atau lari (dari masalah)’,” jelas Visnova, dikutip Mail Online, Rabu, 16 Januari 2019.

Hormon dalam tubuh termasuk adrenalin, kortisol, dan norepinefrin mengalir dalam darah. Hormon-hormon tersebut memberi tahu tubuh bila ada ancaman yang dirasakan, termasuk stres.

Ketika orgasme, tubuh akan berfokus pada sensasi kenikmatan seks. Merasakan sensasi yang menyenangkan dapat memberi Anda kesenangan. Sentuhan dan suara erangan bisa menangkal kecemasan. Stres ikut hilang.

Saksikan video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Capai kesenangan seksual

Masturbasi mencapai kesenangan seksual. (Foto: iStockphoto)

Pakar seks Rena McDaniel menambahkan, rasa kesenangan seksual bisa menghilangkan stres. Jika sudah menikah, Anda bisa saling mengirim teks erotis. Cara ini mengembalikan fokus pada kesenangan sekaligus memicu otak untuk ciptakan rasa senang.

Jika Anda lajang, meluangkan waktu untuk membaca hal-hal erotika bisa menjadi cara yang luar biasa untuk meraih kenikmatan seksual.

Yang perlu diingat, kamar tidur bisa jadi salah satu tempat melupakan segala hal sejenak dan hanya berfokus menikmati diri sendiri. Masturbasi untuk meraih orgasme bisa dilakukan.

“Masturbasi jadi salah satu cara terbaik untuk meraih kesenangan. Menghabiskan waktu dengan tubuh sendiri adalah satu-satu cara terbaik untuk mempelajari (bagian tubuh) apa yang kita sukai dan apa yang tidak kita sukai,” lanjut Rena, dilansir dari Mind Body Green.