Belajar dari Film Arctic, Ini Efek Cuaca Dingin Ekstrem pada Tubuh

Liputan6.com, Jakarta Film Arctic yang dibintangi Mads Mikelsen sangat dinantikan penonton di seluruh dunia. Arctic menjadi salah satu pilihan resmi film di Festival Film Cannes 2018.

Film ini mengisahkan seseorang yang terdampar di daerah bersalju di Islandia. Ia harus berjuang untuk bisa bertahan hidup di tengah cuaca dingin yang ekstrem.

Menanggapi film yang bakal diputar 27 Maret 2019 ini dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Vito A Damay menjelaskan efek cuaca dingin yang ekstrem terhadap tubuh.

“Berbagai kondisi di benua es itu salah satu tantangan terbesarnya adalah cuaca dingin yang ekstrem. Secara umum, cuaca dingin yang ekstrem menyebabkan tubuh mengalami hipotermia,” jelas Vito melalui pesan singkat kepada Health Liputan6.com ditulis Rabu (27/3/2019).

Hipotermia merupakan keadaan saat suhu tubuh menurun. Hal ini terjadi karena hilangnya panas tubuh dan ketidakmampuan tubuh menghasilkan panas yang cukup untuk menjalankan metabolisme yang normal.

Kehadiran angin akan memperberat kondisi karena sangat cepat menghilangkan panas tubuh. Pada orang yang lanjut usia (lansia) kondisi akan menjadi lebih buruk.

“Lapisan lemak di bawah kulit sudah menipis. Lansia akan mengalami penurunan kemampuan  untuk menilai suhu sekitarnya. Akibatnya mereka akan (mudah) mengalami hipotermia, bahkan tanpa mereka sadari,” ujar Vito. 

Simak video menarik berikut ini:

Seorang wanita tantang dirinya berenang di jalur mematikan “Ice Mile”, Laut Antartika.