Cerita Hasto Wardoyo Jadi Dokter Puskesmas di Wilayah Terpencil

Liputan6.com, Jakarta Selain dikenal sebagai Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo juga seorang dokter kebidanan dan kandungan. Pria yang namanya beberapa saat belakangan mencuat karena diduga bakal menjadi Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ini sempat menceritakan pengalamannya menjadi dokter di daerah terpencil di Kalimantan Timur.

Usai lulus dari S1 Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada pada 1989, Hasto meminta pada kepala dinas kesehatan pada masa itu untuk ditempatkan berpraktik di area yang paling sulit di pedalaman.

“Ternyata benar saya ditempatkan di pelosok. Dari kantor kabupaten untuk mencapai puskesmas itu dua hari dua malam. Saya cukup lama di sana, lima tahun di pedalaman. Tidak ada warung, tidak ada apa-apa,” kata Hasto saat tampil di Inspirato Liputan6.com pada Oktober 2017 lalu.

Seperti dikutip dari situs resmi kulonprogokab.go.id, saat itu, dirinya bertugas menjadi Kepala Puskesmas Kahala di Kabupaten Kutai Kalimantan Timur pada 1990. Lalu, menjadi Kepala Puskesmas Melak, Kabupaten Kutai pada 1991, kemudian menjadi Kepala Puskesmas Lok Tuan Bontang pada 1994.

Walaupun ditempatkan di tempat terpencil, Hasto merasa senang-senang saja. Banyak hal menarik yang ia dapatkan selama menjadi dokter di area yang jauh dari hingar bingar kota.

“Saya menikmati tugas itu, ya banyak yang unik-unik di pedalaman. Saya juga ngajar SD, SMP karena di sana guru juga kurang. Ngajar pramuka juga,” kata pria yang mendapat penghargaan sebagai dokter teladan nasional pada 1992 ini.