Komitmen BJ Habibie dan Hasri Ainun untuk Tidak Saling Meninggalkan

Liputan6.com, Jakarta Kisah cinta Bacharuddin Jusuf Habibie dan Hasri Ainun Besari tak kalah menggetarkan hati dari kisah-kisah cinta yang ditulis pujangga dunia. Cinta BJ Habibie dan Ainun yang begitu besar bahkan sampai diabadikan dalam buku hingga layar lebar. 

Habibie dan Ainun adalah teman semasa kecil. Mereka pernah satu sekolah, mengutip The True Life of Habibie: Cerita di Balik Kesuksesan” karya A. Makmur Makkai. Ainun jadi adik kelas Habibie. Namun, benih-benih cinta belum menghampiri.

Setelah terpisah benua selama kurang lebih tujuh tahun karena Habibie melanjutkan studi ke Jerman, takdir mempertemukan mereka kembali. Kali ini, Habibie melihat Ainun sebagai sosok yang berbeda, memikat.

Habibie dan Ainun menikah pada 12 Mei 1962 di Bandung. Habibie pun memboyong Ainun ke Jerman. Menjalani suka duka kehidupan bersama. Habibie bertugas mencari nafkah, Ainun tinggal di rumah, memastikan keluarga kecilnya menjalani hidup dengan baik. 

Terbukti, Habibie dan Ainun tak hanya berhasil menjalani kehidupan rumah tangga hingga puluhan tahun, karier Habibie pun menanjak. Pria kelahiran Parepare, 25 Juni 1936 itu menorehkan banyak prestasi di bidang kedirgantaraan hingga mengantarnya menduduki posisi di pemerintahan dan bahkan menjadi orang nomor satu di Indonesia. 

2 dari 4 halaman

Rutin Nyekar ke Makam Ainun

Besarnya cinta Habibie dan Ainun semakin tampak oleh publik ketika Ibu Negara ketiga RI itu berpulang pada 22 Mei 2010. Habibie tak kuasa membendung rasa kehilangan. Tangisnya pecah di depan pusara sang istri. Dia kehilangan belahan jiwa.

Sepeninggal Ainun, saat sedang berada di Indonesia, Habibie rutin nyekar ke makam istri tercinta dan orangtua setiap Jumat. Meski sedang berada di luar kota pun Habibie tetap mengusahakan kembali ke Jakarta pada Kamis karena keesokan harinya dia akan nyekar ke makam Ainun di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Ketika tak mengunjungi makam, doa-doa Habibie tak pernah putus untuk Ainun.

Mengutip laman Jawapos.com, Habibie berujar, doa adalah makanan bagi mereka-mereka yang sudah pindah ke dimensi lain. Menurutnya, doa mengandung kuantum energi yang bisa memberi kekuatan.  

Namun kehilangan yang dirasakan Habibie begitu nyata sampai-sampai mempengaruhi kesehatannya. Habibie dilanda depresi. Tim dokter di Jerman dan Indonesia menyarankan agar Habibie menumpahkan kesedihan dan emosi melalui terapi menulis. Dia diberi waktu tiga bulan untuk merampungkan tulisannya. Dia menyelesaikan buku itu hanya dalam 2,5 bulan. Setelahnya, Habibie lebih bisa menerima kepergian sang istri. 

3 dari 4 halaman

Komitmen tidak saling meninggalkan

Habibie percaya bahwa orang-orang yang sudah pergi terlebih dahulu tidak mati. Mereka hanya berpindah ke dimensi yang lebih sempurna. Pemikiran itu juga yang membuat Habibie yakin bahwa istrinya masih ada dan selalu mendampingi.

“Karena itu, saya tidak pernah merasa sendiri. Ainun masih ada,” ucap Habibie.

Habibie bercerita, dirinya dan Ainun berkomitmen tidak saling meninggalkan. Saat Ainun meninggal, bagi Habibie, yang mati hanya hardware-nya.

“Saya berpendapat jenazah ini hardware. Saya yakin super-intelligent software Ainun sudah di-download ke dalam diri saya,” katanya sambil menunjuk dada.

Sembilan tahun selepas kepergian Ainun, sang kekasih akhirnya bersatu kembali di keabadian. Bacharuddin Jusuf Habibie tutup usia pada 11 September 2019, pukul 18.05 WIB di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Jasad keduanya kembali bersanding berdampingan, BJ Habibie dimakamkan di samping Hasri Ainun di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada 12 September 2019. 

4 dari 4 halaman

Saksikan juga video berikut ini: