Lima Bulan Berjuang Lawan Campak, Pramugari Ini Meninggal Dunia

Liputan6.com, Jakarta Rotem Amitai meninggal dunia setelah berbulan-bulan terkena campak yang ditularkan saat dia bekerja. Pramugari Israel itu tertular dalam sebuah penerbangan dari New York, Amerika Serikat ke Tel Aviv.

Ibu tiga anak ini sempat dirawat di rumah sakit pada Maret lalu setelah dia terbang dengan maskapai Israel El Al.

Dilansir dari Channel News Asia pada Kamis (15/8/2019), pihak Kementerian Kesehatan Israel menyatakan bahwa campak bukanlah penyebab langsung kematiannya. Meski penyakit itu tetap berperan dalam meninggalnya Amitai.

“Kecacatannya disebabkan oleh penyakit yang merupakan penyebab sekunder,” tulis Kemenkes Israel. Mereka menyatakan, ibu 43 tahun ini meninggal karena ensefalitis atau radang otak.

2 dari 3 halaman

Hanya Mendapatkan Satu Dosis Vaksin

Ilustrasi suntik vaksin campak (AP/Seth Wenig)

Kemenkes Israel menyatakan bahwa meninggalnya Amitai merupakan yang pertama terkait campak di Israel pada tahun ini. Kematian terakhir karena penyakit tersebut terjadi dua tahun yang lalu.

Selain itu, diketahui bahwa penyakit tersebut bisa dicegah dengan dua dosis vaksin. Sayangnya, media setempat mengabarkan bahwa Amitai hanya menerima satu dosis saja.

“Rotem adalah wanita yang luar biasa dan ibu yang dan seorang ibu yang berbakti. Kami berduka dan bersedih atas kematiannya sebelum waktunya,” ujar keluarganya dalam sebuah pernyataan.

Mengutip CNN, kematian akibat campak di Israel dan AS memang jarang terjadi. Meski begitu, kedua negara mengalami wabah virus yang parah. Kerentanan masyarakat dipercaya akibat mulai banyaknya orang yang menolak divaksinasi.

Di Israel, setidaknya ada 4.300 kasus campak sejak Maret 2018.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini