Data Terbaru Kemenkes: Gagal Jantung Penyebab Terbesar Kematian Petugas KPPS Pasca Pemilu 2019

Mengenai cara otopsi verbal yang dilakukan Kemenkes, Ketua PB IDI Daeng M. Faqih mengatakan, metode tersebut masih memiliki kelemahan dalam tingkat validitas. Yaitu karena hanya berdasarkan wawancara orang-orang di sekitarnya.

“Kalau rekam medis memang lebih tinggi karena dikumpulkan langsung dari pasiennya. Kecuali yang dikumpulkan dari otopsi verbal adalah hasil otopsi jenazah. Nilai tingginya bukan karena verbal tapi dari otopsi jenazahnya,” kata Daeng menjelaskan.

“Kalau orang lain yang bicara, bisa beda-beda perspektifnya,” tambahnya.

Maka dari itu, Daeng meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi macam-macam sembari menunggu hasil dari pihak-pihak yang melakukan penelitian dan investigasi.

Daeng juga mengatakan, apabila ada dokter atau masyarakat yang menemukan ada kejanggalan dalam kasus kematian, mereka diperbolehkan untuk melapor ke pihak yang berwenang.

“Kalau hak melaporkan ada kecurigaan, sebagai hak masyarakat boleh. Itu dijamin oleh peraturan. Tetapi kalau berspekulasi atau menduga-duga, itu yang jangan,” Daeng menegaskan.