Bahaya Cangkok Lemak untuk Perbesar Payudara

Proses operasi pembesaran payudara menggunakan cangkok lemak, yakni sel-sel lemak diambil dari salah satu bagian tubuh pasien dan ditransplantasikan ke bagian tubuh lain pasien.

Pada operasi memperbesar payudara, sel-sel lemak diambil dari paha atau perut, lalu disuntikkan ke payudara. Jumlah lemak yang ditransplantasikan kecil. Lemak yang disedot tidak dapat diambil dalam jumlah banyak karena sel-sel lemak perlu bertugas menyuplai darah.

Manfaat dari cangkok lemak memperbesar payudara, pasien tidak mengalami komplikasi implan seperti infeksi, bekas luka sayatan makin lebar, dan implan pecah. Bentuk payudara pada pasien yang implan lebih realistis. Pasien juga tidak mendapat bekas luka operasi yang besar.

Meski begitu, ada risiko dan komplikasi yang dapat terjadi. Seluruh kondisi tersebut perlu dipahami pasien sebelum memutuskan cangkok lemak untuk memperbesar payudara. Dokter Spesialis Bedah Plastik dan Rekonstruksi Imam Santoso menjelaskan, cangkok  lemak dari bagian tubuh sendiri tergantung pada kualitas lemaknya.

“Tergantung bagus atau enggak lemak. Kadang lemak bagus itu cuma 40 persen. Jadi, itulah sebabnya, mengapa lemak yang diambil buat cangkok ada keterbatasan volumenya juga. Kualitas lemak ini juga memengaruhi daya penyerapan. Berbeda dengan implan, lemak yang ditransfer, lalu ditanamkan, sebagian akan diserap kembali oleh tubuh,” jelas Imam saat diwawancara Health Liputan6.com di RS EMC Sentul Bogor, Jawa Barat beberapa waktu silam.

Untuk prosedur cangkok lemak, lemak yang bisa diambil dalam satu kali sesi operasi sebanyak 150 cc. Artinya, lemak yang diambil sangat sedikit. Jika seseorang ingin cangkok lemak 300 cc, maka harus menjalani dua kali operasi. Jangka waktu operasi umumnya berselang enam bulan sebelum operasi lanjutan.

Imam menambahkan, cangkok lemak biasanya dipakai untuk mengisi bagian tubuh yang kekurangan lemak. Contohnya menyasar pada lipatan wajah. Pada lemak yang ditransfer pada payudara  lemak akan diserap oleh jaringan payudara. Efek selanjutnya, bisa terjadi pengapuran. Pengapuran tidak hanya terjadi pada tulang, payudara juga bisa mengalami pengapuran.

“Pengapuran akan terlihat saat pemeriksaan mamograf. Kita harus waspada, jangan-jangan pengapuran ini tanda munculnya kanker payudara. Untuk membuktikannya harus dibiopsi. Hal ini akan nambah beban pasien, baik beban biaya dan perawatan. Dibiopsi dulu, apa benar pengapuran yang terjadi karena cangkok lemak,” Imam melanjutkan.

Informasi NHS Foundation Trust mencatat, cangkok lemak perbesar payudara juga dikenal dengan sebutan lipomodelling. Pengapuran yang terjadi dikarenakan nekrosis (jaringan dan sel mati) lemak ke area payudara.

Pada tahap ini, sebagian lemak yang disuntikkan tidak bertahan atau menyerap. Ketika tubuh berupaya memperbaiki kondisi tersebut, terbentuklah deposit kapur atau kista. Wanita akan merasakan adanya benjolan di area payudara.