Orang Gangguan Jiwa di Bogor Hanya Coblos Capres pada Pemilu 2019

Menurutnya, tujuh pasien ODGJ ini menggunakan formulir A5 atau formulir pindah memilih atau pindah TPS. Sebab, para pasien gangguan jiwa itu berdomisili di luar Kota Bogor.

“Jadi mereka hanya memilih capres dan cawapres saja,”┬ákata Sarief.

Sementara itu, Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial RS MArzoeki Mahdi, dr Lahargo Kembaren menyebutkan, dari 100 lebih pasien ODGJ, hanya tujuh orang yang mencoblos di RS Marzoeki Mahdi.

“Selebihnya ada yang dibawa pulang oleh keluarganya untuk mencoblos di tempat mereka tinggal,” kata dia.