Di Atas Ranjang RS Sardjito, Pasien Patah Kaki Nyoblos

Seharusnya, Agus dan 160 pasien rawat inap beserta keluarga lain yang sudah memiliki formulir A5 dijadwalkan mencobolos pukul 12.00 WIB. Namun, karena surat suara dari TPS di sekitar RS Sardjito habis, tim Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Mlati, Sleman, harus mencari dari TPS lain yang sedikit lebih jauh.

Baru pada pukul 15.30, tim PPK datang membawa 41 surat suara yang bisa digunakan untuk pasien, keluarga, dan tenaga terdidik di RS Sardjito.

“Ini kami dapatkan 41 surat suara untuk memilih calon presiden dan wakil presiden dari Desa Sendangadi, Mlati, Sleman,” kata Ketua PPK Mlati, Sleman, Edi Maulana, di depan Klinik Permata Hati RS Sardjito.

Agus pun tak mempermasalahkan hanya bisa memilih presiden dan wakil presiden. Itu lebih baik daripada tidak sama sekali.

Selain Agus, pasien rawat inap dan keluarga pasien juga bisa menggunakan hak suaranya. Dokter residen, bidan, dan perawat RS Sardjito juga menggunakan kesempatan tersebut untuk menyoblos.