BNI ITB Ultra Marathon, Lari Seru Sambil Unjuk Kekompakan Lintas Angkatan dan Jurusan

Liputan6.com, Jakarta Menyambut ulang tahun yang ke-100, para alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menggelar ajang lari BNI ITB Ultra Marathon. Ribuan pelari yang sebagian besar terdiri dari alumni ITB berbagai angkatan mengawali lomba dari Grha BNI Jakarta, menyusuri rute 200 kilometer Jakarta-Bandung pada Jumat, 11 Oktober 2019 pukul 22.00 WIB petang. 

Seperti tahun-tahun sebelumnya, rute BNI ITB Ultra Marathon juga akan berakhir di Kampus ITB Ganesha Bandung pada Minggu, 13 Oktober 2019. 

Pada tahun ke-3, ajang lari maraton ini menambah rutenya jadi lebih panjang. Bila pada 2018 lalu jarak tempuh ITB Ultra Marathon hanya 170 kilometer, maka tahun ini menjadi 200 kilometer. Ada alasan filosofis di balik penambahan jarak tempuh tersebut.

“Acara ini didedikasikan kepada ITB yang akan berulang tahun ke-100. Maka kami mencari jarak 200, yang mewakili semangat 100 years looking backward, dan 100 years moving forward,” Ketua Panitia BNI ITB Ultra Marathon Gatot Sudariyanto menjelaskan.

Ada tiga kategori dalam ajang lari ini, yakni kategori lomba (berhadiah), festival, dan fun run. BNI ITB Ultra Marathon kategori lomba dibuka bagi ultra maraton, berlari di atas jarak 42 kilometer. Kategori festival masuk dalam non-ultra marathon, yaitu pelari relay 4 dan selanjutnya. Dan pada kategori fun run, pelari hanya berlari dengan jarak tempuh 5 kilometer, dimulai di Alun-Alun Kota Bandung lalu berakhir di Kampus ITB, bersamaan dengan para peserta ultra maraton. Selain itu ada 18 etape yang harus dilewati para peserta dan variasi cut off time, seperti 32 jam untuk lari berempat, 34 jam lari berdua, serta 36 jam bagi pelari individu.

Pelari BNI ITB Ultra Marathon (Foto: dok. 90LeRun)

2 dari 2 halaman

Bukan Sekadar Ajang Lari

Tim support alumni ITB angkatan ’90. (Foto: dok. 90LeRun)

Event BNI ITB Ultra Marathon bukan sekadar ajang lari, melainkan juga menjadi momen serupa reuni atau silaturahmi bagi para alumni ITB. Itulah semangat yang melatarbelakangi ajang lari maraton tersebut.

“Event ini idenya berbuat untuk ITB, paguyuban kebersamaan tanpa sekat dalam rangka alumni membantu almamater. Tak hanya bikin untuk alumni, kita undang masyarakat umum lewat lomba dan beri hadiah,” kata Susilo.

Semangat yang sama dirasakan pula oleh alumni ITB angkatan ’90 yang sejak 2018 mengikuti ajang tersebut dengan 90LeRun sebagai nama tim. “Bagi 90LeRun, momen BNI ITB Ultra Marathon bukan untuk mengejar podium, tapi sebagai ajang reuni, silaturahmi dan unjuk kekompakan ITB90 lintas jurusan,” ujar Fitri NR Kusuma dari Jurusan Planologi yang pada tahun ini berpartisipasi sebagai tim support

Tahun ini antusiasme alumni ITB Angkatan ’90 dalam mengikuti ajang lari itu pun meningkat, terbukti dari jumlah peserta yang mencapai 91 orang dari berbagai kategori. Hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya. 

“Tahun lalu, kami mengirimkan 57 pelari. Kali ini, kami mendaftarkan 91 peserta dengan kategori individu, tim relay 9, dan tim relay 18,” Fitri menjelaskan. 

Terselip pula catatan kecil tentang lari maraton bagi angkatan ini. Kabarnya, angkatan ’90 adalah angkatan pertama yang menerima mata kuliah olahraga di ITB. “Kegiatan ini juga jadi ajang untuk mengajak teman-teman bisa mencintai olahraga, mengubah gaya hidup jadi lebih sehat, dan menebar kebaikan melalui charity run. Prinsip yang dipegang oleh 90LeRun dalam mengikuti ajang ini adalah FSF yaitu Fuin, Safe, Finish,” ucap Fitri.

Tim support alumni ITB angkatan ’90. (Foto: dok. 90LeRun)