Dokter Gizi : Bukan Berarti Susu Full Cream Jahat dan Low Fat Paling Bagus

Bicara soal susu, lanjut Diana, dari jenis dan pemrosesan saja sudah berbeda. UHT, pasteurisasi, dan susu segar adalah cara pemrosesan susu tersebut sehingga bisa kita konsumsi.

“Susu itu enggak boleh raw atau langsung dari sapinya. Harus diproses dulu. Entah itu UHT (ultra hight temperatur) dengan suhu tinggi sekali, pasteurisasi, baru ketiga dimasak,” ujarnya.

Pun dari sisi isi, susu itu ada yang full cream, whole milk (benar-benar masih lengkap semuanya), low fat yang kadar lemaknya masih ada tapi berkisar tiga sampai empat persen saja, dan ada pula susu skim, yang lemak-lemaknya benar-benar ditiadakan.

Menurut Diana, lemak pada susu skim tidak lebih dari satu persen. Sehingga rasanya cenderung anyep, persis air putih.

“Sementara yang full cream gurih, karena lemak itu bikin gurih,” katanya.

Sudah pasti pula antara full cream, low fat, dan skim ada kandungan yang dikorbankan.

Skim, misalnya, otomatis jumlah lemaknya paling rendah dibanding yang lain.

“Sementara untuk anak dan orang tua yang masih butuh lemak, ini tidak cocok,” kata Diana.