Gejala Virus Zika, Cara Penularan dan Pencegahan yang Perlu Diwaspadai Ibu Hamil

Penularan virus Zika, utamanya ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes, terutama spesies Aedes aegypti. Tetapi ada beberapa penularan lainnya yang bisa terjadi penyebaran virus Zika Berikut cara penularan virus Zika.

1. Gigitan nyamuk

Virus Zika dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk, yaitu nyamuk Aedes Aegypti. Nyamuk mengambil dan membawa virus Zika dari manusia yang telah terinfeksi virus tersebut. Kemudian melalui gigitannya menyebarkan virus Zika pada manusia yang belum terinfeksi

Nyamuk ini senang bertelur di air bersih yang tergenang, seperti genangan air hujan di jalanan, di pot bunga, dan bak air di kamar mandi. Nyamuk ini umumnya menggigit manusia pada siang hari, baik di dalam maupun di luar ruangan.

2. Ibu ke janin dalam kandungan

Ibu yang sudah terinfeksi oleh virus Zika dapat menularkan pada bayi saat melahirkan. Infeksi virus zika pada ibu hamil diduga berkaitan erat dengan peningkatan risiko cacat janin mikrosefali atau kepala dan otak yang kecil

Namun, saat ini belum ada kasus virus zika yang menular dari ibu yang menyusui bayinya, sehingga ibu yang terinfeksi virus Zika masih bisa menyusui bayinya.

3. Hubungan seksual

Hubungan seksual bisa menjadi sarana penularan virus ini. Center for Disease Control and Prevention (CDC) telah mempublikasikan bahwa virus Zika ditemukan pada cairan tubuh manusia yaitu pada air mani, cairan vagina, air seni, dan darah.

Namun, di antara semua cairan tersebut, virus Zika bertahan paling lama pada air mani. Oleh karena itu, berhati-hati jika Anda akan melakukan hubungan seksual, karena hubungan seksual menjadi salah satu cara penularan virus ini.