Banyak Pasien Penyakit Ginjal Periksakan Diri dalam Kondisi Parah

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum PB Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PB PERNEFRI) Aida Lydia mengungkapkan kebanyakan pasien penyakit ginjal yang ditanganinya datang pertama kali dalam kondisi sudah parah. Beberapa bahkan sudah masuk kategori gagal ginjal.

Gejala penyakit ginjal di antaranya kehilangan nafsu makan, tekanan darah tinggi, perubahan frekuensi kencing dalam sehari, dan sakit kepala. Gejala tersebut bisa sangat lazim dan dianggap biasa.

“Tapi ada juga yang tanpa gejala sehingga sering terdeteksi terlambat. Jadi, pasien baru sadar kalau sudah timbul gejala lanjutan,” ujar Aida dalam acara konferensi pers Hari Ginjal Sedunia di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Rabu, (13/3/2019). 

Salah satu indikator ginjal mengalami gangguan adalah kehadiran darah dalam urine. Seharusnya, pasien segera berkonsultasi ke dokter saat ini. 

Aida juga mengingatkan masyarakat untuk perlu mengenali diri sendiri. Pengenalan diri sendiri sebagai bentuk pencegahan terjadinya penyakit ginjal, yang berujung gagal ginjal.

“Perlu dicek, apakah Anda berisiko sakit ginjal. Cek riwayat keluarga atau kondisi diri sendiri, menderita diabates dan hipertensi atau tidak,” Aida melanjutkan.

Diabetes dan hipertensi dapat merusak ginjal. Jadi, sebaiknya harus periksa urine untuk mengecek kondisi ginjal, saran Aida. Jangan lupa, cek juga kadar gula darah.