Awas, Perilaku Tidak Sopan di Tempat Kerja Bisa Menular

Liputan6.com, Jakarta Sebuah studi menunjukkan bahwa perilaku tidak sopan yang terjadi di tempat kerja dapat menurunkan kekuatan mental seseorang dan cenderung membuatnya bersikap  sama kepada rekan kerja lainnya.

Para peneliti di Michigan State University mengatakan bahwa perilaku tidak sopan menyebabkan budaya buruk menyebar di lingkungan profesional. Dalam Journal of Applied Psychology disebutkan bahwa ketidaksopanan di tempat kerja meningkat sebanyak dua kali lebih tinggi dalam dua dekade. Hal tersebut juga mempengaruhi pendapatan per tahun perusahaan dikarenakan penurunan produksi dan waktu kerja.

Guna meneliti perilaku tersebut, para peneliti melakukan survei pada 70 pegawai sebanyak 3 kali sehari dalam jangka 10 hari waktu kerja. Hasilnya, ketidaksopanan biasanya menyebar di kalangan pekerja karena diawali dengan satu tindakan buruk yang mengakibatkan tindakan buruk lainnya. Hal tersebut juga sering kali terjadi tanpa disengaja. Penyebabnya adalah kelelahan secara mental dan kehilangan kontrol diri.

“Ketidaksopanan terkadang dapat menjadi ambigu. Jadi, saat Anda mengalaminya, hal tersebut menarik energi mental untuk mengerti mengapa Anda mengalami hal tersebut dan apakah ada niat negatif di baliknya,” kata Professor Russel Johnson, seperti dikutip dari Health.

2 dari 3 halaman

Seperti dampak kurang tidur

Russel mengatakan bahwa menjaga emosi terhadap hal tersebut sangat melelahkan.

“Anda merasa frustrasi, marah dan cemas. Ironisnya, saat seseorang kelelahan karena hal tersebut maka biasanya ia akan melakukan hal yang sama pada orang lain meski tidak memiliki niat apa pun,” kata Russel Johnson.

Russel juga membandingkan hal tersebut sama seperti seseorang dengan kondisi kurang tidur yang juga cenderung akan berperilaku tidak sopan terhadap orang lain. Namun, hal ini dapat dihentikan dengan bekerja dalam kondisi energi mental penuh.

Ia merekomendasikan untuk mengambil waktu istirahat seperti makan siang dengan teman atau tidur siang bila perusahaan Anda memiliki fasilitas untuk hal tersebut.

“Tentu Anda pasti akan kehilangan waktu sekitar 30 hingga 40 menit tetapi Anda akan merasa lebih segar dan kecendurungan untuk membalas ketidaksopanan orang lain akan menurun,” kata Russel Johnson.

3 dari 3 halaman

Harus dihadapi

Russel juga menyarankan seseorang untuk langsung membicarakan ketidaksopanan yang dialami saat mendapat perilaku merendahkan, sarkasme atau pasif-agresif rekan kerja.

“Hadapi dan tanyakan apa maksud orang tersebut atau alasan orang tersebut memperlakukan Anda seperti itu. Hal ini lebih baik dibandingkan hanya bertanya-tanya pada diri sendiri apa maksudnya. Sikap ini justru dapat memiliki efek yang merusak,” kata Russel Johnson.

Studi juga menemukan bahwa kantor dengan tanggung jawab berdasarkan kepentingan sendiri bukan perusahaan serta memiliki peraturan tidak jelas memiliki risiko tinggi ketidaksopanan yang mempengaruhi mental.

“Ketika Anda tidak tahu dengan jelas bagaimana Anda harus melakukan pekerjaan atau mekanisme pemberian penghargaan seperti promosi maka hal tersebut dapat membuat seseorang kehilangan kepercayaan diri dan adanya superioritas satu orang terhadap orang lain. Jika pengelola dapat menentukan batasan jelas dan timbal balik yang baik mengenai hal yang dapat diterima dan tidak dapat diterima maka perilaku tersebut dapat dibatasi,” kata Russel Johnson.

Russel juga mengatakan bahwa seseorang setidaknya harus menyadari bagaimana ketidaksopanan dapat menyebar bila tidak dapat memperbaiki sikap rekan kerja. Hal tersebut dapat menjadi langkah positif.

“Bila Anda mengetahui kecenderungan Anda untuk menjadi tidak sopan saat merasa lelah maka semoga Anda dapat memiliki motivasi untuk berusaha lebih keras dalam bersikap baik. Bila Anda dapat membuat orang lain di kantor untuk mengadopsi sikap tersebut maka kemungkinan ketidaksopanan tersebut tidak akan terjadi,” kata Russel Johnson.

Penulis: Khairuni Cesario