Ada 2 Tipe Glaukoma, Apa Perbedaannya?

Di sisi lain, glaukoma sudut tertutup biasanya tidak mendadak. Tria mengatakan ada gejala-gejala seperti rasa sakit dan mata merah yang menyertainya. Sekalipun, di beberapa kasus tetap ada penglihatan yang hilang secara tiba-tiba.

“Itu perbedaan mendasar untuk pasien. Tapi kalau secara teori, tekanan bola mata tinggi yang berbeda. Pada sudut terbuka tekanannya tinggi karena saluran keluarnya yang berupa anyaman terjadi resisten. Sehingga, keluarnya air dalam bola mata menjadi tidak lancar. Kalau yang sudut tertutup sama, air tidak lancar tetapi karena sudut bilik mata depannya tertutup. Jadi yang membedakan hanya rutenya saja,” tambah Tria.

“Jadi kalau sudut tertutup, ‘pintu’ nya tertutup. Tapi kalau yang terbuka, pintunya terbuka tetapi jalanan di belakangnya banyak hambatan. Itu efeknya ke terapinya. Kalau yang sudut terbuka mungkin masih bisa diatasi dengan obat, yang sudut tertutup perlu bedah.”

Walaupun tidak ada perbedaan dari sisi orang yang melihat, Tria mengatakan pengalaman yang dialami bisa berbeda. Pada orang dengan glukoma sudut tertutup bisa mengalami perasaan sakit. Untuk mengetahuinya pun, hanya dokter ahli yang bisa memeriksanya.

Untuk glaukoma sekunder sendiri, Tria menjelaskan bahwa kondisi itu sama seperti glukoma primer. Ada sudut terbuka dan tertutup yang bisa terjadi. Namun, penyebabnya bisa diketahui, misalnya komplikasi akibat diabetes.

“Itu bisa sudut tertutup. Karena diabetes ini menyebabkan pertumbuhan pembuluh-pembuluh darah abnormal di tempat-tempat yang menyebabkan penutupan sehingga tekanannya naik,” kata Tria.