Orangtua, Jangan Lupa Kontrol Penggunaan Medsos Anak

Tren penggunaan Instagram, Facebook, Twitter dan medsos lainnya bukan hanya di daerah perkotaan saja juga di pedesaan.

“Sekarang medsos sudah sampai di desa-desa bahkan di pelosok, jadi semuanya sudah tersentuh dan akses itu terbuka secara luas tanpa ada batasan. Karena itu, pemerintah juga harus berperan dalam menyaring konten-konten yang tidak selayaknya dipertontonkan secara komersial,” ungkap Eva. 

Selain keluarga, peranan sekolah juga sangat menentukan pembentukan karakter pada anak-anak. Memperbanyak edukasi terkait bahaya sosmed, pendalaman literasi media, serta upaya pencegahan menjadi hal yang sangat dibutuhkan saat ini.

Kata Eva, dari sekolah, seharusnya ada pencegahan berupa hukuman yang jelas bagi siswa yang melakukan hujatan atau cacian melalui medsos karena jika tidak ada, anak-anak ini akan merasa tidak terjadi apa-apa.

“Seperti yang sering muncul, bullying antarsesama siswa. Guru tidak boleh tinggal diam, harus mengambil langkah-langkah pencegahan agar hal ini tidak terjadi terus menerus bahkan bertambah dan dilakukan anak-anak yang lain,” tandas Dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) ini.