4 Perubahan pada Tubuh Manusia Akibat Penggunaan Teknologi Modern

Liputan6.com, Jakarta Penggunaan teknologi secara tidak disadari sudah membuat tubuh manusia beradaptasi akan hal itu. Meski tidak terlihat drastis, namun ada konsekuensi dari aktivitas modern ini.

Laporan BBC menemukan adanya perubahan dalam struktur tubuh manusia akibat adaptasi dengan kehidupan modern. Dilansir dari New York Post pada Selasa (18/6/2019), berikut ini beberapa perubahan tersebut.

1. Gigi Bengkok

Makanan yang diproses membuat gigi manusia lebih bengkok. Hal ini karena dahulu, manusia harus mengonsumsi makanan yang keras dan kenyal. Sementara saat ini, banyak produk makanan yang lebih lunak karena diproses.

“Kita jauh lebih mungkin menderita masalah gigi. Gigi berjejal, gigi bengkok, dan lain-lain,” kata Dr. Noreen von Cramon-Taubadel dari The State University of New York, Buffalo, Amerika Serikat.

Mengunyah membantu gigi kita tumbuh melalui masa kanak-kanak. Masalahnya, makanan modern tidak mengharuskan gigi bekerja seperti seharusnya.

2 dari 5 halaman

2. Tengkorak Manusia Bertumbuh Lebih Tajam

Ilustrasi tulang belakang (iStock)

Ilmuwan menemukan bahwa akibat penggunaan ponsel, tengkorak manusia bertumbuh menjadi lebih tajam hingga 30 milimeter. Bentuk tengkorak menonjol semacam ini sangat langka pada 100 tahun lalu.

“Saya telah menjadi dokter selama 20 tahun dan hanya dalam satu dekade terakhir, semakin saya menemukan bahwa pasien saya memiliki pertumbuhan ini di tengkoraknya,” kata David Shahar, ilmuwan kesehatan di University of The Sunshine Coast, Australia.

Bentuk ini dikenal sebagai “external occipital protuberance” dan ditemukan di bagian bawah tengkorak tepat di atas leher. Anda bisa merasakannya dengan jari di belakang kepala.

Shahar memperkirakan, ketika posisi kepala menunduk untuk melihat ponsel, leher kita ikut menjulur dan mengangkat kepala ke depan. Beban tersebut bisa menimbulkan masalah karena rata-rata, kepala memiliki berat hingga 4,5 kilogram.

3 dari 5 halaman

3. Siku yang Menyusut

Ilustrasi Foto Siku Tangan (iStockphoto)

Para ilmuwan menemukan bahwa karena gaya hidup yang kurang bergerak, kerangka tubuh menjadi lebih menyempit. Tulang tetap bertumbuh dan menjadi lebih kuat ketika digunakan. Namun, saat ini manusia kurang banyak menggunakannya.

Para ilmuwan di University of Potsdam, Jerman, menemukan konsekuensi gaya hidup sedentary.

Siku kita menyusut dengan cepat karena manusia kurang bergerak. Anak-anak di Jerman yang menjadi subyek penelitian, memiliki siku yang lebih kecil ketika mereka berjalan lebih sedikit dalam seminggu.

Selain itu, Christiane Scheffler, antropologis yang melakukan penelitian itu, menyatakan bahwa setiap tahunnya, tulang anak-anak menjadi lebih rapuh. Beberapa kemungkinan penyebabnya antara lain adalah perubahan genetik, gizi buruk, serta kurangnya aktivitas fisik.

“Tidaklah membantu jika ibu Anda mengantarkan dengan mobil selama satu atau dua jam per minggu,” katanya.

4 dari 5 halaman

4. Jari yang Sensitif

Ilustrasi Kecanduan Ponsel (sumber: iStockphoto)

Sebuah studi tahun 2014 menemukan bahwa, jari-jari manusia menjadi lebih sensitif daripada sebelumnya. Hal ini karena adaptasi tubuh dengan penggunaan teknologi.

Penggunaan laptop, ponsel, atau teknologi lain membuat otak secara permanen beradaptasi dan jari kita berinteraksi dengan benda-benda tersebut.

Studi di University of Zurich, Swiss melakukan penelitian pada aktivitas otak 37 orang yang kecanduan ponsel. 26 dari mereka memiliki gawai layar sentuh, sementara sisanya menggunakan ponsel dengan ketikan lawas.

Peserta yang menggunakan layar sentuh menunjukkan lebih banyak aktivitas otak saat ujung jari mereka disentuh daripada yang tidak. Ini menunjukkan bahwa jari manusia menjadi lebih sensitif.

5 dari 5 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini