Kenali Penyakit Rubella, Gejala Mirip Campak Namun Bisa Berujung Cacat

Penyakit rubella disebabkan oleh virus rubella. Di mana virus ini bisa menyebar dari satu orang ke orang lain melalui percikan air liur (droplet) saat penderita rubella bersin, batuk, atau berbagi makanan dengan orang lain yang sehat.

Infeksi penyakit rubella didapati dengan demam ringan (37 – 37,8 derajat celsius) selama kurun waktu 1-2 hari, yang disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening di leher belakang atau di belakang telinga. Setelah itu akan muncul ruam kemerahan di kulit, dimulai dari wajah dan menyebar hingga ke tangan dan kaki.

Kadang ruam kemerahan ini terasa agak gatal dan akan hilang dalam waktu 1-3 hari. Selain itu, gejala lain penyakit rubella yang biasa muncul adalah sakit kepala, pegal-pegal, tidak nafsu makan, mata merah, hidung berair, atau nyeri sendi. Namun demikian, pada orang yang memiliki daya tahan tubuh baik, rubella seringkali hanya menimbulkan gejala ringan saja, atau bahkan tak bergejala sama sekali.

Penyakit rubella menjadi berbahaya ketika ibu hamil yang terinfeksi virus ini. Ya, karena infeksi rubella pada ibu hamil dapat menimbulkan kecacatan janin. Bayi yang akan lahir akan berpotensi mengalami Congenital Rubella Syndrome. Sindrom ini merupakan kecacatan bayi akibat infeksi rubella yang ditandai dengan penyakit jantung bawaan, gangguan pendengaran, katarak, retardasi mental, atau gangguan hati dan sumsum tulang.

Gejala rubella yang sering terjadi seperti:

– Ruam kulit pada kepala menyebar ke tubuh selama 2-3 hari

– Sakit kepala, demam ringan

– Hidung tersumbat atau ingusan

– Kelenjar getah bening leher dan belakang telinga membengkak

Rubella pada orang dewasa dan remaja dapat ditambah dengan gejala sebagai berikut:

– Hilang nafsu makan

– Infeksi kelopak mata dan bola mata

– Sendi bengkak dan nyeri, pada wanita usia muda

Gejala yang muncul ini bisa saja hilang dalam beberapa hari, namun dapat juga lebih lama.