Gejala Diabetes Melitus Tipe 2, Jarang Disadari dan Bisa Membunuh Diam-diam

Diabetes tipe 2 adalah kondisi yang sepenuhnya belum dipahami para ahli. Pasalnya, sebagian orang mengalami peningkatan risiko diabetes tipe 2 dan sebagian lagi tidak.

Bagaimanapun, ada beberapa hal yang jelas meningkatkan faktor risiko diabetes tipe 2, seperti:

Berat badan. Memiliki kelebihan berat badan merupakan faktor risiko utama untuk diabetes tipe 2. Semakin tebal jaringan lemak, sel-sel semakin kebal terhadapinsulin. Tetapi tidak hanya orang yang kelebihan berat badan saja yang memiliki risiko diabetes tipe 2.

Distribusi lemak. Jika tubuhmu menyimpan lemak pada bagian perut, risiko lebih besar mengalami diabetes tipe 2 dibanding jika tubuh menyimpan lemak di bagian lain, seperti pinggul dan paha.

Gaya hidup tidak aktif. Semakin kamu pasif, semakin besar risiko mengalami diabetes tipe 2. Aktivitas fisik membantu kamu mengontrol berat badan, menggunakan glukosa sebagai energi, dan membuat sel-sel semakin sensitif terhadap insulin.

Riwayat medis keluarga. Risiko mengalami diabetes tipe 2 semakin besar jika orangtua atau saudara kandung memiliki diabetes tipe 2.

Ras. Walaupun masih belum jelas mengapa, kebanyakan orang dari suatu ras – termasuk ras hitam, hispanik, Indian Amerika dan Asia-Amerika – lebih cenderung memiliki risiko terhadap diabetes tipe 2 dibanding ras kulit putih.

Umur. Risiko dari diabetes tipe 2 meningkat seiring kamu bertambah umur, khususnya setelah umur 45 tahun. Hal ini mungkin karena orang-orang di usia ini cenderung kurang bergerak, kehilangan massa otot, dan menambah berat badan seiring bertambahnya umur. Selain itu, proses penuaan juga mengakibatkan penurunan fungsi sel beta pankreas sebagai penghasil insulin. Namun, diabetes tipe 2 juga meningkat secara dramatis pada remaja, dan masa awal dewasa.

Prediabetes. Prediabetes adalah kondisi di mana kadar gula darahmu lebih tinggi dari kadar normal, tapi tidak cukup tinggi untuk diklasifikasikan sebagai diabetes. Jika tidak diatasi, prediabetes dapat berlanjut menjadi diabetes tipe 2.

Diabetes kehamilan. Jika kamu mengalami diabetes saat hamil, risiko mengalami diabetes tipe 2 meningkat. Jika kamu melahirkan bayi yang beratnya lebih dari 4 kilogram, bayimu juga berisiko mengalami diabetes tipe 2 di masa dewasanya.

Sindrom Ovarium Polikistik. Untuk wanita yang mengalami sindrom ini – yang merupakan ketidakteraturan periode menstruasi, pertumbuhan rambut yang berlebihan, dan obesitas – risiko diabetes akan meningkat.