Gejala Kanker Serviks, Kenali Sejak Dini Penyebabnya Sebelum Terlambat

Kanker serviks dipicu oleh pertumbuhan sel tak terkendali (kanker) yang terjadi pada leher rahim atau serviks. Sel kanker yang muncul kemudian menyerang jaringan di sekitarnya. Sel kanker dapat melepaskan diri dari lokasi awal dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Proses ini disebut sebagai metastasis.

Leher rahim merupakan bagian dari saluran reproduksi wanita yang menghubungkan vagina dengan rahim atau uterus. Hampir semua kasus penyebab kanker serviks adalah human papillomavirus (HPV). HPV merupakan sekumpulan virus yang menginfeksi manusia pada sel epitel kulit dan membran mukosa yang salah satunya ada di daerah kelamin.

Hingga saat ini hampir seratus tipe HPV berhasil diidentifikasi. Sebagian besar jenis HPV tidak berbahaya. Namun, ada beberapa jenis HPV yang diketahui dapat mengganggu fungsi normal sel-sel leher rahim sehingga memicu kanker. Virus ini adalah HPV 16 dan 18.

Di dalam tubuh wanita, virus ini menghasilkan dua jenis protein, yaitu E6 dan E7. Keduanya bisa menonaktifkan gen-gen tertentu dalam tubuh wanita yang berperan dalam menghentikan perkembangan tumor.

Virus HPV sangat umum ditularkan melalui hubungan seksual dengan adanya kontak langsung antara kelamin yang disertai pertukaran cairan tubuh.

Virus HPV penyebab kanker serviks sendiri terbagi ke dalam dua tipe, yaitu tipe high risk dan low risk. Virus HPV tipe low risk biasanya berisiko kecil menjadi penyebab kanker serviks dan dapat dilawan dengan antibodi tubuh. Sementara, virus dengan high risk lah yang harus diwaspadai.

Infeksi HPV sendiri belum ada obatnya. HPV bisa menetap di dalam tubuh dengan atau tanpa penanganan. Untuk wanita pada umumnya dianjurkan untuk mendapat vaksinasi HPV sebagai langkah pencegahan tertularnya jenis virus ini.

Diagnosis kanker serviks dapat dilakukan melalui serangkaian proses pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter. Pemeriksaan ini umumnya dapat berupa pap smear, prosedur kolposkopi, biopsi kerucut, tes darah, pemeriksaan organ panggul, CT scan, MRI scan, PET seca, serta X ray dada.