Efek Jangka Pendek dan Panjang Terpapar Gas Air Mata

Studi di Turki menemukan bahwa orang-orang yang sering terkena gas air mata memiliki risiko lebih besar terkena bronkitis kronis. Sementara, penelitian epidemiologis oleh Angkatan Darat Amerika Serikat menemukan adanya risiko terkena penyakit pernapasan akut pada populasi yang lebih muda dan lebih sering terpapar gas air mata.

“Selain efek yang diketahui menyebabkan luka dan sakit, gas air mata juga bisa menyebabkan luka bakar kimia, reaksi alergi, cedera kornea, dan gangguan pernapasan,” tulis pakar medis Rohini J. Haar seperti dikutip dalam tulisannya di Physicians for Human Rights.

Haar menambahkan, kematian bisa terjadi ketika gas air mata digunakan di ruang tertutup atau pada orang-orang yang rentan. Mereka yang memiliki masalah kulit, mata, atau pencernaan juga bisa mengalami gejala yang semakin parah. Apalagi, jika tabung gasnya diarahkan langsung ke kerumuman atau pada seseorang.

“Gejala terkadang bisa bertahan lama untuk jangka waktu yang lama dan pada orang-orang tertentu, bisa cacat secara permanen,” tulis Haar.