Anemia Jadi Tanda Peringatan Dini Kehadiran Kanker Darah, Benarkah?

Liputan6.com, Jakarta Anemia kekurangan zat besi bisa menjadi tanda peringatan dini kehadiran kanker, salah satunya kanker darah. 

Dari jurnal Risk of Cancer in Patients with Iron Deficiency Anemia: A Nationwide Population-Based Study yang dipublikasikan di PLOS One pada 2015, sebanyak 24,8 persen dari populasi dunia dengan perkiraan 1,62 miliar orang terkena anemia.

Penelitian menemukan, sebanyak 39 persen penderita kanker akan mengalami anemia pada saat diagnosis. Artinya, hampir setengah pasien kanker tersebut mengalami anemia defisiensi besi.

Zat besi memainkan peran penting dalam perkembangan kanker. Dari laman National Cancer Society dilansir Kamis, (14/2/2019) menyebutkan salah satu jenis kanker darah, yakni leukemia bisa mengakibatkan seseorang mengalami anemia.

Ini terjadi ketika sel-sel darah leukemia berkembang dengan cepat sehingga sedikit ruang yang tersisa untuk sel-sel darah merah normal berkembang. Jika jumlah sel darah merah turun terlalu rendah, anemia dapat terjadi.

Saksikan video menarik di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Kanker usus besar

Kanker usus besar mengakibatkan anemia. (iStockphoto)

Selain dipicu kanker darah, ada hubungan antara kanker besar dan anemia. Menurut American Cancer Society, pendarahan pada pasien kanker usus besar menyebabkan timbulnya anemia.

Hal ini terjadi karena tumor melepaskan bahan kimia tertentu yang merangsang pembentukan pembuluh darah baru. Saat tumor tumbuh, pembuluh darah pecah, yang menyebabkan hilangnya sel darah merah. Pendarahan, pada gilirannya menyebabkan kekurangan zat besi.

Jika ada banyak persediaan zat besi dalam darah, peradangan karena tumor pada usus besar dapat menyebabkan molekul-molekul besi menjadi ‘terperangkap’ dalam sel-sel kekebalan.

Ketika peradangan berlanjut, ketersediaan zat besi menjadi semakin sedikit sehingga anemia defisiensi besi dialami pasien kanker usus besar.