Melatih Anak Biasa Makan Pagi Lewat Gerakan Sarapan Padat Bernutrisi

Liputan6.com, Jakarta Ribuan anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menyemut di Taman Proklamasi Jakarta sejak 06.30 pagi tadi. Didampingi orangtua dan guru-guru PAUD, anak-anak sudah siap membawa roti masing-masing untuk turut serta dalam Gerakan Sarapan Padat Bernutrisi 2019.

Lantas apa itu Gerakan Sarapan Padat Bernutrisi? Ketua Umum Himpunan Pendidik dan Tenaga Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Netti Herawati menyampaikan, gerakan tersebut melatih anak agar sarapan dengan makanan padat, salah satunya roti.

“Kegiatan ini juga mendorong para ibu menyiapkan sarapan buat anaknya sebelum berangkat ke sekolah. Anak memang agak sulit sarapan ya, terutama nasi. Saya juga punya anak begitu. Kalau sarapan dengan nasi pagi-pagi itu ya berat, dia enggak mau. Maka, lewat gerakan ini, kami ingin anak juga sarapan,” ujar Netti saat berbincang dengan Health Liputan6.com di sela-sela acara pada Sabtu (7/9/2019).

Roti dipilih menjadi salah satu menu sarapan, kata Netti, karena bisa dikombinasikan dengan sayur dan daging. Sehingga, para orangtua tidak terlalu repot menyiapkan sarapan. 

“Kombinasi sayur dan daging pada roti bisa mencukupi kebutuhan nutrisi anak sebelum mereka berangkat sekolah,” tuturnya. 

Roti juga memenuhi komposisi gizi baik untuk anak, baik lemak dan protein. Adanya sarapan padat roti ini diharapkan anak mendapat asupan kalori dan nutrisi baik sehingga mereka aktif dan konsentrasi belajar dan bermain di kelas.

“Ibu sebaiknya jangan ngasih roti saja. Bisa tambahkan daging dan sayur. Kalau makan roti saja, harus dipertimbangkan, apakah lemak dan protein mencukupi sepertiga kebutuhan nutrisi anak,” lanjut Netti.

2 dari 3 halaman

Bentuk Kebiasaan Sarapan

Gerakan Sarapan Padat Bernutrisi dengan roti yang dilakukan dari berbagai PAUD di Jakarta Pusat pada Sabtu (7/9/2019). (Liputan6.com/Fitri Haryanti Harsono)

Gerakan Sarapan Padat Bernutrisi ini tidak hanya dilakukan di Jakarta Pusat saja, sebelumnya sudah digelar di beberapa lokasi lain. Selanjutnya, gerakan ini akan dilakukan di daerah lain, termasuk di luar Jawa.

“Gerakan hari ini di sini (Jakarta Pusat) itu kota yang ke-4. Sebelumnya, pertama kali gerakan ada di Jakarta Selatan, Surabaya, dan Semarang. Nanti akan diikuti di Palembang, Medan, dan Bandung. Penyelenggaraan gerakan ini sudah ada diputuskan dalam Rakornas PAUD di awal 2019 silam,” Netti menerangkan.

Ke depan, gerakan ini akan menyebar di 34 provinsi, dari 12 September-1 November 2019.

3 dari 3 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini: