Cegah Kecurangan, BPJS Kesehatan Kerja Sama dengan ICW

Terkait dengan temuan dugaan kecurangan di lapangan, ICW diharapkan bisa melakukan konfirmasi kepada BPJS Kesehatan terlebih dulu, sehingga bersama-sama melakukan verifikasi keabsahan temuan tersebut sebelum dibuka ke publik.

Bayu menambahkan, sosialisasi antikecurangan juga harus digalakkan kepada peserta JKN-KIS, pemangku kepentingan, pemberi layanan kesehatan, serta seluruh lapisan masyarakat.

“Kami berharap, jalinan kerjasama dengsn ICW dapat berjalan optimal. Meski demikian, pengawasan ini tentu membutuhkan keterlibatan dari berbagai pihak,” tambah Bayu.

Koordinator ICW Adnan Topan Husodo mengatakan ada alasan mengapa pihaknya masuk ke dalam isu kesehatan. Hal tersebut karena, masalah kesehatan menjadi salah satu bidang dasar yang harus diterima oleh masyarakat dari negara.

“Kesehatan adalah hak paling dasar yang harus disediakan negara kepada masyarakatnya di luar sektor pendidikan,” kata Adnan.

“Sehingga kesehatan dan pendidikan adalah dua sektor strategis yang harus selalu kita awasi,” imbuhnya. Di sini, ICW menyatakan akan mengawasi dan menganalisis desain dari kebijakan yang berkaitan dengan kecurangan.

Bayu berharap, masyarakat bisa turut berpartisipasi untuk melaporkan adanya berbagai hal yang mengarah pada potensi kecurangan. Menurutnya, sosialisasi secara intens akan memberikan dampak berkurangnya potensi kecurangan. Dengan itu, pembiayaan kesehatan akan didorong ke arah yang lebih bermutu dengan biaya terkendali.