Ada Gumpalan pada Darah Menstruasi, Normalkah?

Liputan6.com, Jakarta Ketika menstruasi wanita seringkali mengeluarkan gumpalan darah. Meskipun terlihat menakutkan, ternyata gumpalan darah yang keluar ketika menstruasi adalah hal yang baik. Karena gumpalan darah yang berbentuk seperti jelly selama menstruasi berbeda dengan jenis gumpalan darah lainnya.

“Gumpalan ini termasuk campuran dari berbagai jenis jaringan seperti darah yang menempel di dinding pembuluh darah yang rusak, sel-sel mati, dan darah pada lapisan terdalam rahim dan ovum,” ucap Adeeti Gupta, pendiri Walk in GYN Care, New York seperti dilansir Prevention.

Tetapi walaupun gumpalan darah selama menstruasi bisa jadi bagian yang sepenuhnya alami, hal ini juga dapat mengarah pada masalah kesehatan tertentu. Jadi, apa yang sebenarnya terjadi pada rahim Anda?

Sebagian besar, gumpalan darah hanyalah bagian dari menstruasi. “Periode menstruasi biasanya berlangsung dari tiga hingga lima sampai tujuh hari. Biasanya dimulai dari ringan, berat atau heavy flow (deras), dan perlahan terselesaikan,” ucap Carrie Coleman, Instruktur Klinik di Massachusetts General Hospital Department of Obstetrics & Gynecology, Amerika Serikat.

Gumpalan darah kecil dapat muncul selama periode menstruasi deras, ketika darah yang keluar sedang banyak-banyaknya. Warnanya pun bervariasi, mulai dari merah terang hingga gelap.

2 dari 2 halaman

Waspada Kondisi Ini

Menstruasi/copyright: unsplash/rawpixel

Namun, Anda perlu mengecek kondisi lebih lanjut jika gumpalan yang muncul berbeda dengan yang pernah muncul sebelumnya dan berukuran besar, periode menstruasi lebih dari tujuh hingga 10 hari, serta darah menstruasi yang begitu banyak sehingga Anda harus mengganti pembalut setiap jam.

Tak hanya itu, munculnya bercak darah yang konsisten di tengah periode menstruasi Anda dan nyeri atau kram perut berlebihan juga dapat menjadi salah satu pertanda Anda harus memeriksakan diri ke dokter.

Kondisi tidak normal yang harus diperiksa lebih lanjut juga dapat dibantu dengan beberapa hal. Salah satunya adalah dengan meminum pil KB. Menurut Dr. Coleman, kontrol kelahiran dapat membantu menjaga menstruasi menjadi tetap terkendali. Namun jika Anda tidak nyaman menggunakan bantuan pil KB, Anda juga bisa mengonsumsi ibuprofen yang dapat mengurangi rada nyeri pada saat heavy flow.

“Diet dan gaya hidup yang sehat juga sebenarnya dapat membantu menyeimbangkan hormone dan pendarahan yang berlebihan ketika menstruasi. Namun, jika pendarahan terjadi karena masalah fibroid yakni pertumbuhan yang tidak normal pada rahim, maka Anda perlu mengeceknya,” ucap Dr. Gupta.

Siklus menstruasi dapat memberi tahu banyak hal mengenai kesehatan Anda. Maka jika Anda mendapati sesuatu yang Anda rasa tidaklah normal, maka pergi ke dokter OBGYN merupakan pilihan yang paling tepat.

Penulis: Diviya Agatha