Gangguan Penglihatan Tak Kunjung Pulih, Ternyata Margi Kena Tumor Otak

Dari toko kacamata, Margi dirujuk ke The Walton Centre, Royal Liverpool Hospital di Aintree untuk pemeriksaan MRI. Tumor otak seukuran buah jeruk terlihat. Ia pun dijadwalkan untuk pembedahan.

“Mereka (dokter) mengatakan, aku mengidap tumor seukuran buah jeruk selama bertahun-tahun. Ketika dokter bedah menemuiku, dia berkata ‘bagaimana kamu masih hidup, aku saja tidak akan pernah tahu itu,” Margi melanjutkan.

Ahli bedah tidak dapat mengangkat seluruh tumor karena terlalu dekat dengan pembuluh darah utama. Pada  2016, Margi kembali ke rumah sakit karena tumor yang tersisa sudah mulai tumbuh lagi.

Alih-alih operasi lebih lanjut, Margi memilih enam minggu melakukan radioterapi setiap hari di The Clatterbridge Cancer Centre. Perawatan ini berhasil menyusutkan ukuran tumor yang menyelamatkan nyawa Margi.

Pengalaman melewati tumor otak menggerakkan hati Margi untuk menjadi sukarelawan. Margi, yang bekerja dengan suaminya, Merv Garner di bisnis keluarga memutuskan menelepon The Walton Center dan menawarkan jasanya sebagai sukarelawan membantu pasien.

“Aku duduk di rumah dan memutuskan tidak ingin terjebak di sini, menyia-nyiakan hidupku. Hidup adalah untuk hidup. Ini benar-benar mengubah pandanganku tentang hidup,” jelasnya.